Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Seharusnya


__ADS_3

Satria memeluk istrinya dengan erat, dia mengusap air mata Rahel dan membiarkan wanita nya berbaring di atas dadanya yang lebar.


"Ada apa denganmu apa terjadi sesuatu di rumah besar? " tanya Satria pada Rahel yang tampak murung.


Rahel tidak menanggapi pertanyaan suaminya, tidak mungkin dia mengatakan kalau dia menangis hanya karena Mom Ayu tanpa sengaja menepis tangannya, dan mendorong dirinya saat akan masuk ke kamar Sabrina.


"Ada apa ra? tolong bicara jujur kepadaku, aku tahu pasti ada sesuatu yang sedang kau pikirkan," ucap Satria lagi sambil menatap wajah istrinya.


namun sama seperti tadi Rachel hanya menggelengkan kepalanya dan diam sambil memeluk Satria.


Satria yang benar-benar panik, tidak mau memaksakan istrinya untuk berbicara jujur tetapi pasti dia akan mencari tahu tentang hal ini nanti.


"Ya sudah kalau tidak mau berbicara, Jangan menangis Lagi," pria itu mengusap air mata istrinya penuh kelembutan dan memastikan kalau Rachel nyaman bersamanya.


"Maaf," cicit Rahel sambil menatap wajah Satria yang sangat dekat dengan dirinya.


Satria tersenyum lembut, " kenapa minta maaf?" tanya Satria.


"Karena sudah membuatmu khawatir, maafkan aku by, aku salah, seharusnya aku tidak pergi diam diam, seharusnya aku di sana menunggumu," ucap Rahel dengan mata berkaca-kaca.


"Ssst... sudahlah sayang, jangan menangis lagi, aku juga minta maaf karena tidak peka, maaf karena membiarkan dirimu sendirian," Satria mengusap air mata Rahel yang bercucuran.


"Aku yang salah, ada apa? kenapa kamu sedih begini, lihat matamu sampai merah begini, kamu benar benar membuatku panik," ucap Satria sambil menangkupkan kedua namanya di wajah Rahel.


"Maaf," hanya kata kata itu yang keluar dari mulut rahel.


"huffft iya udah jagan nangis lagi sayang," ucap Satria.


Rahel memeluk suaminya dengan erat, dia benar benar menemukan kehangatan dalam pelukan pria itu.


"By,,," panggil Rahel membuat Satria menoleh ke arah istrinya.


"iya ada apa?" tanya pria itu sambil menatap wajah Rahel.


"Lapar..." cicit wanita itu membuat Satria tergelak,


"Hahahaha ya lapar lah habis nya kamu nangis sampai begitu kencangnya, dasar kamu ini, ya udah ayo kita makan tapi di luar ya," ucap Satria.


"Nggak mau, makan disini, kita pesan aja, aku malas keluar, boleh ya please," ucap Rahel dengan mata berbinar binar.


"Ya sudah kalau itu mau kamu sayang, bentar aku pesan, kamu mau makan apa?" tanya Satria.


"Makan Sate Ayam sama nasi lemak boleh ya," ucap Rahel yang mood nya benar benar berubah saat ini, baru saja dia menangis tersedu sedu, sekarang dia benar benar tersenyum bahagia hanya karena makan malam.


"Baiklah tuan putri akan kupesan, kebetulan aku juga mau makan itu, kita kok bisa samaan sih," ucap Satria sambil mencolek hidung Rahel.

__ADS_1


Rahel hanya tersenyum manis dan menatap wajah Satria dengan intens, dia masih berada di pangkuan pria itu.


"Kenapa hmm?" tanya Satria.


Cup


Rahel mengecup bibir Satria dengan wajah merona, dia menelusup kan wajahnya ke dalam pelukan suaminya.


Satria diam membeku saat mendapat ciuman pertama dari istrinya dalam situasi sadar.


"Aku menyayangimu, aku menyukaimu, aku mencintaimu," cicit Rahel menyatakan perasaannya yang bahkan belum pernah dia ungkapkan selama ini.


Satria diam membeku setelah mendengar semua itu, dia benar-benar tidak menyangka kalau Rahel akan mengungkap perasaannya sekarang.


"Benarkah?" ucap Satria sambil menatap Rahel yang dibalas anggukan kepala oleh istrinya.


Satria menarik tengkuk istrinya dan mendaratkan ciuman di bibir ranum Rahel, tak ada penolakan dari Rahel, dia malah mengalungkan tangannya pada leher jenjang Satria.


Lama mereka menikmati ciuman itu hingga membuat hasrat seorang Satria bangkit. Tangannya mulai nakal, dia menelusup ke dalam kaos Rahel dan mengusap punggung wanita itu membuat gelenyar aneh pada tubuh Rahel, perlahan memberi pijatan lembut di punggung Istrinya.


Satria mengangkat tubuh Rahel dan membawanya menuju kamar Rahel di lantai dua.


Dan terjadilah hubungan suami istri yang memang semestinya mereka lakukan dalam keadaan sadar sepenuhnya.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu," ucap Satria sambil mengecup Kening Rahel yang memeluk tubuhnya dengan erat.


"Aku juga tapi aku lapar," rengek Rahel yang membuat Satria tersadar. Senyuman terukir indah di wajah tampan Satria, dia membelai rambut Rahel dengan lembut.


"Baiklah kita makan, akan ku pesan," ucap Satria sambil beranjak dari kasur dengan tubuh polosnya membuat Rahel terkejut bukan main.


"Hei apa kau malu? Hahahah kau bahkan sudah merasakan dan menyentuh nya, kenapa malu sayang hahahah," kekeh Satria menggoda Rahel yang menutup wajahnya dengan Selimut.


"Pakai celanamu!!" gerutu Rahel.


"Hahahah iya iya sayang," jawab Satria sambil meraih boxernya dan memakai celana panjangnya.


"Sudah, sebentar ya aku ambil sesuatu dulu di bawah," ucap Satria yang di balas anggukan kecil oleh Rahel dari balik selimut.


Rahel bangun dari kasur, dia merasa nyeri di tubuh bawahnya namun tidak separah pertama kalinya sebab Satria memperlakukan dirinya dengan benar benar lembut.


Dengan cepat dia meraih pakaiannya, dia teringat dengan betapa agresif nya dirinya tadi.


Puk


Rahel menepuk kepala pelan, lalu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada apa denganku, benar benar aneh," gumam Rahel.


Satria datang dengan membawa 2 buah gelas berisi es cendol yang sudah dibeli tadi.


Mata Rahel langsung tertuju kepada gelas yang dibawa oleh Satria. Seketika matanya berbinar-binar melihat es cendol itu, membuat Satria benar benar gemas dengan tingkah imut istrinya.


Rahel menatap es cendol itu sambil menggerakkan bibirnya dan menelan Salivanya sendiri, seperti baru pertama kali melihat saja.


"Ini sayang," ucap Satria menyerahkan satu gelas es cendol yang masih dingin pada Rahel.


"Boleh aku minum kan?" ucap Rahel dengan mata berbinar-binar.


"Iya boleh dong sayang, ini minum tapi nanti langsung makan ya biar gak masuk angin," ucap Satria sambil memberikan es cendol itu.


Rahel mengangguk dengan senyum bahagia.


sementara mereka berbahagia dengan makan malam mereka, di rumah keluarga Fahrenheit tampak Mom Ayu duduk di ruang santai sambil memikirkan apa yang terjadi dengan menantunya tadi.


Dad Bram menatap istrinya, "Mom yakin tidak melakukan kesalahan tadi?" tanya Dad Bram dengan tatapan serius.


Mom Ayu terdiam dia mengingat-ingat apa yang sekiranya dia lakukan saat menantu cantiknya di rumah mereka tadi.


Seketika Nyonya Fahrenheit itu teringat dengan saat di mana dia menepis tangan Rahel dan ketika dia sedikit mendorong tubuh saat akan masuk ke dalam kamar Sabrina.


"Oh Tuhaaann... Ini semua salahku, Aku yang membuat menantuku pergi tanpa pamit!!!!!" ucap Mom Ayu sambil mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya.


"Nah kan Dad udah curiga karena Mom itu kalau terjadi apa apa pasti begitu, ck..ck... ck. Mom Rahel pasti bakalan benci sama Mom, apalagi dia orangnya sensitif dan mentalnya masih bermasalah, hadehh... " Ucap Dad Bram menakut nakuti istrinya.


Mom Ayu mengacak acak Rambutnya, dia benar benar frustasi saat ini.


"Daaaadddyyyy bantuin Mommm huaaaaaaa, gimana kalau menantuku gak mau balek kesini lagi hiks hiks hiks, Dad... sayang gimana ini hiks hiks hiks," rengek Mom Ayu sambil menangis tersedu-sedu.


Dad Bram hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah istrinya itu.


"Tau ah gelap," ucap Dad Bram meninggalkan Mom Ayu disana.


"Daddyyyyyyyy!!!!!!" pekik Mom Ayu.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😊😉

__ADS_1


__ADS_2