Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Jen, Bas


__ADS_3

Jenny berjalan sambil menunduk dengan perasaan takut apalagi melihat wajah Bastian yang benar benar menyeramkan bagi dirinya.


"Pak... saya .." Jenny menelan kasar Salivanya,dia sudah berdiri di depan meja kerja Bastian.


"Ahh sial, wajah memelasnya itu membuatku kacau, grrhhhh sebenarnya apa yang kau lakukan padaku Jennyyyyyyy!!" geram Bastian di dalam hatinya, dia menatap Jenny dengan tatapan tajam.


" Astaga menyeramkan sekali, kenapa dia menatapku seperti itu? aku sampai sulit bernafas ahhhh," Jenny meremas buku buku jarinya untuk meredam rasa takutnya.


Brakkk..


"Ada apa? jangan buat aku mengulang pertanyaan ku Jenny!!" bentak Bastian sambil menggebrak meja di depannya.


"Sial, kenapa aku menyesal membentaknya!" Bastian mengumpat dirinya sendiri karena telah membentak gadis di depannya itu.


Jenny tersentak,bahkan dia sampai berjalan mundur karena sangat terkejut dengan bentakan pria di depannya itu.


"Sa.. saya minta maaf atas kejadian tadi Pak, sa.. saya salah,saya tidak sengaja, maaf atas kesalahan saya pak," cicit Jenny dengan suara ketakutan, bahkan tangannya sampai berkeringat dan punggungnya juga sampai bergetar ketakutan.


Bastian memijit pelipisnya, entah kenapa dia merasa aneh dengan dirinya sendiri.


"duduk!" titah Bastian.


Jenny memberanikan diri menatap Bastian yang sudah duduk di kursi kerjanya.


"Aku menyuruhmu untuk duduk bukan menatapku Jenny bukan menatap wajahku!!" bentak Bastian lagi.


"Lagi, aku menyesal lagi sial!!!" Pria itu kembali mengumpat dirinya sendiri karena telah membentak Jenny, gadis tomboy yang selalu memakai Hoodie ke kantor, rambutnya pendek dan sering di beri warna, bahkan tak ada yang menarik dari gadis itu namun bisa mengacaukan perasaan seorang Bastian pria tinggi yang dijuluki tiang listrik oleh Jenny.


"duduk!" ucapnya lagi sambil meletakkan tangannya di atas meja dan menegakkan tubuhnya sambil menatap Jenny.


"Ba..baik pak," cicit Jenny sambil menarik kursi di depan meja Bastian.


Jenny duduk sambil menunduk dan melipat jari jari tangannya,dia benar benar gugup saat i j.


Lain halnya dengan Bastian, jantungnya tiba tiba berdegup kencang saat bisa melihat wajah itu semakin jelas.


Deg... deg... deg..


Bastian memegang dadanya yang bergemuruh karena melihat Jenny.


"Apa aku menyukainya? ahh tak mungkin bahkan penampilan nya tak sesuai dengan seleraku!" gumam Bastian sambil terus menatap Jenny.

__ADS_1


Yang ditatap semakin gugup, jenny sudah berpikir kalau karirnya akan tamat hari ini apalagi aura Bastian semakin menyeramkan.


"Katakan apa yang mau kau katakan!" ucap Bastian sambil mengalihkan pandangannya pada dokumen dokumen di depannya.


"Sa.. saya minta maaf atas kejadian tadi pak, saya benar benar ceroboh, saya tidak sengaja, maafkan saya pak," ucap Jenny sambil memberanikan diri menatap Bastian meski jantungnya benar benar berdegup kencang saat ini.


"Hmmm... ternyata kau sadar dengan kesalahanmu, hufftt... baiklah akan ku terima permintaan maaf dengan satu syarat!" ucap Bastian dengan nada penuh penekanan.


"Sya.. syarat?"ucap Jenny," Apa syaratnya pak, apa pun itu akan saya lakukan, asal saya jangan dipecat," ucap Jenny sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya dengan mata berbinar-binar menatap Bastian dengan penuh keseriusan.


Bastian berpikir, "Apa dia berpikir aku akan memecatnya?" pria itu berperang dengan pikirannya sendiri.


"Syaratnya kau harus jadi asistenku sampai proyek ini selesai, kau akan dipindahkan menjadi asistenku selama proyek ini berjalan dan bantu aku menyelesaikan semua kekacauan yang telah kau perbuat !!" ucap Bastian.


" Tapi saya kan masih harus bekerja di bawah tuan Satria pak?" bisik Jenny yang mengingat tanggung jawabnya sebagai seorang asisten dari Presdir Farenheit.


"Masalah itu biar aku yang bereskan, " ucapnya "toh aku ditugaskan mengajarimu, sekaligus aku ingin memastikan sesuatu," lanjutnya di dalam hatinya.


"Baiklah kalau begitu pak, saya terima syaratnya dan terimakasih sudah memberi saya kesempatan," ucap Jenny.


"Hmmm hari ini kau pindah ke ruanganku, segera bawa barang barangmu!" titah Bastian.


"Ha.. hari ini pak? tapi apa kata karyawan nanti pak, saya tidak mau dicap yang aneh aneh," bisiknya lagi sambil melirik kesana kemari siapa tau ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Jenny jangan coba buat kompromi dengan saya, cepat lakukan!" ucapnya dengan suara tegas.


"Ba..baiklah pak," cicit Jenny.


'Ah dan satu lagi...." Bastian berhenti saat seseorang mengetuk pintu ruangannya.


Tok... tok.. tok....


"Masuk!" titah Bastian sambil mengubah posisinya menjadi bersandar di kursinya, Jenny sendiri menoleh ke arah orang yang mengetuk pintu ruangan itu.


"Permisi Pak," ucap Nancy sekretaris Bastian yang datang dengan beberapa berkas di tangannya.


"Ada apa?" tanya Bastian tanpa menoleh ke arah Nancy, dia hanya terus menatap Jenny yang tampak gugup saat ditatap olehnya.


"Berikut berkas dari perusahaan D.K yang harus disampaikan pada Presdir Pak," ucap Nancy.


"Ada lagi?" tanya Bastian.

__ADS_1


"Dan beberapa berkas yang harus di tanda tangani, ini hasil rapat beberapa hari terakhir Pak," jelas Nancy sambil meletakkan berkas berkas itu di hadapan Bastian.


" hmm baiklah," Jawab Bastian tanpa menoleh sama sekali, dia hanya terus menerus menatap Ke arah Jenny.


"Kalau begitu saya permisi pak," ucap Nancy yang merasa tidak diperhatikan oleh bosnya, padahal dia sudah berdandan secantik mungkin agar dilirik oleh Bastian namun ternyata hasilnya nihil.


"Dia bahkan tidak menoleh padaku," bantin Nancy.


"Emm... sebentar Nancy," ucap Bastian yang langsung menghentikan langkah nancy dan membuat gadi itu berbalik dengan senyuman sumringah di wajahnya.


"Ada apa pak?" tanya Nancy.


"Bagaimana tipe perempuan yang biasanya di sukai oleh laki laki? emm ini untuk rancangan produk berikutnya," ucap Bastian yang tiba tiba mengeluarkan pertanyaan ambigu itu dari mulutnya.


"Loh bukannya sebagai seorang laki laki Anda lebih tau hal itu pak?",Nancy bertanya balik pada Bastian.


"Kau benar, tetapi aku ingin mendengar pendapatmu sebagai seorang gadis feminim," ucap Bastian sambil menatap Nancy.


Nancy terpelongo dengan wajah tampan yang menatapnya itu. Gadis itu memandangi wajah Bastian dengan tatapan kagum yang justru membuat Bastian merasa tidak nyaman.


"Apa jawabanmu? kenapa malah bengong!?' sergah Bastian yang sontak membuat Nancy terkesiap karena terkejut dengan bentakan tiba tiba dari Bastian.


"Eh.. ma..maaf pak," ucap Nancy tergagap.


" Setahu saya pria akan lebih menyukai gadis yang feminim pak, gadis dengan rambut panjang, pakaian feminim bukan Hoodie atau celana," ucapnya sambil melirik Jenny yang diam dan acuh tidak memperdulikan mereka.


"Lalu gadis yang lembut, cantik dan tidak ceroboh, pria akan lebih menyukai perempuan dengan tipe seperti itu, ", jelas Nancy yang sebenarnya lebih menjelaskan tentang dirinya dibandingkan dengan tipe yang sesuai dengan maksud Bastian tadi.


"Hmmm baiklah, kau boleh pergi!" ucap Bastian tanpa menoleh lagi sebab dia sudah kesal dengan tingkah sok manis Nancy di depannya, Bastian adalah pria yang sangat sensitif apalagi jika membicarakan wanita.


Bastian fokus dengan pikirannya sendiri sampai tidak memperhatikan Jenny yang malah diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Kedua manusia ini memang aneh.


Brakkk


"Eh... copot eh .. copot aduhh pak kenapa sih!!" gerutu Jenny yang benar terkejut.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊


__ADS_2