Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
PC 35 (Jenny terkejut)


__ADS_3

(Hai reader yang budiman jangan lupa bantu Author menaikkan popularitas karya ini dengan cara like, vote dan kasih komentar kamu ya , terimakasih, salam dari Author gaje hhehehe?


...****************...


Jenny berjalan sambil menunduk, dia dikawal dua pengawal yang biasanya bertugas di dekat Presdir perusahaan besar itu.


Seluruh mata karyawan menatap ke arah Jenny yang dibawa bagaikan tahanan yang baru saja terciduk melakukan tindakan kejahatan.


"Loh itu kan..." ucap Bella yang baru saja dari kantin.


"Jenn!!" panggil Bella yang terkejut melihat rekan kerjanya dibawa oleh pengawal Presdir.


"Bella," cicit Jenny sambil melirik kedua pengawal berwajah datar dan dingin itu.


"Kena..." Bella tak melanjutkan perkataannya saat melihat kode dari Jenny.


"Ssstttt," Jenny menaruh telunjuknya di depan bibirnya dan Bella pun mengerti.


"Astaga jarang jarang Pak Presdir datang, sekalinya datang aku malah langsung dipanggil begini, mana Pak Satria dan Rahel gak masuk kantor lagi arghhhh gimana dong," batin Jenny ketakutan.


"Ada apa dengan Jenny, kenapa dia dibawa oleh pengawal presdir?" batin Bella.


"Ahh sudahlah nanti kutanyakan, tugasku masih belum selesai, aku harus bisa memenangkan kompetisi itu!" ucap Bella berjalan menuju kantor divisi Pemasaran.


Sementara itu di dalam lift khusus Presdir tampak Jenny begitu cemas, dia menggigit kukunya sampai habis saking ketakutannya.


"Huffft....." Jenny mendesah khawatir, dia benar benar takut sekarang.


Ting..


Lift tiba di lantai terakhir gedung itu, "Silahkan nona," ucap pengawal itu dengan suara beratnya memberi jalan pada Jenny yang ketakutan.


Jenny dengan takut takut mengikuti pengawal itu. Mereka berjalan menuju ruangan Presdir.


Tok..


Tok...


Tok...


Pintu diketuk sebanyak tiga kali, hingga akhirnya seseorang membukakan pintu ruangan besar itu. Satria tidak memiliki sekretaris lain sebab dia benar benar menjaga identitasnya dari publik.


Justru Bastian yang punya banyak sekretaris yang sebenarnya bekerja di bawah Satria tapi atas pengawasan Bastian untuk membantunya mengatur segala kegiatan perusahaan.


"Masuk," ucap pria yang tak lain adalah Bastian.


Glekk


Jenny menelan kasar Salivanya, apalagi melihat wajah datar Bastian yang benar benar menyeramkan untuknya.


"Ba..baik pak," jawab Jenny gugup.


Dia masuk ke dalam ruangan besar yang harumnya sangat khas dengan parfum seseorang yang sering ditemuinya di kantor.


"Mirip parfum pak Satria, ah kebetulan aja kali," batin Jenny sambil masuk dan menatap ruangan yang tertata dengan rapi itu.

__ADS_1


Matanya tertuju pada pemandangan yang sangat indah di depannya namun sebisa mungkin dia harus menahan diri karena ini ruangan Presdir.


"Tuan, Nyonya, Ibu Jenny sudah tiba!" ucap Bastian pada pasangan koplak yang berdiri menghadap tembok itu, tampak mereka sedang berbicara entah apa yang mereka bicarakan.


"Suruh dia kesini," ucap Satria.


"Silahkan nona," ucap Bastian.


"suara ini?" batin Jenny.


Jenny berjalan mendekati meja Presdir, dia berdiri di depan meja itu sambil mengepalkan kedua tangannya untuk mengatasi rasa gugupnya.


"Mereka berdua ini benar benar kekanak-kanakan," batin Bastian.


Satria dan Rahel berbalik sambil menatap Jenny.


"Hai Jen!" sapa mereka berdua sambil tersenyum manis.


"What the..." Jenny melotot tak percaya dengan siapa yang dilihatnya.


Jenny berjalan mundur sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan...


Brukk


Jenny terjatuh ke lantai saking terkejutnya.


"Pfftttthhh hahahhahaha," Rahel dan Satria tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Jenny yang benar benar terkejut saat melihat mereka berdua disana.


"Pak.. Satria.. Ra Rahel, Ka..kalian kenapa disini!??" ucap Jenny terkejut.


Satria menarik kursinya dan duduk di kursi kebesarannya.


"Apa..ja..jangan jangan pak Satria pak Pres.. Pak Presdir!!!" pekik Jenny terbelalak kaget.


Jenny menatap Rahel, yang ditatap hanya tersenyum manis. Dengan segera Jenny bangkit berdiri dan menatap mereka dengan tatapan tak percaya.


"Jadi Bapak Presdir misterius itu!!! tapi bukannya Presdir kita kakek kakek tua ya?" celetuk Jenny, sebab dia mendengar rumor kalua pria yang di kira Presdir mereka itu adalah seorang kakek tua yang menyamar menjadi anak muda.


"Pffftthhh hahhaha," Bastian dan Rahel tergelak mendengar ucapan gadis cantik tapi polos itu.


"Astaga Jenny rumor apa lagi sih yang beredar di perusahaan ini!??" ketus Satria yang malah dibilang kakek kakek oleh karyawannya sendiri.


"Heheh ma..maaf pak saya cuma dengar dari orang," jawab Jenny jujur.


"Hmmm terserahlah, saya memanggil ku kesini karena Rahel pengen ketemu," jelas Satria mengungkapkan niatnya memanggil Jenny ke ruangannya.


"Rahel, oh ya ampun Raaa, apa yang terjadi padamu!!" pekik Jenny sambil menghampiri Rahel.


"Kau sudah dengar penjelasan ku kan kemarin," ucap Rahel sambil menatap Jenny yang tampak khawatir.


"Aku dengar, lalu kau menikah dengan siapa?" tanya Jenny.


Rahel menepuk jidatnya sendiri, "Eghh Jenny Lola gimana sih? aku tinggalnya serumah sama siapa?" tanya Rahel kesal.


"Sama Pak Satria," jawab Jenny dengan polosnya.

__ADS_1


"Nah terus?" ucap Rahel sambil menaikkan satu alisnya.


"Ya kamu nikah sama Pak Satria masa iya sama Pak Bastian, kan gak mungkin Ra," ucap Jenny.


"Lalu?" ucap Rahel lagi mulai jengah dengan sifat sahabatnya yang satu ini.


"Ya Pak Satria suami kamu dong.... " ucap Jenny.


Satria,Rahel dan Bastian menatap gadis itu untuk menunggu reaksi nya.


"Haaaaaaa????"teriak Jenny lagi.


"Ck... bisa turunkan volume suaramu nona? sangat mengganggu," ketus Bastian dengan wajah kesal, sebab sedari tadi dia hanya mendengar pekikan gadis itu.


"Ck.. suka suka saya Pak, suara suara saya juga!" ketus Jenny tanpa menoleh pada Bastian.


"Ekhmmm... Jen!" ucap Satria.


Seketika Jenny terdiam dan tersadar kalau dia sedang berada di ruangan pemilik perusahaan besar itu.


"Ma..maaf pak," ucapnya pelan.


"Jen kamu sekarang sudah tau identitasku dan identitas baru Rahel, ku harap kau tidak pernah sekalipun membocorkan rahasia ini ke hadapan publik kalau ingin hidupmu tenang!" ucap Satria dengan tegas.


"Jika kamu sampai membocorkan tentang informasi ini maka sama saja kamu menjatuhkan sahabat kamu ke dalam penderitaan kamu paham kan maksud saya?" ucap Satria.


"Ba..baik pak, sa saya tidak akan membocorkan informasi ini!" ucap Jenny.


"Bagus, kami percaya padamu, bicaralah dengan Rahel," titah Satria.


" Rara kamu ngobrol dulu sama Jenny ya, aku mau selesaikan berkas berkas ini dulu," ucap Satria yang dianggukkan oleh Rahel.


"Ra..Rara??" ucap Jenny dengan mata terbelalak.


"Ck..ck.. ck. udah sini, dasar kadal Biru !" ketus Rahel sambil menarik tangan Jenny ke arah Sofa.


Sementara itu di sebuah Mansion mewah, Dea tengah menikmati spa pribadi di dalam kamarnya, dia seorang petinggi V.R grup tetapi dia tidak pernah melakukan pekerjaannya dengan benar, Jabatannya di VR Grup hanya sebagai embel embel untuk mencari popularitas, padahal pekerjaannya nol besar.


"Hmmm berita heboh hari ini, Presdir Farenheit membawa seorang wanita ke Perusahaan, a.. apaaaaaa!!!" teriak Dea Histeris hingga maskernya jatuh berantakan.


"Astaga Dea kamu kenapa sih!?" ketus Mamanya yang sedang menikmati sensasi kursi pijat.


"Ma Presdir Farenheit bawa cewek ke perusahaan, ini jadi trending topik seantero negeri, sama menghebohkannya waktu Presdir J.B grup terlihat bersama seorang wanita hamil !!"pekik Dea.


"perempuan? setahu Mama Presdir Farenheit itu udah tua Dea, jangan janagn dia bawa cucunya, " ucap Mama Dea yang biasa disapa nyonya Viko.


"Bukan tua Ma, kalau menurut Dea presdirnya itu masih muda,lihat aja dari stylenya dan cara jalannya, sehat gitu masa di bilang udah tua, Dea penasaran banget pengen ketemu langsung siapa tau dia kesem Sem sama Dea hahahah," ucap gadis itu sambil menatap foto Satria dan Rahel yang berjalan bergandengan tangan dengan menutupi wajah mereka.


"Wah boleh juga sayang, mungkin perempuan itu adiknya, karena setahu Mama keluarga Farenheit punya sepasang anak," ucap Nyonya Viko.


"Hahah baiklah akan Dea coba," ucap Dea dengan senyuman licik di wajahnya.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😉


__ADS_2