
"Kan Mom yang salah jadi Mom selesaikan dong," ucap Dad sambil membalas pelukan istrinya.
Satria merangkul istrinya yang sejak tadi diam saja, dia akhirnya tau penyebab Rahel menangis semalam.
"Ra," panggil Satria sambil mengusap lengan wanita itu dengan lembut.
"Eh... I..iya?" Ucap Rahel gugup, sebenarnya dia takut melakukan sesuatu yang salah di mata mertuanya itulah yang membuat Rahel malah diam tak merespon ucapan Mom Ayu.
"Mom ayo bicara sama Rahel jangan nangis sayang," ucap Dad Bram sambil menghapus air mata istrinya, kedua orangtua ini adalah pasangan yang paling romantis sejagat raya, tidak segan segan mereka menunjukkan beyapa manisnya hubungan mereka di hadapan orang lain.
Mom Ayu mendekati Rahel dan memegang tangan menantunya masih dengan wajah penuh dengan penyesalan.
"Sayang maafkan Mommy, Mom gak bermaksud buat kamu sedih, semalam.... Semalam Mom panik, maaf sayang, maafkan Mommy, hiks hiks hiks, Mom bukan mertua yang baik, Mom jahat sama kamu Mom ngerti kalua kamu gak akan maafin Mommy, Mom memang jahat hiks hiks hiks," ucap wanita paruh baya itu.
Satria, Dad Bram dan Bastian tersenyum tipis saat melihat drama Mom Ayu yang sedang berusaha mengambil hati menantunya, sungguh lucu menurut mereka.
"Mom memang paling hebat kalau membujuk seseorang," ucap Satria dalam hatinya.
"Tante Tante, drama apa lagi yang mau Tante mainkan, hadehhh" batin Bastian.
"Istriku selalu bisa memenangkan situasi tapi apa akan mempan untuk Rahel?" Dad Bram bermonolog sendiri.
"Maaf Ra, Mom salah hiks hiks hiks,"ucap Mom Ayu.
"I..iya gak apa apa Mom, Rahel ngerti kok, maaf juga karena Rahel pulang nggak pamit " cicit Rahel sambil menunduk.
Mom Ayu menatap menantunya, " Sayang kamu gak salah kok, Mom yang salah, eghh... Sepertinya Mom harus belajar biar gak panik lagi deh," ucap Mom Ayu sambil menepuk nepuk jidatnya sendiri.
"Maafkan Mommy ya sayang, Mom memang sering begitu, bahkan Dad ,Satria, Sabrina dan Bastian udah jadi korban Mom, maaf" ucap wanita paruh baya itu sambil merangkul menantunya.
"Iya Mom," jawab Rahel sambil tersenyum manis.
"Ahhh... Cantik sekali menantu Mommy, " ucap Mom Ayu sambil mencubit gemas kedua pipi Rahel.
"Mom jangan di cubit, itu punya Satria," ucap Satria sambil menarik Rahel dalam pelukannya.
"Cih.... Dasar pelit!!" Ejek Mom Ayu yang malah menarik Rahel ke dalam pelukannya.
"Mom, Rara punya Satria, Mom udah punya Daddy, jangan embat istri Satria juga dong," gerutu Satria sambil menarik tangan istrinya.
"Ck... Dia menantu Mommy," ucap Mom Ayu tak mau kalah, jadilah Rahel di tarik kesana kemari oleh Satria dan Mom Ayu.
"Heh.... Rahel bukan mainan, stop jangan berperilaku seperti anak kecil, Mom juga malu sama umur!" Ucap Dad Bram saat melihat Rahel mulai pusing karena di tarik kesana sini.
__ADS_1
"Heheheh, maaf maaf" kekeh Mom Ayu.
"Ini siapa?" Tanya Mom Ayu sambil menunjuk Jenny yang sedari tadi menatap mereka sambil tertawa apalagi melihat wajah Rahel yang pasrah.
"Ohh itu pacarnya Bastian Mom," jawab Satria dengan santai padahal dia sudah tersenyum licik.
"WHATT!!!!" Pekik kedua sejoli itu saat mendengar ucapan Satria.
"Wah jadi Bastian juga udah normal? Wahh hahahahah baguslah nak, selamat ya atas kembalinya saraf waras kalian haduhhh senang banget aku," ucap Mom Ayu dengan senyuman berbinar binar menatap Jenny yang sudah menarik hatinya.
"Ehh... Bukan begitu Tante," ucap mereka kompak membuat Satria dan Rahel semakin tak bisa menahan tawa mereka.
"Tuh kan jawabnya kompak, berarti jodoh nih, wah Mom senang banget akhirnya anak anak Mom udah normal hahahahha" Mom Ayu tertawa bahagia dengan hal itu padahal dia tau kalau Satria cuma bercanda tapi ya memang darah bercandanya Satria turun dari Momnyabyang benar benar kocak.
"Tante...." Ucap mereka lagi kompak.
"Tuh kan jodoh hahahhahaha" Mom Ayu tertawa bahagia sedangkan kedua sejoli itu sudah menunduk malu karena terus terusan digoda oleh wanita paruh baya yang masih sangat menawan itu.
"Ekhmmm... Mom udah jangan digodain terus," ucap Dad Bram.
"Heheheh iya iya maaf, " kekeh Mom Ayu sambil menggaruk tengkuknya " siapa nama kamu nak?" Tanya Mom Ayu.
"Saya Jenny Gerrald Tante, saya sahabatnya Rahel," ucap Jenny sambil menunduk sopan dan hormat.
" Wah seanggun namanya, kenalin Mom Ayu dan ini Dad Bram, panggil Mom sama Dad juga ya biar enak dengarnya," ucap Mom Ayu sambil merangkul bahu Jenny.
"Iya panggil begitu aja gak usah sungkan, " ucap Dad Bram yang sudah tau sifat baik gadis di samping Istrinya.
Sebelumnya mereka sudah mencari tahu semua orang yang dekat dengan menantu mereka, dan hasilnya mereka begitu terharu dengan persahabatan Rahel dan Jenny.
Jenny yang selama beberapa tahun belakangan ini menjaga dan melindungi Rahel meski kehidupan keluarganya juga pas Pasan tidak membuatnya meninggalkan sahabat baiknya.
"Ba.. baiklah Mom, Dad," jawab Jenny Sambil tersenyum manis yang tidak lepas dari perhatian seorang tiang listrik alias Bastian.
"Cantik," gumam Bastian.
Satria tersenyum tipis saat mendengar ucapan Bastian.
"Ciee suka ya," bisik Satria sambil menyenggol lengan asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Ck... Apanya? Orang aku bilang Bunga yang itu kok," kilah Bastian yang mulai salah tingkah.
"Bilang aja suka Bastian, nanti kubantu," bisik Rahel sambil tersenyum jahil menggoda asisten suaminya.
__ADS_1
Bastian hanya bisa menekuk wajahnya karena digoda oleh Satria dan Rahel.
Tiba tiba suara seseorang menghentikan pembicaraan mereka.
"Kak Rahel," panggil Sabrina dari lantai dua dengan mata berkaca-kaca, tampak gadis itu seperti berkeringat dan wajahn pucat.
Merek menoleh ke arah Sabrina, dengan cepat Rahel menjumpai Sabrina.
"Hati hati sayang, jangan lari" ucap Satria yang ikut di belakang Rahel.
"Iya "
Rahel menghampiri Sabrina, gadis itu sepertinya mimpi buruk setelah terlelap beberapa menit lalu.
"Sabrina, kenapa? Kamu pucat sekali," ucap Rahel sambil menatap Sabrina dan merapikan rambut gadis itu yang tampak berantakan.
Grep...
Sabrina menghamburkan pelukannya pada Rahel, dia menangis sejadi-jadinya jadinya dengan bahu bergetar di pelukan Rahel, lemah, dia sangat lemah saat ini.
"Hiks hiks hiks, kak hiks hiks hiks," Sabrina menangis tersedu-sedu.
"Husshhh tenang Sabrina, ada kami disini, jangan sedih, tenangkan dirimu," ucap Rahel sambil menepuk pundak gadis muda itu.
"Ada apa dengannya Mom? " Tanya Jenny pada Mom Ayu yang menggandeng tangannya.
"Dia Sabrina adik Satria, dia tiba tiba berubah Jen, Mom sedih melihat Sabrina seperti itu," lirih Mom Ayu.
Dengan inisiatif Jenny mengusap punggung paruh baya itu .
"Sabar Mom semuanya akan baik baik saja, " ucap Jenny menenangkan Mom Ayu.
"Dia ternyata orang yang perhatian juga, tapi kenapa dia sangat membenciku? Biasanya wanita akan jatuh hati saat melihatku bahkan Cika saja sampai heran melihat Jenny tidak tertarik sama sekali padaku, apa dia punya pacar?" Batin Bastian sambil menatap Jenny
Plakkkk
"Mata dijaga, " bisik Dad Bram sambil menepuk punggung Bastian.
"Eh Om... Heheh" Bastian hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉