Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Jenny Absurd


__ADS_3

Matahari kembali menguasai langit, menandakan bahwa aktivitas manusia kembali dimulai.


Seperti di sebuah apartemen sederhana tampak seorang gadis berambut pendek baru bangun dari tidurnya yang nyenyak, hari ini dia akan kembali bekerja bersama bosnya yang menyebalkan.


Drrtt...


Drrttt...


Drrrtt...


Jenny membuka matanya, dia mengusap matanya yang masih mengantuk padahal jam sudah menunjukkan pukul 6. 30 pagi pertanda dia hanya punya waktu 30 menit untuk bersiap-siap.


Jika itu gadis lain, mungkin sudah kocar kacir ke sana kemari bersiap-siap menuju kantor. Entah itu mandi, bersolek, sarapan dan segala macam prosedur menjadi seorang wanita.


Namun lain halnya dengan Jenny si manusia Skeleton yang akan selalu berdebat dengan Bastian yang disebutnya manusia tiang listrik, gadis ini akan benar benar santai seperti saat ini,


grepp


Jenny menarik malas ponselnya, matanya masih bengkak karena semalam dia makan mie instan untuk makan malam, penghematan karena akhir bulan apalagi tinggal sendiri membuatnya malas memasak.


"Hoaaaammmmmm.... Eghhh cepat banget paginya, tidurku masih kurang arhhhhh, ini semua Karna si tiang listrik itu arhhhh sial sial sial!!!" Teriak Jenny sambil mengacak acak Rambutnya dan menendang nendang selimutnya hingga jatuh teronggok di atas lantai.


Ting...


Satu pesan masuk ke dalam ponselnya.


"Datang ke rumah kami ada hal penting, ini tentang Rahel," isi pesan atasan Jenny yaitu Satria.


Membaca pesan itu Jenny membulatkan matanya, jika mendengar berita tentang sahabatnya Rahel, bak di charge semalaman, otak Jenny akan langsung fresh dan siap pakai.


Dia segera menghubungi nomor telepon sahabatnya sambil beranjak dari kasurnya yang tipis tanpa merapikan kamar itu sedikit pun.


jenny berlari ke kamar mandi, dan mencelupkan dua jarinya ke dalam air dingin lalu menggosok kedua matanya dengan jari itu lalu bercermin dan mengecek giginya.


"Ha.. hahh.. eghh bau mie instan, gosok aja deh," ucap Jenny sambil mencium bau mulutnya sendiri.


Sambil menyikat gigi, Jenny menghubungi nomor telepon sahabatnya yang sedari tadi belum diangkat juga.


"Halo Jen," jawab seseorang dari sana yang tak lain adalah Rahel.


"Rahel, ada apa denganmu, kenapa Pak Satria minta aku ke rumah, ada apa? Apa kamu pusing mual muntah? Gejala hamil atau gejala kecapean atau kelelahan atau...."

__ADS_1


"Jennyyyyyyy!!!!!!!!" Pekik Rahel dari seberang sana saat mendengar rentetan pertanyaan absurd sahabatnya yang otak mesumnya mulai kumat.


"Hehehehe, maaf," cicit Jenny.


"Kamu kenapa Ra, kalau suara kamu begini pasti kamu lagi sakit, ada apa denganmu?" Tanya Jenny perlahan lahan untuk menjaga agar telinganya tidak pecah karena teriakan Rahel.


"Aku baik baik aja, cuma ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan, kamu temani aku ya, makanya Satria suruh kamu tadi buat datang, ada sedikit masalah dengan adik iparku," jelas Rahel.


"Ohh benarkah? Baiklah, haduhh syukurlah kalian menugaskan ku hari ini, kalau tidak bisa habis aku diomeli oleh so tiang listrik itu, grrhhh bikin kesal dah itu orang serius Ra kesel banget aku!!!" Gerutu Jenny mengingat semalam dia disuruh mengerjakan setumpuk dokumen tanpa bantuan siapa pun bahkan wajahnya sampai keriting karena dikerjai oleh Bastian.


"Awalnya sih gitu Jen, dari benci jadi cinta hahahahhahahah" ejek Rahel sambil tertawa terbahak-bahak menggoda sahabatnya itu.


"Ihhh kamu mah gitu, bukannya menghibur malah makin diledekin," ucap Jenny.


"Heheheh ya maaf Jenny habis seru banget gangguin kamu hahaha" kekeh Rahel.


"Sayang kemejaku dimana?" Teriak Satria yang jelas di dengar oleh Jenny.


"Di atas meja by, aku taruh dekat dasi dan jam tangan kamu," jawab Rahel.


"Ok, thank you honey, love you!" Balas Satria.


"Love you too hubby," seru Rahel.


"Rahel What the hell is this !!!!!! Hubbyyy? Honeyyy????" Pekik Jenny yang sontak membuat Rahel di seberang sana menjauhkan ponsel dari telinga nya dan menyadari kalau si manusia skeleton mendengarkan pembicaraan dengan suaminya.


"Heh biasa aja Jen, makanya nikah," balas Rahel .


"Heh siapa dulu yang mati matian gak mau nikah tau taunya udah nikah aja sama Pak Satria, mana sama sama aneh lagi, heh dasar kalian pasangan absurd!" Ledek Jenny.


"Jiahh daripada Jomblo Jenny sayang hahahahahhahaha," Rahel tertawa terbahak-bahak di seberang telepon.


Jenny tersenyum bahagia, dia sempat khawatir kalau sahabatnya itu tidak bahagia dengan pernikahan mendadaknya, mendengar Rahel tertawa bahagia seperti itu bisa membuat Jenny setidaknya bernafas lega karena ada orang yang benar benar akan bertanggungjawab untuk menjaga sahabatnya.


"Syukurlah kamu bahagia Ra, egh.... Aku gak nyangka kamu bisa tertawa sepuas ini lagi hiks hiks....... ahhhhh.... paman bibi putri kalian sudah normal lagi, " ucap Jenny sambil menangis Bombay di depan cermin.


"Loh kok kamu malah nangis Jenny??" Tanya Rahel bingung.


"Huaaaaa... Aku terharu, temenku gak aneh lagi, Rahel gak anti cowok lagi, Rahel udah nikah, Rahel udah ada yang jagain, Rahel gak akan bundir lagi hiks hiks hiks, aku bahagia Raaaa huaaaaa....." Pada akhirnya Jenny menangis tersedu-sedu seperti anak kecil sambil menelepon Rahel.


"Ihhh kok kamu jadi cengeng gini sih kadal biru, aduh udah udah cup cup cup jangan nangis nanti kakak beliin emmen hahahhaha" goda Rahel.

__ADS_1


"Hehh... Ishhh... Kamu ini jangan panggil kadal biru lagi dong, kan rambutku udah gak biru," ucap Jenny.


"heheh iya iya, ya udah kamu cepat datangnya ya, Satria mau berangkat ke kantor kali ini benar-benar jadi Presdir, ada urusan soalnya," jelas Rahel.


"Jen kalau dalam hitungan 15 menit kami gak nyampe kesini, gaji kamu..."


"Eh... Iya pak Iya jangan bawa bawa gaji saya dong, tenang aja saya akan sampe 15 menit oke saya tutup dulu bye!! " Seru Jenny langsung mematikan ponselnya secara sepihak.


Dengan cepat Jenny beres beres dan langsung mengganti pakaiannya.


"Hmm... Ketek gak bau jadi gak usah mandi, pakai parfum dikit biar wangi, Hoodie udah stay, jeans perfect, sneaker perfect, tas oke!!" Ucapnya melihat penampilan nya yang benar benar aduhai tomboy sekali.


Jenny berlari mengambil sisir dan menyisir rambutnya dengan cepat kemudian cepat cepat dia meninggalkan apartemennya dengan kondisi benar benar berantakan seperti kapal pecah.


Jenny berlari ke bawah sebab apartemennya ada di lantai tiga, kemudian mengambil sepedanya dan mengayuh sepedanya menuju rumah Satria dan Rahel.


Sementara itu di rumah Satria dan Rahel mereka geleng-geleng kepala dengan kelakuan absurd si Jenny yang benar benar bikin pusing.


"Sayang aku jadi ragu membiarkan kamu pergi sama Jenny, apa dia benar benar waras?" Ucapnya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rahel.


"Ehh maksudku apa dia tidak bisa normal sedikit saja? Apa kamu yakin dia bisa jagain kamu?" Tanya Satria.


"Pffftthhh," seseorang yang sedari tadi duduk di ruang tamu menahan tawanya saat mendengar ucapan Satria, ya dia adalah Bastian yang sudah standby di rumah Satria sejak jam empat pagi tadi.


"Ck... Perasaan kamu juga punya asisten kurang waras by, masa iya gangguin orang tidur jam empat mana main klakson klakson lagi, dia waras gak? Aku jadi gak rela biarin kamu jalan sama dia," balas Rahel sambil menyindir Bastian dengan suara agak keras yang membuat Bastian terdiam.


"Heheheh, sebenarnya mereka sama sama gak normal hahah" kekeh Satria sambil memeluk istrinya yang sedang memandang dasinya.


"Ekhmmm.... Eghh senangnya yang punya pasangan, dunia serasa milik berdua egh... Huh!" Celetuk Bastian sambil berdiri seolah olah sedang meregangkan otot-otot nya.


"Pfftttthhh hahahaha" Rahel dan Satria terkekeh.


Tiba-tiba....


.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 😉😉😊😊


__ADS_2