
Satria membawa istrinya masuk ke dalam Mall itu dan mengikuti semua keinginan ibu hamil itu, dia benar benar akan memenuhi semua keinginan Rahel.
“Kamu gak capek?” tanya Satria namun di balas gelengan kepala oleh Rahel.
Wanita itu melirik Jonathan dan Sabrina yang sedari tadi tampak diam,”Ummm Jo kamu temani Sabrina ya, kita mencar aja aku mau sama Satria, “ ucap Rahel yang tiba tiba menemukan ide di kepalanya.
“Dek kami jalan berdua dulu ya,” ucap Rahel.
“Tapi kak,” Sabrina berhenti bicara saat Rahel mengelus perutnya sambil memasang wajah memelas.
“Huhu baiklah," jawab Sabrina tertunduk lesu, dia mungkin akan mati karena serangan jantung saat berduaan dengan Jonathan, jika tidak untuk memenuhi keinginan Rahel dia tak akan mau mengikuti perintah wanita itu.
Puk...
“Jo jangan kecewakan aku, segera, aku butuh kabar baik dari kalian segera,aku hanya bisa bantu sampai disini, lakukan yang terbaik,” bisik Rahel sambil menepuk bahu pria itu.
“Terimakasih Ra, kau akan melakukan yang terbaik,” ucap Jonathan.
“Baiklah, By aku mau nonton boleh ya plisss...” ucap Rahel yang kini bermanja manja dengan suaminya.
“Baiklah, ayo sayang, bye Sabrina, Jo jaga dia,” ucap Satria yang dianggukkan oleh Jonathan.
Rahel dan Satria meninggalkan kedua insan yang sama sama saling gugup tak menentu itu.
Rahel menggandeng lengan suaminya dengan wajah tersenyum,”Ku harap mereka bisa bersama by,” ucap Rahel.
“Hmmm aku juga mengharapkan hal yang sama sayang, baiklah sekarang kita mulai tour Ibu hamil yang sangat cantik ini, kita mau kemana sayang?” tanya Satria.
“Ummmm.... nggak tau hehehe, aku mau kamu yang nentuin kita kemana, baby pengen Papanya bawa Mama dan baby keliling hehehe,” kekeh Rahel.
“Ughh... gemesnya,” ucap Satria sambil mencubit gemas kedua pipi istrinya.
“Baiklah sayang dan sayangnya Papa kita pergi ke arena bermain mau nggak sayang?” tanya Satria.
“Mauuu..... hehehe mau papa,” seru Rahel dengan suara yang dibuat seperti suara anak kecil.
“Siap meluncur,” seru Satria sambil menggandeng tangan istrinya.
Satria dan rahel menikmati waktu berdua mereka di arena bermain, tentu saja mereka hanay memainkan permainan yang aman bagi Rahel, Satria dengan posesifnya menjaga Rahel agar tidak tersenggol orang lain, dia tak ingin istrinya kenapa kenapa.
“By aku mau main itu boleh?” tanya Rahel sambil menunjuk Permainan memanah yang hadiahnya boneka boneka cantik.
“Tentu saja sayang, ayo...” seru Satria, dia berjalan sambil menempel di belakang istrinya, terlihat sangat romantis dan membuat Rahel bahagia dia menyukainya.
Mereka berdua bermain sepuasnya di arena bermain itu.
__ADS_1
Rahel tersenyum saat dia berhasil mendapatkan sebuah boneka beruang yang besar dan sangat cantik.
Tiba tiba ada seorang anak kecil laki laki menatap boneka beruang itu, matanya berbinar binar.
Rahel menatap suaminya, dia heran dengan anak kecil itu yang berdiri seolah meminta boneka itu dengan mata memelas.
“Tante... bo...boleh Rian minta bo..bonekanya?” ucap anak laki laki yang pakaiannya terlihat lusuh itu.
Melihat wajah lesu anak itu membuat Rahel tak tega, dia menatap suaminya dan Satria tersenyum,” lakukan yang kamu mau sayang, kita bisa beli lagi nanti,” ucap Satria sambil tersenyum.
Rahel mengangguk dia menunduk dan menatap bocah laki laki itu,”Siapa nama kamu tadi nak?” tanya Rahel dengan lembut.
“Ri..rian tante,’’ ucap anak kecil itu sambil menunduk takut.
“Rian mau bonekanya?” tanya Rahel dengan lembut, jiwa keibuannya memang sangat kental membuat siapa pun tenang di dekat wanita itu.
Rian kecil mengangguk pelan.
“Berapa usia kamu? Kenapa main sendiri nak?” tanya Rahel lagi.
“tu...tujuh tahun tante, Ri...rian sedang bantu kakek mengambil barang bekas tapi... ri..rian pengen bo..boneka,” cicit anak laki laki itu.
Rahel tersenyum, anak sekecil itu sudah bekerja dengan keras dan bergelut dengan kerasnya dunia ini.
Mata Rian kecil langsung berbinar binar saat mendengar kalau Rahel memberikan boneka itu pada Rian.
“Be..benar tante?” ucap bibir kecil itu.
“He..em... ini buat kamu nak,” ucap Rahel memberikan boneka beruang besar itu pada Rian.
“Terimakasih Tante, terimakasih banyak... terimakasih,” seru Rian kecil sambil membungkuk hormat.
“Heheh... ya sudah sana temui kakekmu, hati hati ya,” ucap Rahel setelah menepuk pucuk kepala anak laki laki itu.
“Terimakasih tante, om,sampai jumpa lagi,” seru Rian sambil berlari memeluk boneka itu.
“Ku harap anak kita tumbuh sehat by, dan menjadi pribadi yang kuat suatu hari nanti,” ucap Rahel sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Satria memeluk istrinya dari belakang den mengecup pucuk kepala wanita itu dengan lembut.
“Amin, aku yakin baby akan tumbuh menjadi orang yang kuat seperti mamanya,” ucap Satria.
“Dan hebat seperti Papanya,” tambah Rahel sambil memandang suaminya dengan senyuman bahagia.
Rian kecil tadi berlari menghampiri sang kakek yang sebenarnya bekerja sebagai pengangkat barang di bagian gudang mall itu.
__ADS_1
Dengan senyuman bahagia dia membawa boneka beruang yang cukup besar itu.
“Kakek,” seru Rian dengan wajah tersenyum.
Seorang pria tua dan seorang anak kecil perempuan yang lebih kecil dari Rian menoleh ke arah anak itu.
“Rian, darimana kamu?” tanya sang kakek.
Anak perempuan itu menghampiri Rian dan melihat boneka itu dnegan tatapan berbinar binar.
“Dari arena bermain kakek, tadi Rian ketemu tante cantik dan om tampan yang baik hati, ternyata di dunia ini masih ada orang yang baik kek, mereka memberikan ini pada Rian, heheheh ini untuk Cici, semoga Cici suka ya,” ucap Rian memberikan boneka itu pada Cici-nya yang usai nya 5 tahun sedang Rian 7 tahun.
“Terimakasih Koko Rian heheh, ini cantik sekali, pasti yang memberikan boneka ini orang yang baik hati,” ucap Gadis kecil itu.
“Heheh iya Kiara, tante tadi menepuk kepala Koko Rian, heheheh jadi kangen sama mama, tangannya hangat sekali,” ucap Rian dengan senyuman bahagia, hal sederhana yang membuat mereka tersenyum bahagia.
“Wah jadi Rian bertemu orang baik, kakek jadi penasaran siapa mereka yang memberikan boneka beruang ini Koko Rian,” ucap kakek tua itu.
“Heeheh.... orang orang baik kakek, Rian suka, mereka lembut sekali,” ucap Rian dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya.
“Ahhh Rian banyak tersenyum hari ini, sepertinya aku harus berterimakasih pada orang yang membuat kedua cucuku sampai sebahagia ini,” ucap kakek tua itu.
“Ternyata masih ada orang baik yang tidak memandang pakaian ya cucuku sayang,” ucap Kakek itu sambil tersenyum.
“He...em... lain kali kalau Rian ketemu, Rian akan bawa sama kakek,” ucap anak lelaki itu.
“Hahh... kakek jadi penasaran,” ucapnya sambil menatap seluruh area mall itu.
“Selamat siang tuan Liu, mobil sudah menunggu di depan,” ucap seorang pria dengan pakaian formal tampak dari perawakannya kalau dia adalah seorang pengawal.
“hmmm... baiklah,cari tau siapa yang memberikan boneka ini pada cucuku dan segera kirim laporannya padaku,” ucap pria yang disebut dengan panggilan kakek Liu itu.
“Baik tuan,” ucapnya sambil menunduk.
“Ayo Koko Rian, Cici Kiara kita pulang,” ucap kakek Liu sambil menggandeng kedua tangan bocah kecil itu.
.
.
.
Like, Vote dan Komen
Hmmm... siapa nih??
__ADS_1