
Beberapa hari menjalani perawatan, kondisi Rahel mulai membaik, Satria menjamin ketidak hadiran Rahel di kantor sebagai korban atas tindakan Gaby dan pihak perusahaan tidak mempermasalahkan,tentu saja kan perusahaannya Satria.
Rahel sudah bisa pulang, sebenarnya dia bisa dirawat jalan, namun dengan segala cara Satria meminta dokter memaksa Rahel tinggal di rumah sakit hingga lima hari dan memastikan kalau Rahel benar benar pulih.
Jenny dan Bella sudah kembali bekerja di perusahaan, jika makan siang atau kerja lapangan mereka akan menyempatkan diri mengunjungi Rahel di rumah sakit.
Selama Rahel di rumah sakit, Jenny kembali ke apartemennya sendiri.
Satria terus menemani Rahel dan menjaga gadis itu dengan baik. Salah satu alasan yang membuat Satria begitu menjaga Rahel adalah ancaman kedua pasangan Fenomenal yang tidak terima Rahel di pukul oleh Gaby.
Hari ini Rahel sudah bisa pulang, tampak Satria sibuk membantu Rahel, jenny tak bisa datang sebab dia harus ikut dengan keluarganya ke sebuah acara di luar kota sebab hari ini adalah hari Sabtu dan kantor libur.
"Kamu bisa jalan kan? masih pusing, ada yang sakit? butuh sesuatu? atau kita pakai kursi roda saja? gimana?" tanya Satria.
"Pfft hahaah, Sat kamu udah kayak emak emak aja ngurusin anak perempuannya, hahahaha," Rahel tertawa terbahak-bahak melihat kepanikan di wajah Satria.
"Sat aku ini udah sehat, udah kuat tau!!" celetuk Rahel sambil mengangkat kedua tangannya menunjukkan otot-otot yang tak seberapa itu.
"Kuat apanya Ra, lihat tuh ototmu sekecil telor ayam kampung kuat dari mana kurus kering begitu, sekali di hembus angin wosshhh...terbang kau melambung jauh...." ucap Satria.
"Ck... udah sehat Satria, kamu kali yang sakit sampai matanya gak bisa bedain mana yang sehat mana yang sakit, perlu periksa mata dah tu, siapa tau ada kodok nyempil hahahahah," Ledek Rahel sambil tertawa terbahak-bahak.
Tukk
"Ck... ck... ck.. tuh kan aku malah makin khawatir aja, otak kamu kayaknya udah makin gesrek deh, mana ada kodok nyempil di mata," ledek Satria sambil menggetuk kepala Rahel.
"Ck... jangan pukul sembarangan kalau geger otak gimana erhhhh," ketus Rahel sambil mengelus kepalanya.
"Jiaahh di pukul gitu aja mana geger otak Rahel," ledek Satria.
Mereka terus bercanda tawa sepanjang lorong menuju pintu keluar rumah sakit, persis seperti pasangan pengantin baru yang sangat serasi.
"Ra kita belanja dulu yuk, bahan bahan masak udah habis, bantuin ya, Jenny juga lagi ke luar kota," ucap Satria saat mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.
"Ya udah ayok gas kan lah!!" seru Rahel sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Satria.
"Eh, Sat dokternya ngeselin ya!' gerutu Rahel sambil memasang seat belt nya.
"Lah ngeselin kenapa? bukannya kamu harus ucapin makasih karena udah di rawat hampir seminggu penuh Ra?" tanya Satria sambil menyalakan mesin mobilnya.
Rahel memutar kedua bola matanya, dia sebenarnya benar-benar kesal dengan sikap dokter dan suster yang berlebihan padahal penyakitnya nggak separah itu.
"Gimana gak kesel, aku tiap hari di suruh tidur melulu tidur melulu, capek dong badan ini Sat, mana nggak boleh kelamaan berdiri, kelamaan jalan, kelamaan berpikir, lah aku mau dijadiin apa coba kan aneh!!" ketus Rahel dengan wajah kesalnya.
Satria tersenyum tipis, seandainya Rahel tau kalau ini ulah Satria, habis dia diomeli oleh gadis cantik itu.
"Hahahah, yang sabar Ra, kalau dokter sampai berlebihan begitu, artinya ada sesuatu yang salah dengan tubuh kamu, jangan marah dong, itu semua juga buat kamu kali," ujar Satria.
"Huffft... iya sih, tapi berasa kayak di penjara Sat, aku tawanannya dan kalian pengunjung rutan hahahahah," ucap Rahel sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Ck... ck... ck. kamu ini ada ada aja, udah mulai jago ngelawak sekadar ya!!"ledek Satria.
"Ketularan kamu hahahhaha, kamu kan rajanya ngebadut Sat hahahahha," tawa Rahel terbahak-bahak.
"Haisshh kena lagi gue, dasar ganggang hitam," celetuk Satria.
"Lah mana ada ganggang hitam, kalau hitam busuk dong Sat hahahhaa,"ucap Rahel.
"Nah itu bagus, ganggang busuk hahahha!" ledek Satria.
"Ihkk gak Lucu tau tiang listrik!!" balas Rahel tak mau kalah.
"Hahaah lah tiang listrik?" ucap Satria.
"Iya, kamu tinggi banget kayak tiang listrik !" celetuk Rahel.
"Terserah kamu Gangbus hahahha!"
"dasar Tanglis!!"
"Gangbuss!!!"
"Tanglisss!!"
"Gangbuss cerewet!!"
"Tanglis nyebeliiiiinnnnnn!!!
Sementara mereka bersenang-senang dengan canda tawa mereka, dua orang tua super heboh sedang mempersiapkan rencana mereka, rencananya malam ini mereka akan melaksanakan apa yang telah mereka susun.
"Mom kita langsung ke rumah Satria aja ya, kita sambut mereka disana sekaligus biar Rahel kenal sama calon Pamer dan Mamernya hahahahha!" seru Dad Bram penuh semangat.
"Aaaashiaaap Dad, Ya udah yuk berangkat, Kuta tunggu kedatangan mereka, mumpung udah siang," ucap Mom Ayu.
"Sabrina gimana Mom ikut nggak?" tanya Dad Bram.
"Dia gak mau katanya Dad, ada tugas kuliah jawabnya," balas Mom Ayu yang sedang memakaikan parfum ke tubuhnya.
"Wahhh hhmmm wanginya enak Mom, Dad jadi... Ekhmm," ucap Dad Bram memeluk Mom Ayu dari belakang dengan senyum jahilnya.
bughh
Mom Ayu menyikut perut Dad Bram yang di usianya sudah renta tapi otaknya kalau udah bareng istri selalu saja mesum.
"Dad kita ini mau ke tempat calon mantu, jangan Ngadi Ngadi deh!!" ketus Mom Ayu.
"Iya iya, Habis Mom makin hari makin cantik, Dad makin sayang deh," ucap Dad Bram.
Mom Ayu tersenyum menanggapi ucapan suaminya 30 tahun usai pernikahan mereka tak membuat rasa cinta di antara mereka memudar bahkan bertambah-tambah setiap hari.
__ADS_1
"Sudah nanti romantis romantisannya, kita harus langsung ke rumah Satria!" ucap Mom Ayu.
Mereka pun berangkat menuju rumah baru Satria, mereka tau kalau Rahel tidak mengetahui identitas Satria, mereka tak ingin mencampuri masalah itu, biar Satria sendiri yang membongkar rahasianya.
Saat ini misi mereka adalah mempersatukan Satria dengan Rahel.
Mereka tiba di rumah Satria, mereka memiliki kunci ganda yang pastinya di dapat oleh Dad Bram dari anak buahnya.
Mereka masuk ke dalam rumah itu dan mempersiapkan segala sesuatu yang mereka butuhkan.
Sementara itu, Setelah berbelanja kebutuhan kebutuhan dapur, dan hari sudah menjelang malam, Rahel dan Satria melaju menuju rumah mereka.
"Kalau capek tidur aja Ra, entar aku bangunin kalau udah nyampe," ucap Satria.
"Bener? Hoooaaaammmmm... makasih Sat aku ngantuk banget eggrr," ucap Rahel sambil menguap, matanya sudah benar-benar berat.
Satria tersenyum, dia meminggirkan mobilnya sebentar kalau memperbaiki posisi Rahel dengan merendahkan kursi mobil agar Rahel lebih nyaman.
Mereka melaju, selama 45 menit perjalanan mereka lewati sebab ada kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan.
Mereka akhirnya tiba di rumah, Satria membangunkan Rahel.
"Erghhh... udah nyampe ya,wah aku Lebak banget tidurnya, eghj!!" ucap Rahel.
"Enak banget sampe ileran hahaha," ledek Satria.
"Cihh wajar kali Sat, itu mah biasa apalagi kalau udah pulas, kamu jijik ya?" tanya Rahel dengan wajah baru bangunnya.
"Biasa aja Ra, itu hal manusiawi hahah, ya udah yok keluar ini udah malam, biar kita sempat masak buat makan malam selepas itu kita istirahat!" ajak Satria yang dianggukkan oleh Rahel.
Mereka keluar dari mobil dan membawa barang-barang belanjaan mereka.
Rahel masuk duluan, namun dia terkejut saat pintu rumah tidak di kunci.
"Satriaaa!!" panggil Rahel panik.
Satria langsung menghampiri Rahel.
"Kenapa Lu? kesambet?" celetuk Satria.
Plaaakkk
"Satriaaaaa," geram Rahel.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😊