Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Ruangan Kerja


__ADS_3

Rahel dan Satria duduk di dalam ruangan itu, tampak nuansa yang ceria memenuhi ruangan itu.


"Jadi kenalin saya Aiden Maureer pemilik toko ini, sekaligus pria paling tampan di dunia heheheh," kekeh Aiden sambil menjulurkan tangannya pada Rahel.


Dengan ragu ragu Rahel membalas uluran tangan Aiden.


"Saya Rahel J.K," balas Rahel memperkenalkan dirinya pada Aiden.


"Udah tau istri, si Bambang kan?" ucap Aiden sambil melirik Satria.


"Ini dia teman yang aku bilang tadi, bener kan apa kubilang?" ucap Satria sambil menatap istrinya.


Rahel mengangguk pelan membuat Satria tersenyum meledek Aiden.


"Kau bilang apa Sat hah? macam macam kau ya, gue smack down habis Lo hari ini!" ucap Aiden.


"Ck .. ck.. den sadar umur, entar istrimu malu liat suaminya kayak kadal gini, eh by the way istrimu mana? gak dibawa?" tanya Satria.


"Nggak bawa Sat, dia nemenin Luna, biasalah itu bumil banyak maunya," ucap Aiden.


"Eh gimana kandungan Luna? baik kan? kapan lahiran?" tanya Satria.


"Dia baik, mereka baik kok sehat banget malah, lahiran mungkin sekitar dua bulan lagi deh kayaknya, nanti datang ya, dia pasti seneng, bawa Om sama Tante juga," ucap Aiden.


"Hmmm... oke, sekaligus gue bawa Rahel nanti biar kenalan sama kalian semua, oh iya selamat ya atas pernikahan dadakan mu," ucap Satria.


"Selamat juga atas pernikahan jebakanmu hahahahha," kekeh Aiden.


Mereka berdua tertawa terbahak-bahak dengan nasib mereka yang sama sama menikah secara dadakan.


Rahel merasa canggung karena tak bisa ikut dalam pembicaraan mereka, akhirnya dia memilih membaca dokumen yang mereka bawa tadi.


Saking asiknya membaca, dia tidak lagi memperhatikan kalau kedua pria tampan itu sedang memperhatikan dirinya yang begitu serius membaca dokumen dokumen itu.


"Wohooo, sepertinya kau mendapatkan seorang wanita segila Luna walaupun lebih bar bar si Luna sih hahahah," bisik Aiden sambil terkekeh dan melirik ke arah Rahel yang tampak serius membaca berkas berkas itu.


"Kau benar, aku bersyukur menemukan dirinya," ucap Satria sambil memandang istrinya yang semakin hari semakin cantik.


"Ekhmmm... jadi bagaimana dengan kerjasama kita Pak Satria, kurasa nona Rahel bisa menjelaskan?" ucap Aiden yang langsung membuat Rahel menoleh ke arah mereka.


Satria dan Aiden menatap Rahel yang kelihatan terkejut.


"Bagaimana nona? bisa jelaskan bagaimana kerja sama kita akan berlangsung?"tanya Aiden.


Rahel menatap Satria, yang di tatap malah acuh tak acuh, Satria malah asik memainkan puzzle yang ada di atas meja itu.


"Satria," bisik Rahel.


"Awhh.... shhhh Tolong jelaskan Ra, perut ku, perutku tiba tiba sakit, Den biar Rahel yang jelaskan ya, sakit perut nih," ucap Satria sambil memegang perutnya padahal cuma pura pura sakit.

__ADS_1


"Hisshhh...udah sana Lu, dasar kang biker!!" ejek Aiden.


"Grhhh... awas Lo!" ketus Satria sambil berlari menuju toilet untuk melancarkan aktingnya.


"Heheheh, maaf sayang aku mau kamu cepat berkembang meski udah mumpuni, kamu masih butuh pengalaman, apalagi ada Aiden dia akan bantu kamu, huh seandainya Gama juga ikut pasti makin pinter kamu, tapi ga apa lah si kembar bentar lagi meletus hahahh," kekeh Satria tersenyum di balik pintu sambil mengintip Rahel dan Aiden.


Rahel pun menjelaskan mengenai proyek pemasaran yang akan mereka lakukan terhadap produk kaca mata buta warna yang dikeluarkan Aiden.


Aiden mendengar Rahel secara seksama, terkadang dia mengoreksi ide yang diusulkan oleh gadis itu agar pemasaran produk kali ini semakin sempurna apalagi produk yang dikeluarkan Aiden merupakan produk spesial.


"Emmm tuan, boleh saya tau tujuan utama tuan mengeluarkan produk ini? apakah ada nilai historisnya?" tanya Rahel, bertepatan dengan datangnya Satria dari toilet.


"Iya Den, kenapa Lo ngeluarin produk seperti ini? selain itu promosinya besar besaran lagi sampai kita juga ikut Lo gaet," tanya Satria sambil duduk di samping Rahel.


Mereka berdua menatap Aiden dengan serius.


Aiden tersenyum, dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.


"Produk ini kudedikasikan untuk istriku, ini akan jadi produk yang mengingatkanku padanya, selain itu produk ini juga menyimpan banyak makna bagiku, sesuatu yang abu abu bisa dilihat jelas jika mendapat media yang tepat untuk melihatnya, begitu juga dengan aku," ucap Aiden.


"Hidupku yang dulunya abu abu kini semakin berwarna karena hadirnya sahabat sahabat, Adikku Luna yang cerewet dan tentunya kehadiran istriku," ucap Aiden.


"Wah jadi seorang Aiden sudah jatuh cinta pada Istrinya?" ucap Satria yang dibalas senyuman oleh Aiden.


"Kenapa harus kacamata?" tanya Rahel.


"good question!" ucap Aiden.


Satria dan Rahel terbelalak kaget dengan apa yang dikatakan oleh Aiden. Bagaimana tindak bullying bisa sampai merenggut sesuatu yang sangat berharga bagi seorang manusia.


"Maaf jika menyinggungmu," ucap Satria.


"Hahaha tak apa Sat, lagi pula hal itu perlu kan? aku ingin kalian memasarkan produk ini dengan mengikutsertakan sejarah diluncurkannya produk ini, nanti ku kirimkan file lengkapnya," ucap Aiden.


"Hmmm baiklah," ucap Satria.


Sementara mereka melanjutkan rapat mereka, di kantor Farenheit Jenny tampak ketakutan dia berjalan bolak balik kesana kemari Anatar masuk atau tidak ke ruangan Bastian.


"Arhhhh bagaimana ini,apa yang akan ku katakan padanya nanti," gumam Jenny sambil menggigit jarinya untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya Nancy yang melihat Jenny tampak mondar mandir di sekitar ruangan kerja mereka.


"Eh... aduh... emmm apa pak Bastian ada di dalam?" tanya Jenny, tampak dia sangat gugup dan ketakutan.


"Ada nona, ada perlu apa? supaya saya menyampaikan," ucap Nancy.


"Hmmm... biar saya sendiri saja nona, ada urusan dengan beliau, saya disuruh pak Satria kemari," ucap Jenny berusaha menutupi apa yang terjadi di antara mereka.


Nancy mengangguk lalu mempersilahkan Jenny masuk ke dalam ruangan mereka.

__ADS_1


"Mau apa dia bertemu Pak Bastian? Ck... lagi pula tak mungkin kan Pak Bastian tertarik pada gadis jelek dan tomboy itu, tenang Nancy selama kamu melakukan yang terbaik, Pak Bastian pasti akan melirikmu," gumam Nancy pada dirinya sendiri.


Jenny menarik nafas panjang dan membuangnya dnegan kasar, dia harus berani menyelesaikan masalah yang dibuatnya sendiri.


"Semoga dia tidak memakan ku arhhh kau bodoh Jenny!!!" gerutu Jenny merutuki dirinya sendiri.


Jenny sudah berdiri di depan ruangan Bastian, tampak dari kaca pembatas, pria itu tengah sibuk dengan dokumen dokumen di depannya bahkan sesekali dia memijit keningnya.


"fuuuhhhhhh... Ayo Jen kamu bisa!!" ucap Jenny menyemangati dirinya sendiri.


Tok... tok... tok


"Masuk!" terdengar suara dari dalam yang mengijinkan dia untuk masuk.


Bastian menatap ke arah pintu, terlihat seseorang masuk ke dalam ruangannya dan dia adalah gadis yang mengacaukan moodnya seharian ini.


POV Bastian


Aku sedang bekerja dengan semua tumpukan dokumen ini, namun moodku benar benar hancur karena kejadian tadi, entah kenapa aku merasa tak nyaman setelah membentak gadis itu.


Ku lakukan semua pekerjaan ku namun tak ada satu pun yang beres, pikiranku terus memikirkan ekspresi ketakutan gadis itu, apa aku terlalu kejam padanya? kenapa aku gelisah? aku juga salah karena tidak memperhatikan jalanku.


Arhhhh semua ini benar benar menyiksa, tak pernah aku merasa tidak nyaman seperti ini setelah membentak seseorang, bukankah sudah biasa aku melakukannya jika bawahanku melakukan kesalahan? ahhhh apa yang terjadi padaku.


Aku memijit pelipisku, tiba tiba seseorang mengetuk pintu ruanganku dan kupersilahkan dia masuk.


Betapa terkejutnya aku saat melihat gadis yang ada di pikiranku masuk ke ruanganku dengan ekspresi yang sama, ekspresi ketakutan seperti saat kubentak tadi.


POV AUTHOR


Bastian menatap Jenny, dia berusaha menetralkan pikirannya yang sedari tadi terus tertuju pada gadis itu.


"Permisi Pak," cicit Jenny sambil menunduk.


"Ada apa kau kesini? apa mau melakukan kesalahan lagi!" bentak Bastian dengan suara yang mulai meninggi.


"Ahhh sial aku tak bisa menahannya, kenapa aku membentaknya lagi!!" batin Bastian


.


.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😉😉😊

__ADS_1


BtW disini ada spoiler untuk adegan di "Terikat Skandal dengan CEO Lumpuh" ya,


Sengaja dimasukin biar kalian makin penasaran hehehehe 😊😊😊😊


__ADS_2