Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
PC 27 ( Ketemu Calon Mantu)


__ADS_3

"Kenapa sih Ra?" tanya Satria.


"Pintu rumah kebuka, padahal gak ada siapa-siapa Sat," ucap Rahel ketakutan.


Satria menatap Rahel yang memasang wajah takut, dia menarik tangan Rahel dan membiarkan gadis itu berdiri di belakangnya.


"Tenang, ayo kita periksa!" ucap Satria sambil menggenggamnya tangan Rahel.


"Tapi.. a.. aku takut, nggak usah deh Satria, mending kita pergi aja yuk, aku takut," ucap Rahel Dengan wajah panik.


"nggak apa-apa Rahel, udah ayo kita lihat, tenang ada aku!" ucap Satria.


Rahel pasrah, dia mengikuti Satria masuk ke dalam rumah.


"Tapi aku takut Satria!" bisik Rahel.


Satria menatap Rahel lalu dia tersenyum, dia menggenggam tangan itu dengan erat


"Tenang ya, kalau kamu di luar takutnya terjadi sesuatu," ucap Satria.


"Udah ayo, nggak apa-apa kok," ucapnya berusaha menenangkan Rahel.


Pintu di buka dengan lebar, Rahel dan Satria masuk ke dalam rumah itu, mata mereka menyusuri apa saja yang mereka bisa lihat.


"Hahahahahaha, ini loh Dad,"


"Hmmm benar benar enak, Mom emang paling jago!"


Terdengar suara Senda gurau dari dalam ruangan itu, membuat Rahel semakin takut, dia merapatkan tubuhnya ke lengan Satria sambil bersembunyi di balik punggung pria itu.


"Ck... pasti pasangan Fenomenal itu lagi!" ucap Satria dalan hati,dia sempat takut jika ada orang jahat yang masuk, ternyata penjahatnya orangtuanya sendiri.


"huuffttt... udah gak usah takut Ra," ucap Satria pada Rahel yang panik.


"Ihkk... aku beneran takut ini Satria, kalau orang jahat gimana, kalau mereka bawa senjata gimana?" ucap Rahel bergetar ketakutan.


Satria menjadi tidak tega melihat gadis itu ketakutan seperti itu, spontan dia merangkul bahu Rahel.


"Udah tenang, aku kenal kok suara itu, ayo kita temui," ucap Satria.


Rahel menatap Satria tampak keraguan dalam sorot mata gadis itu.


"Tapi..."


"Gak apa apa Rahel," ucap Satria sambil menggenggam tangan gadis itu.


Satria membawa Rahel, tampak raut bahagia di wajah Satria karena busa sedekat itu dengan Rahel, harapannya untuk membangun hubungan dengan gadis itu semakin tinggi.


"Astaga aku sepertinya benar-benar tergila-gila pada gadis ini,arhhh inikah cinta??" batin Satria sambil senyum-senyum sendiri.


Mereka masuk ke dalam rumah itu, mereka berjalan menuju ruang belakang dimana sumber suara itu berada.


"Benar kan apa ku bilang, hadeh mau ngapain sih mereka kesini?" batin Satria sambil geleng-geleng kepala melihat orangtuanya sedang duduk bercanda di atas meja makan dengan makanan yang sudah disediakan di atas meja makan.


"Hahahah Dad yang ini lucu deh kayaknya," ucap Mom Ayu sambil menunjukkan sesuatu di layar ponselnya.

__ADS_1


"Kalau Mom yang pakai pasti jadi beneran lucu hahahhahaha," ledek Dad Bram.


Plakkk


"ihhhkk Dad ngejek istrinya segitu amat sih," ketus Mom Ayu sambil memukul manja lengan suami tampannya yang di balas kekehan oleh Dad Bram.


Rahel dan Satria saling menatap, tampak di mata Rahel tatapan bingung dan heran, sedangkan Satria biasa saja karena hampir setiap hari dia mendengar celotehan ala pasangan limited edition itu.


"Ekhhmmm....." Satria berdeham, membuat pasangan yang sedang duduk rapat dengan Dad Bram merangkul Mom Ayu menoleh ke arah sumber suara.


"Eh sayang udah balik, loh ini siapa? pacar kamu ya!!" ucap Mom Ayu yang langsung menghampiri Satria dan Rahel,Mom Ayu langsung menggandeng tangan Rahel, sejujurnya dia benar-benar akan menangis saat ini.


"Kak Hana, anak kakak cantik sekali, hiks hiks aku merindukan kakak," lirih Mom Ayu dalam hatinya.


Dad Bram mengelus punggung Mom Ayu dari belakang, menguatkan wanita yang dicintainya itu.


"Dad, Mom kenapa gak bilang-bilang kalau mau datang sih," gerutu Satria, tangannya masih menggenggam tangan Rahel membuat Dad Bram dan Mom Ayu tersenyum tipis.


"kenapa? supaya kamu bisa mesra mesraan sama gadis cantik ini hemmm?" ledek Dad Bram sambil melirik tangan Satria dan Rahel yang masih berpegangan.


"ehh... ma..maaf.. "ucap Rahel langsung melepaskan genggaman tangannya dari tangan Satria.


Mom dan Dad tersenyum tipis apalagi melihat wajah kesal Satria.


"Ternyata anak Dad normal, kau memilih wanita yang tepat," bisik Dad Bram.


"Haishhh.... Ra ini kenalkan orangtua gak mau di bilang tua, maunya di bilang muda terus padahal udah keriputan, ini emak sama bapakku," ucap Satria.


"Emang muda kan?" celetuk Rahel yang membuat Mom dan Dad tersenyum kemenangan menatap Satria.


"Halo sayang, panggil saja Mom Ayu ya, emaknya si bandel ini," ucap Mom Ayu.


"Halo Rahel, panggil Dad Bram ya, bapaknya anak tengil ini," ucap Dad Bram sambil melemparkan tatapan mengejek ke arah anaknya sendiri.


"Ishhhh... udah ah, mau apa kesini? mau ngejek anak sendiri mending gak usah!!" ketus Satria dengan wajah kesal.


Rahel tersenyum tipis melihat keharmonisan keluarga itu, benar-benar sebuah keluarga yang manis, pikirnya.


"Wah anak durhaka, mentang mentang tinggal sama pacarnya ngusir orangtuanya di depan ceweknya, dasar nakal!" ketus Dad Bram.


"Om, Tan Ki.. kita nggak pacaran, saya cuma nyewa lantai atas kok, kita cuma teman serumah aja nggak lebih, " ucap Rahel yang merasa tidak enak jika sampai kedua orang tua itu salah paham.


"Panggilnya Mom dan Dad ya Rahel, " ucap Mom Ayu dengan sedikit mengancam.


"Eh... I..iya Tan.. eh maksudnya Mom," ucap Rahel gugup, entah situasi apa yang di hadapinya saat ini, dia juga bingung.


"Ohhh ... cuma penyewa toh, " ucap Dad Bram sambil membulatkan bibirnya menatap Satria dengan tatapan mengejek seolah mengatakan,


"Kasihan, gak diakui hahahha"


Satria memutar malas kedua bola matanya, selama ada Dadnya disana, dia akan habis kena bully.


"Iya Dad, jadi jangan salah paham ya, saya jadi gak enak sama Satrianya, udah nyewa malah nyusahin lagi,"ucap Rahel jujur.


"Loh jangan ngomong gitu Ra, nggak nyusahin kok," ucap Satria.

__ADS_1


"Aku gak enak aja Sat, kamu udah banyak bantu aku," bisik Rahel.


"Ya nggak apa apa kali Ra, kan temen," balas Satria sambil berbisik.


"Ekhhmm... kalian mau bisik bisik depan orang tua hmm?" sindir Dad Bram.


"Eh.. ma..maaf Dad," ucap Rahel.


Mom ayu dan Satria tersenyum melihat sifat Rahel yang sopan dan ramah, apalagi paras cantik gadis itu membuat siapa saja tertarik padanya.


"Sudah, jangan terlalu tegang, kalian sudah makan malam?" tanya Mom Ayu.


"Belum Mom, udah laper nih!" ucap Satria sambil memegang perutnya.


"Ya udah sana bersih-bersih gih, Mom udah masakin yang spesial mumpung kita disini, Cuma mau berkunjung aja ngeliat rumah baru si nakal ini, udah sana kalian berdua bersih-bersih dulu, setelah itu makan malam oke!!" ucap Mom Ayu.


"Baik Mom," jawab mereka berduaan.


"Rahel ke atas dulu ya Mom, Dad," ucapnya yang dianggukkan oleh keduanya.


Rahel pergi dahulu ke lantai atas, Mom, Dad dan Satria saling menatap.


"Dad, Mom mau apa sih? jangan sampai kalian bocorin rahasia Satria, ihkk gimana sih, mau ngapain coba," gerutu Satria sambil menghentak hentakkan kakinya ke atas lantai, Jika di depan orangtuanya, Satria kembali menjadi anak laki laki yang manja.


"Eh Ra ada apa sayang!" ucap Mom Ayu, langsung saja Satria bersikap cool dan berdiri tegap berusaha menjaga kharismanya.


"Pfftttthhh hahahhahahaha," Mom dan Dad tertawa terbahak-bahak melihat tingkah putra sulung mereka.


"Arhhh Dad, Mom, anak sendiri dikibulin ishhhhh!!!" rengek Satria sambil memasang wajah kesal ke arah orang tuanya.


"Hahahah, habis kamu gemesin sih sayang," ucap Mom Ayu sambil menepuk kepala anaknya.


Satria tersenyum, dia memeluk Mom Ayu dengan erat.


"Heheheh, Satria sayang Mom, ummah" ucapnya sambil mengecup kening Mom Ayu membuat Dad Bram meradang.


"Satria itu bagian Daddy!!!!!" teriak Dad Bram.


Satria langsung melepaskan pelukannya dan berlari menuju kamarnya.


"Wleekkk Satria menang banyak hahahahahahah,"


Brukkk


"Awhhhh, sejak kapan ada pintu disini!" gerutu Satria sambil mengelus kepalanya yang terjedot ke pintu kamarnya sendiri.


"Bwahahahahhahahahah,"


Mom dan Dad tertawa terbahak-bahak melihat anaknya terbentur, aduh keluarga aneh.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉😊


__ADS_2