Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Restoran


__ADS_3

Satria dan Rahel berjalan dengan santai keluar dari perusahaan sambil bergandengan tangan. Tampak mereka berdua sangat serasi.


Kahadiran mereka sontak menjadi perbincangan hangat diantara para karyawan yang benar benar penasaran dnegan siapa sosok di balik masker dan kacamata itu.


Tentu mereka pasti akan kaget setengah mati saat tau siapa pria dan wanita yang menjadi topik pembicaraan hangat diantara para karyawan kantor itu.


Satria menggandeng tangan istrinya dengan erat, dia benar benar menjaga Rahel dengan posesif, dia tak akan melepaskan tangan Rahel jika tidak diperlukan, kelihatan sekali kalau pria ini benar benar cinta dengan istrinya yang cantik itu.


"Rara, kamu mau makan apa?" tanya Satria saat Mera sedang berdiri di depan lobi perusahaan sambil menunggu dua sejoli yang dijahili oleh Satria beberapa saat lalu.


Rahel yang sedang melihat-lihat tata letak perusahaan Satria menoleh ke arah suaminya saya ditanya soal menu makan siang yang ingin dia makan.


" Apa aja deh asal bikin kenyang," ucap Rahel.


"hmmm baiklah kita makan kapas, itu pasti bikin kenyang iya kan ," ucap Satria bercanda.


"Hahahah, ya kali makan kapas Satria kamu pikir ini perut apaan sampe makan kapas dasar aneh kamu!" celetuk Rahel sambil tertawa mendengar candaan suaminya.


"Heheheh, bercanda sayang," kekeh Satria sambil menggenggam dengan erat kedua tangan istrinya, mereka berdiri saling berhadapan.


Jika dilihat tinggi badan mereka benar benar berbeda jauh membuat Rahel terlihat sangat menggemaskan saat berdiri di samping Satria.


"Kamu ada alergi?" tanya Satria.


Rahel mengangguk, " Aku alergi kacang kacangan, kalau kamu?" ucap Rahel balik bertanya pada suaminya, dia juga tidak.mau ketinggalan informasi penting tentang suaminya itu.


"Ahh aku tidak alergi pada makanan Ra, aku hanya alergi pada orang orang toxic saja heheheh," kekeh Satria sambil tertawa.


"Ck... kalau itu aku juga alergi banget malah Satria, dasar kamu ini," celetuk Rahel.


"Heheh, aku nggak ada alergi kok," jawab Satria sambil menepuk gemas pucuk kepala Rahel.


Saat mereka saling bercanda, kedua manusia kurang ahlak malah asik berdebat sejak masuk ke dalam lift hingga turun ke lantai satu.


"ihhh gak usah dekat dekat pak, saya alerga sama tiang listrik, takut kesetrum!" ketus Jenny sambil berjalan menjauh dari sisi Bastian.


"Jiahhh siapa juga yang Sudi berjalan bersama tengkorak hidup seperti dirimu, syuhh syuhh sana jauh !!" ucap Bastian sambil mengibaskan tangannya.


"Ck... jangan sok ketampanan deh dasar tiang listrik, kupikir kau itu sopan pada wanita ternyata tidak ada sopannya sama sekali!" celetuk Jenny yang terus berjalan dengan mulutnya yang terus komat Kamit.


"sopan santu? heh tengkorak hidup kau tidak berpikir kau sedang menghina siapa, bagaimana pun aku masih atasan disini, jadi sekarang siapa yang tidak punya sopan santun hah?" ketus Bastian dengan wajah kesal.


"Ck.. dasar pria egois, tiang listrik ,pria anehh!!!" gerutu Jenny sambil berjalan dengan wajah di tekuk mendekati Satria dan Rahel yang sedari tadi menatap heran ke arah mereka.


Bahkan para pengawal dan karyawan yang ada di lantai satu sampai terheran-heran melihat asisten presdir mereka bisa berdebat dan berbicara sebanyak itu dnegan seorang wanita.

__ADS_1


"Aku tak pernah melihat Jenny sampai semarah itu pada seorang pria," bisik Rahel.


"Aku juga tak pernah melihat Bastian berbicara sebanyak itu pada wanita!" balas Satria ikut berbisik di telinga istrinya.


"Ck... ckk.. ck.. Ekhmmm!!" Satria berdeham sehingga membuat kedua manusia itu terdiam dan berjalan sambil menunduk hormat ke arah mereka.


"Mau sampai kapan kalian berdebat? istriku ini pasti sudah lapar, iyakan sayang," ucap Satria sambil merangkul bahu istrinya.


"Cih bilang saja kau yang lapar dasar bucin!" gumam Bastian yang masih bisa di dengar oleh mereka semua.


"Pfftttthhh," Rahel terkekeh saat mendengar ucapan Bastian.


Satria memicingkan matanya dia menatap kesal ke arah Bastian yang selalu melawannya, padahal jelas jelas dia adalah atasannya.


"Bassss!!!" ucap Satria dengan nada tegasnya.


"Ck... baiklah Tuan Farenheit yang terhormat, ayo kita berangkat!" ucap Bastian layaknya seorang pengawal setia.


"Hmmm bagus!" ucap Satria


Mereka berjalan menuju teras perusahaan,


"Bastian dan Jenny kalian naik mobil yang sama, aku dan istriku akan naik mobil kami sendiri!" ucap Satria.


"Apa aku harus semobil dengan manusia tengkorak itu?" gumam Bastian yang pasti masih sangat jelas di dengar telinga Jenny.


"Ihhh kau pikir aku mau ha? najisss lah!!!" balas Bastian sambil merotasikan kedua bola matanya.


"Jiaahhhh dasar tiang listrik!!" balas Jenny sambil memalingkan wajahnya.


Satria dan Rahel saling menatap, sepertinya dua anak manusia ini tidak akan pernah bisa akur jika disatukan seperti ini.


Padahal biasanya Jenny selalu hormat pada Bastian yang notabenenya adalah atasannya di kantor, mungkin karena sudah tau dan berbicara banyak dengan pria itu, Jenny jadi tau sifat asli Bastian yang ternyata sangat berbeda dengan apa yang dikatakan orang orang.


"Batu kali ini aku melihat Jenny berbicara begitu banyak dengan laki laki bahkan sampai berdebat seperti itu!" bisik Rahel pada suaminya.


"Aku juga baru kali ini melihat Bastian bicara banyak dengan perempuan, dia itu agak tidak normal, dia terkadang bisa sangat ramah pada perempuan tetapi sekalinya dingin dia tidak akan menganggap ada perempuan disana," bisik Satria.


"Pfftttthhh sepertinya mereka jodoh hahahah," kekeh Rahel.


"Kalau begini terus kita tidak jadi makan," ucap Satria.


"Kalian mau berdebat terus atau bagaimana hah??" ketus Satria yang membuat kedua manusia tukang debat itu tersentak dan terdiam.


"Tidak lagi tuan!" jawab mereka hormat.

__ADS_1


"Lakukan yang kuperintahkan, dan Bastian kau tau tugasmu dengan jelas kan? ajari dia!" ucap Satria sambil menunjuk Jenny.


"Baik Tuan!" jawab Bastian.


Mereka pun berangkat, Satria dan Rahel berangkat dengan segala godaan romantis dari Satria yang selalu berhasil membuat Rahel tersipu malu.


Sedangkan di mobil lain, Jenny dan Bastian sedang adu mulut besar besaran tentang berbagai macam hal, ada ada saja kelakuan dua manusia beda jenis kelamin ini.


beberapa menit perjalanan, mereka tiba di salah satu restoran favorit keluarga Farenheit, Restoran yang dikelola oleh salah satu teman baik Satria yang memiliki perusahaan di Jakarta.


Satria merangkul bahu istrinya dengan erat, mereka berjalan masuk menuju restoran diikuti oleh Jenny dan Bastian yang tampaknya berjalan sambil menjaga jarak.


Mereka disambut oleh pelayan restoran dengan sangat hormat.


" Kita duduk dimana?" tanya Rahel.


"Aku sudah memesan ruang VIP, agar tak ada yang melihat kita," ucap Satria yang dibalas anggukan oleh Rahel.


Saat mereka berjalan menuju ruangan sambil mengikuti arahan pelayan, tiba tiba dua orang wanita menghadang jalan mereka.


Dengan sigap Satria merangkul bahu istrinya, mereka berdua masih memakai masker dan kacamata, dan mereka tau dengan jelas siapa kedua wanita itu.


"Mau apa mereka? apa mereka mengenaliku? apa mereka tau siapa kami?" batin Rahel saat melihat Dea dan Nyonya Viko berdiri di hadapan mereka.


"Halo senang bertemu dengan Anda, tuan Farenheit bukan? perkenalkan saya Nyonya Viko dari V.R grup, dan ini anak perempuan saya Dea Rania Viko" sapa Nyonya Viko sambil mengulurkan tangannya dan memperkenalkan anak perempuan nya pada Satria.


Tanpa basa-basi, Satria langsung merangkul istrinya dan berjalan melewati Nyonya Viko dan Dea tanpa membalas mereka sedikitpun.


"Perusuh!" ucap Satria.


Merasa tidak diindahkan, Nyonya Viko menarik tangan Rahel dan membuka masker gadis itu dengan paksa hingga Rahel sedikit terhuyung dan kehilangan keseimbangan.


Brukkk


"Awaaas!!"teriak Jenny yang ternyata dengan sigap menarik tangan Rahel dan memeluk Rahel serta menyembunyikan wajah Rahel dalam pelukannya. Jenny sendiri juga memakai Masker dan kacamata untuk menutupi identitasnya.


"Berani sekali kau!!!" teriakan Satria terdengar menggelegar di seluruh ruangan restoran mewah itu.


Glekkk


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉


__ADS_2