
"Daddy.. jangan begini, lihat.." aku mencoba lagi dan lagi mengalihkan perhatian.
"Lihat apa, melihatmu saja Daddy sudah sangat senang dan puas sekali sayang," tuhkan makin kemana-mana.
Lagian sih Daddy ini, kenapa coba pakai acara memakan permen segala dan yang aku tau permen rasa itu selalu saja ia gunakan untuk menciumku. Kalau sudah begini siapa sih yang bisa menolak pesonanya yang selalu tampan, bahkan uban saja tidak ada di rambut Daddy.
"Dad.. em.." aku tidak bisa mengontrol ini semua.
Bibir Daddy sangat lembut dan juga kuat, aku suka dengan ini. Apalagi semenjak aku berbadan dua, seolah-olah bibirnya ini seperti hipnotis tersendiri saat bersentuhan dengan bibirku.
Seperti inilah manfaat ciuman dari para peneliti membuktikan, bahwa ciuman ternyata juga bisa menurunkan hormon stres, membuat seseorang menjadi lebih bahagia dan secara umum membawa dampak baik terhadap kehidupan kita, para suami yang mencium istrinya setiap hari sebelum pergi kerja cenderung hidup lebih lama, rata-rata lima tahun lebih panjang, daripada para suami yang tidak melakukannya.
Ada satu hal lagi yang harus diperhatikan untuk para suami yang mengucapkan salam perpisahan sebelum pergi kerja cenderung mendapatkan upah atau uang lebih besar daripada mereka yang melewatkan momen tersebut.
Jadi.. sebaiknya lakukan hal yang kalian anggap kecil dan ada yang menganggap tidak penting, mulailah dari sekarang jika ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dalam hal lain yaitu pikiran lebih rileks sebab hormon dalam tubuh yang biasanya memicu stres menurun/mengurang.
(copas google tapi sudah di rombak ya, khusus untuk yang sudah menikah loh ya bukan yang bujangan/gadis icip-icip anak orangš¤£š¤)
Kecupan di keningku sangat lama, aku menikmati momen ini.
"Mau ikut Daddy ke kantor?" Daddy menawariku ternyata, benar-benar ampuh ya sebuah ciuman yang di anggap terlalu berlebihan atau apalah itu tapi sangat penting bagi suami istri.
"Iya Daddy, aku juga ingin melihat apakah Daddy benar membuktikan perkataannya atau bualan Daddy saja!" cuek aja sama Daddy.
Lagian satu balas satu saja, kalau nanti aku balas dua Daddy gak bisa mengimbangi lagi.
Saking penasarannya dengan perkataan Daddy aku jadi begini, semoga aku gak malu sendiri saja deh. Lagian kenapa sih suster ganjen itu datang ke kantor Daddy, minta sumbangan atau belas kasihan sih. Ada-ada saja orang-orang jaman sekarang itu, melakukan berbagai macam cara agar keinginannya tercapai secara instan.
Apalagi sekarang itu marak yang namanya pelakor dan sebaliknya pebinor, pusing dah.. pusing kepalaku mikirin orang-orang yang akhlaknya mulai minus.
"Daddy beneran sayang, gak bohong. Pernahkah Daddy ingkar janji ?"
"Pernah!"
Degh
"Kapan?" panik lagi, kenapa sih paniknya di dulu in lagi.
"Gak tau!" aku sedikit tersenyum saat bilang itu barusan.
Memang Daddy tidak pernah ingkar janji, hanya saja yang bikin kesel itu kenapa suka.. sekali membohongiku. Dia pikir aku ini manusia yang sabar nya besar begitu saat di bohongi akan baik-baik saja hatinya? tidak ya.
Aku manusia biasa, tidak luput dari dosa tapi aku juga punya batasan kesabaran menghadapi orang-orang yang berbohong dan penuh kepura-puraan demi menutupi ini itu, ya.. aku tau terkadang berbohong juga ada baiknya agar tidak melukai seseorang, tapi apakah pantas orang itu di bohongi dan di tipu akan perlakuan yang sungguh luar biasa yang tercurahkan.
Aku rasa hanya beberapa orang yang mampu di lukai begitu terhadap pasangannya, bukan luka fisik namun luka hati. Lebih sakit luka hati dari pada luka fisik yang hanya di luar saja.
PT PERMADANI GEMILANG
Kartika ternyata masih berada sekitaran area kantor Ezra, ia hari ini libur kerja dan niatnya sih ingin mencari pekerjaan tambahan entah jadi tukang bersih-bersih atau apalah itu, sebab pekerjaannya di rumah sakit ia tertekan dan tidak ada pemandangan indah yang bisa ia lihat.
Para Dokter di rumah sakit tidak ada yang menarik setelah bertemu kembali dengan Ezra Permadani pria tampan dan pasti di dalamnya sangat perkasa bukan.
Kartika hanya seorang janda tanpa anak sebab selama menikah ia selalu mengkonsumsi obat agar dirinya tidak bisa hamil dengan alasan obat itu adalah vitamin saja, tapi lambat laun kedua orang tua dari suaminya tidak suka dan semakin parah saat tau anak laki-lakinya dihina-hina oleh Kartika dengan perkataan buruk bahkan tidak akan segan perkataan yang tidak pantas pun terlontar dari mulut Kartika.
"Katanya sudah di usir, mana buktinya ?" aku berdecak pinggang di dalam mobil.
Laki-laki ya sekali di maafin balik lagi balik lagi, apa gak capek, yang maafin aja udah capek plus bosan. Sepertinya jika ada obat pereda sakit hati sebab suami seperti Daddy aku beli deh jika ada, tapi sayangnya di dunia ini belum ada obat penghilang sakit hati, setidaknya jika ada yang sakit hati cepat sembuh.
"Ha.. ngapain tuh orang di situ, mau ngemis apa. Pakai bawa rantang segala sambil membawa map juga."
Puft
Aku justru menahan tawa, bukan lagi ngemis tapi mau tinggal di tempat itu. Cih.. cara para jalan* menggoda suami orang gak tanggung-tanggung mainnya.
__ADS_1
Ezra senang istrinya bisa tertawa, meski ada ketegangan di antara mereka. Setidaknya istrinya tidak dalam keadaan marah-marah lagi, kasihan dengannya dan juga anak yang sedang ia kandung.
"Daddy mau menemuinya ?" coba aku tes dengan pertanyaan ini, apa benar tidak mau bertemu atau justru iya di belakang aku.
"Tidak, buat apa!" acuh.
Sekarang acuh, tadi saja di tanyai panik bukan main.
Bugh
"Aw.. sayang, sakit. Aku salah apa coba sayang."
"Banyak kesalahan Daddy, pokoknya intinya Daddy selalu bikin kesel aku.. huh..." Aku kesal mendadak.
Padahal aku sudah bersusah payah untuk tetap bersikap biasa-biasa saja agar kandunganku tidak bermasalah, meski aku tau aku tidak dapat mengontrol dengan baik emosiku.
Ikhlas itu berarti kita tidak mengharapkan imbalan apapun terhadap seseorang, sedangkan sabar itu berarti kita menerima segala sesuatu yang kita peroleh,dan juga tetap mensyukurinya tidak bersikap egois terhadap apa yang kita lakukan dan juga terhadap orang lain lakukan.
Apakah aku mampu melakukan itu, jika sabar aku masih bisa dan kuat mengapa tidak aku lakukan dengan ikhlas.
"Iya Daddy tau, kamu sedang bad mood. Tapi sayang, jika kamu menyuruh Daddy untuk menjauh.. maaf Daddy tidak bisa Daddy tidak mau kehilangan kamu sayang." Kata manisnya selalu sama.
Sebenarnya sudah ada pembuktian jika Daddy itu tipe orang setia, bagaimana aku tau sebab selama ini Daddy tidak punya kekasih hati, bukan berarti tidak laku ya. Melainkan Daddy selalu selektif memilih pasangan yang akan menjadi pendampingnya.
Aku tidak mau sombong dan di anggap sombong, tapi memang ini nyatanya meski aku tidak seperti wanita-wanita di luaran sana yang pandai dalam segala hal termasuk mencari uang.
Sebenarnya aku bisa, tapi aku mau fokus dulu dengan kandunganku yang sedikit lemah. Aku perbanyak doa dan sabar menghadapi semua.
Ezra mengernyitkan dahinya, kenapa Himalaya melamun jangan-jangan ucapannya barusan tidak di dengar.
"Sayang.. kenapa melamun sih ?" tanya Daddy yang membuatku terkejut.
Kami berdua masih berada di dalam mobil dan belum keluar, sengaja aku berlama-lama dan ingin sekali menghajar wanita itu jika berani-beraninya mengambil Daddy secara terang-terangan di depanku.
Bila perlu sepatu kets milikku ini aku jadikan alas untuk menampar pipinya yang sok mulus itu, kemarin saja tidak sengaja berpapasan saja terlihat jika pipinya berlubang dan ada jerawat dan bekas jerawatnya, meski sudah tertutupi oleh masker medis.
"Menampar dia?" Daddy gak rela sepertinya.
"Tidak rela, ya sudah Daddy temui saja wanita itu tapi jangan harap Daddy pulang memiliki apa-apa !" jawabku acuh.
"Bukan begitu, Daddy tidak mau tangan kamu terluka karena menampar batu kali. Apa gak sayang dengan tanganmu ini."
"Sayang, maka dari itu nanti kalau tuh suster ganjen pada Daddy bakalan Hima tampar tanpa tanggung-tanggung," aku bersih kukuh agar keinginanku untuk menampar wanita itu sukses abis
"Jadi, kamu lagi ingin menampar dia begitu?" tanya Daddy padaku.
"Iya dad!" aku kegirangan tentunya.
Ee.. he.. he.. kesempatan emas harus di gunakan baik-baik, nak.. keinginan kamu akan segera terpenuhi. Doakan ya nak, suster ganjen gak curiga ya.
"Ezra."
Haduh.. baru juga mulai masuk sudah langsung berakting, basi tau nggak.
"Iya, ada apa" dingin pada Kartika.
"Nih.. saya bawakan kamu bekal, pasti pagi tadi kamu belum sarapan kan?" memberikan namun hanya di lirik saja oleh Daddy dan tidak di terima sama sekali.
Aku ingin tertawa melihat wajah piasnya tapi aku tahan dulu jangan sampai ketahuan.
"Kata siapa saya belum sarapan."
"Terlihat dari wajah kamu yang pucat, dan sepertinya kamu menahan lapar. Apa istrimu yang ada di sebelahmu ini tidak bisa memasak ?" Kartika menyeringai licik.
__ADS_1
Kenapa ya di dunia para jalan* itu tidak tau malu, bahkan mampu menampilkan wajahnya begitu. Ih.. jijik aku melihatnya, andai saja nih bocah menginginkan menampar wajah kamu yang sok kecakepan, aku ogah berkorban begini.
"Kata siapa, justru dia wanita yang sangat istimewa," acuhnya berlalu pergi.
Daddy berbalik badan dan dia langsung merangkul lengan Daddy, dasar wanita tidak tau malu.
Ia menjulurkan lidahnya seraya mengejekku, sebab Daddy tidak menepis tangannya.
"Lepas."
"Tidak mau, istri kamu saja gak keberatan ko," ngeyel banget ini ulet satu lagi.
Nih orang, apa ada yang punya parutan kelapa. Ingin sekali ku parut wajahnya yang gak punya malu, ish.. jadi ngulang-ngulang kata-kata ini kan jadinya.
"Kata siapa."
Daddy tau aku sudah melepaskan sepatuku.
"Lihat saja, wanita yang tidak menarik seperti ini tidak pantas jadi istri kamu Ezra, yang pan.."
P.L.A.K
Uh.. maem.. maem.. tuh wajah panas. Makanya jangan memalukan diri sendiri mbak, kalau gak mau sepatu kets untuk yang kedua kalinya melayang di pipi kanan kamu.
Kartika memegang pipinya, bukan Kartika namanya jika tidak bisa membalas dendam pada wanita sekecil ini. Pasti umurnya masih 20 tahunan.
"Kamu, anak kecil masih bau kencur berani-beraninya menampar saya. Masih sayang kan dengan umur, jika masih sayang jangan berani-berani menampar saya. Kamu pikir pipi saya gak mahal apa perawatannya." Sambil meneriakki aku, dia pikir aku takut apa dengan tante-tante janda seperti kamu.
"Sorry ya Tante, Tante sendiri yang keganjenan dengan suami saya. Asal Tante tau ya satu kantor sudah tau ko jika laki-laki yang berusaha anda goda itu suami saya," ku tunjuk diriku dan aku tunjukkan lagi satu bukti yang sama yaitu sebuah cincin pernikahan kami berdua.
"Lihat ini cincin kami" tambah lagi ucapan sambil ku julurkan cincinku, agar mata sipitnya itu bisa terbuka lebar di tambah lagi otaknya biar waras.
Kartika hanya tersenyum.
"Cincin doang, bisa di lepas. Biar apa mengunggulkan cincin saja, gak ada arti jika bercerai."
Nih orang ngajak aku berantem ternyata.
"Aa.. ha.. ha.. wanita jalan* seperti anda ini gak punya malu ya, malu mbak di lihatin orang. Ups.. bukan mbak tapi Tante ganjen, butuh belaian anda?" ketus ku sambil ku condong kan tubuhku seraya menantang wanita ini.
Kami jadi bahan tontonan.
Banyak orang yang menjelek-jelekkan Kartika, rasain kamu makanya jadi wanita jangan terlalu rendahan. Malu kau makan sendiri saja.
"Dasar kamu."
Hendak menamparku, tapi tangan Daddy langsung mencengkeram dan menghempaskan tangannya sampai ia terpelanting terjungkal ke lantai dengan kerasnya.
BRUGH
"Aw.. sakit."
"Itu tidak seberapa, usir wanita ini dan panggil polisi sebab menganggu kenyamanan dan jangan lupa, pencemaran nama baik. Satu lagi Aan,awasi jika dia berani kabur dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. "
Tegasnya pada bodyguard Daddy dan juga beberapa satpam yang ada di kantor Daddy
Aan memimpin mereka semua sekarang dan sisa dua orang yang mengikuti kami, guna melindungi keselamatan kami bertiga.
"Ezra.. Ezra.. saya tidak mau masuk penjara Ezra, saya mohon ampuni saya jangan kirim saya ke penjara Ezra saya mohon. Saya janji tidak akan menganggu kamu dan juga istri kamu Ezra." Sambil teriak-teriak, aku saja acuh tak acuh biarkan saja sesekali wanita seperti ini harus di basmi.
Biarkan saja jera beberapa waktu setelah jera baru di lepaskan jika berperilaku baik dan ya.. sesuai angan-angan orang terdekatnya, pasti wanita itu sudah punya anak, dari body tubuhnya saja tidak dapat di pungkiri jika ia pernah melahirkan, entah berapa kali yang jelas untuk sementara waktu tidak ada yang menganggu aku dan Daddy.
Kartika meronta-ronta dan tidak ada yang peduli dengan wanita itu, ada sedikit luka di kakinya, mungkin karena jatuh barusan dan kebetulan kakinya terkena heels nya sendiri, oh... sungguh malang nasibmu wahai wanita pelakor.
__ADS_1
Inilah pelajaran yang bisa di ambil jika ingin jadi wanita jalan* yang berakhir di permalukan di depan umum dan banyak saksi mata juga.
Aku sengaja melambaikan tanganku saat dia di seret paksa oleh orang-orang kepercayaannya Daddy, sedangkan Daddy begitu tenang sambil memeluk pinggangku yang sedikit berisi kata Daddy, ya.. aku gendutan sekarang.