
Pada siang di hari berikutnya, setelah menahan stress yang dapat dikatakan tak terkira, Jasmine pun memutuskan untuk sedikit lebih menenangkan diri dengan cara bersantai di balkon rumahnya, seraya mungkin memikirkan beberapa hal, yakni bagaimana caranya mengurus skandal yang nyaris tidak berkesudahan itu.
Jasmine menghela napas panjang seraya menatap ke luar pagar balkon, setidaknya selama beberapa hari ke depan, dirinya benar-benar bisa sedikit lebih santai dan bisa lebih fokus memikirkan bagaimana caranya membebaskan diri dari skandal yang tengah terjadi itu.
Bagi Jasmine, rasanya tidak masuk akal sekali jika seseorang menuduh dirinya sebagai sumber dari rusaknya rumah tangga orang lain, yang bahkan jarang sekali bekerja sama dengan dirinya. Hanya karena secara kebetulan saja Jasmine mendapat peran sebagai tokoh utama wanita dan Amon mendapat peran sebagai tokoh utama pria, bisa-bisanya orang lain menuduh dirinya sebagai penyebab retaknya hubungan antara Jessica dan Amon kala itu.
"Tidak masuk akal sekali." Jasmine menggumam seraya menatap ponselnya sendiri, mengingat-ngingat apa saja jadwal yang dimiliki oleh wanita yang memiliki wajah kaukasia itu pada hari ini, dan apa-apa saja yang akan dilakukannya hari itu.
Jika diingat-ingat, sebenarnya hari ini dirinya memiliki jadwal jumpa fans, di mana itu artinya Jasmine akan bertemu banyak orang, suka tidak suka, yang bisa saja di dalamnya juga terdapat pula orang-orang yang membenci dirinya. Sudah cukup dua atau tiga hari yang lalu ia disiram dengan soda kalengan, Jasmine tidak ingin tertimpa hal yang kurang menyenangkan seperti itu lagi.
Selain ada jumpa fans hari ini, pada malam hari kalau tidak salah, sang nona muda juga diundang untuk hadir di acara ulang tahun salah satu cameo film yang akan ia bintangi, yakni Reolle, di mana Raphael pasti akan datang di acara ulang tahun tersebut mengingat Reolle ialah kembarannya sendiri.
Jasmine menghela napas, suasana hatinya tidak cukup baik untuk menjalani semuanya di saat yang nyaris bersamaan sehingga dirinya ingin sekali membatalkan segala rencananya hari itu, kemudian menghabiskan sisa hari dengan bergelung di kasur dengan selimut yang membalut seluruh tubuhnya itu.
__ADS_1
"Nona muda, apa anda akan menghadiri acara jumpa fans hari ini? Jika iya, mohon anda mulai bersiap-siap agar kita tidak terlalu terlambat untuk hadir di acara itu." Marshel berkata seraya melangkahkan kakinya masuk ke dalam balkon tempat Jasmine biasa bersantai.
Jasmine langsung mendongakkan kepalanya, menatap ke arah Marshel dengan tatapan malas. "Aku ingin membatalkannya, hanya saja aku sudah terlanjur setuju untuk hadir, haah … kalau begitu mungkin kamu bisa membantuku untuk bangkit dan bersiap-siap?"
Lelaki yang ditanyai hanya menganggukkan kepalanya dalam diam, kemudian mengulurkan tangan dan membantu Jasmine untuk bangkit. "Ayo nona muda, Anna sudah menyiapkan air hangat untuk anda bersantai sejenak. Sementara menunggu anda selesai bersiap-siap, maka saya akan menyiapkan berbagai keperluan anda kali ini."
Marshel memasang sebuah senyum tipis, yah, sang nona muda ternyata memang memiliki sisi manja yang dapat dikatakan cukup menggemaskan, membuat Marshel semakin merasakan ada sesuatu yang aneh akan dirinya sendiri.
Setelah selesai menyiapkan berbagai keperluan Jasmine pada hari itu, Marshel lantas menunggu sang nona muda seraya bermain ponsel di ruang tengah, tanpa berkata apa-apa dan hanya memainkan game klise yang berada di ponselnya itu.
Marshel mendongakkan kepalanya, lurus menatap ke arah Jasmine yang terlihat benar-benar cantik kala itu. Terang saja lelaki yang memiliki tubuh yang tinggi dan kekar serta rambut cokelat dan mata hijau tersebut tertegun, merasa tidak percaya bahwa sang nona muda dapat terlihat secantik ini, apalagi Jasmine terlihat sedang tersenyum pada dirinya.
"Baiklah, nona muda, ayo kita pergi ke acara anda." Marshel langsung bangkit berdiri, lantas mengambil tas milik wanita yang memiliki wajah kaukasia itu, sebelum turut melangkahkan kaki untuk keluar dari apartemen super mewah tersebut.
__ADS_1
"Marshel, malam ini aku akan ada acara ulang tahun. Ulang tahun Reolle, kembaran Raphael, dan mau tidak mau aku harus datang, jadi tolong minta pada Anna untuk siapkan gaunku nanti, dan karena waktunya tidak akan terlalu cukup untuk pulang, sekalian tolong pesankan pada Simon untuk mengambil gaun yang sudah disiapkan Anna nanti malam. Kurasa … itu saja, untuk hari ini." Jasmine berkata panjang lebar, seraya terus melangkahkan kakinya menuju lobby apartemen, lalu naik ke mobil yang sudah disiapkan Simon kala itu.
"Memangnya acara ulang tahun Reolle akan diadakan jam berapa?" Marshel bertanya seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam setengah tiga sore. "Kalau acara ulang tahunnya terlalu mepet dengan acara jumpa fans yang akan anda lakukan, mungkin saja anda harus menyudahi acara jumpa fans itu sedikit lebih awal dari rencana awal."
Jasmine berdeham sejenak, berusaha mengingat-ingat jam berapa acara ulang tahun Reolle akan diadakan pada hari yang sama. "Kalau aku tidak salah ingat, sekitar jam delapan malam hingga tengah malam. Mereka juga akan membuka beberapa botol sampanye, jadi aku rasa akan ada sedikit pesta alkohol nanti malam. Kuharap Anna tahu kalau aku tidak akan bisa menggunakan gaun putih jika sedang ada acara pesta alkohol."
"Kurasa tanpa anda perlu katakan seperti itu pun Anna sepertinya sudah tahu, karena seingatku, Anna selalu tahu bahwa acara ulang tahun teman-teman anda memiliki arti akan ada pesta alkohol di sana." Marshel mengangguk-anggukkan kepalanya seraya memasang senyum tipis, merasa sedikit bangga atas dirinya yang menjadi sedikit lebih pintar dan dapat diandalkan bagi Jasmine.
"Mhm … baguslah, kamu semakin bisa aku andalkan saja, Marshel, tidak heran kamu menjadi bodyguard favoritku." Jasmine memasang senyum hangat seraya memuji Marshel, membuat lelaki tersebut merasa sedikit malu, ditambah lagi Jasmine yang secara tiba-tiba saja menyandarkan kepalanya di pundak Marshel seolah tanpa rasa bersalah sama sekali. "Pinjam bahumu sebentar, aku mau tidur selama beberapa saat sebelum acara jumpa fans dilakukan."
Tidak sampai lima belas menit lamanya, Jasmine benar-benar sudah tertidur di pundak Marshel tanpa banyak bergerak, membuat Marshel jadi tidak bisa bergerak karena khawatir Jasmine akan terbangun, dan Simon tersenyum kecil melihat interaksi kedua insan yang berlainan jenis kelamin tersebut.
"Kisah cinta anak muda jaman sekarang memang benar-benar menarik, ya?"
__ADS_1
"Oh diamlah, pak tua, seperti tidak pernah jatuh cinta saja."