
Ketiga perempuan itu kini berada di dalam sebuah Mall diikuti oleh dua orang bodyguard yang di perintahkan khusus oleh Satria untuk melindungi Rahel, Jenny dan Sabrina.
Sabrina berada di tengah kedua wanita itu, mereka menggandeng tangan Sabrina dengan erat sementara dua bodyguard mereka tampak berpakaian casual agar mereka nyaman saat di Mall.
"Nah pertama kita ke salon dulu buat perawatan, Kamu harus menenangkan diri kamu Sabrina, nikmati semuanya dengan tenang," ucap Rahel.
"Iya Dek, tenang, rileks... santai kayak di pantai swoosshhh...pasti enak kalau ke pantai," ucap Jenny sambil membayangkan pemandangan laut.
Pletak,
"Kadal biru jangan Ngadi Ngadi, mimpi ke pantai nanti aja sekarang Kita perawatan mumpung Satria kasih dompetnya heheheh," kekeh Luna.
"Aishhhh ganggang laut, sakit tau, kau pikir kepalaku bahan untuk latihan tinju," gerutu Jenny sambil mengusap usap kepalanya.
"Iya, soalnya otakmu rada error dikit," ledek Rahel yang membuat Jenny mengerucutkan bibirnya kesal.
Sabrina tersenyum mendengar celetukan dua wanita dewasa yang tampak seperti anak remaja yang sedang hang out bareng di Mall.
"Uluhh cantiknya adek Kaka, senyum begini terus ya dek, jangan sedih sedih lagi, kita balas mereka!" ucap Rahel penuh semangat, tampak wanita itu sangat berbeda hari ini.
Jenny sampai mangap menatap Rahel untung air liurnya gak Keluar.
"Kok bau jengkol ya?" ucap Rahel seraya menutup hidungnya sambil melemparkan tatapan mengejek ke arah Jenny.
"Hoahhhh... nihhh bau jengkol aku kasih ke kamu hoaahhhh," ucap Jenny sambil mengarahkan mulutnya ke arah Rahel.
Dengan cepat Rahel berlari menarik tangan Debora dan bersembunyi di belakang dua bodyguard mereka.
"Hoaahhh.... ehhh... UPS..." Jenny terperangah saat melihat dua bodyguard berwajah seram di belakang mereka tengah berusaha menahan nafas mereka mencium bau mulut Jenny yang benar benar luar biasa baunya.
"egh... uhuk... no..nona makan apa tadi kenapa bau sekali," ucap Salah satu pengawal itu.
"Hehehe, sebenarnya gak makan yang aneh aneh, cuma saya ada asam lambung makanya nafasnya agak bau, maaf ya hehhe," kekeh Jenny sambil menggaruk garuk lehernya karena dia benar benar malu saat ini, bagaimana tidak malu dia mengarahkan nafas baunya tepat di hidung kedua bodyguard itu, untung gak pingsan ya kan Jen!
Sementara itu di belakang kedua bodyguard, Rahel dan Sabrina tertawa cekikikan sambil merekam wajah Jenny yang benar benar malu karena kejadian itu, pasti setelah ini Rahel akan diomeli habis habisan oleh gadis itu.
"Raheeeeelll..." rengek Jenny sambil menghentak hentakkan kakinya di atas lantai dnegan wajah kesal.
"Hahhahahah, kasihan hahahah," ledek Rahel sambil tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Sabrina.
Melihat keduanya tertawa membuat Jenny tersenyum bahagia, tak apalah dia merasa malu di hadapan kedua pengawal itu yang penting jika karena dirinya kedua wanita itu bisa tertawa maka tak masalah dia jadi bahan candaan.
__ADS_1
"Sepertinya Rahel mulai bahagia, syukurlah, aku senang kalau kamu juga bahagia Ra, ku harpa ke depannya kami tetap bahagia meskipun tanpa aku," batin Jenny dengan tatapan sendu namun seketika itu wajahnya benar benar berubah menjadi senang.
Rahel menatap wajah Jenny, dia tau ada yang tak beres dengan sahabatnya itu namun dia berusaha berpikir positif dan menjalankan misi mereka hari ini.
"Aku tau kau pasti memikirkan sesuatu Jen, ku tunggu penjelasanmu, jika kau tak memberitahukannya padaku maka akan ku cari tau sendiri!" batin Rahel.
"Ya udah masuk yuk ke Spanya dulu," ucap Rahel.
Mereka pun masuk ke dalam.spa perawatan itu.
Rahel merogoh ponselnya dan menghubungi suami tercintanya, entah kenapa tiba tiba dia merindukan sang suami bucinnya itu.
"Halo Hubby!!" ucap Rahel dengan penuh semangat saat Panggilannya di angkat oleh Satria.
"Ada apa sayang, semangat sekali kamu!" Jawab Satria yang sebenarnya sedang mengerjakan proyek penting perusahaannya.
"Heheheh kangen," ucap Rahel.
"Jiahhh hahah baru beberapa jam kita pisah kamu udah kangen kangen aja, tapi aku juga kangen nih hehehe, kamu dimana sayang?" tanya Satria.
"Lagi di mall bareng Jenny dan Sabrina, sekarang kita mau perawatan," ucap Rahel.
"Ohhh Baiklah, kamu udah terima dompetnya dari Cika kan? itu punya kamu sayang, pakai aja semua, mau kamu beli apa pun bebas, " ucap Satria.
"Boleh boleh aja sih sayang kalau kamu mau jadi pemilik Mall dan pasar yang baru, sesuka kamu aja m, uangku terlalu banyak dan aku mau kamu habiskan semuanya," ucap Satria.
"Cihh dasar sombong, harus hemat sayang, jangan boros!"ucap Rahel.
"Hehehe kalau kamu yang minta sih aku gak masalah, uang mah bisa di cari tapi kamu cuma ada satu di dunia," gombal Satria.
"Hehehe iya deh iya, ya udah kamu lanjutkan pekerjaan kamu, jangan kecapean, ingat istirahat sejenak," pesan Rahel.
"Baik sayang, I Love you," ucap Satria.
"Love you too Hubby,"ucap Rahel sebelum dia mengakhiri panggilannya.
"Ayo masuk kita nikmati semua perawatannya!" ucap Rahel.
"Kalian juga ikut ayo, perawatan lumayan biar rileks dikit," ucap Rahel mengajak kedua bodyguard itu.
"Eh tidak perlu nyonya, kami disini saja," ucap kedua pria itu.
__ADS_1
"Nyonya nyonya apanya, udah ayo sini gak usah bawel!" ucap Rahel sambil menarik lengan keduanya.
Dengan terpaksa kedua bodyguard itu ikut masuk ke dalam tempat perawatan kulit itu.
Mereka berlima menikmati perawatan terbaik di spa itu, dan hasilnya sangat memuaskan. Selama dua jam mereka menjalani perawatan dan hasilnya sungguh membuat mereka senang.
Setelah selesai, Rahel melakukan pembayaran menggunakan kartu yang diberikan suami nya membuat para pegawai di dalam spa itu terkejut melihat jenis kartu milik Rahel.
Setelah itu mereka berjalan dengan girang di dalam mall itu sambil bergandengan tangan, kedua bodyguard nya mengikuti mereka dengan fokus dan berhati-hati kalau ada sesuatu yang mencurigakan.
Mereka bertiga masuk ke dalam toko pakaian, kemudian membeli beberapa pakaian yang cocok untuk mereka, tak lupa Rahel memilihkan beberapa potong untuk suaminya dan untuk Bastian juga untuk kedua mertuanya, dia juga membeli beberapa untuk bodyguard itu dan membeli untuk keluarga Jenny.
Sabrina dan Jenny menatap heran ke arah wanita itu, dia sangat bersemangat berbelanja namun yang dia beli bukan untuk diri melainkan untuk semua orang yang di kenalnya.
"Ya ampun Ra kamu belanja buat siapa sebanyak ini, kamu mau beli semua isi mall ini? mau bagi bagi hah?" tanya Jenny sambil melihat barang barang yang dipilih Rahel.
"Heheh mau dibagiin buat semuanya," kekeh Rahel sambil tersenyum manis.
Mereka berdua hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Rahel yang tiba tiba itu.
Setelah selesai dia melakukan pembayaran untuk semua barang barang itu dan meminta mengirimkan barangnya ke alamat yang diberikan oleh Rahel.
perjalanan mereka selanjutnya adalah menuju toko aksesoris, Jenny hanya melihat lihat saja dia tak punya banyak uang untuk membeli aksesoris di toko itu, Sabrina sendiri membiarkan Rahel memilih sesuka hatinya.
Rahel begitu senang saat ini, dia memilih barang barang untuk Jenny dan sabrina, dia hanya membeli sebuah anting untuk dirinya. Namun dia tidak bilang kalau barang itu untuk kedua wanita itu.
Selesai dari toko itu, mereka akhirnya nongkrong di sebuah Cafe yang cukup terkenal di dalam Mall itu untuk sekedar menyegarkan diri.
Sementara itu di dalam perusahaan, tampak Satria tersenyum saat melihat notifikasi penggunaan kartu di ponselnya.
"Lima juta di toko pakaian, beli apa kamu sayang? kenapa gak lebih dari segitu? " gumam Gama ," empat juta di toko perhiasan, terlalu murah lebih dong," ucapnya lagi sambil membaca semua daftar transaksi yang dilakukan oleh Rahel .
"Belanja apa dia gak nyampe 20 juta, apa dia sedang berhemat? dasar kamu ini!" ucapnya yang malah terlihat kesal karena istrinya tidak menggunakan uangnya sebanyak yang dia pikir kan.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉
__ADS_1
kasih hadiah juga ya biar author makin rajin dan semangat buat update.
Satria tajir banget ya, pengen dong ditraktir hehe