Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Rencana pembalasan


__ADS_3

Rahel memeluk Sabrina dengan erat, dia menepuk nepuk punggung gadis itu dengan lembut agar dia tenang.


Jenny menatap Rahel saat dia mendengar nama yang disebutkan oleh Sabrina itu, dia tau jelas nama itu, nama anak kedua dari V.R grup adik Dea Rania Viko.


"Ra pria itu kan," ucap Jenny.


"Ya aku tau, aku kenal dengan bajingan itu, memang mereka sekeluarga adalah orang paling busuk di dunia!!" ucap Rahel mengepalkan tangannya.


"nggak orangtuanya nggak kakaknya nggak adiknya sama sama tidak ada yang bisa diandalkan, manusia sampah!" ucap Rahel.


"Apa kakak kenal?" tanya Sabrina.


Rahel menatap Sabrina, dia mengusap wajah Sabrina yang masih memiliki beberapa bekas luka tamparan di wajahnya, dia membelai rambut Sabrina yang di potong acak acakan.


Rahel mengangguk sambil meneteskan air matanya namun secepat mungkin dia menghapus air mata itu.


"Loh Ra, kenapa menangis? jangan ingat mereka lagi, kamu kuat Ra kamu pasti kuat," ucap Jenny yang langsung memeluk sahabatnya, dia sangat hapal dengan sifat Rahel.


"Kak Rahel kenapa kak?" tanya Sabrina yang juga ikut khawatir.


"Frans itu adik sepupunya Rahel dek, dan Rahel dulu juga mendapat perlakuan yang sama persis seperti yang kamu alami, jadi sedikit banyak dia paham dengan rasa sakitmu," jelas Jenny yang masih memeluk Rahel dengan erat.


Mendengar hal itu, Sabrina terkejut, dia tak menyangka wanita cantik itu ternyata juga mengalami hal yang sama mengerikannya dengan dirinya.


"Kamu beruntung Sabrina punya keluarga di sisimu, Rahel tidak punya siapa pun saat dia hancur waktu itu, orangtuanya meninggal perusahaan bangkrut dan semua temannya meninggalkan dia," jelas Jenny.


"Dia di bully dan diejek satu kampus, mengingat hari itu aku benar benar marah pada mereka," ucap Jenny yang ikut meneteskan air matanya.


"Tapi aku punya kamu Jen, kamu yang selalu menyemangati aku, aku bisa bertahan sampai saat ini karena dukungan mu, terima banyak," ucap Rahel sambil menangis.


Sabrina ikut memeluk kakak iparnya, ternyata ada orang yang mengalami hal yang lebih mengerikan dari dirinya, dan itu adalah kakak iparnya.


"Sudahlah kita jangan menangis lagi, sekarang adalah waktunya untuk balas dendam pada orang orang itu!" ucap Rahel dengan tekat bulat.


"Ya Rahel benar, kita akan membalas mereka dengan pembalasan yang setimpal!" ucap Jenny.


"Sabrina kamu jangan takut, kami akan mendukungmu, dan..." Rahel berhenti sejenak.


"Tak akan ada yang bisa menyakiti dirimu Sabrina, kamu berharga mereka yang salah dan mereka harus mendapatkan balasan yang setimpal," ucap Rahel sambil memeluk Sabrina.


"Tapi Sabrina takut kak, bagaimana kalau mereka malah menyakiti kita? aku gak mau kalian kenapa kenapa karena masalahku," ica Sabrina.


Jenny dan Rahel saling menatap, dan mereka tersenyum, " Jangan khawatir Sabrina, " ucap mereka kompak.


"Kamu harus yakin pada dirimu!" ucap Jenny.

__ADS_1


"Kamu pasti bisa membalas mereka," tambah Rahel.


"Tapi..." Sabrina meragu.


"tenang dek, kami akan bantu, serahkan semua pada kakak!" ucap Jenny sambil mengangkat kedua lengannya.


"Percaya semuanya akan baik baik saja, Kapan kamu akan kasih tau masalah ini sama Mom dan Dad?" tanya Rahel.


"Emm...Sabrina takut kak, Sabrina takut mereka sedih, Sabrina nggak berani," ucapnya pelan.


"Sabrina, dengar kakak ya, justru kalau kamu gak kasih tau sama Mom, Dad dan kakakmu Satria, mereka akan sedih dan kecewa dan merasa tidak bisa diandalkan sebagai keluarga, justru mereka akan merasa tidak berguna, saran kakak kamu harus ngomong sama. Mom dan Daddy, kalau Kak Satria biar kakak yang urus," ucap Rahel menguatkan Sabrina.


"Baiklah kak, akan Sabrina lakukan," ucapnya.


"Nah gitu dong, gadis cantik jangan sedih lagi, kami akan membantumu," ucap Jenny sambil mengambil gunting.


tak..tak


"Saatnya perubahan!" seru Jenny dengan gunting di tangannya.


"Mau ngapain kak?" tanya Sabrina.


"Rapihin rambut gadis cantik ini, kamu terlalu cantik untuk bersedih seperti ini, kamu harus kembali, ingat Sabrina kamu itu berharga tak ada yang boleh menindas kamu apa pun alasannya!" ucap Jenny sambil membawa sabrina ke depan cermin dan mulai merapikan rambut gadis itu.


Rahel berjalan menuju lemari pakaian Sabrina," Boleh kakak lihat isinya?" ijin Rahel yang dibalas anggukan kepala oleh Sabrina.


Sabrina tersenyum menatap kedua wanita yang kelihatan sangat baik dan ramah itu, dia senang dia bisa merasakan kasih sayang dari saudara perempuan, sejujurnya saat Satria menikah, Sabrina benar benar bahagia karena dia bisa mendapatkan seorang kakak perempuan untuk diajak bercerita, berdandan, bermain dan banyak hal seperti saat ini.


Dan semua itu terwujud bahkan di luar ekspektasi Sabrina, dia menemukan dua perempuan dengan kepribadian berbeda namun hati mereka benar benar tulus dan lembut.


Tanpa sepengetahuan Rahel dan Jenny, mereka berdua sudah tidak ditempatkan lagi di bagian pemasaran, justru Rahel Secara resmi memegang posisi asisten Gama begitu pun dengan Jenny.


Untuk bagian pemasaran, kepala divisinya sudah diganti menjadi Bella, dan sesuai perintah Gama, Rahel dan Jenny disebut telah di pindah ke divisi lain.


Sementara mereka merias Sabrina, di kantornya Gama tengah sibuk membaca seluruh dokumen yang berhubungan dengan perusahaannya, matanya tertuju pada proposal V.R grup.


"Heh mau mencoba menjalin kerja sama lagi denganku, perusahaan kecebong seperti kalian seperti nya enak untuk dipermainkan, " ucap Satria sambil menatap berkas itu dengan senyum sumringah.


"Apa kau sudah gila, membaca dokumen itu sambil senyum-senyum sendiri?" ejek Bastian yang duduk di kursi kerjanya sambil berkutat dengan laptopnya.


"Ck... aku akan melakukan pembalasan, ayo bermain main dengan perusahaan itu, Bas kirim surat persetujuan untuk kerja sama ini, kita akan bermain main dengan mereka,"ucap Satria sambil tersenyum licik.


"Astaga itu cuma perusahaan kecil, mereka akan besar kepala kalau kau melakukan itu," ucap Bastian memutar malas dan bola matanya.


"Hei itu dulu milik istri ku, tapi sejak mereka pegang jadi sehancur itu, akan kurebut kembali apa yang menjadi milik istriku, aku tak mau mereka senang diatas penderitaan istriku," ucap Satria.

__ADS_1


"Baiklah baik, tapi kusarankan perketat pengawasan pada Rahel jangan sampai identitas kalian bocor, bisa bahaya," ucap Bastian memperingatkan.


"Ya Aku tau, ini akan sedikit beresiko, aku akan melakukannya dengan hati hati," ucap Satria yang di balas anggukan kepala oleh Bastian.


Drrrt... drrrt... drrrtt


Ponsel Satria berbunyi, tampak nama sang pujaan hati menghubungi nya, Satria langsung tersenyum penuh semangat.


"Hisssjjh buciiiinnnn!" ledek Bastian namun tak dihiraukan oleh Satria.


"Halo sayang," ucap Satria mengangkat panggilan dari istrinya.


"By aku ijin keluar ya sama Jenny dan Sabrina, kami mau ke maal, Sabrina udah cerita semuanya, Aku juga udah kasih tau sama Mom dan Daddy, mereka sedang mencari semua bukti untuk menghukum orang orang jahat itu," jelas Rahel.


"Benarkah? syukurlah dia mau bicara, terimakasih Rara," ucap Satria.


"Kalian mau keluar, apa perlu kutemani?" tanya Satria.


"Nggak perlu kok hubby, kamu kerja aja yang semangat ya, ingat buat makan siang, gak usah khawatir sama Sabrina dia baik baik aja kok, aku udah tau siapa dalangnya nanti kuceritakan," ucap Rahel.


"Baiklah, kalian hati hati ya sayang ya, kalau ada apa apa telpon aku," ucap Satria.


"Iya by tenang aja, jangan khawatir ya, ya udah aku tutup ya, aku sayang kamu," ucap Rahel.


"aku juga," ucap Satria sambil tersenyum.


Pria itu mendesah, dia masih saja Khawatir dengan istrinya, dia tidak bisa meninggal pekerjaannya padahal dia ingin menemani istrinya.


"Kenapa? kusut banget tuh muka," ucap Bastian.


"Aku masih khawatir sama Rahel sejak kejadian terakhir, dia itu masih belum stabil Bas," ucap Satria.


"Tenang Bro, percaya sama istri mu, jangan terlalu panik," ucap Bastian.


"Ya kau benar," ucap Satria berusaha tenang dan melanjutkan pekerjaannya, tiba tiba pintu di ketuk.


Tok... tok...tok...


"Satria, Bastiaaann!!!!!" panggil seseorang dari luar membuat kedua pria itu saling menatap.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉😉


__ADS_2