
Pekerjaan kantor berjalan sebagaimana biasanya. Semua orang di perusahaan sudah tau kalau Rahel dan Satria adalah pasangan suami istri dan tentu saja ada yang suka dan tidak suka dengan Rahel.
Kehadiran Rahel menimbulkan banyak gosip, alasannya tentu saja karena Satria yang dikenal baik sebagai kepala Divisi pemasaran memiliki banyak fans di Perusahaan besar itu.
Oleh karena itu berita kalau Satria sudah menikah dengan sosok Rahel yang sangat cantik dan mempesona sontak membuat para karyawan wanita menjadi kesal sekaligus panas.
Di cafe yang ada di perusahaan tampak beberapa karyawan sedang menggosip tentang Rahel.
"Kau lihat tidak wanita itu, berani sekali dia mendekati pak Satria, cih sok kecantikan lagi, gak sadar apa wajahnya itu penuh dengan polesan make up, menjijikkan!" ketus salah satu manajer yang menaruh hati pada Satria.
"Heh kalian tau gak gara gara dia Gaby jagoannya pemasaran di penjara loh," tambah yang satu.
"Cih palingan juga perempuan murahan ya kan, masa iya pak satria yang tampan begitu mau nikah sama gadis udik itu, ihk pasti dia jual diri lah," tambah yang lain.
"Eh.. eh by the way tau gak kalau pak Satria itu kan Gay, " celetuk temannya yang lain.
"Dia bukan gay, dia cuma jaga jarak sama cewek, masa iya ganteng ganteng begitu di bilang gay," ujar manajer yang biasa disapa Hani itu.
"Manajer Hani beneran suka bangat ya sama pak Satria," tanya temannya.
"Siapa coba yang gak suka sama cowok tinggi, wajahnya tampan, alisnya tebal kulitnya putih, wohh pasti sukalah, apalagi kalau gak ada rumor itu, pasti kalian pada jatuh hati sama pak Satria!" ucap Hani dengan percaya diri.
"Buktinya Pak Satria bisa dekat sama tuh cewek murahan, jadi artinya pak Satria itu normal," ucap Hani sambil tersenyum dan membayangkan wajah Satria dalam pikirannya.
"Wah Manajer Hani bener juga, Pak Satria emang perfect banget sih, auranya aura seorang sultan, bau bau orang kaya deh pokoknya," ucap rekan kerja Hani.
"Tapi kan udah nikah ya kali Lo mau nikung, jadi pelakor dong," ucap temannya.
"Cih, pokoknya pak Satria itu harus sama aku, dia gak cocok sama perempuan aneh itu, kalau perlu kita singkirkan tuh cewek!!" ucap Manajer Hani.
Brakkkk
Meja mereka di gebrak oleh seseorang yang sangat mereka kenal.
"Pak.. Pak Bastian!" ucap mereka berdiri ketakutan sambil menatap Bastian yang memberikan tatapan dingin yang sangat menusuk ke arah mereka.
"Sial, mampus gue, apa pak Bastian denger omongan gue tadi?" batin Hani sambil menunduk ketakutan.
"Beraninya kalian!" bentak Bastian sambil menatap tajam ke arah empat karyawan mereka yang tengah menggosip tadi.
Glekkk
__ADS_1
Mereka menelan ludah mereka saat melihat Bastian marah, pria itu benar benar misterius bagi mereka.
"Ma.. maaf pak, Manajer Hani yang mulai," cicit salah satu rekan kerjanya membuat Hani membelalakkan matanya.
"I..iya Pak, Manajer Hani yang mulai," ucap yang lain setuju dan malah menyalahkan Hani.
Hani membelalakkan matanya saat rekan rekan kerjanya malah menyudutkan dirinya.
"Memulai apa sih, maksud ku berani sekali kalian berleha leha disini padahal jam kerja sudah dimulai, lihat jam kalian dasar tidak kompeten!!" bentak Bastian yang membuat mereka terkejut ternyata Bastian tidak membahas apa yang mereka bicarakan tadi.
"Ehh.. i..iya pak ka..kalau begitu kami permisi dulu, permisi Pak!" ucap mereka kocar kacir langsung pergi dari sana dan menuju divisi mereka masing masing.
"Ck... sial, berani sekali mereka mengatakan hal seperti itu tentang istri bos!" geram Bastian.
"Harus segera kuberitahukan pada Satria, jangan sampai nona Rahel dalam bahaya karena ulah mereka,"gumam Bastian.
Bastian melangkah menuju lantai dimana dia bekerja, dia merogoh ponselnya dan mengirim pesan teks pada Satria.
Sementara itu di ruangan Satria, tampak pria itu tengah sibuk membahas dokumen dokumen penting bersama timnya. Seluruh tim ada disana, kecuali Rahel yang sedang berada di luar ruangan, dia sedang menyiapkan minuman untuk kru divisi pemasaran sebab sedari tadi mereka belum juga istirahat, karena Rahel yang paling baru dia lah yang menyiapkan minuman dan Snack.
Ting...
Ponsel Satria berbunyi dan dari notifikasi nya dia tau itu Bastian asisten nya. Satria membuka ponselnya lalu membaca isi pesan Bastian.
Bagitulah isi pesan Bastian pada Satria. Begitu membaca pesan itu, Satria langsung panik karena istrinya saat ini tidak ada di dekatnya.
"Bella tolong pimpin rapat sebentar bekerjasama dengan Jenny, aku ada urusan sebentar!" ucap Satria sambil bangkit berdiri dan berjalan dengan terburu-buru.
"Loh Pak Satria kenapa? tumben banget wajahnya panik seperti itu,"" ucap Bella yang baru kali ini melihat Satria sepanik itu.
"Ya sudah lah biarkan saja, kita lanjut diskusinya, oh iya Ini gimana tadi?" tanya Jenny yang mulai membuka diskusi lagi.
Sementara mereka berdiskusi, Satria berlari kesana kemari mencari Istrinya yang mengambil cemilan di cafe yang ada di lantai satu.
Satria berjalan dengan cepat bahkan dia sampai berlari karena mengingat pesan Bastian tadi.
"Jangan sampai kamu kenapa kenapa Ra, aduhh ini kantor gak bisa apa cuma punya satu lantai?" ketus Satria sambil berlari saat tiba di pantai satu.
"Ck... dimana kamu Rara, lagian si bego ini bukannya langsung jagain Rahel malah ngelapor dari atas, dasar Bastian paokk!!" gerutu Satria dalam hatinya.
"Loh Pak ada apa kenapa berlari seperti itu?" tanya Manajer Hani yang sedang berada di lantai satu, barusan dia turun untuk mengurus kepentingan divisinya, Hani bekerja di divisi Desain dan produksi.
__ADS_1
"Ahhh manajer Hani, saya sedang mencari Rahel apa kamu lihat?" tanya Satria sambil mengatur nafasnya.
"Rahel? ohh istri bapak? saya gak lihat," ucap Hani sambil melirik ke arah Cafe dimana Rahel sedang berjalan keluar dari cafe sambil membawa rentengan kopi dan cemilan untuk timnya.
"Kesempatan emas!!" batin Hani saat melihat Rahel berjalan keluar.
"Aduh Pak Satria, itu keringatnya banyak banget, sini saya bantu Lap!" ucap Hani langsung mengeluarkan sapu tangannya dan mencoba mengusap kening Satria yang tengah mengatur nafas karena lelah berlari.
"Sini saya bersihin keringatnya pak," ucap Hani melancarkan aksinya.
"Satria!" teriak Rahel saat melihat suaminya akan disentuh oleh Hani.
Ptass
Satria menepis tangan Hani yang hampir menyentuh keningnya tanpa persetujuan dari dirinya.
"Apa yang kau lakukan? Tau diri dikit Napa hah? kau jelas jelas tau aku pria beristri masih saja kau coba goda? cih mikir Hani, kau tau kan aku siapa?"ucap Satria sambil melemparkan tatapan tajam ke arah Hani, dia tau siapa orang yang di maksud Bastian karena pria itu mengirimkan foto pelakunya tadi.
" jangan coba coba mendekatiku apalagi menyentuhku, ahh dan kuingatkan sekali lagi jika kau berani macam macam dengan istriku maka habis karirmu di tanganku!!" ancam Satria, kali ini aura pria itu benar benar menyeramkan, bahkan karyawan lain sampai memandangi mereka karena Satria berbicara dengan keras dan tegas.
Glekk
Hani terdiam, dia benar benar takut dengan tatapan Pembunuh dari Satria, baru kali ini dia dibentak secara langsung oleh pria itu.
"Mampus aku, tapi Pak Satria tidak tau Kan kalau aku mengatakan sesuatu tentang istrinya? kalau sampai tau bisa mati aku!!!" batin Hani yang bergetar ketakutan.
Satria menghampiri Rahel sambil tersenyum, dia tak mau menunjukkan wajah kesalnya di hadapan istrinya yang cantik itu.
"Kamu lama sekali," ucap Satria sambil mengambil barang yang dibawa Rahel.
"Antri tadi, Ada apa? kamu sepertinya marah sekali?"tanya Rahel sambil menatap Hani yang diam mematung.
"Hanya hama kecil, sudah jangan dipikirkan ayo ke atas yang lain sudah menunggu," ucap Satria yang dianggukkan oleh Rahel.
"Aku tak akan membiarkan siapa pun menyakiti istriku, cukup selama ini dia hidup Luntang lantang, hidup penuh dengan penderitaan, jika siapa pun berani macam macam maka habis kau saat itu juga!!" batin Satria.
"Dia benar benar menjaga perasaanku, ahhh manis sekali, hufff kenapa aku jadi deg degan begini sih," batin Rahel sambil sesekali melirik suaminya.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 😊😊😊