IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU

IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU
BAB 33 Siapa Yang Paling Sakit?


__ADS_3

Sayang sekali, kedamaian itu ternyata tidak berlangsung lama, karena Andhira kembali pada kepanikannya. Dia mendorong tubuh Daffa menjauh dan meringsut turun dari atas tempat tidur itu dengan sangat ketakutan. Gerak-geriknya menunjukkan kewaspadaan.


"Dhira, ada apa? Tenangkan dirimu, Dhira. Tidak ada yang akan menyakitimu," ujar Daffa tersentak.


"Tidak, Mas. Kamu pergilah atau aku yang akan pergi!" ancam Andhira dengan bahasa tubuh yang menggambarkan kecemasan.


"Dhira, kamu kenapa? Bicaralah agar aku tahu," ungkap Daffa penuh tanya dan pinta.


"Pergi ... pergi! Aku tidak mau tinggal bersama monster menyeramkan sepertimu. Kamu membunuh mimpi-mimpiku, kamu menghancurkan semua harapanku, kamu memadamkan cahaya yang menerangi hidupku," oceh Andhira memaki Daffa.


"Andhira, itu tidak benar. Aku mengakui kesalahanku, tapi tolong jangan menghukumku begini. Pukul aku, Dhira. Lakukan apa pun yang kamu mau dan aku akan terima, tapi sekali lagi jangan menyiksku dengan kekacauan yang ada padamu."


Andhira terus menggelengkan kepalanya seraya menciptakan jarak dengan Daffa. Sementara itu, Daffa berusaha untuk terus mendekat ke arah Andhira diiringi ceruk mata yang meluapkan bulir-bulir bening. Sekali saja Daffa berkedip, maka tumpahlah air matanya itu.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak bisa hidup bersamamu, Mas. Aku ingin menangisi kesedihanku, aku ingin menertawakan kegembiraanku, aku ingin tersenyum melakukan hal-hal yang aku sukai, dan semua itu tidak aku dapatkan di sini. Kamu telah mengekang jiwa dan pikiranku!!" jerit Andhira lagi.


Dada Daffa terasa ngilu dihancurkan oleh perasaan bersalahnya sendiri. Lelaki itu menangis bagai seorang yang teramat rapuh. "Dhira, pukul saja aku sampai kamu puas, tapi tolong maafkan aku, Sayang," mohonnya sembari meratap.


Sayang? Benarkah itu? Ya, kata itu baru saja keluar dari mulut Daffa. Ini benar-benar sebuah peristiwa yang akan selalu diingat. Lelaki itu secara tidak sadar telah memamerkan isi hatinya.


Andhira tetap dengan kepanikan dan celotehan tidak jelasnya. Semua hal indah yang terjadi di antara dirinya dan Daffa sesaat sebelumnya, kini nyaris tak berjejak. Segalanya telah hilang dan sirna tiada berbekas. Kini, yang tersisa hanyalah gaduh jeritan dan isak tangis yang saling bersahutan memenuhi ruangan kamar.


"Apakah dia sakit? ... Ahh, tidak mungkin," bisik hati Daffa dalam kegusaran.


"Tuhan, secepat inikah kesalahan menghakimiku? Secepat inikah aku menuai benih kesakitan yang telah aku tabur pada istriku. Ampuni aku yang hingga kini masih belum mampu memberinya rasa aman." Seuntai doa Daffa langitkan di dalam hatinya yang sedang remuk.


"Biarkan aku pergi, Mas. Lepaskan saja aku ... kumohon," ucap Andhira yang sudah dalam keadaan lemah.

__ADS_1


Daffa tidak menjawab, dia hanya memeluk tubuh Andhira semakin erat. Kala itu, andai jeritan hati Daffa bisa terdengar hingga keluar, pastilah lengkingannya mampu memecah gendang telinga saking kencangnya. Namun, pada kenyataannya, hanya dirinya sendirilah yang terkoyak pedih menerima derita itu. Daffa dirundungi nestapa yang tak pernah dia duga sebelumnya.


Cukup lama mereka bergelut dengan keadaan yang sangat tidak diharapkan itu. Andhira pun terkulai pasrah dalam pelukan Daffa. Walau begitu, mulut Andhira masih terus bicara ngawur.


Lalu, siapa yang paling sakit di anatara mereka? Apakah itu Daffa, atau Andhira? Jawabannya adalah keduanya. Hanya saja, Andhira sakit hingga tidak sadarkan diri, sementara Daffa dibuat sadar oleh rasa sakitnya.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu diketuk dengan sangat nyaring. Daffa ingin membuka pintu, tapi dia khawatir pada Andhira dengan keadaannya saat itu. Akhirnya, dia menggendong Andhira untuk ikut bersamanya dan melihat siapa yang datang. Sungguh tak dapat dipercaya saat pintu mulai dibuka, seketika tamu yang datang membuat Daffa gemetar tidak terkira. Sedangkan, Sang Tamu memandangi Daffa dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"S-silakan masuk ...," sambut Daffa dengan gugup.


Bersambung ....

__ADS_1


Kira-kira siapa yang datang, ya? Kok Daffa sampe gemeteran gitu? 🤔


Pantengin terus update selanjutnya. ❤❤❤


__ADS_2