Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
PC 21


__ADS_3

Satria menyeret Yogi dan Jeki menuju pintu tangga darurat.


"Kemari kalian dasar penebar gosip murahan!" kesal Satria, dia benar benar kesal saat mendengar ejekan itu terang-terangan diucapkan di depan telinganya sendiri.


"Am..ampun Pak bu..bukan kita yang nyebar gosipnya," ucap Yogi memohon maaf.


"I..iya Pak Ki..kita hanya dengar dari karyawan lain," ucap Jeki yang sudah ketakutan melihat kilatan amara di mata Satria.


"lalu apa kalian percaya begitu saja dengan rumor tidak berdasar itu? dasar karyawan bodoh!!!" bentak Satria.


"Maaf Pak," jawab mereka ketakutan.


"ck... sial, siapa dalang penyebar gosip itu hah!?" tanya Satria yang sambil berkancah pinggang.


"Gaby dan Bella dari divisi yang bapak pimpin," jawab Jeki dan Yogi masih bergetar ketakutan.


"ohhh jadi dua setan itu dalangnya," batin Satria.


"Gadis yang kalian lirik tadi, sekali lagi ku lihat kau melihatnya dengan cara seperti itu, maka hari itu juga kalian habis di tanganku, Dia istriku!!" ucap Satria sambil menatap mereka dengan tatapan tajam dan menunjukkan cincin pernikahan di jari manisnya, yang hanya sekali lihat saja orang-orang akan tahu kalau cincin itu berpasangan.


"Is..Istri? ma..maafkan kami Pak, tak akan kami ulangi," ucap Jeki yang terkejut saat mengetahui bahwa gadis itu adalah istrinya Satria.


"Maafkan Kami pak,sekali lagi kami minta maaf," tambah Yogi.


"Hmmm... sekarang sudah jelas kan kalau Saya bukan seorang Gay!!" ucap Satria.


Yogi dan Jeki mengangguk.


"lalu apa kalian akan mempercayai rumor itu?" tanya Satria.


Yogi dan Jeki menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu, tugas kalian dari sekarang adalah menyebarkan rumor bahwa Pak Satria dari divisi pemasaran bukanlah seorang gay, sebarkan berita bahwa saya sudah menikah tak perlu memberitahu siapa istriku, jika sampai bocor habis kau di tanganku!!" sergah Satria dengan tatapan Pembunuh.


"Siap Pak!" jawab mereka.


"Hmm pergilah!!" ucap Satria.


Yogi dan Jeki berlari kocar-kacir setelah berhadapan dengan Satria pria menyeramkan dari divisi pemasaran.


Satria bersandar pada tembok, dia melonggarkan dasinya.


"Ck... apa Rahel akan aman satu divisi dengan dua setan itu?" gumam Satria saat dia mengingat kalau Bella dan Gaby berada di divisi yang sama dengan mereka.


"Mereka tidak akan berani menyentuhnya kalau ada aku, ahh Jenny juga ada, aku akan menempatkan mereka berdua sebagai asistenku, ck.. aku akan memberi pelajaran pada siluman itu!" ketus Satria sambil beranjak keluar dari tempat itu.


Seluruh karyawan magang sudah berkumpul di divisi dimana mereka ditempatkan.


Untuk divisi pemasaran, ada 3 orang karyawan magang, 2 orang pria dan 1 orang perempuan yaitu Rahel.

__ADS_1


Divisi Pemasaran di buat heboh dengan kehadiran Rahel sebagai karyawan magang yang terbilang sangat cantik.


Manajer HRD memperkenalkan mereka pada rekan rekan kerja mereka di divisi itu.


"Perhatian semuanya!"ucap Manager HRD pada karyawan bagian Pemasaran.


Mereka semua berdiri menyambut kedatangan karyawan baru menggantikan posisi karyawan lama yang dipecat dan mengundurkan diri karena menikah.


"Nah, Fiko, Rahel dan James kalian akan bekerja di divisi ini," ucap Manager HRD tersebut.


"Kalian akan dibimbing oleh Pak Satria, Pak Satria dimana?" tanya wanita itu namun tak ada karyawan yang tau dimana ketua mereka.


"Terserahlah, kalian akan bertemu dengannya nanti, sekarang silahkan perkenalkan diri kalian," ucapnya.


Gaby dan Bella terkejut bukan main saat melihat wajah mantan teman SMA mereka ada di kantor yang sama dengan mereka.


"Halo semua, perkenalkan saya Fiko senang bekerja bersama kalian," sapa Fiko pria yang bertubuh gendut namun masih seimbang dengan tinggi badannya.


"Halo semua, perkenalkan saya James, " sapa James yang merupakan blasteran Amerika Indonesia.


"Wuiihh bule," gumam para karyawan terutama perempuan, mata mereka langsung ngejreng saat melihat James yang memang memiliki paras tampan.


"Halo semuanya, saya Rahel, mohon bimbingan dan kerjasamanya, " sapa Rahel memperkenalkan dirinya.


"Punya pacar nggak?" celetuk salah satu karyawan laki-laki di divisi itu.


"Nggak, tapi punya suami!" jawab Rahel sambil menunjuk cincin pernikahan di jari manisnya.


"Hahahahah, Rahel kau hebat sekali, caramu benar benar manjur!" batin Jenny yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya.


"Baiklah kalau begitu tunggu ketua tim kalian, dia akan membagi tugas kalian, kalau begitu saya permisi," ucap manajer itu.


"Terimakasih Manager Lia," ucap mereka.


Anggota divisi pemasaran yang berjumlah sepuluh orang berkenalan dengan ketiga karyawan magang itu.


Gaby dan Bella menatap sinis ke arah Rahel. Rahel sendiri bersikap tenang saat pertama kali melihat Gaby dan Bella di divisi itu sebab dia sudah tau dari Jenny kalau kedua gadis itu bekerja di Perusahaan Farenheit, dia tidak akan mau terpengaruh ucapan mereka lagi.


"ck..ck.. ck apa suamimu tak mampu membiayai hidupmu sampai kau harus bekerja perusahaan besar ini?"sindir Gaby.


" Tentu saja tak sanggup Gaby, cincin pernikahan mereka saja palsu," ledek Bella.


"Apa apaan kalian!" bentak Jenny, rekan kerja mereka sampai menatap ke arah mereka berempat.


"Kenapa Jen? kau mau membela si buluk ini hah? jangan sampai karena terlalu setia dengan wanita miskin ini kau jadi ikutan bodoh!" ejek Gaby.


Rahel mengepalkan tangannya, dia merasa geram dengan ejekan Gaby dan Bella yang tidak beralasan terhadap dirinya, namun dia masih karyawan magang, jika dia berbuat aneh-aneh maka bisa saja dia dipecat di hari pertama nya bekerja.


Jenny menggenggam tangan Rahel agar sahabatnya itu tenang, dia takut kalau Rahel akan depresi lagi.

__ADS_1


"Cih lihatlah orang miskin ini diam saja, berarti semua yang ku katakan itu benar, pantas saja orang tuamu mati," ucap Gaby dengan tatapan merendahkan.


plakk


Satu tamparan keras melayang dari tangan Jenny menggantikan tangan shabatnya.


"Jaaa...gaaaa bicaramu Gabyyy!" senggak Jenny dengan mata berapi-api, dia menggenggam erat tangan Rahel berusaha menenangkan sahabatnya itu.


"Apa kau tidak punya otak untuk berpikir sampai ke harus menyinggung mendiang orang tua Rahel!??" Ucap Jenny marah.


"otak itu dipakai untuk berpikir, bukan untuk menggoda pria hidung belang di klub malam dasar otak ************!!" bentak Jenny sambil menoyor kepala Gaby.


Baru kali ini Jenny semarah itu dengan rekan kerjanya, sekali lagi dia tidak peduli jika harus di pecat yang penting sahabatnya tidak depresi.


Gaby terkejut bukan main dengan ucapan Jenny.


Tiba-tiba saja Gadis itu menjadi gugup, dia meremas pakaiannya dan menggigit jarinya. Rekan kerjanya yang mendengarkan hal itu menatap dengan tatapan penasaran apalagi melihat reaksi Gaby yang berlebihan.


"Apa kau Gadis seperti itu Gaby?" ucap Bella tak percaya.


"A..apa, dia dia hanya menyebar fitnah!!" sangkal Gaby padahal jauh di dalam lubuk hatinya dia sudah ketakutan karena aibnya yang dia kunci rapat sebagai seorang sugar baby sedikit lagi bisa terbongkar.


"Jiahh kalau itu hanya fitnah kenapa kau harus ketakutan Gaby?" ucap Jenny sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Jen, sudahlah biarkan saja mereka," ucap Rahel yang tak ingin menambah masalah baru dan malah membahayakan karir mereka.


"Ada Apa ini!!"


Suara bariton sang Satria menggelegar di dalam ruangan divisi pemasaran. Seketika bawahan Satria menunduk terdiam saat melihat Satria tiba.


"Ck...kenapa kalian semua diam saja!" bentak Satria yang memang kebiasaannya selalu membentak karyawannya.


Satria menatap tajam ke arah Bella dan Gaby, namun tatapannya berubah lembut ke arah Rahel dan Jenny.


"Ada apa? jelaskan Gaby!!" ucap Satria.


"Be..begini pak, sa...saya..."


Brakkk


Satria menggebrak meja yang ada di sampingnya membuat mereka semua terkejut bukan main.


"Bicara yang jelas dasar mulut ember, menyebarkan gosip murahan saja mulutmu nomor satu, saat ditanyai penjelasan kau tak tau apa apa!!" bentak Satria.


Gaby bergetar ketakutan, dia terus menunduk tak berani menatap Satria.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😊😉😊


__ADS_2