Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Cika


__ADS_3

Satria dan Bastian menatap ke arah pintu masuk, mereka tidak beranjak membukakan pintu itu, sebab keduanya tau siapa yang paling berani berteriak teriak di ruangan Presdir.


Ceklek...


Kepala seseorang muncul dari balik pintu besar itu, seseorang dengan masker dan kacamata hitam dilengkapi jaket dan celana parasut berwarna hitam untuk menutupi identitasnya.


Satria dan Bastian saling menatap malas melihat sepupu Bastian yaitu Cika yang selalu saja berlebihan dalam melakukan sesuatu seperti saat ini.


"Hello!!" Sapa Cika sambil berjalan melompat lompat seperti anak kecil menghampiri kedua orang itu.


"Cikooooo!!!" teriak keduanya kesal.


Cika berkancah pinggang menatap keduanya dengan tatapan kesal.


"Cika bukan Cikooooo!!!" geram Cika dengan wajah kesal.


Satria dan Bastian berdiri dan menghampiri gadis itu.


"Hahahha,ada apa bro? tumben kesini? terus ngapain teriak teriak hah?" tanya Satria sambil menyentil kening Cika.


"Awhhhh shhh, nyesal aku kesini ahhh sakit dodol!!" desis Cika sambil menggosok keningnya.


"heheh ya maaf, ada apa?" tanya Satria sambil terkekeh.


"Itu si Nancy makin lama makin ngeselin, nggak bisa ganti yang lain? lama lama budek aku dengerin semua ocehannya tentang sosial medianya itu, tentang followers lah tentang make up lah tentang Si kunyuk ini arhhhhh pindahkan aku ke bulaaaaannnnn!!!" gerutu Cika sambil bolak balik kesana kemari di depan Satria dan Bastian.


"Kan kerja bagus Sih Cika, kalau kamu nggak suka ya kamu aja yang pindah," ucap Bastian.


"Ohhh bener nih boleh? aku emang pengen Istirahat dari duni perkantoran, aku mau resign deh kalau begitu," ucap Cuka dengan mata berbinar-binar.


"Oh... tidak boleh Bambang, siapa bilang kamu boleh resign, yang ada aku di tanyain sama Mama kamu, " ucap Satria dengan wajah tegas.


"cihh... jadi si Nancy itu gimana malas aku ahhkkk," ucap Cika dengan wajah kesal.


"Huffft kau ini ada ada saja ya, sabar aja beberapa hari lagi istriku dan Jenny akan bergabung di kantor Bastian secara resmi, jadi kamu tenang aja akan ada dua orang yang bisa sefrekuensi sama kamu tapi.... ahh kau lihat saja nanti," ucap Satria.


"Wah benarkah? baiklah, aku benar benar penasaran dengan istrimu dan gadis bernama Jenny itu, " seru Cika dengan mata berbinar binar.


"Emmm.. Cik bisa minta tolong gak?" tanya Satria.


"Traktir," ucap Cika sambil mengusap usap jarinya dengan senyuman licik.


"Idih dasar tukang porot kamu ini!" ucap Bastian kesal.


"Yeeee selagi bisa kenapa nggak hahah, traktir ya traktir nonton kek apa kek boleh boleh hmmm?" tanya Cika sambil mengusap usap kedua tangannya.


"Ck... baiklah baiklah," ucap Satria.


" Yeayy!!!" seru Cika.


"Mau bantuin apa?" tanya Cika.


"Antarin ini ke rumah, kasih sama istriku, nanti Kami traktir ku nonton bareng sama yang lain juga," ucap Satria.

__ADS_1


"Oke deh, siap meluncur bye bye," seru Cika menerima benda yang diberikan oleh Satria dan memasukkannya ke dalam kantongnya.


"Dasar anak tengil itu, dia sangat kekanak-kanakan," ucap Bastian menatap Cika yang seperti anak anak.


"Ya udah berangkat dulu," ucap Cika.


"Hati hati, jagan ngebut di jalan," ucap Satria.


"Ashiaap bos!" seru Cika sambil memakai kacamata dan maskernya.


" Mimpi apa aku punya sepupu seperti dirinya, hadehh," ucap Bastian sambil geleng-geleng kepala.


"Kau juga kan tengil seperti itu!" ejek Satria.


Sementara itu di rumah Farenheit, tampak ketiga perempuan sedang bersiap siap untuk keluar.


"Kak Sabrina....," ucap Gadis itu.


"Ada apa hmm?" tanya Rahel lembut.


"Sabrina takut, gimana kalau Mom dan Dad nanti marah sama Sabrina?" tanya Gadis itu.


"Marah? justru mereka akan marah kalau kamu gak kasih tau pada mereka dek," ucap Jenny sambil mengusap punggung Sabrina dengan lembut.


"Nanti saja kamu bicarakan pada Mom dan Dad, hari ini kita bersenang-senang, kami akan bantu kamu lebih percaya diri, jangan takut semua akan berlalu, misi pembalasan dendam akan dilaksanakan!" ucap Rahel.


"Baiklah kak!" ucapnya dengan senyuman manis.


"Semangat!!!" seru Jenny.


"Mom Dad," panggil Rahel membuat kedua orang itu menoleh ke arah mereka.


"Eh sayang ada apa?" tanya Mom Ayu berusaha bersikap senormal mungkin sesuai permintaan Rahel sebelumnya.


"Sabrina kamu udah baikan sayang?" tanya Dad Bram.


"U..udah Dad," ucap Sabrina sambil menunduk dan mengepalkan kedua tangannya.


Mom Ayu benar benar akan menangis melihat Sabrina seperti itu, dia ingin memeluk anaknya hanya saja dia menunggu sesuai dengan yang dikatakan menantunya, dia tak ingin membuat Sabrina terlalu panik dan kembali mengingat kejadian yang menimpa dirinya.


"Mom, Dad Rahel permisi ya sama Jenny sama Sabrina mau keluar tadi Rahel udah pamit sama Satria,' ucap Rahel.


"Ahh baiklah nak, kalian diantar supir ya," ucap Dad Bram namun tangannya mengusap punggung istrinya agar Mom Ayu tenang dan sabar menunggu Sabrina yang memberitahu sendiri kejadian yang menimpa dirinya


"Baik Dad," ucap Rahel.


Tiba tiba seseorang mengetuk pintu rumah dari depan.


"Mooommm...... Daaaaaaddddd," teriak seseorang yang tak lain adalah Cika.


Mom dan Dad saling menoleh mereka hapal betul suara itu.


Pak Gio membukakan pintu dan terlihatlah seorang gadis dengan penampilan anehnya masuk ke dalam rumah sambil meloncat seperti anak kecil.

__ADS_1


"Sepertinya aku kenal," gumam Jenny menatap Cika.


"Halo Mom Dad," sapa Cika sambil memeluk kedua orangtua itu.


"Hai Cika kamu ngapain, terus pakaianmu kenapa aneh begini, ada apa denganmu dasar gadis tengil," ejek Mom Ayu yang membuat Cika mengerucutkan bibirnya.


"Heheheh mau ngantar ini sama kakak ipar!" ucap Cika sambil mengeluarkan benda yang diberikan oleh Satria tadi.


"Ini Rahel," ucap Cika dengan senyum manisnya.


"Eh....si..siapa?" tanya Rahel.


"Oh iya hehehehe," Cika membuat topi jaketnya dan melepaskan kacamata dan Masker nya dan terlihat lah seorang gadis cantik dengan wajah mungil dan pipi gemuk.


"Aku Cika adik sepupunya kak Bastian, anaknya Mom dan Dad iya ka heheh, " kekeh gadis itu.


" Hai Jenny, hai Sabrina," sapa Cika tersenyum ramah.


"Wah Ibu Cika benar Benar berbeda dengan di kantor," ucap Jenny terperangah, sebab Cika selalu memasang wajah dingin saat di kantor tetapi kali ini berbeda dia tampak sangat hangat.


"Heheh Jen jangan panggil Ibu, berasa aku udah kayak ibu ibu aja, lagian ini kan di luar kantor panggil Cika aja,," ucap Cika.


"Baiklah Cika," ucap Jenny.


"Ini Ra ambil dari suami kamu," ucap Cika.


"Eh oh iya, terimakasih banyak Cika," ucap Rahel sambil menerima dompet berwarna cokelat itu.


"Apa ini?" gumam Rahel sambil membuka Dompet cokelat milik wanita itu.


"Ehh... loh ini?" ucap Rahel terkejut dnegan isi dompet itu, ada dua buah black card dan beberapa kartu lainnya serta beberapa lembar cek dan uang tunai, bahkan KTP dan ATM milik Rahel ada disana


"Wahhh tambang emas hahahha," celetuk Cika.


"Jangan ngomong aneh aneh Cikaaa," ucap Mom Ayu


"Hehehe kan bener" ucap Cika


"Kenapa semua dikasih ke aku?" tanya Rahel bingung.


"Terima aja Ra dan dipakai, udah sana kalian pergi nanti keburu terlalu sore," ucap Mom Ayu.


"Baiklah Mom, Dad kami permisi," ucap Rahel diikuti Jenny dan Sabrina yang dianggukkan oleh Mom dan Dad.


"Aku ikuttt!!" ucap Cika.


Sreettt


"Ehhh mau kemana kamu, gak boleh, kamu tinggal disini temani Mom kita masak!!" ucap Mom Ayu menarik kerah baju Cika.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2