Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Bertepuk Sebelah Tangan kah?


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Rahel sebelumnya, karena ini akhir pekan, Rahel memanggil Jonathan untuk datang ke rumah mereka dengan alasan untuk mendekatkan Jonathan dengan Sabrina.


Bahkan Rahel juga menghubungi Bastian melalui suaminya untuk direpotkan dan disatukan dengan si manusia skeleton, Jenny si cerewet.


Tok.... tok..... tok....


Ketukan dari pintu luar membuat Jenny dan sabrina yang tengah duduk santai di ruang depan menoleh ke arah pintu.


“Loh siapa Sab? “ ucap Jenny yang di jawab gidikan bahu oleh Sabrina.


“Bentar aku bukain pintunya ya kak,” ucap Sabrina yang di anggukkan oleh Jenny.


Gadis cantik bertubuh mungil itu berjalan menuju pintu depan dan membukakan pintu bagi tamu mereka.


“Selamat da....tang,” ucap Sabrina yang malah terpana saat melihat kedatangan sang kapten dengan pakaian yang benar benar berbeda dari biasanya.


Pria tampan itu berdandan tanpa menunjukkan kalau dia adalah seorang kapten melainkan seorang pria biasa dengan gaya anak muda jaman sekarang.


Jonathan datang dengan senyuman manis, dengan potongan rambut yang rapi memakai kaos dan kemeja lengan panjang berwarna merah maroon dengan kaos hitam dan celana hitam, berdiri sambil membawa buah buahan di tangannya.


Pesonanya semakin terpancar dengan pakaian kasual seperti ini, kebetulan atau memang takdir dia memakai pakaian yang senada dengan Sabrina membuat Hati Jonathan berbunga bunga.


“Halo Sabrina,” sapa Jonathan sambil tersenyum ramah padahal jantungnya sudah berdegup kencang kala melihat gadis yang disukainya berdiri di depannya.


“Hai sabrina, mana kakakmu,” sapa seorang pria lagi yang menunjukkan kepalanya dari balik punggung Jonathan dia adalah Bastian si manusia tiang listrik, bersiap saja mendengar perang dunia ketiga hari ini, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi untuk sementara.


“hai Kak Bastian, di dalam kak, ayo masuk ,” ajak Sabrina sambil membukakan pintu dengan lebar.


Jonathan masuk diikuti oleh Bastian, Sabrina menatap punggung Jonathan sambil memegang dadanya yang terasa berdegup kencang,”Kenapa aku jadi gugup sendiri sih,” batin Sabrina sambil tersipu malu menatap punggung Jonathan.


Jenny yang tengah duduk di ruang santai langsung terbelalak melihat kedatangan Jonathan yang benar benar tampan, berbeda dengan penampilan pria itu seperti biasanya.

__ADS_1


“Wow you are so hot Kapten,” celetuk Jenny denagn mata terbelalak dia sampai berdiri dan menjatuhkan bungkus cemilan yang dipegangnya tadi.


“Halo Jenny,” sapa jonathan dengan senyuman ramahnya yang langsung memuat Jenny salah tingkah sendiri, “Ahhhh.... mleyeot aku bang hahahahahah,” kekeh gadis itu sambil menunduk malu dengan wajah merona.


Sabrina menatap Jenny yang tampaknya menyukai Jonathan yang membuat dia sedikit merasa berkecil hati, begitu juga dengan Bastian entah mengapa dia merasa kesal jika Jenny menatap pria lain, mungkin karena terlalu sering berdebat membuat perasaan Bastian perlahan lahan tumbuh untuk Jenny namun gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui hal tersebut.


Tentunya gengsinya terlalu tinggi, mau di taruh dimana muka Bastian kalau mengaku jatuh cinta pada Jenny terlebih dahulu, yang ada jenny malah menjadikan Bastian candaan.


Jonathan hanya senyum menanggapi Jenny karena Jonathan tau siapa pria yang disukai Jenny, gadis itu memang selalu begitu dalam menanggapi berbagai hal alias selalu berlebihan.


“Duduk dulu,” ucap Jenny yang dianggukkan oleh Jonathan. Mereka duduk disana, Bastian merasa kesal karena Jenny sama sekali tidak menggubris keberadaannya, mengajak berdebat pun tidak padahal biasanya mereka akan saling mengejek setiap kali bertemu tapi tampaknya Jenny mulai cuek pada Bastian beberapa hari terakhir ini.


Sepertinya Bastian mulai merindukan Jenny ketika gadis itu berubah menjadi rapper gadungan dan mengoceh tentang banyak hal di dalam kantor, apalagi saat Jenny marah karena Bastian selalu menjahilinya.


Tetapi sejak ada Jonathan di antara mereka membuat Jenny tiba tiba berubah, gadis itu lebih sabar menghadapi segala keusilan Bastian membuatnya menyerah sendiri karena Jenny selalu bisa mengatasi kekacauan yang dibuat Bastian.


Bahkan pernah Bastian dengan sengaja menumpahkan air mineral ke laptop Jenny, bukannya marah, jenny malah menanyakan apakah dirinya baik baik saja tau tidak, bukannya senang, Bastian malah kesal karena Jenny banyak berubah dan tampak lebih anggun.


Padahal tanpa dia ketahui, Jenny bersikap seperti itu untuk menarik perhatian Bastian, Jenny sadar kalau dia mulai menyukai Bastian oleh karena itu dia mulai meninggalkan sifat kanak kanaknya dan bersikap sedikit lebih dewasa.


Jika tujuan Jenny untuk membuat Bastian jatuh hati maka wanita itu benar benar telah berhasil merebut hati pria itu.


Sabrina sendiri merasa iri dengan Jenny dan Jonathan yang bisa sedekat itu, belum lagi kepribadian jenny yang benar benar mudah bergaul membuat Sabrina merasa kecil hati untuk mendekati Jonathan yang tampaknya nyaman dekat Jenny.


“Sepertinya aku tak punya kesempatan, huh.... Sabrina sebaiknya kamu memikirkan kuliahmu, jangan berpikir tentang pria lagi, kamu akan dalam masalah seperti waktu itu,” batin Sabrina yang terus menunduk, merasa tidak nyaman, dia beranjak ke dapur.


“Aku buat minum dulu,” ucap gadis itu yang langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari mereka.


Bastian yang juga merasa sesak dengan keadaannya yang begitu miris karena di cueki oleh Jenny memilih pergi keluar tanpa pamit membuat Jonathan dan Jenny saling menatap heran.


“Jo mereka kenapa sih?” bisik Jenny sambil memandang Sabrina dan Bastian yang pergi ke arah berlawanan.

__ADS_1


“Entah, aku juga mana tau Jenny,” ucap Jonathan sambil menggaruk telinganya, dia juga bingung dengan sikap kedua orang yang sungguh tiba tiba itu.


“Terserah deh, aku panggil dulu ya.... RAAAHEELLLLLLL PAKKK SATRIIIIIIAAAAA.........” Teriak Jenny dari lantai satu yang sontak membuat Jonathan terbelalak mendengar teriakan maut gadis itu.


Plukk


Sebuah bantal sofa melayang mengenai kepala Jenny,” jangan teriak teriak juga kali Jennyyy,” ketus Jonathan yang hanya di balas kekehan oleh Jenny sambil nyengir kuda karena di marahi oleh Jonathan.


“Heheh biar cepat Jo,” tawa gadis itu.


Tanpa mereka berdua sadari Bastian dan Sabrina sebenarnya sama sama mengintip dari posisi mereka masing masing. Ada rasa iri di hati keduanya melihat kedekatan kedua orang itu.


“Ahhh kenapa perasaanku jadi kacau begini, ck... kenapa juga si manusia skeleton itu bisa dekat dengan Jonathan arhhhhh apa jatuh cinta serumit ini ,” gerutu Bastian sambil memijit pelipisnya.


Pertama kali merasakan jatuh cinta tau taunya berujung miris melihat wanita yang dijulukinya manusia skeleton itu justru dekat dengan orang lain sakitnya tuh di hati bang bastian.


Sama hal nya dengan Sabrina, menyukai dan mengagumi pria yang telah menyelamatkannya dan membantunya sembuh dari trauma bahkan menjadi lebih kuat seperti sekarang membuatnya frustasi dengan perasaan sepihak itu.


“Huuhhh.... aku jadi cemburu, aku benar benar sudah jatuh hati pada kak jonathan tapi.,... sepertinya mereka berdua saling menyukai, gak mungkin aku nikung kak Jenny, huh kasihan kamu sabrina” lirih gadis itu, wajahnya benar benar tidak bersemangat hari ini.


Kedua insan yang sama sama cemburu itu hanya bisa melihat orang yang mereka sukai berbicara dengan orang lain, membuat kobaran api cemburu membakar hati mereka berdua.


Tak berdaya dengan keadaan dimana mereka merasa kalau sedang berada dalam cinta sepihak, sungguh sakit memang cinta yang bertepuk sebelah tangan.


.


.


.


Like, Vote dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2