Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
PC 22


__ADS_3

"Jelaskan apa yang terjadi disini," ucap Satria sekali lagi.


"Be..begini pak, Jenny menyebarkan fitnah tentang saya, saya hanya ingin berbicara dengan karyawan baru ini, dia teman SMA saya, tetapi di..dia sangat sombong karena sudah menikah, padahal suaminya sangat buluk" ucap Gaby.


"Teman?" Batin Jenny.


"Cih always the same, playing victim!" Ketus Rahel yang masih bisa di dengar Satria.


"Ck... Kau mengatakan omong kosong Gaby, kenapa kau mengatai suami orang lain, penjelasan mu sungguh penjelasan yang bodoh tak heran semua laporan kerjamu harus di kerjakan oleh orang lain!!" Ucap Satria yang membuat mereka semua terbelalak kaget.


Setahu karyawan divisi pemasaran, Gaby merupakan karyawan dengan laporan pekerjaan yang selalu tuntas dan paling rapi serta tidak pernah salah. Ternyata ada fakta lain di balik itu.


"A.. apa maksud ba..bapak?" Ucap Gaby gugup.


"Hanya kau yang mengetahuinya iya kan Bella?" Ucap Satria sambil menyeringai menatap mereka berdua.


Glekk


Para karyawan menelan kasar Saliva mereka melihat Satria yang semakin hari semakin menyeramkan.


"Entah kenapa aku ingin tertawa, pffftthhh hahahha," batin Rahel yang menunduk sambil mengulum senyumnya saat melihat Satria memelototi bawahannya.


"Ahhh... Suami wanita yang kau Katai sombong itu sedang berdiri di hadapanmu apa kau tidak mau mengatakan apa apa padaku Gaby, Bella, mengingat kejadian terakhir di Maal serta semua rumor itu?" Ucap Satria.


"Su...suami? Pak Satria bukannya..." Mereka terbelalak mendengar ucapan Satria, melihat cincin pernikahan di jari masing-masing mereka bisa percaya kalau kedua sejoli itu adalah pasangan yang sudah menikah.


"Apa ada sesuatu yang ingin kalian katakan tentang diriku?" Tanya Satria sambil menatap karyawannya.


"Baiklah akan ku umumkan hari ini,Rahel adalah istri sekaligus asistenku, dia yang akan menggantikan posisi mantan asisten yang terakhir kali ku pecat," ucap Satria.


Mereka semua terbelalak, betapa beruntungnya gadis itu baru masuk kerja sudah di angkat menjadi asisten kepala tim pemasaran.


Rahel dan Jenny saling menatap, mereka tau ini hanya akal akalan Satria, untuk jadi istri bohongan tidak masalah, tapi yang jadi masalahnya adalah menjadi asisten kepala tim pemasaran, itu hak yang seharusnya dimiliki oleh karyawan senior yang lebih kompeten di banding dengan Rahel yang jelas masih karyawan dalam masa percobaan.


Rahel mendekati Satria dan menarik narik lengan kemeja pria tinggi itu.


"Ada apa?" Tanya Satria lembut sambil menunduk agar Rahel bisa berbicara dengan leluasa.


"Kau tidak harus melakukan itu, kasihan karyawan lain yang berprestasi," bisik Rahel yang merasa tidak enak.


Satria tersenyum, dia membalas bisikan Rahel.


"Ini salah satu cara untuk memilih pemimpin di tim ini, mau kan bantu aku?" Bisik Satria.


Rahel terkejut ternyata Satria tidak serius, sistem seperti ini memang cukup baik diterapkan sehingga para karyawan bisa bersaing dengan sehat.


"Ahhh... Baiklah, aku akan mengikuti permainan mu 'suamiku' hahahha," balas Rahel sambil terkikik geli.

__ADS_1


"Ck... Jangan menggodaku," ucap Satria yang harus mempertahankan kharismanya di hadapan para bawahannya.


Mereka semua terbelalak kaget melihat perlakuan lembut Satria pada wanita, berbeda jauh dengan apa yang mereka dengar dan lihat sebelumnya.


"Tapi pak bukannya untuk menjadi asisten harus paham seluruh konsep pemasaran di divisi kita?" Tanya salah satu karyawan memberanikan diri.


"Ya kau benar, dan dia pasti bisa memahami semuanya," ucap Satria.


"Tapi pak.."


"Kenapa apa ada yang keberatan dengan keputusan saya? " Tanya Satria.


"Tentu kami keberatan pak, dia masih baru dan sudah diangkat menjadi asisten kepala tim Pemasaran, sedangkan disini masih ada senior yang lebih berpengalaman pak, bukankah ini terlalu rasis pak!" Ucap yang lain.


Satria tersenyum, Rahel kembali mendekati Satria.


"Menunduk lah," bisik Rahel sambil menarik kemeja Satria. Pria itu menunduk dan mendekatkan telinganya pada Rahel.


"Ada apa?" Tanya Satria.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan, bisa habis aku di bully di tim ini, belum lagi ada mereka berdua disini," bisik Rahel sambil melirik Bella dan Gaby yang memberikan tatapan maut pada Rahel.


"Tenang saja, ikuti permainan ku," bisik Satria sambil menepuk pucuk kepala Rahel.


Semua yang mereka lakukan tak lepas dari pandangan para karyawan, sungguh ini akan menjadi gosip paling menghebohkan daripada berita kedatangan Presdir Farenheit yang tak pernah muncul di publik.


"Mampuslah aku sudah mengganggu istri iblis itu," batin Gaby yang sedang ketakutan menatikan gilurannya untuk di urus oleh Satria di setan kantor.


"Sejak kapan Rahel menikah dengan pak Satria, tak ada berita, Dea pun tak bilang apa apa, " batin Bella.


"Baiklah, untuk posisi asisten Kepala tim Pemasaran kita akan membuat kompetisi antar karyawan, karyawan magang juga boleh ikut, namun terkecuali Bella dan Gaby!" Ucap Satria.


Mendengar hal itu, Rahel, Jenny, dan karyawan lain bernapas lega, mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih posisi asisten Kapala tim pemasaran.


Gaby dan Bella saling menatap, mereka tak punya kesempatan padahal Bella termasuk salah satu karyawan yang berpotensi untuk mendapatkan posisi itu.


"Pak kenapa kami tak bisa ikut?" Protes Bella tidak setuju dengan keputusan Satria.


Satria menyeringai,


"Kau tidak ingat penghinaan mu kepadaku dan istriku saat di maal hari itu? Atau perlu ku tunjukkan rekaman ulang perlakuanmu pada kami?" Ucap Satria sambil menaikkan satu alisnya.


Glekkk


Bella dan Gaby menelan Salivanya sendiri, betapa sialnya mereka hari itu karena harus berurusan dengan pak Satria.


"Aku tidak ingin asistenku seorang yang pandai bersilat lidah, di depanku kalian mengatakan hal hal baik, tetapi di belakangku kalian menyebarkan gosip kalau aku seorang Gay!" Senggak Satria dehgan sorot mata penuh amarah.

__ADS_1


Gaby dan Bella terkejut bukan main, bagaimana Satria tau kalau mereka yang menyebarkan gosip itu pikir mereka.


"Sial!" Batin Bella.


"Baiklah kompetisi akan dimulai hari ini dan berakhir di akhir bulan, jika kalian memang benar-benar kompeten, kurasa kalian tidak perlu takut dengan kehadiran karyawan baru bukan?" Ucap Satria menyeringai.


"Kompetisi akan kita lakukan dengan melihat progres pekerjaan kalian selama sebulan, kita memiliki 2 proyek besar, konsep yang paling berkualitas akan menjadi pemenangnya dan kalian sendiri yang akan menentukan pemenangnya," jelas Satria.


"Kalau begitu saya akhiri sampai disini, kembali ke meja kerja kalian masing-masing, Untuk Rahel, Jenny, Gaby dan Bella ikut saya ke ruangan saya!" Ucap Satria.


"Ahh bukan karena dia istriku maka aku membelanya, suami mana yang tega membiarkan istrinya dihina di depan bawahannya sendiri!" Ucap Satria.


Setelah menyampaikan kata katanya, Satria dan karyawan yang dipanggilnya tadi masuk menuju ruang kerja Satria.


"Wah Pak Satria ternyata sangat keren, ternyata rumor itu salah!" Ucap Karyawan wanita.


"Wah aku jadi iri dengan mereka," ucap yang lain.


"Sepertinya Pak Satria menolak para wanita untuk menjaga perasaan istrinya, wah itu sangat manis," ucap yang lain.


"Hmmm kau benar, ahhh seandainya aku dapat pria seperti Pak Satria," gumam yang lain.


"Tapi kapan mereka menikah? Sepertinya baru baru ini ya," ucap yang lain.


Di dalam ruangan Satria tampak suasana menegangkan, sebenarnya menegangkan bagi Bella dan Gaby, sedangkan Rahel dia benar-benar akan tertawa sekarang karena wajah Satria yang benar-benar datar dan menurutnya itu lucu.


"Coba kau ulangi ucapanmu tadi tentang Rahel, Gaby!" Ucap Satria sambil menatap tajam ke arah Gaby.


Gaby menunduk ketakutan, begitu juga dengan Bella.


"Dan kau Bella coba ulangi gosip apa yang kau sebarkan tentang diriku di perusahaan?" Ucap Satria.


Bella spontan berlutut dan memohon maaf, dia benar-benar tidak mau kehilangan pekerjaannya di Farenheit Grup hanya karena ikut ikutan dengan Gaby dan Dea.


"Pak... Ma..maafkan saya, saya mengaku salah, sa..saya tidak akan mengulanginya," ucap Bella memohon maaf.


Gaby melirik Bella yang berlutut di sampingnya.


"Cih kau pikir dengan berlutut di depan setan ini kau akan berhasil meluluhkan hatinya?" Cibir Gaby di dalam hatinya sambil menatap sinis ke arah Bella.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2