
Mereka menatap Jonathan menunggu keterangan pria itu hingga seseorang datang sesaat sebelum Jonathan memulai percakapan.
"I'm home!!" teriak seseorang dari pintu masuk, dia adalah Satria yang baru pulang kerja, dia datang dengan menenteng sebuah kantong plastik berisi sate pesanan istrinya.
"Sayaaangggg!!!" teriak Satria yang langsung mencari Istrinya, Rahel yang mencium sesuatu yang dia sangat inginkan sedari tadi langsung beranjak dari kursinya dan menghampiri suaminya.
"Udah pulang byyyy!!!" balas Rahel sambil berlari dengan merentangkan kedua tangannya dan memeluk Satria dengan erat seperti tidak ketemu satu tahun saja.
Mereka semua yang menyaksikan hal itu jadi senyum senyum sendiri melihat dua manusia anti pernikahan itu justru tampak sangat bahagian dengan pernikahan mereka.
"Kenapa lari lari sih?" tanya Satria yang memeluk Rahel.
"Kangen," ucap Rahel manja membuat Satria tersenyum.
Mom Ayu dan Dad Bram saling menatap, mereka benar benar terharu melihat pasangan itu bahagia saat ini.
"Cieee yang lagi mesra mesraan di depan jomblo," sindir Jenny membuat mereka tergelak akibat celotehan gadis itu.
"Loh kamu jomblo Jen?" ucap Satria, "Terus Bastian gimana?" sambungnya lagi membuat Jenny memasang wajah kesal.
"Ihhh pak Satria mah gak asik, Mau Bastian gimana juga bukan urusan saya kali Pak," gerutu Jenny sambil menekuk wajahnya.
"ahahahahah sudahlah, kalian ini ada ada aja," ucap Mom Ayu sambil tertawa.
"Ayo ganti baju dulu sayang, ohh iya By, kenalin ini teman SD ku dulu, " ucap Rahel memperkenalkan Jonathan pada Satria.
Jonathan bangkit berdiri dan membungkuk hormat pada Satria begitu juga dengan Satria yang melakukan hal yang sama.
"Saya Jonathan," ucapnya memperkenalkan diri.
"Satria, senang bertemu dengan teman istriku," Ucap Satria.
"Kalau begitu kamu ke belakang dulu," ucap Satria.
Satria dan Rahel ke belakang sebenarnya untuk memakan sate pesanan Rahel.
Jonathan pun menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan tadi.
"Saya punya seorang teman yang bisa mencari tau hal seperti ini, saya rasa kita lebih baik menghubungi mereka," usul Jonathan.
"Lakukanlah, kami butuh tindakan, bukan cuma sekedar kata kata," ucap Dad Bram tegas yang sontak membuat Nyali Jonathan sedikit terkejut dengan sifat Pria paruh baya itu.
"Baik," jawab Jonathan, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi salah satu temannya yang beberapa waktu lalu meminta bantuannya mengusut kasus kematian seorang nenek.
"Halo Bro ada apa!" jawab seseorang disana.
"Ken aku butuh bantuan kalian, ada kasus pelecehan dan ini melibatkan penjualan manusia dan pengedaran narkoba, kami tak bisa menemukan siapa pelakunya sebab rekaman CCTV dimusnahkan, apa kau bisa membantuku!" ucap Jonatan.
"Tentu bisa, akan kuberitahukan pada adikku, dia ahlinya bagian seperti ini, oh iya kau dimana sekarang?" tanya orang itu.
"Yogyakarta, aku baru dipindah dua hari lalu," ucap Jonathan.
"hmm baiklah siapa yang ingin kami cari infonya," tanya orang itu.
__ADS_1
"Namanya Frans Ranio Viko, anak kedua V.R grup dan data tentang..." Jonathan menghentikan sebentar panggilannya.
"Kalau boleh tau nama lengkap nona," ucap Jonathan.
"Sabrina Key Farenheit," jawab Gadis itu yang dibalas anggukan kepala oleh Jonathan. Mereka semua asik mendengar percakapan Jonathan dengan orang itu.
"Namanya Sabrina Key Farenheit," ucap Jonathan.
"Apaaaaaaa!!!!!" Pekik pria di balik telepon itu sampai sampai Jonathan harus menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Kenzooooooo!!!" Geram Jonathan Karen telinganya hampir saja pecah akibat ulah pria itu.
"Kenzoo?" ucap Dad Bram dan Mom Ayu sambil menatap Jonathan.
"Kau yakin namanya Sabrina Key Farenheit!!" ucap Ken dari seberang sana dengan nada mulai meninggi.
"Hey aku hanya memberitahukan namanya, gadis itu adalah korban disini, kenapa nadamu seperti itu?" ucap Jonatan.
"Koorrrbaaaannnn!!!" pekik Ken lagi dengan suara melengking membuat Jonathan sekali lagi menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Iya kau bisa tenang sedikit tidak!!" ucap Jonatan kesal.
Namun ponselnya dimatikan secara sepihak membuat Jonathan mengusap kasar wajahnya karena temannya yang satu ini benar benar menjengkelkan.
" Astaga anak ini benar benar membuat kesal saja!!!" gerutu Jonathan.
Mereka semua menatap Jonathan, " Eh maaf, dia memutuskan panggilannya tadi," ucap Jonathan sambil menggaruk kepalanya.
Drrrtt... drrrtt... drrrtt
"Dimana kau sekarang?" tanya Ken.
"Di kediaman keluarga gadis itu," ucap Jonathan.
"Tetap disana aku akan menemuimu disana," ucao Ken dengan nada meninggi pertanda kalau dia sedang marah saat ini.
"Baiklah tapi..."
tutt... tutt..... tutt
panggilan diputuskan lagi secara sepihak oleh Ken, membuat Jonathan memutar males kedua bola matanya akibat tingkah laku temannya itu.
"Alamatnya gimana dasar si bodoh ini," gumam Jonathan sambil mengirim lokasi mereka saat ini pada Ken.
"Bagaimana nak?" tanya Mom Ayu.
"Sebentar, sebelum itu siapa nama temanmu itu?" tanya Dad Bram.
"Kenzo Om namanya David Kenzo Anderson," ucap Jonathan membuat Mom, Dad dan Sabrina terkejut mendengar nama itu, bahkan Cika yang baru saja bersih bersih sampai terkejut saat mendengar Jonatan menyebut nama Kenzo.
"Wahhh pak polisi jaringannya luas, gimana bisa kenal sama Kak Kenzoooo!!!" celetuk Cika sambil duduk di dekat mereka.
"Kalian kenal?"tanya Jonathan tak percaya.
__ADS_1
"Tentu saja, dia keponakan kami nak, sepupu nya Sabrina," ucap Mom Ayu.
Mata Jonathan terbelalak, dunia ini begitu sempit pikirnya.
"Darimana kau mengenal Ken?" tanya Dad Bram.
"Kami teman sepermainan om, dulu kenal sewaktu saya masih di Akpol,"jelas Jonathan.
"Ohhh begitu," ucao Mom Ayu.
" Tak kusangka ternyata Ken adalah bagian keluarga kalian," ucap Jonathan.
"Kami juga tak menyangka teman yang kamu katakan itu adalah kakak sepupu Sabrina," ucap Mom Ayu.
"Apa kata kak Ken tadi kak Jo?" kali ini Sabrina yang berbicara, mereka semua menatap gadis itu.
"Sepertinya dia akan datang kemari," ucap Jonathan.
"Bukannya di di Jakarta?" tanya Mom Ayu.
"Sepertinya tidak Tante," ucap Jonathan.
Benar saja 30 menit mereka menunggu, seseorang mengetuk pintu rumah mereka, Pak Gio datang membukakan dan menyambut siapa gerangan orang itu.
"Malam Pak Gio," sapa pria yang tak lain adalah Ken.
"Tuan Ken, selamat datang," ucap pak Gio.
Ken pun masuk ke daoam rumah itu dan segera menemui mereka.
"Paman, Bibi, Ken datang!" ucapnya sambil memeluk Dad Bram dan Mom Ayu.
"Selamat datang nak, Kami merindukanmu bagaimana keadaan mu, bagaimana dengan kondisi Luna? apa dia baik? kandungannya bagaimana?" tanya Mom Ayu.
"Semuanya Baik Bi," jawab Ken.
Kemudian dia menatap Sabrina," Sabrina?" panggil Ken, namun Sabrina menundukkan kepalanya. Ken menatap Jonathan dengan seribu pertanyaan di kepalanya.
"Duduk dulu," ucap Dad Bram.
"Hmmm... jadi apa yang terjadi sebenarnya jelaskan padaku," ucap Ken dengan tatapan mata datar dan dingin.
"wahhh tampan sekali, siapa dia?" batin Jenny.
Akhirnya mereka pun menjelaskan semua detail kejadian pada Ken. Ken yang mendengar hal itu terkejut bukan main karena Adik sepupunya menjadi korban kekerasan bahkan sampai di jual.
"Sial, kenapa bisa sampai seperti ini!!!" geram Ken.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😊😉😊