I Love You, Bodyguard-ku

I Love You, Bodyguard-ku
Bab 62


__ADS_3

Melihat kertas surat kontrak kerja sama antara kedua insan yang berlainan jenis kelamin tersebut sudah dirobek dan kini terlihat tersebar di lantai depan kamar mandi, Marshel menghela napas panjang, apa yang telah dikatakan oleh wanita yang memiliki wajah kaukasia itu benar, kali ini lelaki yang satu itu tidak bisa lagi menggunakan kata profesionalitas sebagai alasan untuk menahan perasaannya sendiri sekaligus menolak perasaan yang berbeda yang dimiliki oleh wanita cantik yang memiliki rambut yang memiliki warna kuning nyaris putih yang terlihat memiliki mata yang memiliki warna biru laut tersebut atas dirinya itu.

__ADS_1


Ya, apa yang dikatakan oleh Marshel tampaknya harus ditarik dan ditilik ulang lagi, jika sudah begini mana bisa lagi Marshel menolak begitu saja! Dirinya pun kini sudah memiliki hak yang berbeda, yakni mengobrol sebagai pribadi kenalan alih-alih seorang bawahan terhadap atasannya sendiri. "Anda benar, nona muda Jasmine, saya sudah tidak bisa lagi menolak perasaan anda dan menahan perasaan saya atas dasar profesionalitas. Tetapi satu hal yang sepertinya anda lupakan, nona muda Jasmine, yakni kenyataan bahwa anda dan tuan muda Xavier sudah bertunangan dan sebentar lagi menikah."

__ADS_1


Jasmine hanya bisa terkekeh pelan ketika mendengar kalimat tersebut dari mulut lelaki tersebut, seolah-olah apa yang telah dikatakan oleh laki-laki yang terlihat memiliki mata yang memiliki warna hijau tersebut terdengar seperti lelucon konyol yang sangat-sangat lucu. "Yang benar saja, Marshel! Ha-ha-ha, sepertinya kamu terlalu termakan dengan rumor dan apa yang aku lakukan dengan Xavier di depan matamu. Yah, bisa dikatakan bahwa aku dan Xavier itu sama seperti aku denganmu, hubungan kami berdua bisa dikatakan bahwa hubungan yang terikat pada selembar kertas surat kontrak kerja sama antara aku dan Xavier, di mana kami berdua terikat sebagai kekasih kontrak, tidak lebih dan tidak kurang."

__ADS_1


Wanita cantik yang memiliki rambut yang memiliki warna kuning nyaris putih yang terlihat memiliki wajah yang cukup menggemaskan tersebut lantas menghela napas panjang seraya menatap ke arah lawan bicaranya itu, lantas memukul pelan pundak Marshel, seolah-olah sedang memberitahu lelaki yang satu itu bahwa dirinya lah penyebab semua hal konyol tersebut. "Yaah, mau bagaimana lagi, Marshel? Bukankah kamu sendiri yang menyebabkan semua hal ini terjadi? Maksudku, bagaimana tidak? Jika sedari awal kamu menerima perasaanku maka aku rasa aku tidak perlu bersusah payah sama sekali untuk mengatur segala hal yang sebenarnya konyol dan tidak berguna ini! Belum lagi, kenyataannya, mengurus kerja sama semacam ini dengan lelaki macam Xavier itu bisa dikatakan merepotkan setengah mati, asal kamu tahu!"

__ADS_1


Jasmine menggerutu pelan, seraya menatap Marshel dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

__ADS_1


__ADS_2