
Brakkkk
Meja di pukul dengan keras, kilatan amarah tampak dengan jelas di wajah pria paruh baya yang baru saja mendengar berita tentang penyiksaan yang dialami Rahel.
"Kurang ajar gadis itu!! berani-beraninya dia memukul menantuku!!!" teriak Dad Bram.
"Dad, tenangkan pikiranmu nanti tekanan darahmu bisa naik lagi, sabar!" ucap Mom Ayu sambil mengelus dada suaminya agar pria berkumis itu tenang.
"Mom kita harus segera melaksanakan rencana kita, Dad gak mau Rahel disakiti kasihan dia sudah terlalu banyak luka di tubuhnya!" ucap Dad Bram sambil memijit pelipisnya dan duduk bersandar di kursi kebesarannya.
"Iya Mom tau, baiklah kita lakukan setelah Rahel pulang dari rumah sakit, tak mungkin kita buat dia minum obat tidur dengan kondisi terluka, " ucap Mom Ayu.
"Baiklah, Dad tidak mau Rahel kenapa-kenapa Mom, kasihan dia ,biar Satria bertanggung jawab atas Rahel sampai akhir hayatnya!" ucap Dad.
"Tapi apa kita tidak akan menyakiti Rahel Dad?" tanya Mom Ayu khawatir.
"Tenang saja, serahkan pada Dad," ucap Dad Bram.
Sementara itu di kantor polisi , Satria tampak menatap tajam pada Gaby yang sedang duduk di dalam sel tahanan sambil menangis dan memohon untuk di keluarkan.
"Pak saya mohon jangan tahan saya, saya mohon !" pinta Gaby sambil menangis dan menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Kau sudah menyerang istriku, melakukan pencemaran nama baik, dan melukai Rahel, kau tak akan ku lepaskan dari penjara ini,!" ucap Satria dengan kilatan amarah yang benar-benar membuncah.
"sa..saya memohon maaf pak tolong jangan penjarakan saya," pinta Gaby.
"Tak ada tawar menawar Gaby, jika sampai kau berulah lagi maka bersiaplah, keluarga mu akan menjadi sasaran selanjutnya, berusahalah berubah selama di tahanan ini dan pikirkan apa saja kesalahan mu pada orang lain!!" ucap Satria dengan tegas.
"Arhhh... saya mohon, saya salah jangan kurung saya di sini!!" teriak Gaby histeris.
Namun nasi sudah menjadi bubur, Satria terlanjur marah, dia meninggalkan Gaby di kantor kepolisian dan menyerahkan sisanya diurus langsung oleh asistennya Bastian.
"Bas, tolong pastikan dia mendapat hukuman yang layak, dia sudah menyakiti calon Nyonya muda Farenheit!" ucap Satria.
"Nyo.. nyonya muda? A.. apa kau serius? apa kau akan menikahinya??" ucap Bastian terperangah, dia tak menyangka kalau kata kata itu akan keluar dari mulut Satria .
"Aku serius, maka pastikan si bodoh itu membekam di penjara untuk waktu yang lam, aku tak ingin calon istriku di sakiti seperti itu!" ucap Satria.
Plakk
Plakk
"Arhhh sshhh sakit, aku.. aku tidak mimpi ternyata, arhh akhirnya kau normal Satriaa!!!" seru Bastian bahagia .
"Ck pelankan suaramu Bas, orang- orang melihat kita!" gerutu Satria.
"Sudah sana bereskan hama itu!" ucap Satria.
__ADS_1
"Jangan beritahukan apa apa pada dua orang tua itu, biar aku yang beritahukan sendiri, Rahel belum tau identitasku," ucap Satria lagi.
"Siap Tuan muda!" ucap Bastian penuh semangat karena tuannya kembali normal.
Bastian menurut dan melakukan tugas yang diperintahkan oleh Satria.
"Wah sepertinya Om dan Tante akan sangat bahagia mendengar berita ini," gumam Bastian sambil tersenyum.
Satria melangkah keluar dari kantor kepolisian, dia sudah membereskan hama yang mencoba menyakiti calon istrinya.
Calon istri? tentu saja, Satria akan menepati janjinya pada tuan Raiden untuk menjaga Rahel. Sebab Rahel adalah alasan Satria tidak menikah sampai saat ini. Dia bersyukur Rahel adalah gadis baik yang cerdas sehingga kekhawatirannya akan janjinya lenyap begitu saja.
Jujur saja Satria sedikit takut jika suatu saat bertemu dengan Rahel yang punya kepribadian yang tidak sesuai harapan, berkelakuan buruk, atau mungkin terikat dengan pergaulan bebas.
Jika saja dia bertekad dengan Rahel yang sudah menikah maka dia akan melepaskan janjinya pada tuan Raiden dan menjalani hidupnya sendiri.
Namun ternyata Tuhan memberikan jawaban atas kekhawatirannya bahkan memuluskan jalan untuk bertemu Rahel yang bahkan sebelumnya tak bisa dilacaknya.
"Tunggu, tapi bagaimana aku mengajaknya menikah?" pikir Satria.
"Tak mungkin kan, Rahel ayo menikah, ehh.. sungguh tidak keren, hmm... tapi aku.. huh sepertinya aku mulai jatuh hati padanya, ahhh... aku sudah gila arhhhh, " ucap Satria sambil mengacak-acak rambutnya masuk ke dalam mobil.
"Jantungku berdegup kencang saat menatap wajah cantiknya itu, ahhh...cantik sekali, akhlak nya juga sangat cantik!" ucap Satria sambil menyalakan mesin mobilnya.
Drrrt... drrrt... drrrt
Ponsel Satria berbunyi, tampak nomor tak di kenal memanggil.
"Halo pak,ini saya Jenny, Rahel sudah siuman pak!" ucap Jenny dari seberang sana.
"Ahh benarkah? baiklah, kalian sudah panggil dokter ?" tanya Satria.
"Sudah pak, Rahel sudah diperiksa tadi," jawab Jenny.
"Baiklah, kalau begitu saya berangkat kesana sekarang!" ucap Satria.
panggilan diakhiri, ada senyum di wajah Satria saat mendengar bahwa Rahel sudah sadar.
Ya Satria sudah jatuh hati pada gadis itu, entah Rahel memiliki perasaan yang sama, Satria sudah memantapkan hatinya untuk meminang Rahel meski tak tau bagaimana cara melakukannya, biarlah waktu yang berlalu.
"Bagaimana caranya agar Rahel mau menikahiku? aku mungkin tak akan bisa menikah jika tidak bersama Rahel, hmmm... arhh terserahlah kalau kami memang jodoh ada saja cara Tuhan menyatukan kami," gumam Satria.
Beberapa menit perjalanan, Satria tiba di rumah sakit dimana Rahel di rawat. Luka di kepala Rahel tidak begitu serius namun Satria panik karena Rahel sampai pingsan.
Di dalam kamar Rahel, Bella dan Jenny menemani Rahel yang sudah diperiksa oleh dokter.
"Ra kamu tau gak, Pak Satria sampai panik banget saat lihat kamu pingsan ,dia memangku tubuh kamu teruss lari ke rumah sakit, untuk ada Bella yang nyetir," ucap Jenny.
__ADS_1
"Tau nggak, Pak Satria saking paniknya sampai marah marahin dokter disini, dia minta untuk melakukan semua prosedur pemeriksaan, MRI CT Scan bahkan dia paksa dokter buat cek darah kamu!" ucap Jenny dengan penuh semangat.
"Ya pak Satria pasti khawatir, istri cantiknya terluka ya kan Ra, kalian serasi banget," ucap Bella.
Jenny dan Rahel saling menatap tampak mereka sedikit gugup.
"Ehh.. i.. iya, makasih Bel, makasih juga udah bantuin mereka tadi," ucap Rahel yang sedang duduk di atas ranjangnya sementara Bella dan Jenny duduk di kursi di masing-masing sisinya.
ceklek...
Pintu dibuka, baru saja dibicarakan, orangnya sudah nongol aja.
"Tuh Pak Satria datang," ucap Bella.
"Ra, kamu baik-baik saja kan, gimana kondisi kamu? ada yang sakit? ada yang lecet? kamu butuh apa? perlu sesuatu?" tanya Satria panik tampak pria itu memang benar-benar khawatir pada Rahel.
Rahel tersenyum, "Aku udah baikan kok Satria," ucap Rahel.
"Terimakasih sudah membawaku kesini dan maaf mengacaukan kantor di hari pertamaku bekerja, hufftt aku takut dipecat kalau begini," ucap Rahel.
"Ya ampuuun Rahel!!" ucap Satria sambil mengguncang bahu Rahel, membuat Rahel terbelalak kaget karena jaraknya begitu dekat dengan Satria membuat jantung nya berdegup kencang saat melihat wajah tampan Satria di hadapannya.
"Kamu ini korban loh, kalau ada kejadian begini perusahaan pasti akan bertanggungjawab, aku sudah menjebloskan Gaby ke penjara dia layak dipenjara, kamu gak usah mikirin yang aneh-aneh!" dengus Satria dengan wajah kesal bercampur khawatir.
"eh... I..iya Sat, makasih banyak," ucap Rahel gugup,dia mengalihkan pandangannya.
Satria tersenyum tipis,
"Heheheh, aku menang banyak, akan ku buat kau jatuh cinta padaku Ra, aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu, aku sudah janji akan menjagamu, ku harap kau menemukan alasan baru untuk tetap hidup dan ku harap aku adalah alasan itu," batin Satria.
"Ekhmmm... uwu uwuannya jangan depan Jomblo kenapa pak?saya kan jadi iri," ledek Jenny.
"Jenny ahhh..." ucap Rahel malu.
"Pfft hahahah,lihat wajahnya dia merona, Kamu malu Sayang? hahhahaha," ledek Satria sambil mengacak-acak rambut Rahel dengan gemas.
"Astaga mereka serasi sekali, Drakor versi real life!!!" celetuk Bella.
"Sayang? kau mencoba mengerjaiku Satria? awas kau nanti!!!" kesal Rahel, dia tak bisa membalas Satria karena ada Bella disana.
Jenny sendiri hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka.
"Sepertinya kapal akan segera berlayar," Batin Jenny.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉😉😊😉😉