I Love You, Bodyguard-ku

I Love You, Bodyguard-ku
Bab 13


__ADS_3

Jasmine turun dari mobil dalam kondisi setengah sadar, di mana Marshel sampai harus menepuk-nepuk pundak Jasmine sedikit lebih keras hanya demi membangunkan sang artis pada saat itu. "Nona, kita sudah sampai, ayo bangun, anda tidak mau muncul dalam kondisi setengah tidur dihadapan fans-fans anda, bukan?"


"Ungh …," geram Jasmine seraya bergerak sedikit, menandakan betapa malasnya Jasmine pada saat ini. "Baiklah, baiklah, aku bangun sekarang." Jasmine melanjutkan seraya mengusap matanya pelan, berusaha untuk tidak menghapus riasan wajahnya sendiri.


"Bagus." Marshel tersenyum seraya mengenggam tangan Jasmine, membantu sang nona muda untuk turun dari mobil, di mana Simon menatap interaksi yang sedang berjalan dengan sebuah senyum jahil di wajahnya itu. "Dan berhentilah tersenyum seperti itu, pak tua."


"Ada apa?"


"Bukan apa-apa, hanya Simon yang sedang sedikit jahil." Marshel menjawab seraya melepas tangan Jasmine, membiarkan wanita yang memiliki wajah kaukasia itu berjalan terlebih dahulu agar Marshel bisa menjaga bagian belakangnya itu. "Silakan jalan terlebih dahulu, nona muda, saya akan membantu anda."


Entah mengapa, bagi Jasmine, teriakan para fans-nya kali ini terasa lebih keras, seolah-olah penggemarnya itu merasa senang ketika melihat Jasmine yang tidak terlihat sedang terpuruk ketika sedang mengalami skandal yang sedang terjadi pada saat ini, membuat Jasmine tidak mampu menahan senyumnya, merasa senang karena masih ada yang mau mendukungnya di luar sana.


"Marshel, aku senang."


"Aku juga senang untukmu, nona muda." Marshel menyahut seraya membiarkan Jasmine menyentuh tangan para fans, dan sesekali berhenti untuk sekadar berfoto bersama dengan salah satu, atau bahkan beberapa penggemar wanita tersebut. "Berhati-"

__ADS_1


Kalimat Marshel seolah terhenti begitu saja ketika mata hijau tajamnya tanpa sengaja melihat sesuatu yang tidak seharusnya berada disana, yakni sebotol air kotor, entahlah, seperti air bekas cucian kain pel yang sudah terbuka di tangan seseorang, yang tampaknya siap untuk dilemparkan ke arah Jasmine ketika wanita itu lewat dihadapan orang tersebut. 


"Nona muda, awas!!" seru Marshel seraya menahan tangan orang yang akan melemparkan air kotor tersebut ke arah Jasmine. Marshel lantas mengambil botol air kotor tersebut, lalu menumpahkan seluruh isinya ke lantai karpet, sebelum menghela napas panjang. "Untung saja anda tidak terkena air kotor ini."


Ah, tampaknya apa yang telah dilakukan Marshel kala itu telah menimbulkan sedikit kericuhan, dimana para penggemar Jasmine terlihat sedikit membuat kegaduhan, seolah-olah penggemarnya merasa sangat tidak terima jika ada seorang yang hendak menyakiti idola mereka.


Seorang haters itu berhasil ditangkap oleh salah satu penggemar Jasmine, dimana pria tersebut langsung membawa sang haters ke hadapan pihak keamanan untuk diusir dari tempat itu.


Sementara Jasmine, wanita cantik yang memiliki rambut yang memiliki warna kuning nyaris putih yang terlihat memiliki wajah yang sangat menggemaskan itu hanya tertegun, seolah tidak percaya bahwa ada seseorang yang nekad sekali untuk benar-benar mempermalukannya dihadapan nyaris seluruh penggemarnya dengan menyiram air kotor. Syukurlah, lagi-lagi Marshel dapat memastikan bahwa hal buruk tersebut tidak benar-benar terjadi pada Jasmine.


"Huft, kurang kerjaan sekali," gumam Marshel seraya membuang botol kosong tersebut ke tempat sampah terdekat, sebelum kembali mendekati Jasmine untuk memastikan keamanan wanita tersebut. "Apa anda tidak apa-apa, nona muda? Apa ada yang terluka atau kotor?"


"Syukurlah," balas Marshel pendek seraya kembali berjalan, menemani Jasmine yang berjalan terlebih dahulu dihadapannya seraya beberapa kali bertegur sapa dengan para penggemarnya itu. 


Setelah sampai di podium, dimana ada beberapa aktris dan aktor lain yang turut duduk disana, Marshel hanya diam, berdiri tepat di belakang Jasmine dengan tatapan datar, dalam diam memperhatikan Jasmine yang sesekali berbincang dan tertawa bersama penggemarnya itu.

__ADS_1


Ah, pada situasi seperti ini, rasanya hati Marshel terasa jauh lebih tenang dari biasanya. Lihatlah senyum teduh yang ditampilkan oleh Jasmine kala itu, seperti oasis di tengah padang pasir yang demikian panas dan luas. Marshel diam-diam memasang senyumnya sendiri, merasa sedikit gemas ketika melihat senyum di wajah Jasmine kala itu.


"Ya, terima kasih sudah datang." Jasmine memasang senyum tipis seraya menerima sebuah kotak makanan yang diberikan oleh salah satu penggemar Jasmine saat itu. "Oh, kue cokelat! Terima kasih, aku suka sekali kue cokelat!" lanjut Jasmine seraya meletakkan kue cokelat tersebut di atas meja, lalu mulai memberi tanda tangan pada salah satu merchandise yang dimiliki oleh wanita muda yang berada dihadapannya itu, sebelum berfoto bersama. "Semangat kerjanya, ya!"


Wanita muda itu mengangguk penuh rasa senang, seolah semangatnya langsung berlipat ganda ketika dipuji dan disemangati oleh idolanya, membuat Jasmine turut merasa senang karena ada satu orang lagi yang merasa senang akibat kedatangannya itu. 


Sementara Marshel, yang merasa sedikit aneh dengan keberadaan kue cokelat tersebut, lantas mengambil kue itu dan langsung membuka dan memeriksa isinya. Benar saja, ada cairan putih mencurigakan, yang terlihat demikian lengket dan menjijikkan keluar dari kue cokelat tersebut ketika Marshel merobek sedikit kue cokelat itu.


Terang saja Marshel tahu cairan apa yang berada di dalam kue tersebut. Itu ialah cairan yang dimiliki nyaris oleh semua lelaki di dunia ini, yakni cairan sper_ma. Menjijikkan sekali, membuat Marshel langsung membuang kue cokelat tersebut di tempat sampah yang berada tepat di belakang panggung sebelum akhirnya kembali ke belakang Jasmine, lagi.


"Benar-benar." 


"Mhm? Ada apa, Marshel? Mengapa kamu mengambil kue cokelat tadi?" Jasmine bertanya seraya menyerahkan sebuah boneka beruang besar yang tadi diberikan oleh salah satu penggemarnya kepada Marshel ketika lelaki yang memiliki tubuh yang tinggi dan kekar serta rambut cokelat dan mata hijau tersebut meminta boneka itu dari tangan Jasmine.


Alih-alih menjawab pertanyaan yang diajukan oleh sang nona muda, Marshel memilih untuk menggeleng seraya tersenyum kecil. "Kue itu sudah tidak layak makan ketika aku periksa, aku sudah membuangnya, jadi anda tidak perlu khawatir, nona muda." Lelaki tersebut lantas mulai *******-***** pelan boneka tersebut, seolah-olah sedang memastikan bahwa boneka itu aman untuk dibawa pulang. "Yang ini aman, nona muda."

__ADS_1


"Heee?" Jasmine langsung merajuk ketika wanita cantik yang memiliki mata yang memiliki warna biru muda itu menyadari bahwa kue cokelat kesukaannya itu diambil dan dibuang oleh Marshel, yang benar saja. "Umh, tapi itu kue yang paling aku sukai dan pemberian fans, aku jadi tidak bisa merasakan ketulusan mereka, nanti," bisik Jasmine sepelan mungkin.


"Ketulusan mereka hanya bisa berubah menjadi malapetaka jika anda sakit, nona muda," balas Marshel seraya kembali berdiri di belakang Jasmine seperti seharusnya.


__ADS_2