Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Kesedihan Sabrina


__ADS_3

Satria dan Bastian akan berangkat menuju perusahaan, setelah berbincang sedikit mereka berpamitan pada kedua orang Satria.


"Sayang aku kerja dulu, nanti ku jemput ya, kalau mau keluar atau kemana mana kamu diantar sama supir ya, kalau ada apa apa langsung hubungi aku, jangan terlalu lelah, ingat makan siang," pesan Satria pada istrinya.


Mendengar pesan Satria pada istrinya membuat mereka semua tersenyum geli melihat Satria yang benar benar banyak berubah dan sangat lembut pada wanita.


"Dad, anakmu udah jadi suami Bucin hahahah," kekeh Mom Ayu sambil terkikik.


"Iya dong, ngikut Daddy nya heheh," balas Dad Bram sambil terkekeh.


"Sweet banget ya ampun," gumam Jenny, dan entah kenapa Bastian selalu mendengar apa gumaman gadis itu.


"Iya kamu juga by, jangan lupa makan siang, awas sampai identitas mu ketahuan, jangan terlalu capek kerjanya, " pesan Rahel sambil menatap suaminya.


"iya sayang, ya udah kami pergi dulu ya," ucap Satria sambil mengecup kening istrinya.


Cup


"aku pergi ya," ucap Satria.


"Emmm bisa kemari sebentar?" ucap Rahel sambil menarik lengan Satria ke dalam rumah.


"Kalian jangan lihat!" ucap Rahel yang membuat mereka senyum senyum sendiri dengan kelakuan wanita itu.


"Ada apa sayang?" tanya Satria.


Rahel tersenyum, dia berjinjit dan...


Cup


"Selamat bekerja sayang," ucap Rahel dengan senyum bahagia setelah mengecup bibir suaminya, entah kenapa dia benar benar ingin melakukan hal itu.


Satria cukup terkejut, dia benar benar tidak menyangka kalau istrinya bisa semanis ini.


"Wahh... mulai nakal ya, heheheh tapi aku suka," kekeh Satria.


"Ummmah, aku berangkat ya sayang," ucap Satria sambil membalas kecupan Rahel.


"Acieeee....." mereka semua bersorak bahagia melihat pasangan yang benar benar manis itu.


"ihhh kok dilihatin kan malu," gerutu Rahel dengan wajah memerah.


"Hahahahahah, nggak liat kok Ra," ucap Jenny sambil melemparkan tatapan menggoda pada Jenny.


"Sudah sana pergi cari uang yang banyak biar bisa bahagiain istri!" ucap Dad Bram.


"Yahhh ngusir nih Dad," ucap Satria.

__ADS_1


"iya husshh sana," balas Dad Bram.


Mereka semua tertawa bersama, akhirnya Satria dan Bastian berangkat menuju perusahaan, seperti biasanya Satria memakai masker hitam dan topi hitam untuk menutupi identitasnya, hanya saja kali ini dia memakai stelan jas Formal ke kantor sebagai seorang Presdir Farenheit.


Mereka semua masuk ke dalam rumah setelah memastikan Satria dan Bastian berangkat.


Kini Dad, Mom dan kedua perempuan itu duduk di dalam ruang santai.


"Ra, Sabrina gak mau keluar ya?" tanya Mom Ayu.


"Belum Mom, nanti biar Rahel bantu ya, jangan khawatir, Mom dan Dad udah sarapan?" tanya Rahel.


"Sudah nak, huhh... tolong bantu Sabrina ya, kasihan dia," ucap Dad Bram.


"Tenang Dad, Rahel dan Jenny akan bantu Sabrina, kalian tenang ya, jangan banyak pikiran," ucap Rahel yang dianggukkan oleh kedua orangtua itu.


"Terimakasih sayang," lirih Mom Ayu.


"Sudah Mom, semua akan baik baik saja,"ucap Rahel.


"Emmm... Mom Dad, bisa bantu Rahel tidak?" tanya Rahel .


"Bantu apa sayang? katakanlah!" ucap Mom Ayu.


"huhh..." Rahel menghela nafas berat.


kedua orangtua itu begitu terkejut saat mendengar ucapan Rahel, mereka tak menyangka kalau putri mereka mengalami hal seperti itu.


" Mom Dad jangan panik dulu," ucap Rahel.


"Lalu apa yang harus kami lakukan Ra?" tanya Mom Ayu dengan suara bergetar.


Rahel menggenggam tangan Mom Ayu, "Kita sama sama cari tahu, Mom, Dad Rahel mohon jangan tanya Sabrina dulu, dia pasti trauma, yang bisa kita lakukan sekarang adalah mencari tau apa yang terjadi dengan Sabrina, kami akan ke kampusnya!" ucap Rahel.


"Kamu yakin Ra? apa itu nggak akan membawa Masalah lebih besar?" tanya Jenny.


"Nggak Jen, kita harus lihat langsung kampus mereka," ucap Rahel.


"Mom Dad, sebaiknya kalian bantu cari tau apa yang terjadi pada Sabrina, untuk sementara ini biar Rahel yang bicara dengan Sabrina, dia takut membuat Mom dan Dad sedih kalau Rahel memberitahukan hal ini pada kalian, tapi Rahel gak mau, masalah sebesar ini harus disampaikan," ucap Rahel.


Jenny menatap sahabatnya yang benar benar berbeda saat ini, jika dulu Rahel adalah wanita yang mudah ditindas namun sekarang dia tampak benar benar berbeda, bahkan sorot matanya menujukkan bagaimana dia benar benar serius akan segala sesuatu.


"Huhh.... bagaimana ini, kenapa bisa sampai terjadi seperti ini," lirih Mom Ayu.


"Kita harus cari tau Mom," ucap Rahel.


"Apa sebelumnya dia menunjukkan perilaku aneh Mom?" tanya Rahel lagi.

__ADS_1


"Ya, dia sangat aneh, dia tidak mau Dad peluk bahkan dia selalu menghindar dari Daddy, setiap Dad mau peluk dia akan punya seribu alasan untuk menolak," jelas Dad Bram.


"Hmm... Dad benar, waktu di rumah setelah pernikahan juga Sabrina menghindari Satria, sepertinya ada yang mencurigakan," ucap Rahel.


"Apa jangan jangan dia...." Jenny menutup mulutnya sebelum keceplosan dengan apa yang ingin dia sampaikan.


Degh...


Mom Ayu dan Dad Bram saling menatap, Rahel paham dengan apa yang ada di dalam pikiran kedua mertuanya saat ini.


"Kita cari tau semuanya, yang terpenting saat ini adalah jangan sampai membuat Sabrina tertekan karena itu dapat memicu dia melakukan hal yang tidak kita inginkan," jelas Rahel.


"hiks hiks hiks, Mom merasa gagal menjadi seorang ibu, bahkan aku tidak tahu kalau anakku mengalami hal seperti ini," Mom Ayu kembali menangis dia menangis dalam pelukan suaminya.


"Tenang Mom, kita sebagai orangtua harus bisa menghadapi ini, Dad akan usut kasus ini sampai tuntas, akan ku hancurkan siapa pun yang berani bermain-main dengan putriku!!" ucap Dad Bram sambil mengepalkan kedua tangannya.


Lama mereka berbicara disana, setelah itu Rahel dan Jenny naik ke lantai dua dimana Sabrina tidur.


Rahel masuk ke dalam kamar itu bersama Jenny, dilihatnya Sabrina sedang duduk di depan cermin sambil memegang gunting, gadis itu tampak menangis sambil menggunting rambutnya sampai benar benar pendek.


"Arhhhkk.... jahat jahat kalian jaahat!!!!" pekik Sabrina histeris.


"Kenapa kalian harus menggangguku? hanya karena pria sialan itu akhhhhh hiks hiks hiks, akan.. kubunuh kalian !!!" teriak Sabrina.


Rahel dan Jenny sangat terkejut saat mendengar ucapan gadis itu, segera Rahel menghampiri adik iparnya dan menenangkan gadis itu.


"Sabrina!!" bentak Rahel, sebab dia benar benar marah saat mendengar ucapan gadis itu.


Sabrina menoleh, wajahnya memerah, air matanya mengalir dengan deras, dia menangis, bibirnya bergetar, tangannya yang memegang gunting segera dia lepaskan saat mendengar suara Rahel.


Bahu gadis itu gemetar ketakutan, dia benar benar hancur dengan semua yang di alaminya.


"Kak... hiks hiks hiks," Sabrina menangis, bibirnya bergetar, dia benar-benar hancur hati.


Grepp


Rahel memeluk Sabrina dengan erat dia menenangkan gadis itu, Jenny mengambilkan air putih untuk diberikan pada Sabrina.


"Kamu gak salah apa apa sayang, mereka yang jahat, mereka yang buat kamu jadi seperti ini, kakak janji akan menghancurkan mereka untukmu, " ucap Rahel sambil memeluk adiknya.


Sabrina menumpahkan seluruh kesedihannya sambil memeluk Rahel.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2