
Lelaki yang memiliki tubuh yang tinggi dan kekar serta rambut cokelat dan mata hijau tersebut lantas menghela napas panjang seraya menatap ke arah Jasmine yang terlihat sedang termakan emosinya sendiri. Jika sudah begini situasinya, rasanya akan sedikit sulit bagi Marshel untuk menenangkan hati Jasmine yang sudah terlebih dahulu memanas termakan emosi, sepertinya apa yang telah dikatakan sang bodyguard sebelumnya itu malah terdengar seperti hal konyol, mungkin dapat diibaratkan sebagai menyiram api dengan bergalon-galon bensin.
__ADS_1
"Ergh ...." Wajah Jasmine terlihat semakin memerah seiring waktu, kali ini bukan karena malu tetapi lebih ke arah emosi yang terasa meningkat hingga titik didihnya wanita yang memiliki wajah kaukasia tersebut. "Kamu ini memang brengsek, Marshel!! Kalau kamu tidak bisa mengakui perasaanmu atas aku hanya karena profesionalitas konyolmu, ada baiknya kamu juga tidak usah mengeluarkan kata-kata semenyakitkan itu padaku!!" Jasmine membentak balik, dengan nada yang benar-benar tinggi, untung saja Xavier telah terlebih dahulu pulang karena wanita cantik yang memiliki rambut yang memiliki warna kuning nyaris putih yang terlihat memiliki mata yang memiliki warna biru laut tersebut berkata pada lelaki yang satu itu bahwa sang nona muda akan melakukan perbincangan kecil dengan sang bodyguard.
__ADS_1
"Tetapi apa yang saya katakan itu memang ada benarnya, nona muda Jasmine! Hubungan kita berdua hanya sebatas nona muda dengan bodyguardnya saja, yang terikat pada selembar kertas surat kontrak kerja sama! Tidak lebih dan tidak kurang! Tidak peduli bagaimana saya jatuh hati dan mengagumi anda, itu sekarang tidak berarti lagi karena memang hubungan kita hanya sebatas itu saja!" Marshel mengeluarkan pembelaannya sendiri, berusaha keras untuk tidak termakan emosinya atas apa yang telah terjadi di antara kedua insan yang berlainan jenis kelamin tersebut.
__ADS_1
Jasmine menghela napas panjang seraya meletakkan kembali tangannya di sisi tubuhnya sendiri, setelah dipikir-pikir, rasanya tidak ada gunanya juga bagi wanita yang satu itu untuk beradu mulut dan pendapat dengan Marshel yang ia ketahui sangat-sangat keras kepala sekali. "Huft ... bagaimana jika aku merobek kertas itu, dan setelahnya kamu melamarku sekali lagi? Kali ini kita berdua tidak akan memiliki hubungan apa pun di atas kertas surat kontrak kerja sama antara aku dan kamu, Marshel!"
__ADS_1
Wanita cantik yang memiliki rambut yang memiliki warna kuning nyaris putih yang terlihat memiliki mata yang memiliki warna biru laut tersebut langsung memasang senyum tipis seraya mengambil kertas kontrak kerja sama antara kedua insan yang berlainan jenis kelamin tersebut, lantas merobeknya begitu saja di depan mata Marshel, seolah hal tersebut tidak berarti apapun sama sekali. "Dengan begini kamu sudah bisa melamarku sekali lagi, tanpa harus terhalang kata profesionalitas!"
__ADS_1