
Rahel dengan lahapnya makan di dalam kantor Jonathan, rekan kerja Jonathan sampai heran tumben tumbennya kapten mereka membawa seorang wanita ke kantor mereka apalagi sampai makan di dalam ruangan kerja kapten Jonathan yang terkenal kejam padahal hatinya sangat baik.
“Ra, kamu kelaparan atau gimana? Emang itu semua muat di perutmu?” tanya Jonathan yang tak habis pikir dengan perilaku Rahel yang aneh baginya itu.
“Namanya juga berbadan dua Jo, porsi makannya naik tiga sampai lima kali lipat dari biasanya, kamu akan lihat istri kamu nanti mengalami hal seperti itu,” ucap Rahel yang asik mengunyah makanannya.
“Kamu udah makan belum? Makan dong, aku yakin kamu pasti lapar,” ucap Rahel.
“Ahh kau benar aku benar benar lapar, sejak tadi pagi aku belum makan,” ucap Jonathan sambil duduk di depan Rahel.
“Loh kok gitu, ya udah nih makan ketopraknya, jangan sampai kamu sakit, emangnya kamu tinggal sendiri sampai gak makan? Tante kemana?” tanya Rahel sambil membuka bungkus sate untuk Jonathan.
“Mama udah meninggal Ra dua tahun yang lalu,” ucap Jonathan dengan wajah sedih membuat Rahel terkejut bukan main, sebab dia tidak tau kabar ini sama sekali.
“Aduh maaf Jo aku gak tau, maaf ya,” ucap Rahel merasa tidak enak dengan Jonathan. Pria itu adalah anak satu satunya di keluarganya, Papanya sudah meninggal terlebih dahulu saat dia masih berusia 7 tahun kemudian Mamanya meninggal dua tahun yang lalu.
“ Nggak apa apa kok Ra, Mama meninggal karena penyakit, tapi dia meninggalnya damai banget dia nggak buat aku kepikiran kalau dia udah nggak ada, Cuma kangen aja sama Mama,” ucap Jonathan. Rahel tersenyum,”yang semangat ya Jo, jadi kita sama sama Yatim piatu dong hahaha,” ucap Rahel sambil tertawa.
“Kamu gak apa apa kan? Aku terkejut banget waktu dengar kalau Om rai dan tante Hana meninggal, kayak gak nyangka aja gitu, masa secepat itu mereka meninggal, mana waktunya berdekatan,” ucap Jonathan.
“Hmmm.... ini yang mau aku selidiki Jo, aku yakin pasti ada sesuatu dengan kematian Mom dan Dad, aku yakin pasti ini pekerjaan keluarga Viko,” ucap Rahel sambil menatap Jonathan.
“kenapa kamu berpikir seperti itu Ra? Apa kamu menaruh curiga pada mereka, atau hanya asumsi kamu karena mereka mengambil alih perusahaan om Rai?” tanya Jonathan yang sebenarnya juga penasaran dengan kasus kematian Raiden dan Hana serta bangkrutnya perusahaan Raiden Grup.
“Ya aku menaruh curiga pada mereka Jo, cukup aneh kalau perusahaan tiba tiba bangkrut tanpa ada sebab yang jelas, perusahaan Daddy itu kuat, dan aku tau jelas manajemen mereka, aku curiga V.R grup memanipulasi atau mengancam Mom dan Daddy waktu itu, Raiden grup punya manajemen keuangan terbaik tetapi malah bisa hancur dalam satu minggu, tiba tiba aja utang udah membengkak dan banyak pihak yang mulai menarik saham mereka, kan aneh Jo, “ jelas Rahel sambil dengan serius menjelaskan kecurigaannya.
“Manajemen keuangan? Apa mungkin ada penyusup atau musuh di dalam selimut Ra? Bis aja ada manajer yang di ancam oleh pihak keluarga Viko atau justru bagian dari mereka, karena perusahaan sekuat itu tidak masuk akal kalau langsung hancur dalam seminggu,” ucap Jonathan yang juga setuju dengan perkataan Rahel.
__ADS_1
“Ya kamu benar Jo, aku juga curiga kalau di bagian keuangan ada yang berkhianat, atau mungkin Mom dan Daddy di ancam, karena aku menemukan surat berisi perjanjian yang telah mereka tandatangani dengan orangtuaku, hanya saja isi perjanjian itu hilang,” jelas Rahel.
“Om Rai dan Tante Hana terlalu baik, sejak aku kenal mereka dari aku kecil, menurutku om Rai dan Tante Hana emang kelewatan polosnya, mungkin mereka mengancam om dan tante, “ ucap Jonathan yang juga sedang menikmati makanannya.
“He...em... kau benar Jo, masalahnya isi perjanjian itu kita harus tau, dan aku yakin Raiden grup tidak diserahkan sepenuhnya pada keluarga Viko,” ucap Rahel.
“Apa Om Rai dan Tante Hana pernah membuat wasiat atau sejenisnya? Karena menurutku mereka pasti membuat surat wasiat mengenai pemindahan kekuasaan Raiden grup kepada penerus mereka jauh jauh hari, sebab mereka tau pasti kalau ada resiko besar menunggu di depan mereka,” ucap Jonathan.
Mendengar ucapan Jonathan, Rahel berpikir sejenak, “ benar juga kenapa aku tidak terpikir kesana selama ini ya?” ucap Rahel yang baru sadar kalau Mo dan Daddy nya pernah membuat surat wasiat saat dia berumur 14 tahun, beberapa tahun sebelum orang tuanya meninggal dunia.
“Apa pernah?” tanya Jonathan.
“Pernah Jo, saat aku berumur 14 tahun, Mom dan daddy membuat semacam surat wasiat itupun aku tau karena iseng curi dengar pembicaraan Mom dan daddy dengan pengacara keluarga,” jawab Rahel.
“Nah bagus, sekarang kita bisa dengan mudah mengambil alih kembali Raiden Grup kalau memang terjadi manipulasi data beberapa tahun silam, jika itu memang benar benar terjadi, maka V.R grup akan runtuh sebab mereka tidak memiliki dokumen asli kepemilikan perusahaan itu, jika ada pun pasti itu tanda tangan yang di palsukan, aku yakin itu,” ucap Jonathan.
“Kita coba cari tau Ra, aku akan menemanimu, kebetulan kasus yang aku tangani sedang kosong, jadi seminggu ke depan aku akan membantumu, kau tau kan alamat pengacara itu?” tanya Jonathan.
“Ya aku tau, beliau tinggal di kota ini juga,” ucap Rahel.
“Hmmmm baiklah tapi kurasa kau harus segera pulang dan selesaikan masalahmu dulu dengan Satria, setelah itu kita melanjutkan kasus ini,” ucap Jonathan.
“Ingat bicara baik baik dengan Satria, tunggu sampai dia cerita terlebih dahulu, dan jangan marah, nggak bagus buat kandungan kamu,” ucap Satria.
“He em..... terimakasih banyak jo, aku bersyukur punya teman seperti dirimu,” ucap Rahel sambil tersenyum.
“ Eitss.... tidak gratis nyonya Farenheit, kau tau kan aku ingin jadi adik iparmu juga hehehe,” ucap Jonathan sambil menaikkan satu alisnya.
__ADS_1
“Tcihhh dasar bucin, tenang saja kalau maslah itu aku akan mengaturnya, tinggal kalian berdua yang menentukan, aku hanya bisa sebagai mak comblang hehehe,” kekeh Rahel sabil tersenyum dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
“Ohhh iya, aku baru sadar sekarang, jadi Satria itu presdir Farenheit yang misterius itu ya, wahhhh aku gak nyangka Ra, bener aku gak nyangka Loh, ku pikir waktu itu kalian keluarga Farenheit yang lain, tetapi setelah mendengar pembicaraan kalian selama berkunjung ke rumah mertuamu, aku jadi paham kalau mereka keluarga Farenheit yang fenomenal,” ucap Jonathan.
“Sssttt.... jangan keras keras, mereka nanti dengar,” ucap Rahel sambil menunjuk rekan kerja Jonathan yang menatap mereka dari luar ruangan Jonathan dengan tatapan mata tak percaya melihat Jonathan sedekat itu dengan wanita.
Jonathan menoleh, sontak membuat mereka semua lari terbirit birit dari sekitar ruangan itu, Jonathan hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan dan kekepoan rekan kerjanya yang sudah tingkat akut itu.
“Nggak bakal kedengaran kok keluar Ra,” ucap Jonathan yang dianggukkan oleh Rahel.
Mereka pun menyelesaikan makanan mereka, lalu Jonathan mengantar rahel pulang ke rumahnya dengan Satria sambil berbincang bincang sedikit mengenai masa lalu mereka saat masih SD.
“ Makasih ya Jo, kalau kamu mau berkunjung boleh kok, aku akan usahakan buat panggil Sabrina juga, lagi pula pembalasan kita kan belum kelar, jadi tinggal menunggu waktunya, kamu pepet aja tuh si Sabrina, pasti klepek klepek hehehe,” ucap Rahel sambil terkekeh.
“Kamu mah ada ada aja, tapi dia udah jago berantem sekarang hahaha,” ucap Jonathan.
“Itu kan kamu juga yang latih makanya bisa jago begitu, semoga kalian cepat bawa kabar baik, ingat jaga dia Jo,” ucap rahel yang dianggukkan oleh Jonathan.
“Bye Jo, sampai jumpa lagi,” ucap Rahel.
“Bye Ra, sehat ya babynya,” ucap Jonathan yang dibalas senyuman oleh Rahel.
Setelah kepergian Jonathan, Rahel masuk ke dalam rumahnya dengan Satria, dia kembali memikirkan kejadian tadi, menjalin semuanya menjadi satu di kepalanya membuatnya kembali lemah dan sedih.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komentarnya ya 🤭🤭