Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
PC 23


__ADS_3

Rahel dan Jenny cukup terkejut dengan keberanian Bella yang langsung memohon maaf pada Satria.


Lain halnya dengan Gaby yang malah menatap sinis ke arah Bella.


"Kau seharusnya tau pada siapa kau harus meminta maaf," ucap Satria.


Bella sadar, dan dia tau apa yang harus dia lakukan.


"eghhh, aku harus melakukan ini agar aku bisa terlepas dari ikatan Dea, aku...aku tidak mau hidup dengan terus membenci orang lain yang tidak salah apa apa," batin Bella.


"Apa ku bilang, dia tidak akan memaafkanmu, tak mungkin kau mau meminta maaf pada si buluk itu, jika itu terjadi maka kau menyatakan perang pada Dea!" batin Gaby dengan tatapan merendahkannya itu dan Satria menyadari tatapan sinis Gaby membuat dirinya tersenyum tipis.


"Bagaimana Bella, apa kau tau pada siapa seharusnya kau meminta maaf? jika kau sadar mungkin aku bisa memberikan kesempatan untuk dirimu!" ucap Satria.


Bella mengeratkan kepalan tangannya, dia bangkit berdiri dan menatap Satria, tiba tiba dia membungkuk dengan hormat.


"Pertama sekali saya memohon maaf pada Pak Satria karena telah menyebarkan rumor yang membuat nama Pak Satria buruk di perusahaan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya sadar sepenuhnya dengan kesalahan saya," ucap Bella.


Setelah itu Bella berdiri di hadapan Rahel, dia melakukan hal yang sama, dia menundukkan kepalanya di depan gadis yang diejek nya.


"Ra, maafkan aku, aku sadar dengan kesalahanku selama ini, aku sadar telah membuat hatimu terluka dengan ucapan ucapanku yang tidak bermutu, aku tau aku tidak bisa dimaafkan tetapi kali ini aku memohon maaf sebesar-besarnya dan juga kepada mendiang Om Rai dan Tante Hana, maaf telah menghinamu, maafkan akau," ucap Bella sambil memandang Rahel dengan tatapan tulus dan penuh penyesalan.


"Dan untukmu Jenny, maafkan aku yang juga malah ikut mengejekmu karena berteman dengan Rahel, jujur saja aku sedikit iri dengan pertemanan kalian yang penuh kasih dan tidak seperti lingkaran pertemanan ku yang penuh dengan toxic, maafkan aku," ucap Bella sambil menatap Jenny dan Rahel bergantian.


Rahel dan Jenny saling menatap, mereka tersenyum, mereka tau kalau Bella benar-benar tulus, tetapi siapa yang tau kalau dia hanya akting atau menipu, Rahel dan Jenny tak akan tertipu dengan trik murahan seperti itu.


Rahel menggenggam tangan Bella yang dikepal erat untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Bel, jauh sebelum kamu meminta maaf aku sudah memaafkanmu, namun untuk menyesuaikan diri denganmu perlu waktu, siapa yang tau isi hati seseorang, kau mungkin bisa berkata menyesal hari ini tetapi esok hari siapa yang tau," ucap Rahel.


"Maksudku dalam hal ini, kau harus membuktikan bahwa kau benar-benar menyesali perbuatanmu, hapus rumor tentang Satria dan berubahlah jadi orang yang benar-benar di jalan yang benar bukan jadi orang munafik," ucap Rahel.


"Rahel benar Bel, kami mungkin bisa memaafkan mu tetapi luka itu pasti masih membekas, ini sedikit kejam tetapi kau memang harus membuktikan bahwa dirimu tidak sama dengan seseorang disana," ucap Jenny sambil melirik Gaby yang terbelalak melihat Bella meminta maaf pada Rahel dan Jenny.


Bella terdiam, benar apa kata mereka, meminta maaf tidak cukup, dia harus membuktikan bahwa dirinya tidak lagi sama dan memastikan untuk tidak jatuh ke lubang yang sama maupun jatuh ke lubang lubang lain.


Bekal menatap Rahel dan Jenny, matanya berkaca-kaca, dia bersyukur bisa bertemu dengan orang yang menyadarkan dirinya tentang dirinya sendiri.


"Terimakasih, aku akan membuktikan ucapanku, kalau aku tidak sama dengan mereka," ucap Bella.


"Itu pun kalau pak Satria memberikan kesempatan padaku," ucap Bella.


Rahel,Jenny dan Bella menatap ke arah Satria yang sedang melamun menatap ke arah mereka.

__ADS_1


"Satria, hello?" ucap Rahel memanggil Satria yang sedang melamun.


"Eh,ada apa sayang?" tanya Satria yang memanggil Rahel dengan ucapan sayang secara tiba-tiba.


Rahel merotasikan kedua bola matanya, dia tau kalau Satria pasti tidak serius tetapi bisakah sedikit melihat situasi pikirnya.


Lain halnya dengan Jenny yang terkikik geli dnegan kedua manusia aneh di depannya itu.


"ck.. apa kamu akan memberikan kesempatan pada Bella, Suamiku!!!" ucap Rahel dengan menekankan kata 'Suamiku' membuat Satria terkekeh geli karena Rahel membalas keusilannya.


"Ekhmmm... baiklah selau ada kesempatan kedua bagi yang mau berubah, tetapi ingat ini Bella, sekali saja kutemukan kau melakukan sesuatu yang tidak pantas dan melukai istriku," ucap Satria dengan penekanan pada kata terakhir.


"Maka tak ada pengampunan, kau harus segera menyiapkan surat pengunduran dirimu dan bersiaplah di blacklist dari seluruh perusahaan di negeri ini, kalian tau kan hubungan dekatku dengan Presdir," ucap Satria sambil memberi tatapan tajam pada Bella.


glekk


Bella menelan kasar Salivanya, sungguh Satria benar benar menyeramkan jika sudah mengancam seperti ini.


"Ba.. baik pak, Saya akan berusaha membuktikan kalau saya bisa berubah menjadi orang yang lebih baik, saya akan membersihkan nama Pak Satria," ucap Bella dengan penuh keyakinan.


"Baiklah, kembalilah bekerja, Jen pergilah bersama Bella kalian urus mengenai proyek besar kita, Rahel tinggal disini," ucap Satria pada mereka bertiga.


"Baik pak,"jawab Bella dan Jenny bersamaan lalu keluar dari ruangan itu.


"aku keluar dulu ya Ra," bisik Jenny yang dianggukkan oleh Rahel.


Rahel hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi tingkah absurd di pria aneh tapi tampan itu.


"Hmm, terimakasih Sayang!!" balas Rahel dengan senyum dipaksakan, hampir saja Satria tertawa terbahak-bahak namun masih ada satu parasit yang harus dibasmi disini.


"Bagaimana denganmu Gaby, apa kau tidak mau melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu pada kami berdua?" tanya Satria.


Gaby mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Satria dan Rahel.


Kedua orang itu cukup terkejut dengan reaksi Gaby yang tidak disangka sangka.


"Maaf Pak Satria eh maksud say tuan Gay, hahah,ini akan menjadi hari terakhir saya menginjakkan kaki di perusahaan kecil ini, nah kalau begitu saya tidak harus berbicara sopan dengan kalian kan," ucap Gaby dengan tatapan merendahkan ke arah Satria dan Rahel.


Satria mengepalkan tangannya, dia benar-benar akan menghancurkan gadis itu namun dia tahan sebisa mungkin saya melihat Rahel menggelengkan kepalanya.


"Kalau kau mau mengundurkan diri lakukan dengan benar dasar perempuan Jal4ng!" geram Satria.


"Tidak Sudi aku, cihh kalian memang pasangan buluk dan kau Rahel..." ucap Gaby sambil berjalan ke arah Rahel, dia mengambil patung kecil yang terletak di meja Satria dan..

__ADS_1


Bughh


Gaby menghantamkan patung itu ke kepala Rahel tanpa ada alasan apa pun.


"Arghhhh...."


Brukk


Rahel pingsan dan tidak sadarkan diri, kepalanya terluka dan mengeluarkan darah.


"Rahel!!" pekik Satria, dia langsung menghampiri Rahel yang terjatuh ke lantai.


"Hahahah mati kau gadis busuk, kau menghancurkan semua impianku selama SMA, karena dirimu aku tidak bisa menjadi yang terbaik di sekolah, karena dirimu, orangtuaku mengusirku dari rumah, sekarang tak ada lagi yang akan menggangguku!!!" tawa Gaby semakin keras, sepertinya gadis itu mengalami gangguan kejiwaan.


"Apa yang kau lakukan Gabyyyy!!!;" teriak Satria marah.


mendengar teriakan Satria dan suara pukulan yang cukup keras membuat para karyawan berlari dan memasuki ruangan Satria.


"Tangkap wanita sialan itu, aku akan memenjarakannya!!"titah Satria.


Para karyawan Pria langsung menahan Gaby, Gaby meronta-ronta minta dilepaskan.


"Arhhhh.... kalian bajingan, lepaskan aku!!!" pekik Gaby.


"Tak kusangka Gaby sekasar itu, dia sampai melukai Rahel," ucap para karyawan wanita.


"Rahel terluka? ya ampun Raaa," teriak Jenny menerobos para karyawan dengan wajah panik.


"ada apa dengan nya pak?" tanya Jenny panik.


"erghh... si jal4ng itu memukul nya, ayo Jen, kau bisa tidak menyetir?" tanya Satria sambil menggendong tubuh Rahel.


"Saya tak bisa pak," ucap Jenny.


"Biar saya yang menyetir pak!" ucap Bella.


"Baiklah, ayo cepat, kunci di meja kerjaku," ucap Satria langsung menerobos para karyawan.


Mereka berlari dengan wajah panik, sampai semua karyawan menatap heran pada mereka, apalagi dengan Satria yang menggendong Rahel yang sedang terluka membuat segudang pertanyaan timbul di kepala para karyawan.


.


.

__ADS_1


.


like , vote dan komen 😊😊😊😉


__ADS_2