I Love You, Bodyguard-ku

I Love You, Bodyguard-ku
Bab 28


__ADS_3

Marshel lantas menghela napas, pembicaraan yang tadi ia lakukan dengan Jacob seolah telah membuka sesuatu yang sedikit berbeda dari pikirannya sendiri. Selama ini, Marshel selalu mengira bahwa otak cerdasnya tidak akan bisa ditumpulkan dengan cara apapun, tetapi pada kenyataannya, Marshel yang cerdas telah berubah menjadi Marshel yang bodoh hanya karena cinta.


Yah, Marshel memang pernah mendengar kalimat di mana cinta pertama akan jarang sekali berakhir dengan baik, tetapi terang saja lelaki tersebut tidak berpikir bahwa ada kemungkinan hal yang sama terjadi padanya, membuat Marshel tidak sedikit pun menyadari bahwa dirinya telah jatuh cinta dengan sang nona muda. 


Sebenarnya jika dikatakan bahwa Marshel jatuh cinta dengan sang nona muda hanya karena fisik ataupun sifat, rasanya terlalu klise sekali jika dikatakan hanya karena hal tersebut, tetapi juga bisa dikatakan hal tersebut lah yang juga menjadi salah satu faktor di balik timbulnya rasa cinta Marshel akan sang nona muda. 


"Huft … entahlah," gumam Marshel seraya berjalan kembali ke dalam gedung apartemen tempat tinggal Jasmine. Walau wanita yang memiliki wajah kaukasia itu belum ada menelepon atau mengiriminya pesan, yang mengindikasikan bahwa Marshel harus segera kembali, entah mengapa pemuda tersebut merasakan dorongan yang tidak biasa untuk segera kembali ke apartemen tersebut, entah untuk meminta maaf atau melakukan beberapa hal lainnya.


Ketika Marshel masih berada di bagian lobby apartemen tersebut, dirinya tanpa sengaja berpapasan dengan Jasmine yang terlihat sedang berpenampilan sangat cantik, membuat Marshel merasa pangling akibat penampilan Jasmine kala itu. "Nona muda?" panggil Marshel dengan nada pelan, khawatir bahwa wanita pujaan hatinya itu merasa kesal atas apa yang telah terjadi di antara kedua insan yang berlainan jenis kelamin tersebut. 

__ADS_1


Yang dipanggil langsung menoleh begitu mendengar suara bariton milik Marshel yang cukup khas. Wanita yang memiliki wajah kaukasia yang memiliki mata yang memiliki warna biru laut tersebut lantas menaikkan kedua alisnya setinggi mungkin, menatap Marshel dengan tatapan datar.


Yang ditatap datar langsung menundukkan kepalanya sendiri, merasa sedikit bersalah karena apa yang telah terjadi di antara mereka berdua. "Anda … mau pergi ke mana?" tanya Marshel penuh rasa canggung, membuat Jasmine langsung menyipitkan matanya, merasa tidak suka dengan nada bicara sang lawan bicara pada saat itu.


"Ke mana? Tumben sekali kamu bertanya seperti itu setelah apa yang terjadi? Kenapa? Apa memang hatimu yang beku itu ternyata juga tidak memiliki perasaan bersalah sama sekali di dalamnya? Atau bagaimana?" cerca Jasmine yang sedang berpura-pura membenci Marshel, yang terang saja memancing rasa bersalah pemuda tersebut.


Lelaki yang memiliki tubuh yang tinggi dan kekar serta rambut cokelat dan mata hijau tersebut langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, merasa sedikit tidak enak hati karena sudah menyakiti hati sang nona muda. "Bukan begitu, nona, saya hanya … merasa sedikit khawatir saja, anda juga tidak memberitahu saya sedari awal bahwa anda akan memiliki pertemuan dengan seseorang."


Kini lelaki yang memiliki tubuh yang tinggi dan kekar serta rambut cokelat dan mata hijau tersebut tertegun sejenak, menyadari bahwa kesalahan terbesar yang ia miliki justru terletak di saat di mana seharusnya Marshel meminta maaf, tetapi alih-alih demikian dirinya malah memilih pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi kepada Jasmine. 

__ADS_1


Yah, memang Jasmine memintanya pergi, tadi, tetapi itu memiliki artian lain yakni sang nona muda juga mengharapkan permintaan maaf yang sewajarnya dari lelaki yang satu itu. "Ma-maafkan saya, nona muda. Baiklah, anda ingin ke mana sekarang? Biar saya temani anda seperti biasanya."


"Tidak usah! Kamu sudah terlambat! Mengapa baru sekarang minta maafnya? Lantas untuk apa pula kamu menemani saya sekarang?" Jasmine menatap lurus mata hijau milik Marshel tanpa berkedip sama sekali, memperlihatkan betapa marahnya wanita yang memiliki wajah kaukasia itu pada saat ini. "Kamu sudah terlambat untuk melakukannya, Marshel! Lagipula pikirmu hatiku tidak sakit ketika kamu meminta aku untuk menyerah alih-alih mencoba untuk memperjuangkannya?"


"Umh … tentang itu … saya merasa bahwa rasanya sia-sia saja jika kita- atau mungkin anda, atau saya, memperjuangkan cinta yang anda maksudkan, bukannya apa-apa, saya hanya merasa bahwa perbedaan strata sosial yang terjadi di antara kita berdua seolah telah menjelaskan segalanya, di mana saya dan anda memang tidak layak untuk bersatu dalam berbagai alasan." Lelaki tersebut mencoba menjelaskan, tentu saja dengan nada yang jauh lebih lembut dan perlahan dibandingkan biasanya.


Wanita cantik yang memiliki rambut yang memiliki warna kuning nyaris putih yang terlihat memiliki mata yang memiliki warna biru laut tersebut langsung memasang senyum sinis ketika mendengarkan pembelaan konyol yang sudah disampaikan oleh Marshel kepada dirinya. Yang benar saja? Strata sosial itu bukan alasan yang masuk akal, setidaknya bagi Jasmine! Toh, strata sosial yang ada masih bisa didobrak dan dilawan jika kedua insan yang berlainan jenis kelamin tersebut mau berjuang bersama-sama!


"Hah- pembelaan yang kamu berikan itu terdengar konyol sekali, Marshel, strata sosial? Apa maksudmu? Lantas hanya karena aku publik figur dan kamu hanya bodyguardku, itu artinya kita tidak boleh menjalin hubungan apa pun? Kamu ini lucu, lucu sekali!" Tawa sinis Jasmine pecah begitu saja, tanpa terlalu ambil pusing di mana mereka berdua ketika pembicaraan sensitif tersebut tengah terjadi. "Pembelaan yang konyol. Sudah, minggirlah! Aku ada urusan dengan orang lain yang jauh lebih menghargai aku!"

__ADS_1


Jasmine berkata seraya berjalan melewati Marshel, begitu saja tanpa menunggu apakah lelaki tersebut akan menjawab perkataan panjang lebarnya tadi. Alih-alih membiarkan Jasmine pergi begitu saja, Marshel langsung menahan tangan Jasmine dengan cara menarik pergelangan tangan wanita tersebut. "Tunggu, nona muda! Mau bagaimana pun saya ialah bodyguard anda, dan tentu saja saya bertanggung jawab atas masalah keamanan anda dua puluh empat jam per tujuh hari! Saya harus ikut demi menjaga anda!"


Jasmine langsung menepis tangan Marshel, enggan berkata apa-apa tetapi tanpa sedikit pun mau berbasa-basi terlebih dahulu, tangan mungil milik sang nona muda langsung terangkat, dengan sangat-sangat keras langsung menampar pipi kiri Marshel tanpa ada rasa ampun sama sekali.


__ADS_2