Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
PC 29 (Pernikahan)


__ADS_3

Sang mentari kembali menyingsing, mengintip di antara awan awan hitam yang sedang mengeluarkan air matanya membasahi bumi Pertiwi persis seperti seorang gadis yang terbangun dari tidurnya dan mengetahui dirinya tidur tanpa sehelai benang pun sambil berpelukan dengan seorang pria yang tak lain adalah Satria.


"Satriaaaa..... hiks hiks hiks, apa yang terjadiiii!!!" pekik Rahel sambil melepaskan dirinya dari pelukan Satria.


Satria mengerjapkan matanya, dia tersentak namun tiba-tiba terdiam saat merasakan ada sesuatu yang aneh dengan dirinya, di bukanya matanya dan betapa terkejutnya dia melihat Rahel menangis tersedu-sedu di sampingnya sambil menutup tubuh polosnya dengan selimut.


"Astaga Raaaa, apa yang terjadi!!!" teriak Satria panik, dia langsung duduk dan ikut menutup tubuhnya dengan selimut itu.


Mata mereka terbelalak melihat pakaian mereka benar benar berserakan di atas lantai, rambut mereka acak acakan dan keadaan mereka tanpa sehelai benang pun.


"Ra... a..aku gak tau apa apa serius!!" ucap Satria yang juga panik dengan keadaan mereka.


"Lalu ini kenapa Satria, aku juga gak tau apa apa, ke... kenapa kita begini, a.. apa yang terjadi kenapa pakaian kita berserakan begini Sat, hiks hiks hiks, ba.. bagaimana ini, apa terjadi sesuatu semalam," lirih gadis itu, tampak dia bergetar ketakutan.


"Astaga sumpah aku gak tau Ra, seingatku aku mabuk dan... arhhh aku gak ingat, astaga !!" ucap Sasuke sambil mengusap kasar wajahnya, bagaimana mereka bisa tidur dalam satu kamar yang sama, di atas ranjang yang sama dan di bawah selimut yang sama dengan keadaan sama sama polos tanpa pakaian.


Rahel meringkuk di ujung kasur dan Satria di ujung lain.


Brakkk


Pintu di buka dengan kasar, seseorang dengan wajah panik masuk ke dalam kamar itu namun seketika wajahnya berubah merah menahan marah.


"Apa apaan ini!!!!" teriak Dad Bram saat melihat kedua anak manusia itu duduk di atas ranjang dengan keadaan polos.


"Dad jangan teriak.. Ter... astaga Satriaaaa, Raaheeell!!!!" pekik Mom Ayu histeris bahkan sampai meringsut ke atas lantai dengan mata berkaca-kaca menatap Rahel dan Satria.


Dad Bram langsung menopang tubuh istrinya.


Satria dan Rahel benar-benar terkejut dengan kedatangan kedua orang tua itu. Apalagi Rahel, dia sudah bergetar ketakutan, air matanya mengalir deras membasahi pipinya membuat Satria sakit sendiri di ujung sana.


"Mom... I..ini Bu..bukan yang seperti Mom Pi..pikirkan!!" ucap Satria yang juga panik melihat Momnya jatuh ke atas Lantai.


Mom Ayu mengepalkan tangannya, dia berjalan ke arah Satria dan.....


Plaakkk


Mom Ayu menampar wajah Satria dengan keras sambil menangis tersedu-sedu.


"Maafkan Mom nak,ini jalan satu satunya," tangis Mom Ayu dalam hatinya.


Satria terdiam begitu juga Rahel dia semakin ketakutan apalagi mendengar suara tamparan, traumanya kembali menyerang dirinya.


"Mom... " lirih Satria sambil menatap Mom Atu dengan mata berkaca-kaca.


"Kau harus bertanggungjawab Satria!" ucap Dad Bram.


Mom Ayu langsung mendekap Rahel yang menangis tersedu-sedu di sudut sana.

__ADS_1


"Sayang jangan takut, jangan takut ada Mom disini, tenang ya, ada Mom jangan takut...." ucap Mom Ayu sambil menghamburkan pelukannya pada Rahel.


"Mom, Ra... Rahel minta maaf... Ma.. maaf hiks hiks hiks," tangis Rahel tersedu-sedu, sepertinya dia benar berpikir bahwa dia dan Satria sudah melakukan sesuatu yang tidak sepatutnya mereka lakukan.


"Tenang sayang tenang," ucap Mom Ayu.


"Satria kalian akan menikah hari ini! " titah Dad Bram membuat Satria kaget namun ia tak bisa menolak sebab mereka sudah tertangkap basah dalam keadaan seperti ini.


"Ta..tapi Dad Rahel," ucap Satria tidak tega melihat keadaan Rahel yang benar-benar ketakutan.


"Tidak ada penolakan, kalian akan menikah hari ini juga!!" titah Dad Bram


"Sudah sana persiapkan dirimu!" ucap Dad Bram sambil melemparkan Bathrobe berwarna cokelat ke arah Satria.


Satria dengan cepat memakai Bathrobe itu.


Mereka pun membersihkan diri, Rahel yang panik dan ketakutan di bantu oleh Mom Ayu. Sungguh Mom Ayu tak tega melihat mereka berdua kebingungan seperti itu, tapi ini harus dilakukan.


Jam berputar terus, di tengah kebingungan Rahel dan Satria hany bisa mengikuti perintah kedua orang tua itu dengan pasrah.


Hingga waktu sudah sore, mereka sudah selesai dengan persiapan pernikahan dadakan, namun acaranya akan digelar dengan sederhana sesuai permintaan kedua mempelai.


Hingga saatnya pemberkatan pernikahan tiba yang di langsungkan di sebuah gereja di kota itu. Satria dan Rahel mengucapkan janji Suci mereka di hadapan Tuhan dan resmi menjadi pasangan suami-istri di hadapan agama dan pihak pencatatan sipil yang ternyata oh ternyata sudah di siapkan oleh Mom dan Dad jauh hari sebelumnya.


Acara yang hanya di hadiri keluarga dekat Satria itu pun berjalan dengan lancar tanpa ada resepsi sesuai dengan permintaan mereka.


Pernikahan yang bahkan tak pernah sekalipun terbayang di pikiran keduanya kini telah terjadi dan mengobrak Abrik seluruh rencana kehidupan mereka.


Acara demi acara mereka lewati, hingga malam tiba dan kini tinggal Satria, Rahel dan kedua orangtua itu telah pulang dari tempat acara dilangsungkan setelah makan malam, tak ada acara besar bahkan tamu undangan pun tak ada.


Yang ada hanya para pelayan yang disuruh menyamar menjadi tamu, Sabrina dan juga Bastian, Rahel memberitahukan hal tersebut pada sahabatnya namun sayang, Jenny tak bisa datang ke acara pernikahan sahabatnya.


Kini Mom Ayu, Dad Bram, Sabrina adik perempuan Satria, dan kedua pengantin baru telah pulang ke rumah Satria.


Kedua pengantin masih memakai pakaian pengantin yang tampak sederhana namun karena paras kedua mempelai, pakaian itu terlihat benar-benar mewah dan elegan.


Rahel tampak menunduk, di hari yang tak pernah ia pikirkan dia harus menikah dengan teman serumahnya setelah melalui sebuah kesalahpahaman.


Satria melirik Rahel, dia juga merasa bersalah dengan semua keadaan yang menimpa mereka. Entah apa yang terjadi, entah mereka telah melakukan hal itu atau tidak, tetapi sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri.


Suasana hening, mereka duduk di ruang depan, rasa lelah setelah acara pernikahan membuat mereka lemas.


Di meja sudah tersedia beberapa cemilan dan minuman yang disiapkan para pelayan saat mereka di luar mengadakan acara pernikahan.


"Ekhmm... sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami-istri, Dad harap kalian rukun dan saling menjaga, dan kamu Satria, bertanggungjawab pada istrimu!" ucap Dad dengan tegas.


"Dad benar nak, nak Rahel jangan menyesali yang sudah terjadi,suatu saat kalian akan bersyukur dengan keadaan ini,Mom harap kalian berdua bahagia dengan pernikahan ini," ucap Mom Ayu sambil menggenggam tangan Rahel dan mengusap punggung gadis yang hanya diam saja sejak pernikahan dilaksanakan.

__ADS_1


"Bagaimana Ra? jawab Mom!" ucap Mom Ayu.


"Ta.. tapi Rahel gak punya latar belakang keluarga yang baik Mom, apa Rahel pantas bersanding dengan Satria yang jelas bisa mendapatkan istri yang lebih baik dari Rahel yang setidaknya tidak hidup Luntang lantang seperti Rahel?" ucap Rahel dengan mata berkaca-kaca.


Degghh


Betapa sakit hati mereka mendengar ucapan Rahel,


"Kemarilah sayang," ucap Mom Ayu sambil memeluk Rahel.


"Oh Tuhan hiks hiks hiks,aku tidak kuat,ingin rasanya aku membongkar semuanya hari ini arhhhh," batin Mom Ayu sambil mempererat pelukannya pada Rahel.


"Jangan bicara yang tidak-tidak, kamu bahkan lebih dari pantas," ucap Mom Ayu.


"Sudah jangan bersedih, ini hari bahagia. Mari kita rayakan dengan makanan dan minuman ini, Dad harap hidup kalian bahagia sampai maut memisahkan!" ucap Dad Bram sambil mengangkat gelas minumannya.


Mereka ikut mengangkat gelas masing-masing dan..


Cheers!!


Ting..Ting


Dentingan gelas berisi minuman bergema dalam ruangan itu, mereka menenggak minuman mereka sampai habis seperti kebiasaan keluarga besar Farenheit yang akan merayakan sesuatu dengan segelas minuman dan menghabiskan tanpa sisa.


"Oh iya Ra, perkenalkan ini Sabrina adiknya Satria, adik ipar kamu," ucap Mom Ayu.


"Ha..Hay Sabrina," sapa Rahel dengan gugup.


"Hay kak, " sapa Sabrina sama sama gugup.


"Hari ini Dad, Mom dan Sabrina akan menginap di lantai atas, kalian di bawah toh juga kalian sudah suami istri jadi nggak masalah mau tidur dimana juga pokoknya harus bareng," ucap Dad sambil bangkit berdiri.


"Ya sudah kalian ke kamar gih, pakaian Rahel udah di pindah tadi ke kamar Satria, kami ke atas dulu, ayo Sabrina," ucap Mom Ayu.


"Tapi Mom, " ucap Satria merasa tak enak pada Rahel.


"Nggak ada tapi tapian!" balas Dada Bram dengan tegas.


Mereka pasrah, jam juga sudah menunjukkan pukul 9 malam dan waktunya untuk istirahat.


"Apa dosisnya sudah pas tadi? kenapa belum bereaksi?" batin Dad Bram.


Mom Ayu menangkap gelagat aneh sang suami, "Ada apa lagi ini?" pikir Mom.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2