
Di rumah keluarga Farenheit, Rahel telah tiba bersama teman temannya. Mom dan Dad menyambut kedatangan mereka, dan sekali lagi mereka berusaha tetap tenang.
"Cantik sekali putri Mommy, " ucap Mom Ayu menyambut Sabrina.
"Ya iya dong Mom, kan Jenny yang milihin model rambutnya heheh, iya kan dek," kekeh Jenny.
"Iya kak," jawab Sabrina dengan suara pelan.
" Ya udah masuk yuk, Mom sama Cika udah masak tadi, ini spesial buat kalian tapi kita makannya tunggu yang lain datang ya," ucap Mom Ayu.
"Oke Mom," jawab mereka.
"Eh dia siapa?" tanya Mom Ayu melihat Jonathan yang berdiri di dekat mereka.
"Oh iya Mom, kenalin ini temen SD Rahel namanya Jonathan, dia yang bantu Sabrina semalam," ucap Rahel.
"Benarkah," ucap Mom Ayu dengan mata berkaca-kaca sebab dia tau kalau pria itu yang menyelamatkan putrinya semalam.
"Halo tuan,nyonya, saya Jonathan temannya Rahel, senang bertemu dengan kalian," Sapa Jonathan ramah.
"Senang bertemu denganmu nak,... ayo masuklah, jangan di luar, kita bicara di dalam," ucap Dad Bram.
Mereka pun masuk ke dalam rumah besar itu, tampak seseorang sedang asik asiknya mendengarkan musik sampai sampai tidak sadar kalau banyak pasang mata yang melihatnya di ruangan itu.
Dum.. tas... Dum Tas..
"Ohh yeaahhh... yeyeyeye, wohooo, yeyeyey wohooo," teriak Cika yang memakai Earphone di kedua telinga nya Sambil memegang ponselnya berjoget kesana kemari di dalam ruang santai.
Rahel, Jenny dan Jonathan serta Sabrina tersenyum melihat tingkah gadis itu, lain halnya dengan Mom dan Dad Bram yang geleng geleng kepala dengan tingkah anak gadis yang sudah mereka anggap sebagai putri mereka itu.
"Yeahh... wohoh... hit you with that ddu ddu ddu... wohooooo.... ehhh..aarhrhhhhhhh!!!" Cika berteriak sambil berlari dan menyembunyikan dirinya ke dalam ruangan kerja saat dia menyadari bahwa ada banyak mata yang menatapnya sedari tadi.
"Maaf ya anak itu memang selalu begitu, ayo masuk ke dalam," ajak Mom Ayu mengarahkan mereka semua ke ruang tamu.
kini mereka semua telah duduk di dalam ruangan tamu, tampak Sabrina mengepalkan kedua tangannya, Gadis itu terlihat gugup dan takut.
dengan lembut Rachel menepuk punggung Gadis itu agar dia bisa tenang dan menyampaikan kata katanya.
"Mom, Dad ada yang mau Sabrina sampaikan," ucapnya, terdengar suara gadis itu bergetar dia takut kalau kedua orangtuanya akan panik.
__ADS_1
Mom Ayu dan Dad Bram saling menatap, karena tak bisa menahan dirinya Mom Ayu langsung beranjak dan menarik anak gadisnya ke dalam pelukannya.
"Sayang, Mom sudah tau, jangan takut ya ahhhh anak Mom hiks hiks hiks maafkan Mom yang kurang perhatian pada kamu sayang sampai kamu mengalami hal ini, maafkan Mom sayang, Mom salah," lirih Mom Ayu sambil menepuk punggung gadis itu.
"Ja..jadi Mom dan Dad sudah tau?" ucap Sabrina tanpa dia sadari air matanya menetes begitu saja di pipinya.
"Iya sayang kami sudah tau semua yang terjadi, maaf karena terlambat mengetahuinya sayang," ucap Dad Bram sambil memeluk Sabrina.
"Hiks hiks hiks maaf Sabrina gak kasih tau, Sabrina takut kalian sedih Sabrina takut kalian kecewa maafkan Sabrina Mom,Dad hiks hiks hiks," Tangis gadis itu tersedu-sedu.
"Nggak sayang kamu nggak salah apa-apa justru Kamu adalah korban dalam hal ini, " ucap Dad Bram.
"Sabrina takut hiks hiks hiks," tampa Gadis itu sangat lemah dia memeluk erat kedua orang tuanya.
"Husshhh... Sayang jangan lagi takut ada kami disini menjagamu, Ada Mom, Daddy, Kak Satria, Kak Rahel, Kami semua disini menjagamu sayang jangan takut, ada Jenny juga , Jonatan juga Cika, kak Bastian semuanya akan melindungi kamu," ucap Mom Ayu sambil mengusap kedua pipi anak gadisnya.
"Hik hiks hiks Moommmmm," Sabrina menangis dia memeluk Momnya dengan Erat, Dad Bram menepuk punggung gadis itu.
Mendengar suara tangisan di ruangan tamu, Cika keluar dari tempat persembunyiannya dan melihat Sabrina menangis, tentu saja jiwa keponya meronta ronta, Dia berjalan perlahan-lahan mendekati mereka sambil merunduk agar tidak terlihat karena dia masih malu dengan kejadian tadi.
Bruk... Praaangggggh
Karena tidak berhati-hati, Cika menyenggol sebuah hiasan meja yang terbuat dari besi dan menjatuhkannya tepat di atas kakinya membuat dia meringis kesakitan dan terjatuh ke atas lantai.
Mereka semua menoleh kearah gadis itu, Mom , Dad dan Sabrina yang tadinya sedih malah terhibur dengan tingkah Cika.
"Astaga Cika, kamu kenapa? udah nari nari nggak jelas, sekarang malah percobaan menghancurkan kaki," ucap Jenny yang membantu Cika bangkit berdiri.
"awhh.. sakit Jen, aku gak sengaja nyeggol itu tadi, aakkhhhh ," dia meringis kesakitan.
"Pfftttthhh hahahahahahhaah," mereka semua tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah gadis itu yang ternyata nelepon dengan tepung.
"Ya ampun anak ini, kamu belum cuci muka dari tadi Cikaaaa!!" ucap Mom Ayu sambil berkancah pinggang menatap Cika yang wajahnya dilumuri tepung bahkan tangan dan lehernya juga.
"Heheheh maaf Mom hahhaah," kekeh gadis itu sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Ada tamu Cika, kamu malu dikit dong," ucap Mom Ayu membuat mata Cika tertuju pada Jonatan yang mengulum senyum melihat betapa konyolnya diri Cika saat ini.
Pukk
__ADS_1
Cika menepuk jidatnya sendiri, cepat cepat dia berlari dengan tertatih tatih menuju ruang belakang.
Mereka semua tertawa dengan tingkah gadis itu, Sabrina juga ikut terhibur akibat ulah Cika yang benar benar out of control.
Jonathan melirik Sabrina, dia tersenyum saat melihat gadis itu bisa memasang senyum yang indah di wajahnya, tatapan Jonathan tak luput dari mata Rahel, Jenny, Dad Bram dan Mom Ayu.
"Ekhmm... ada yang sedang berbunga tapi bukan tanaman uhh indahnya hahhaha," ucap Jenny menyindir Jonathan.
"Dasar anak.juda sekarang," gumam Dad Bram.
"Eh.. Ekhmm," Jonathan menjadi salah tingkah.
"Emmm Om, Tan mengenai kasus Sabrina sepertinya kita tidak boleh gegabah dengan hal ini sebab pelakunya menghapus semua bukti sebelum polisi bergerak," ucap Jonathan memulai diskusi dengan hati hati.
"Kamu benar nak, tapi siapa ha g berani beraninya menjual putri kami!!" ucap Dad Bram sebab informannya tak menemukan siapa pelaku yang menjual Sabrina.
"Frans Anak kedua dari V.R grup, dia pelakunya!" ucap Rahel yang sedari tadi menyimak saja namun langsung angkat bicara saat membahas pelakunya.
"V.R... grup?" ucap Mom dan Dad terbelalak kaget, yang mereka khawatirkan justru Rahel saat ini sebab Rahel juga adalah korban kekejian keluarga itu.
"Iya Om, Tante, pria itu dan teman temannya yang melakukan hal tidak terpuji itu pada Sabrina, kami sudah mendapatkan jawaban yaitu dari pria yang...." Jonathan berhenti mengucapkan kata katanya namun mereka paham maksud Jonathan.
"Beraninya!!" ucap Dad Bram mengepalkan kedua tangannya.
"Lalu kenapa dia masih belum di tangkap!!" ucap Mom Ayu.
"Mereka menghanguskan bukti Tan, semua rekaman CCTV di Club waktu itu sudah dimusnahkan oleh tim hacker perusahaan mereka, kita belum punya bukti yang kuat untuk menjebloskan nya ke penjara dan ini akan sulit," ucap Jonathan.
"Ahhhh sial!!" umpat Dad Bram.
"Tapi saya punya solusinya," ucap Jonathan yang membuat mereka menoleh ke arah pria itu.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉
__ADS_1