Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Rumah


__ADS_3

Jenny menatap Bastian dengan tatapan heran, kenapa pria di depannya itu tiba tiba memukul meja, untuk tidak hancur, yang rugi 'kan dia sendiri.


"Bapak kenapa?" tanya Jenny heran.


"Tidak, dan pergi cepat ambil barang-barang mu, pekerjaan di tempat ini sudah menumpuk karena ulahmu!" ucap Bastian sambil tetap fokus dengan dokumen dokumen penting di depannya.


"Tcihh.. mentang mentang bos seenaknya memerintah!" gumam Jenny ya g samar samar bisa di dengar oleh Bastian.


"Apa Jen? kalau ngomong yang jelas, perlu ku..."


"Eh... ba..baik Pak, kalau begitu saya permisi, oh iya bapak tolong hubungi pihak HRD soal pemindahan saya, saya tidak mau ada masalah di divisi pemasaran, kemudian beritahu juga pak Satria," ucap Jenny sebelum dia benar benar menghilang dari hadapan Bastian.


"Jeeennnnnyyyyyyyy beraninya kau memerintahku!!!!" teriak Bastian.


Mendengar teriakan Bastian, Jenny tersenyum jahil, dia terkikik saat berhasil membuat pria yang sedari tadi hampir membuatnya mengalami serangan jantung.


"Hihihihi.... rasakan, salah sendiri membentak ku sejak tadi, dasar tiang listrik!" oceh Jenny sambil cekikikan keluar dari ruangan kantor Bastian.


Kelakuan gadis itu sontak menjadi sorotan tiga sekretaris Bastian yang menatapnya dengan tatapan heran. Bahkan lebih heran lagi saat mendengar teriakan Bastian dari dalam ruangannya.


"Nancy, sepertinya kau akan punya saingan," bisik Lia rekan kerja Nancy.


"Heh jangan ngejulid deh Li," tegur


Cika rekan kerja mereka yang lain, Cika adalah gadis yang dingin dan profesional dalam bekerja, jika Nancy dan Lia sering bergosip maka Cika tidak akan ikut andil, dia hanya diam dan menutup telinganya tanpa mendengar ocehan kedua gadis yang selalu membicarakan atasan mereka itu.


"Cih jangan sok alim deh Cika, aku tau kamu pasti suka juga kan sama pak Bastian, kamu iri kan sama Nancy yang bisa dekat sama Pak Bastian?" ejek Lia.


Cika menatap kesal ke arah Lia, dia beranjak dari kursinya lalu berdiri dan pergi menuju ruangan Bastian dengan dokumen di tangannya.


"Jangan jadi penyebar fitnah Lia!" tegas Cika dengan tatapan tajam.


"Siapa sebenarnya Cika ini?kenapa dia begitu sensitif saat membicarakan Bastian?" pikir Nancy sambil menatap punggung Cika yang sudah masuk ke dalam ruangan Bastian.


"Ehh Ciko, ada apa bro?!" ucap Bastian saat Cika masuk ke dalam ruangannya.


"Bro bro pala lu peang, kesel gue, nih kasih sama Satria, " ketus Cika sambil duduk di kursi di depan meja kerja Bastian.


"Lah kesel kenapa Ciko heh!??" ledek Bastian.

__ADS_1


Sebenarnya Cika adalah satu satunya sahabat perempuan Satria dan Bastian, dan dia adalah adik sepupu Bastian yang sengaja dipekerjakan di kantor itu sebagai orang kepercayaan Bastian dan Satria.


"Ciko Ciko, nama gue Cika Bas, " ketus Cika.


"Kenapa gak Lo pecat aja itu dua mulut ember, pusing gue tiap hari dengar ocehan mereka, ngejulid ini lah itu lah, panas kuping gue," gerutu Cika sambil meletakkan kepalanya di atas meja dan menatap Bastian dengan tatapan kesal.


Bastian berdiri lalu mengambil remot dan menurunkan tirai agar tak ada yang bisa melihat kedekatan mereka di ruangan itu.


"Belum ada yang sekompeten mereka Ciko, lagian Lo tinggal tutup telinga, tutup hidung, tutup mata aja, apa susahnya sih?" ucap Bastian.


"Ya susahlah peakk, tangan gue cuma dua gimana nutupnya!??" kesal Cika.


"Hahahah Lo emang parah ya kalau udah kesel, sabar Cika, tunggu sampai ketemu yang lebih pas," ucap Bastian sambil menepuk kepala Cika.


"Yang lebih pas cewek yang tadi ya? cieee akhirnya Abang gue normal, Satria udah normal sekarang giliran Lo yang jadi normal hahahahah," goda Cika.


"Iya terserah Lo, nah Lo kapan normalnya hah!?" ejek Bastian yang langsung membuat Cika menekuk wajahnya.


Sementara itu, Rahel dan Satria tidak kembali lagi ke kantor setelah pertemuan dengan Aiden Maureer sahabat sekaligus rekan kerja mereka.


"Rara, kita ke rumah Farenheit ya, dua Minggu yang lalu gak jadi, dan kita terus sibuk belakangan ini, Mom udah ribut pengen menantunya cepat cepat ke rumah," ucap Satria sambil memasangkan seat belt istrinya.


"Oke, langsung aja yuk, aku juga mau ketemu Mom dan Daddy, sama Sabrina juga," jawab Rahel sambil tersenyum.


"Sesuai permintaanmu my Queen," ucap Satria.


drrtt... drrrttt... drrrttt


Ponsel Satria berdering.


"Ayu ku" gumam Satria saat melihat nomor telepon itu. Rahel menatap bingung dengan nama di ponsel Satria.


"Liat Ra, baru aja diomongin udah nelpon, nih aku Loud speaker ya," ucap Satria sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Rahel yang tampak penasaran.


"Namanya romantis banget, " gumam Rahel.


Satria menjawab panggilan itu dan...


"ANAK NAKAL MANA MENANTU MOMMY KENAPA BELUM DIBAWA KE RUMAH DASAR ANAK NAAAKAAALLLLLLLL!!!!!!!" teriak Mommy Ayu tepat setelah Satria menjawab panggilan itu, teriakan Mom Ayu sampai membuat mereka berdua menjauh dari ponsel itu.

__ADS_1


"lihatlah kelakuan mertua kamu, yang dicari menantunya bukan anaknya," ucap Satria pada Rahel yang tampak terkejut mendengar teriakan super dari Ibu mertuanya.


"Mom gak malu teriak teriak? menantu kesayangan Mommy denger loh, ihkk gak malu ya," ejek Satria.


"SATRIAAAAA ck... kenapa gak bilang dari tadi," gerutu Mom Ayu, "Halo Menantu Mommy apa kabar sayang, kamu baik kan? Satria gak gigit kan? apa dia buat kamu kerja seharian? apa dia menyusahkan kamu? kalau iya kasih tau Mommy biar Mom gantung itu anak di Burj Khalifa!" ucap Mom Ayu yang nada bicaranya langsung berubah saat bicara dengan Satria.


"Mom, Rahel baik baik aja kok, Satria memperlakukan Rahel dengan baik, Mom jangan di gantung ya, Rahel gak mau jadi janda muda,"ucap Rahel.


"Biar aja jadi janda muda yang penting kaya, kalau Satria gak menjaga kamu dengan Baik Mom benar benar akan menggantungnya!" ucap Mom Ayu penuh penekanan.


"haiishhhh Mom udah lupa sama anak sendiri, Mom gak sayang sama Satria, tega bener mau gantung anak sendiri," rengek Satria.


"Cih dasar anak nakal, diamlah cepat bawa menantu Mom kesini, jangan sampai ada yang lecet," tegas Mom Ayu.


Tutt


Panggilan dimatikan secara sepihak oleh Mom Ayu membuat Satria memutar malas kedua bola matanya.


"Haishhh kau lihat kan Ra, Mom bahkan tidak menanyakan kabar anaknya sendiri, eghhh dasar Mommy cerewet," gerutu Satria.


Rahel hanya tersenyum kecil melihat tingkah suaminya.


"Sudahlah, ayo cepat kita ke tempat Mom dan Dad, nanti mereka semakin marah padamu," ucap Rahel.


"huh..." Satria mendesah," Baiklah," ucapnya.


"Emmm kita beli kue yuk Satria, Kan gak enak datang ke rumah utama tanpa membawa buah tangan," usul Rahel yang membuat Satria tertegun dnegan sifat istrinya ini.


"Baiklah, ayo kita beli kue kesukaan Mom dan Dad," ucap Satria yang di balas anggukan kepala oleh Rahel.


"Satria kita cari martabak boleh gak, pengen makan yang lembut," tanya Rahel sambil menatap Satria penuh harap.


"Martabak? hmmm boleh, kita bawain sama Mon dan Dad sekaligus, kebetulan mereka suka makan martabak juga," ucap Satria yang dibalas anggukan oleh Satria.


"Kenapa aku tiba tiba pengen martabak ya?"batin Rahel yang sebenarnya tidak terlalu suka makan makanan manis.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2