
Di perusahaan Farenheit, tampak Rahel dan Jenny saling bercengkrama. Rahel sangat nyaman bersama sahabat baiknya, dia menceritakan semua kejadian yang membuat dirinya dan Satria terikat dalam pernikahan itu.
"Wah aku tak menyangka kalau sahabatku ini adalah istri bosku sekarang, berarti kamu juga bosku wah keren!!"celetuk Jenny sambil mengacungkan kedua jempol nya.
pluk..
"Ck... bos bos apanya Jenjen, jangan aneh aneh kamu," ketus Rahel sambil menepuk lengan Jenny.
"Tapi kamu baik baik saja kan?Pak Satria gak jahatin kamu kan!??" ucap Jenny sambil menguatkan suaranya dengan sengaja untuk mneyindir Satria yang sedang fokus dengan pekerjaannya.
Benar saja, Satria dan Bastian melirik ke arah gadis itu.
"Nggak kok, dia baik nggak gigit hahhaha," kekeh Rahel.
"Ya kali gigit Ra, paling kamu yang dimakan iya kan?" ucap Jenny sambil menatap Rahel dengan tatapan menggoda.
"astaga gadis ini benar benar menyebalkan!" " batin Bastian sambil menatap datar ke arah Jenny.
"Ck.. Jen kamu ini ya," gerutu Rahel karena digoda oleh sahabatnya.
"Jiah hahhahah beneran ya? " kekeh Jenny.
"Kamu udah digituin ya sama Pak Satria?" bisik Jenny dengan tatapan menggoda.
Plaakk
"Jennyyyyyyy......" teriak Rahel kesal dengan wajah memerah karena malu sekaligus kesal dengan tingkah jenaka sahabatnya yang punya otak 17+++.
"bwahahahahahhaah hahhah jadi bener hahahah," Jenny tertawa terbahak-bahak, dia berhasil menggoda sahabatnya.
Plukk
Rahel melemparkan bantal sofa ke wajah Jenny.
"Bikin kesal aja dasar otak mesum!" ketus Rahel.
"Hahahhahaha cie marah hahah," kekeh Jenny masih tertawa terbahak bahak hingga.
Brukk
Jenny terjatuh ke lantai karena terlalu banyak tertawa.
"Pffftthhh hahahhahaha rasain Jenny hahahah," Mereka semua tertawa melihat Jenny yang meringis kesakitan akibat ulahnya sendiri.
"Awhhhh bukannya ditolongin malah diketawain dasar kawan laknat .. eghhh pantatku sakit !!" gerutu Jenny sambil bangkit berdiri dan menggosok gosok bokongnya yang sakit.
Mereka semua geleng-geleng kepala dengan tingkah gadis itu, Jenny memang asik dijadikan teman cuma otaknya aja yang agak plus plus.
"Hahahah itu karma instan Jenny sayang, sakit gak tuh, kurasa pantatmu jadi rata hahahhahah," ledek Rahel yang membuat Jenny mengerucutkan bibirnya.
"Ck... terserah kamu deh," ketus Jenny.
"Dia banyak tertawa hari ini, syukurlah sepertinya aku harus menempatkan Jenny di sisinya, aku tak mau dia bersedih lagi," batin Satria sambil menatap Rahel dan Jenny yang saling melempar tawa dan canda.
"Wah ini perubahan besar pada Satria, dulu saja dia mana bisa kerja kalau ada yang ribut seperti dua wanita ini, tapi lihat sekarang di matanya hanya ada tatapan cinta ck.. ck... ck dasar bucin!" Batin Bastian sambil geleng-geleng kepala menatap bosnya.
"Rara, Jen, kemarilah!" panggil Satria.
"Ada apa?" tanya Rahel yang langsung beranjak menuju kursi Satria.
__ADS_1
"Hmmm mulai hari ini Jenny kuangkat menjadi asistenku dan akan bekerja bersama Bastian," ucap Satria.
"What!?" pekik Bastian yang membuat mereka semua menoleh pada pria tampan dan tinggi tegap itu.
"Maaf," ucapnya.
"Kenapa pak? gak suka? ihk saya juga gak suka kali!" ketus Jenny sambil memutar kedua bola matanya.
"Ck.. ck.. ck Jen jangan ngajak gelud kenapa sih?" ucap Rahel.
"Dia yang mulai Luan Ra," ucap Jennya.
"Sudah, mulai hari ini Jenny akan bekerja sebagai asisten ku dan akan mendampingi Rahel, hanya saja kita akan tetap masuk sebagai karyawan biasa di divisi Pemasaran, jangan sampai rahasia ini bocor Jen!" ucap Satria memperingati Jenny.
"Siap pak!" seru Jenny.
"Emm tapi pak gaji saya naik kan heheheh," kekeh Jenny sambil garuk-garuk kepala.
"Tenang saja Jen, saya akan memberi upah kamu dengan layak, karena kamu sudah menjadi orang penting bagi Rara-ku yang cantik ini," ucap Satria sambil tersenyum dan menggenggam tangan Rahel.
Bastian dan Jenny melongo melihat taraf kebucinan seorang Satria yang mencapai level tertinggi dalam sejarah perbucinan.
"Pak sejak kapan bapak jadi se alay ini?" celetuk Jenny dengan mata melongo.
"Pffftthhh hahahah, Satria kau jadi aneh hahah," ledek Bastian yang sudah tidak bisa menahan tawanya lagi apalagi melihat wajah Jenny yang benar benar speechless, melotot sambil mengangkang mulutnya.
"Iri bilang kawan!" balas Satria.
Rahel hanya geleng-geleng kepala melihat sifat suaminya itu, ya sifat yang baru Rahel tau ternyata Satria adalah seorang yang tidak segan segan menunjukkan cintanya di hadapan orang lain.
"Baiklah ini sudah selesai, kita makan siang yuk udah lapar !" celetuk Satria sambil menutup dokumen dokumen yang sejak tiba tadi terus berdatangan meminta untuk diselesaikan.
"Makan? wah tak terasa sudah siang sedari tadi kami menghabiskan waktu bercerita hahahah," celetuk Jenny.
"Hisshhh..." Jenny menatap sinis ke arah Bastian.
"Ck.. ck.. ck.. mau sampai kapan kalian berdebat? sudah ayo makan, istriku yang cantik ini pasti sudah lapar, iya kan sayang?" ucap Satria sambil menatap Rahel dengan senyuman manis.
"Huweekkk... kau menjadi aneh Satria, arhhh kembalikan Satria yang dulu!!" ucap Bastian sambil mengusap kasar wajahnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kau ada ada saja, sudahlah ayo kalau mau makan siang, kau membuatku malu Satria," ketus Rahel dengan wajah di tekuk.
"Apa kau tidak suka? kalau begitu aku tidak akan melakukannya lagi," ucap Satria dengan wajah berpura-pura sedih.
"Astaga Pak Satria benar-benar mengejutkan," bisik Jenny pada Bastian yang sedari tadi sudah berdiri di sampingnya.
"Ya kau benar, dia tidak seperti Satria yang dulu, dia terlalu bucin," balas Bastian yang ikut berbisik sambil sedikit menunduk agar Jenny mendengarnya.
"Hmm bucin!" ucap Jenny.
"Hei sejak kapan kalian berdua sedekat itu!" sergah Satria yang sudah berdiri dan memasang masker dan kacamatanya begitu juga milik istrinya.
"Ha? eh... sana kau!!" pekik Jenny sambil mendorong tubuh Bastian hingga pria itu kehilangan keseimbangan dan...
Brukkk
Bastian terjatuh ka atas lantai membuatnya meringis kesakitan.
"Arhhhh apa yang kau lakukan dasar wanita aneh!!!" kesal Bastian sambil menggosok bokongnya yang terasa sakit karena menghantam lantai.
__ADS_1
"Ck... kau berani beraninya dekat dekat denganku dasar tiang listrik!" ledek Jenny dengan wajah kesal.
Satria dan Rahel saling bertatapan seketika mereka tersenyum tipis.
Pelan pelan pasangan pengantin baru itu berjalan mengendap endap meninggalkan Jenny dan Bastian yang malah asik asikan berdebat.
"Hahahaha mereka akan histeris saat tau kalau kita meninggalkan mereka," kekeh Satria sambil mengunci pintu ruangannya dengan senyuman jahil.
krek.. krekk.. ceklek
"Beres hahhaha," kekeh Satria sambil mengangkat kunci ruangan miliknya.
"Kau nakal sekali, bisa perang nanti mereka itu," ucap Rahel tak habis pikir dengan kejahilan suaminya.
"Hehehe, ada kok kunci cadangan di dalam," kekeh Satria.
"Ya udah ayo," ajak Satria sambil menggenggam tangan Rahel.
Mereka berdua berjalan dengan santai menuju lift dan turun ke lantai satu.
Sedangkan di ruangan Presdir terjadi kekacauan besar diantara dua anak manusia laknat ini.
"Tuh kan jadi ditinggal, ini semua karena bapak sih bikin kesal aja!" ketus Jenny sambil berjalan ke arah pintu keluar.
"Lah kok jadi aku, ini semua karena dirimu dasar wanita aneh!" balas Bastian tak kalah ketus.
"Ck... diam pak, ini pintunya gak bisa dibuka, bantuin bukanya dong jagan ngomel melulu!" ketus Jenny.
"Cih .. membuka itu saja kau tak bisa dasar lemah!" ketus Bastian sambil mencoba membuka pintu.
Ceklek...
"Jiahh banyak gaya gak bisa juga kan, emang ya tiang listrik selalu banyak omong!" ledek Jenny dengan wajah kesal.
Pletak
" Ini dikunci dodol!" ucap Bastian tepat setelah menyentil kening yang membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Bapak yang dodol dasar tiang listrik!!!" pekik Jenny kesal sambil menghentak hentakkan kakinya ke atas lantai.
"Cihh dasar lemah, " ucap Bastian yang sedang mengambil kunci cadangan di laci meja Satria lalu kembali ke arah pintu keluar.
"Minggir sana!" ketus Bastian sambil mendorong tubuh Jenny membuat gadis itu kehilangan keseimbangan dan malah menarik kemeja Bastian hingga pria itu ikut terjatuh dan....
Brukkk
Bastian jatuh tepat di atas tubuh Jenny sekilas mata mereka saling berpandangan.
Deg... deg deg deg
jantung keduanya berdegup kencang.
"Arhhhhh mesuuummm!!" pekik Jenny sambil mendorong tubuh Bastian dengan kasar.
"Arhhh suaramu keras sekali!" kesal Bastian.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉😊😉