
Makan malam telah dihidangkan di atas meja makan, Rahel dan Satria sudah berkumpul bersama Mom Ayu dan Dad Bram di ruang makan yang terbilang sederhana tapi tertata dengan rapi.
Setelah melakukan ritual dia sesuai kepercayaan mereka, makan malam di lakukan dengan hening dan tenang, sebuah kebiasaan yang benar-benar diajarkan turun temurun di keluarga Farenheit, begitu juga dengan Rahel dia memang terbiasa makan dengan situasi yang tenang seperti ini, sehingga tidka membuat dirinya merasa canggung.
"Wahh... enak banget, eghhh... kenyang aku Mom, makasih banyak buat masakannya!" ucap Satria sambil menepuk perutnya.
"Enak nggak Ra?" tanya Mom Ayu pada Rahel yang diam saja sedari tadi.
"Enak Mom," ucapnya sambil tersenyum lembut.
"Sepertinya masakan Mommy, Rara jadi rindu Mommy," batin gadis itu sambil menundukkan kepalanya dan berusaha menutupi kesedihannya dengan tersenyum selembut mungkin.
"Nah kalau begitu yang bertugas nyuci piring Dan sama Satria, Mom sama Rahel mau nonton, ayo nak!" ajak Mom Ayu pada Rahel.
"Piringnya belum beres Mom, biar Rahel bantu dulu," ucap Rahel merasa tak enak.
" Udah biarkan aja, itu udah tugas mereka, kita nonton aja yuk, kamu temanin Mom!" ajak Mom Ayu.
"Udah sana Ra, Mom nanti merepet lagi," ucap Satria.
"Baiklah," jawab Rahel pasrah.
Satria dan Dad Bram membereskan piring bekas makan mereka, sebenarnya ini sudah kebiasaan di rumah utama keluarga Farenheit, para wanita akan memasak makanan dan pria akan membersihkan peralatan dapur sehingga sem
Di ruang depan, Mom Ayu dan Rahel menonton acara talk show kesukaan Mom Ayu setiap akhir pekan, di hadapan mereka sudah tersedia beragam Snack dan minuman yang pastinya sehat dan tentu pilihan.
"Maaf ya Ra, Mom sama Dad buat kamu canggung ya, kita cuma mau melihat rumah barunya Satria, kami udah tau kalau ada penyewa di sini," ucap Mom Ayu sambil mengunyah kacang goreng yang ada di tangannya.
"Gak apa apa kok Mom, lagian ini kan akhir pekan selain itu ini rumah anak Mom, jangan merasa sungkan dengan Rahel, dan Rahel gak ada hubungan apa apa kok sama Satria," ucap Rahel.
"Ada apa apa juga gak apa apa kok," ucap Mom Ayu.
"Apa Mom?" tanya Rahel.
"Eh nggak, ini kamu minum dulu enak loh, Mom udah cobain tadi, seger!" ucap Mom Ayu sambil menyerahkan segelas Wine pada Rahel.
"Eh ini kan Wine Mom, nggak deh, Rahel gak kuat minum alkohol," tolak Rahel dengan halus.
"Gak apa-apa kok Ra, ini kan akhir pekan, minum sekali sekali gak masalah, biar badan hangat," ucap Mom Ayu sambil terus menerima Minuman itu.
"Ayolah, mau ya temanin Mom, pleasee!!" pinta Mom Ayu.
"Em... ya ya udah deh, Rahel minum, entar Rahel tidur disini aja, pasti nanti jadi mabuk," ucap Rahel.
"Iya terserah kamu, pokoknya minum aja, lepaskan semua penat kamu," ucap Mom Ayu sambil tersenyum puas.
Rahel meminum segelas Wine itu dalam sekali tenggak, membuat Mom Ayu terbelalak tak percaya sepertinya gadis itu tidak tau cara menikmati alkohol pikirnya.
__ADS_1
"Hahahah, kenapa kamu tenggak semua Rahel itu bukan air putih hahahhahah," ledek Mom Ayu.
Rahel mengusap bibirnya, dia menggaruk tengkuknya, dia memang tidak tau cara menikmati minuman seperti itu, dia hanya pernah melihat orangtuanya dulu meminum minuman itu jika merayakan sesuatu.
"Rahel mana tau Mom heheheh," kekeh Rahel.
"Wah enak ya," sindir Dad Bram yang baru selesai bersih bersih bersama Satria.
" Eh ada Wine, bagi ya mom!!" celetuk Satria langsung menyambar botol Wine dan menuangkannya ke dalam gelas wine yang kosong.
glek.. glekk... glekk
"Hmmm arhhh... enakk!" ucap Satria setelah menenggak Wine miliknya.
"Kamu tuh ya kalau udah lihat minuman begini matanya langsung berkilat, dasar anak nakal!!" ketus Mom Ayu padahal dalam hatinya dia senang kalau rencana mereka akan berhasil.
"eghh... nonton apa sih Mom?" tanya Dad Bram yang langsung duduk di samping Satria.
"Nonton acaranya si jamet Dad," balas Mom Ayu.
"Lah sejak kapan si jamet punya acara talk show mom, si jamet mah nangkring di parkiran bareng si joki nungguin babang Satria balek ke rumah buat di jadiin mantu sama anak mereka si Jamila," ucap Dad.
"Buahahahahaha, bener Dad tiap hari si Jamila nyariin babang Satria hahahaha, mau dijadiin suami katanya hahahahah!" Balas Mom Ayu sambil tertawa terbahak-bahak mengingat keluarga Jamet yang sering nangkring di parkiran ojek dekat rumah mereka.
Sebenarnya keluarga Jamet ini kumpulan orang gila alias kurang waras yang sering nangkring disana dan gangguin warga sekitar, apalagi Satria paling sering jadi sasaran si Jamila, perempuan kurang waras yang rambutnya diikat dua, giginya ompong, wajahnya kusam, pakaiannya warna warnai udah kayak pelangi di atas langit.
Pokoknya kalau ketemu mereka jangan harap bisa selamat dari serangan maut keluarga Jamet.
"Gak masalah sih kalau kamunya mau hahahahahah," balas Dad Bram sambil tertawa terbahak-bahak.
"haissshh apa apaan sih!" ketus Satria sambil menenggak habis winenya, ini sudah gelas yang ketiga.
"Satria jangan kebanyakan!" ucap Mom Ayu.
"Enak Mom," ucap Satria yang mulai merasakan efek minuman itu.
"Mom, Dad Rahel ke kamar dulu ya kepala Rahel pusing banget," ucap Gadis yang sedari tadi sudah pusing dan mabuk itu.
"Eghh... Mom Dad Satria juga pusing nih, mabuk deh kayaknya, ishh mana panas lagi!!" racau Satria sambil mengipasi dirinya.
Brukk
Satria terjatuh, sepertinya dia benar-benar mabuk sampai pingsan.
Brukk
Satu lagi korban kejahilan dua manusia paruh baya yang selalu merasa muda itu.
__ADS_1
Mereka tersenyum, Dad langsung membopong tubuh Satria ke dalam kamar pria itu, setelah membawa Satria, Dad datang untuk membantu Mom Ayu mengangkat tubuh Rahel.
"Dad gendong aja deh, masa iya diseret begitu, emangnya karung beras!" celetuk Mom Ayu.
"Bener nih? ah Dad segan ah, Dad gak mau. Mom aja deh yang gendong masa iya Dad gendong gendong anak gadis nggak deh," tolak Dad Bram.
Mom Ayu memutar malas kedua bola matanya, dia tau suaminya memang tidak mau sembarang menggendong orang lain apalagi itu wanita, bahkan bersentuhan dengan perempuan selain Mom Ayu dan Sabrina saja dia enggan.
"Haissshhhh sepertinya Mom harus mengeluarkan kekuatan super Mom, awas minggir sana, berarti malam ini Dad gak dapat jatah!" ketus Mom Ayu sambil menyingsingkan lengan bajunya.
"Eh jangan gitu dong Mom, ya udah biar Dad gendong jangan potong Jatah Dad, haisshhh!!" gerutu Dad Bram yang nggak mau kehilangan jatah hariannya dari sang istri.
"Nah diancam dulu baru mau, dasar tua Bangka otak mesum!!" ucap Mom Ayu sambil menepuk jidatnya sendiri.
Dad Bram mengangkat tubuh Rahel dan membawanya ke dalam kamar Satria kemudian membaringkan gadis itu di samping Satria yang sedang terlelap.
"eghh,udah Mom, sekarang tugas Mom biar Dad Keluar," ucap Dad Bram.
"Oke Dad, " ucap Mom Ayu.
Mom Ayu mulai menjalankan aksinya, dia menatap Rahel yang terlelap, dibelainya rambut gadis itu dengan sayang. Air matanya menetes melihat wajah polos Rahel.
"Maaf ya sayang, Mom harus melakukan ini supaya kalian bersatu secepatnya, Mom gak pengen kamu menderita, Mom sayang sama kamu, Kamu tau gak kalau Daddy dan Mommy mu yang sudah tenang di surga sudah menjodohkan kamu pada Satria sejak kamu dalam kandungan, ini sebagai balasan hutang Budi kami meskipun masih belum sesuai dengan semua bantuan keluarga kalian, semoga kamu bahagia nak," ucap Mom Ayu sambil melepaskan satu persatu pakaian Rahel.
"Sat, maaf Mommy harus melakukan ini, kamu harus menikah dengan Rahel, dia memang jodohmu nak, Mom ingin kalian bersatu, bahagiakan lah dia, maaf kalau Mom dan Dad keterlaluan seperti ini, tapi ini satu-satunya jalan agar kalian bisa bersatu," ucap Mom Ayi sambil melepaskan pakaian putranya.
Pakaian sengaja di buat berantakan dan ruangan sedikit di buat acak acakan, bahkan rambut mereka dibuat berantakan agar mereka percaya telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya.
Mom Ayu meninggalkan Satria dan Rahel dalam keadaan polos, meski berat tetapi harus dilakukan karena besok mereka akan segera dinikahkan.
"Sudah Mom?" tanya Dad yang menunggu di luar kamar, Mom Ayu mengangguk sedih.
"Jangan bersedih, kita harus melakukan ini, Dad gak mau Rahel hidup sebatang kara lagi, sudah cukup selama ini kita dibodohi oleh keluarga pamannya itu, besok mereka akan menikah, sudha ayo kita istirahat, besok akan jadi hari yang panjang, belum lagi Satria pasti marah," ucap Dad.
"Baiklah Dad, tapi gimana kalau Rahel semakin terpuruk Dad, Mom takut dia kenapa-kenapa," ucap Mom Ayu.
"Nggak akan, kita lihat besok ya sayang, jangan khawatir," ucap Dad Bram sambil memeluk istrinya.
"Gimana kalau mereka malah benar-benar melakukan itu Dad, apalagi kondisi mereka mabuk," ucap Mom Ayu.
"Tenang Mom, Satria kalau udah mabuk berat pasti akan tidur, dia gak akan melakukan apa-apa, " ucap Dad Bram.
"Huffft, baiklah," jawab Mom Ayu pasrah.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉😉😊😉