Hot Duda: Cinta Untuk Rangga Season 2

Hot Duda: Cinta Untuk Rangga Season 2
Hal Yang Sulit


__ADS_3

Aku sudah terbaring di tempat tidur dengan ponsel di tanganku ketika Suci keluar dari ruang ganti dengan gaun tidurnya. Aku tidak bertanya lagi seperti tadi. Kubiarkan ia menyisir rambutnya dulu, lalu ia minum setengah gelas air yang ada di atas nakas, dan setelah itu barulah ia naik ke tempat tidur.


"Mas?" dia memanggilku.


Kutaruh ponselku dan fokus padanya. Kupikir dia sudah siap bercerita. "Apa?"


Tidak. Aku tidak langsung mendapatkan jawaban -- melainkan sebuah ciuman yang -- dalam dan kuat. "Janji, ya, kamu akan mengabulkan permintaanku apa pun itu?"


Aku mengangguk. "Ya, pasti," kataku.


"Begini," katanya memulai cerita, "tadi... waktu aku di toilet, aku mendengar karyawan pak Reno bergosip, soal... mama mertuamu."


Ingin aku menyela -- meralat ucapannya: mantan mama mertua. Tapi aku menahan diri dan tidak mencetuskannya. "Ada apa?" tanyaku. "Ma-- emm... maksudku, beliau kenapa?"

__ADS_1


"Depresi."


Ya Tuhan. Aku agak tertegun, dan langsung menyadari penyebabnya. Walau hatiku rasanya tertonjok, tapi aku berusaha serileks mungkin. "Dia depresi? Terus? Kenapa kamu--"


"Mas... kasihan...," kata Suci dengan rengekannya yang khas.


Hatimu terlalu lembut, Sayang.


"Dia dulu mama mertuamu, lo, Mas. Artinya dulu dia juga ibumu. Bantulah, Mas... kan kasihan...."


"Ya kita tanya ke beliau, Mas, apa masalahnya? Kalau yang kudengar tadi, katanya dia stres karena anaknya hilang di Bali."


Kuhela napas dalam-dalam karena dugaan itu sesuai dengan yang kupikirkan. Kalau tidak ada Suci, aku pasti biasa saja menanggapi masalah ini. Tapi sekarang... aku takut. Aku takut istriku ini marah dan... kau tahulah maksudku. Aku tidak ingin rumah tanggaku berantakan karena hal ini. Aku tak ingin gagal lagi. Tapi bagaimana mungkin aku membebaskan Rhea dengan kemungkinan dia akan melaporkan perihal penyekapannya ke pihak berwajib. Aku bisa saja mengelak dan membersihkan semua bukti dan membungkam semua saksi. Tapi efek dari pemberitaan tidak akan mungkin bisa dibungkam. Tidak mungkin semua masyarakat se-Indonesia bisa percaya pada pembelaan diriku dan menilai Rhea telah memfitnahku. Sebagai seorang pembisnis -- masalah ini akan mencoreng nama baikku dan menghancurkan reputasiku di mata para klien dan kolega-kolega bisnisku. Meski aku berhasil meloloskan diri dari segala tuduhan, aku tak akan bisa meloloskan diri dari penilaian negatif dari kaum netizen dan masyarakat sejagad raya.

__ADS_1


"Mas? Kamu memikirkan apa?"


Aku menggeleng. "Tidak ada," kataku.


"Ehm, kamu... akan menepati janjimu, kan? Kamu mau bantu beliau mencari anaknya?"


Aku kembali duduk di samping Suci. "Untuk apa? Dia kan--"


"Mas... aku punya dua orang ibu. Ibu kandungku meninggal karena riwayat jantung yang lemah. Pasti ia mengalami tekanan batin seperti itu juga sewaktu dia mendengar kalau aku...."


Air matanya menetes. "Jangan menangis," kataku. "Kamu tidak perlu memikirkan orang lain."


"Mas... aku seorang perempuan. Aku tidak tega melihat seorang ibu mesti mengalami depresi seperti itu. Kamu ingat, kan, mamaku juga sempat depresi sewaktu Indie kabur dan menjual diri? Mama langsung membaik begitu Indie kembali ke pelukannya. Dan sekarang, pasti mama mertuamu juga akan sembuh kalau anaknya pulang. Bantu, ya? Apa salahnya berbuat baik? Please... aku tahu kamu orang baik."

__ADS_1


Tapi kamu tidak tahu permasalahan yang sesungguhnya. Ini sudah terlalu sulit untuk diluruskan.


__ADS_2