Hot Duda: Cinta Untuk Rangga Season 2

Hot Duda: Cinta Untuk Rangga Season 2
Aamiin....


__ADS_3

Malam itu aku dan Suci menginap di rumah ibunya. Sesuai keinginan Suci -- kami sepakat bermalam di sana selama beberapa hari. Suci khawatir dengan keadaan ibunya pasca mengetahui kehamilan Indie, jadi sedari rumah kami sudah membahas perihal rencana menginap di sana selama yang Suci inginkan. Aku setuju dan bersedia menuruti keinginannya itu sampai dia merasa aman dan nyaman untuk membiarkan Indie hanya berdua bersama ibunya.


Sebelum jam makan malam, Suci menyibukkan diri di dapur, membantu ibunya memasak untuk kami semua makan malam bersama. Sementara Indie di kamarnya. Dia ada tugas kuliah yang mesti ia kerjakan, dan itu atas perintah sang kakak. Meski Indie mengatakan kalau dia ingin belajar menjadi istri dan ibu rumah tangga yang baik, tapi Suci bersikeras melarangnya.


"Tugas itu mesti diserahkan besok. Mbak tidak mau kalau kamu sampai begadang. Kasihan kandunganmu dan dirimu sendiri," katanya yang membuat Indie mau tidak mau memilih untuk menurut.

__ADS_1


Berhubung aku bukan ahli dapur, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain duduk santai di meja makan. Dan itu menjadi kesempatan bagiku untuk menyampaikan permintaan maaf kepada ibu mertuaku tentang perbuatan Billy. Karena mau tidak mau, aku mesti mengakui kalau diriku juga turut andil atas kejadian itu. Kalau bukan karena perintahku, Billy tidak akan mencari Indie dan membawa Indie pulang ke rumahnya saat ia menemukan gadis itu. Tapi selebihnya, itu merupakan kesalahan Indie dan Billy sendiri.


"Meski sulit Mama memutuskan untuk ikhlas," ujarnya. Dia menyentuh lenganku sewaktu bicara dan menunjukkan ketulusannya, dia tidak marah kepadaku. "Yang terpenting Billy mau bertanggung jawab. Dan seperti kata Suci, kita ambil hikmahnya. Semoga dengan pernikahan ini, kehidupan Indie lebih terarah. Mama berharap dia akan benar-benar berubah, dia tidak kelayapan lagi, apalagi pergaulan bebasnya, Mama harap dia benar-benar akan meninggalkan semua itu, dan benar-benzr berusaha menjadi pribadi yang lebih baik."


Aku mengaminkan, dan aku lega. Ada beban yang rasanya wussh... terlepas dari benakku. Pun pada Indie, aku juga sudah meminta maaf. Indie tidak mempermasalahkan itu katanya. Justru dia sangat berterimakasih kepadaku.

__ADS_1


Kau sendiri tahu, kan, apa maksud dan lanjutannya?


Yeah, kami semua mengerti. Kami membahas itu kemarin, setelah Billy pulang diantar oleh Haris. Dan sekarang perasaanku benar-benar sudah plong tentang masalah satu ini. Bahkan kemarin Indie mengatakan, "Kita satu sama, Mas. Aku kan juga pernah salah. Kalau bukan karena aku menjahili Mbak Suci, kita tidak tahu apa kalian akan bersama seperti sekarang. Tapi yang pasti aku berharap, semoga Mas Billy bisa menjadi suami yang super baik seperti Mas Rangga. Aku ingin dia mencintaiku seperti Mas Rangga mencintai Mbak Suci."


Aamiin, seribu kali aamiin untuk semua doa dan harapan Indie.

__ADS_1


Malam itu, di ruang makan, hanya dalam beberapa puluh menit, semua hidangan sudah siap dan tertata rapi di atas meja. Suci pun menyusul Indie ke kamarnya untuk memaksa calon ibu muda itu supaya ikut makan malam bersama di ruang makan. Sungguh luar biasa, sosok Suci yang sekarang seolah bisa mengendalikan semua orang. Semua orang menurut dan mendengar perkataannya yang bijak.


__ADS_2