
Jonathan membawa Rahel yang masih menangis ke sebuah taman untuk bisa menenangkan dirinya. Mereka berada di sebuah taman yang cukup familiar bagi Rahel.
“Jo ini bukannya taman bermain ya waktu kita SD?” tanya Rahel sambil menatap Jonathan.
“Eh kamu ingat? Aku sering main disini sih sampai sekarang juga sering main kesini,” ucap Jonathan.
“Ohh... gitu,” ucap Rahel sambil mengangguk paham.
Jonathan menatap Rahel yang mata, hidung dan wajahnya memerah karena menangis. “ Kamu baik baik saja Ra? Ada sesuatu yang terjadi?” tanya Jonathan penasaran.
“Jo... apa yang harus kulakukan? Hiks hiks hiks aku melihat Satria bersama perempuan lain, dia.... hiks hiks... hiks dia dia menghamili anak orang hiks hiks hiks.....” tangis Rahel pun pecah saat mengucapkan apa yang di dengar dan dilihatnya tadi.
Jonathan sangat terkejut, saking terkejutnya dia sampai bangkit berdiri dan berjalan mundur dengan mulut menganga dan mata membulat untung gak sampai keluar bisa bahaya.
“Kau jangan bercanda Rahel, mana mungkin, aku... aku tak yakin dia melakukan itu, sekali lihat saja dia adalah pria yang benar benar dingin dengan wanita lain selain padamu, Cika, Sabrina, Tante dan si agar agar Jelly itu, kenapa bisa kau mengatakan hal seperti itu?” ucap Jonathan sambil menatap Rahel dengan tatapan tak percaya.
“hiks... hiks... hiks... tapi itu yang aku dengar tadi , aku tadi tidak sengaja bertubrukan dengan Dea wanita jahat itu, dia baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan, lalu saat di area parkiran rumah sakit aku melihat dia dan Satria sedang berdebat, dan dengan jelas aku mendengar pembicaraan mereka hiks hiks hiks..... bagaimana ini joooo... huaaaaaaa,” rengek Rahel yang membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka sehingga membuat jonathan sedikit tidak nyaman, dikira dia lagi nyulik anak orang kali.
“Heh... Rahel tenang dulu kamu emang dengar sampai mana sehingga kamu yakin kalau Satria emang hamilin anak orang, jangan lihat dari satu sudut pandang dong,” ucap Jonathan sambil duduk di samping Rahel dan menepuk punggung wanita itu agar setidaknya dia bisa berhenti merengek seperti anak kecil.
“Aku dengar Dea minta tanggung jawab sama Satria, terus dia kaya nunjuk nunjuk perutnya gitu,,terus dia bilang kalau ini semua salah Satria, dan Satria bilang kalau tinggal ke dokter aja yang artinya aborsi kan, aku harus gimana jooo...” tangis Rahel .
“jadi kamu samperin gak?” tanya Jonathan yang selalu berhati hati dalam menangani kasus apa pun karena melihat hal seperti ini tidak boleh hanya dari satu sudut pandang tetapi dari banyak sisi sehingga tidak terjadi simpang siur di antara semua pihak yang terlibat.
“Nggak, aku takut Satria marah,” jawab rahel dengan polosnya.
Pukkk
Jonathan menepuk jidatnya sendiri, “ Lalu apa kamu dengar kalau Dea hamil anaknya Satria?” tanya Jonathan lagi .
“Nggak, tapi kan dari kata katanya udah ketahu...an..” cicit Rahel dengan suara yang tiba tiba pelan.
__ADS_1
“Haduhh raheeelll.... kamu itu dulu pinter sekarang kok jadi bodoh sih? Mana rahel yang dulu....... astaga.... kalau kamu begini kamu gak akan bisa berpikir jernih dan malah berburuk sangka sama suami kamu,” omel Jonathan yang benar benar heran dengan sifat temannya itu.
“Tapi kan... Satria juga bohong tadi, dia bilang kalau dia lagi di kafe pertemuan bareng klien, nyatanya dia ada di rumah sakit, jadi Satria tetap salah,” ucap rahel.
“Ck... ck... ck... kalau yang itu lain cerita tapi kalau masalah Satria sampai hamilin anak orang , kamu harus perjelas deh, gini ra kamu jangan jadi orang yang pesimis, kamu bisa salah paham dan berujung gak baik sama pernikahan kamu,” ucap Jonathan.
“Nasehatku sebagai teman, kamu tunggu dulu, jangan langsung ambil kesimpulan, tunggu apa dia akan cerita, kalau nggak cerita kamu langsung tanya aja,” ucap Jonathan menasehati rahel.
“Kalau kamu berpikir negatif seperti itu, kamu juga yang rugi dasar Rahel bodoh,” ejek Jonathan yang membuat Rahel mengerucutkan bibirnya.
“Nah sekarang udah ngerti kan dengan apa yang harus kamu lakukan?” tanya Jonathan yang di balas anggukan kepala oleh Rahel.
“Bagus... bagus... aku udah anggep kamu saudaraku jadi ada masalah apa pun kamu tinggal minta bantuan sama aku, kalau sampai Satria emang melakukan itu, hmm...” Jonathan mengacungkan lengannya,” Dia akan kena pites ini,” ucap Jonathan dengan wajah serius.
“hahahahah..... baiklah, aku mengerti, kamu memang benar benar gak berubah ya, terimakasih Jonatan ,” ucap Rahel yang kembali tersenyum.
“Nah gitu dong senyum biar cantiknya terpancar,” ucap Jonathan sambil menepuk kepala Rahel membuat wanita itu merasa bahagia saat ini.
“Ya udah kamu mau kemana sekarang?” tanya Jonathan.
“Ck... ck... ck... kamu macam anak kecil saja, suruh suami kamu yang temanin,” ucap Jonathan memasang wajah garang.
“Hiks... hiks... hiks... Kamu jahat Jo,... huaaaaaa” Rahel merengek seperti anak kecil membuat Jonathan pusing tujuh keliling menghadapi wanita itu.
“EH... si dodol jangan nangis woi dikira gue mukulin anak orang, iya iya ayok makan ketoprak kan? Tapi makannya di rumah ya,” ucap Jonathan.
“Gak Mau, maunya makan sama uncle Jonathan,” ucap Rahel sambil mengusap perutnya dengan senyuman sumringah.
“uncle?” ucap Jonathan sambil melirik perut Rahel, sontak matanya terbelalak .
“Ka... kamu udah cetak gol... ehh kamu hamil,” ucap Jonathan dengan mata terbelalak yang di balas anggukan kepala oleh Rahel.
__ADS_1
“Wahhh selamat Raaaa.... apa Satria dan yang lainnya udah tau?” tanya Jonathan namun di balas gelengan kepala oleh Rahel.
“Ya udah ayo kasih tau mereka pasti sangat senang dengan kabar bahagia ini,” ucap Jonathan sambil menarik pergelangan tangan Rahel namun Rahel malah merengek.
“Ketoprak.... aku mau makan ketoprak tapi makannya di kantor kamu, pliisss.... boleh ya bolehhh...kumohon... hiks hiks hiks,” ucap Rahel sambil pura pura menangis, entah kenapa saat dia bertemu jonathan tiba tiba dia inginmakan ketoprak di kantor polis, kalau ini yang namanya ngidam maka Rahel sedang mengalami hal itu saat ini.
Jonathan menatap rahel dengan mata terbelalak, “ astaga ada ada aja kamu pengen makan ketoprak di kantor kepolisian, gak ada request yang lain atuh neng ?” ucap Jonathan sambil memijit keningnya, gimana ceritanya dia bawa ibu hamil ke kantor polisi.
“Nggak... pokoknya aku gak mau pulang kalau kamu gak ajak aku makan ketoprak di kantor kamu, aku pisahin dari Sabrina tau rasa kamu, aku tau kau menyukai adik iparku, jadi.,......”
“Iya iya, kita beli ketoprak terus makannya di kantor aku, tapi jangan lakukan yang kamu bilang barusan,” ucap Jonathan dengan wajah kesal karena sudah menjadi korban pertama Ibu hamil itu.
“Yessss.... uncle kamu terbaik kan nak hahah,” Rahel tertawa bahagia membuat Jonathan ikut tersenyum
Mereka pun pergi sesuai keinginan Rahel, namun bukan hanya ketoprak yang diminta Ibu hamil itu, dia membeli rujak, jagung bakar dan sate padang membuat Jonathan kelimpungan karena permintaan rahel.
Bukan soal banyaknya tapi Rahel mintanya satu satu sampai mereka harus keliling keliling dan putar balik sampai beberapa kali.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan Rahel, Jonathan membawa Rahel ke kantor kepolisian bukan untuk diintrogasi tapi untuk makan.
Sontak seluruh mata rekan kerjanya tertuju pada sang kapten yang membawa seorang wanita dengan banyak jajanan ditangannya masuk ke dalam kantor. Rahel tersenyum ramah pada mereka semua dan dibalas dengan senyuman juga.
“Wah tumben bawa cewek, mana cantik lagi,” goda rekan kerjanya.
“bini Orang woi!!!” ucap Jonathan .
“Apaaa !!!!” pekik mereka semua namun Jonathan cuek saja.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 😉😉😉