
Lelaki yang ditatap hanya bisa menggaruk pipinya dengan satu jari, bisa dikatakan bahwa Marshel sendiri paham betul bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab dari segala kegilaan konyol ini. "Apa yang anda katakan itu memang ada benarnya, nona muda, hanya saja bukankah itu terlalu konyol? Maksud saya, bagaimana jika seandainya saya tidak cemburu dan tidak peduli sama sekali? Bukankah semua hal tersebut hanya akan berubah menjadi kesia-siaan konyol belaka? Lagipula anda bisa terkena masalah yang tidak kecil jika semua ini terbongkar!"
__ADS_1
Jasmine hanya memasang senyum miring, seolah-olah apa yang telah dikatakan oleh lawan bicaranya itu lucu sekali, bahkan terdengar konyol dan bodoh. Yang benar saja! Memang apa yang telah dikatakan oleh lawan bicaranya itu memang ada benarnya, tetapi tetap saja! "Yang benar saja, memang apa yang kamu katakan itu ada benarnya, Marshel, hanya saja bukankah itu terlalu konyol? Yah, aku memang tahu betul bahwa salah satu dari resiko atas apa yang aku lakukan kali ini ialah ketahuan oleh pihak lain dan mereka akan menjadikannya sebagai bahan gosip, dan lebih konyol lagi, kamu tidak peduli sama sekali atas apa yang aku lakukan ini. Hanya saja, ada satu hal yang sepertinya kamu lupakan, Marshel!"
__ADS_1
Wanita yang satu itu lantas mengacungkan jari telunjuknya, menatap Marshel dengan tatapan nakal seolah-olah mirip seperti anak kecil yang habis mencuri permen dari sahabatnya sendiri lantas menggoda orang tersebut. "Aku sudah memikirkan semua kemungkinan itu, kok! Terutama tentang kamu yang ada kemungkinan bersikap tidak cemburu sama sekali, atau lebih buruk lagi, tidak peduli sama sekali, di mana pada kenyataannya hal tersebut kecil sekali akan terjadi, mengingat betapa besarnya perasaan tidak biasa yang kamu simpan padaku, itu rasanya akan konyol sekali jika sampai benar-benar terjadi!"
__ADS_1
Wanita cantik yang memiliki wajah kaukasia yang terlihat benar-benar menggemaskan dengan rambut yang memiliki warna kuning nyaris putih dan mata yang memiliki warna biru laut tersebut lantas memasang senyum kecil, seolah sedang berusaha memberitahu Marshel sesuatu melalui caranya memandang lelaki yang satu itu. "Yah, tentu saja, aku sudah tahu setidaknya lima puluh dari seratus kemungkinan yang ada, dan mengenai perasaan yang kamu miliki terhadapku itu, rasanya dari bagaimana caramu menatap Xavier dan lain sebagainya, kecil sekali kemungkinan bahwa kamu tidak merasa cemburu atau kesal ketika aku sedang bermesraan dengan Xavier. Belum lagi kenyataan di mana tidak jarang aku melihat atau menemukanmu yang sedang berbicara dengan Xavier, di mana kalian berdua terlihat seperti dua lelaki yang sedang bertarung satu sama lain hanya demi merebut satu wanita untuk kalian jadikan pasangan."
__ADS_1
"Aah- ternyata anda sudah tahu, nona muda ... mau bagaimana lagi? Saya sudah tidak bisa berbohong lagi pada anda, selain itu, bagaimana dengan hubungan anda dengan ... dia?"
__ADS_1