Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Jadian


__ADS_3

Rahel dan suaminya menikmati waktu mereka berdua di Mall namun tidak begitu dengan Bastian, Jenny dan Jonathan kemudian Sabrina, mereka dilanda rasa gugup karena jalan berdua bersama orang yang mereka sukai.


Jonathan dan Sabrina,


Pria dengan jabatan seorang kapten itu kini berjalan berdua dengan Sabrina, pria itu melirik Sabrina yang tampak berjalan sambil menunduk, dia benar benar ingin menyatakan perasaannya saat ini dan menjadikan Sabrina sebagai kekasihnya, hanya saja tiba tiba nyalinya menciut.


Bagi Jonathan lebih baik menghadapi dan memburu buronan kelas kakap dari pada menghadapi buronan hati yang sudah berada di sampingnya itu, benar benar membuatnya gugup dan tak bisa melakukan apa apa.


“Aku harus bisa, ayo Jo kau pasti bisa mendapatkan hati Sabrina, ini tidak sulit,” batin Jonathan.


“Ahhh tapi dia cuek sekali, ada apa dengannya, kenapa tiba tiba diam.... arhhhh aku tak yakin kalau aku bisa mendapatkan hatinya,” gumam pria itu lagi sambil melirik Sabrina.


Dia terus bergelut dengan pikirannya hingga tiba tiba Sabrina terhenti saat melihat sosok pria yang membuat dirinya jatuh dalam trauma yang besar.


Sabrina terdiam, dia menatap Frans yang berjalan berdua bersama kakaknya Dea, tampak Dea memakai jaket tebal dan menutupi tubuhnya.


Seketika Sabrina teringat dengan kejadian malam itu, tubuhnya membeku, dia memang belajar mengatasi rasa takutnya, namun namanya trauma benar benar sangat sulit menghilang.


Dia memang sudah bisa dekat dengan pria lain, namun ketika melihat Frans pelaku pembullyan itu sendiri membuat dirinya benar benar ketakutan.


Tangan kecil Sabrina menarik pakaian Jonathan yang berjalan di depannya membuat pria itu berhenti dan menoleh, saat itu juga dia sadar kalau Frans dan Dea ada disana.


“Sabrina, hei,” ucap Jonathan sambil memegang kedua bahu gadis itu dengan erat.


Jonathan menarik tubuh Sabrina dan menyembunyikannya dalam dekapannya.


Frans dan Dea lewat dari samping mereka, sepertinya pria itu tidak memperhatikan kalau Sabrina ada disana.


Jonathan menatap tajam ke arah dua bersaudara yang telah mengacaukan kehidupan teman masa kecilnya dan juga gadis yang disukainya.


“Hei, tak apa apa,” ucap Jonathan sambil memeluk Sabrina dan menepuk punggung gadis itu denagn sangat lembut.


“aku takut..” cicit Sabrina sambil menunduk.


Jontahan menatap Sabrian dengan lembut, dia menaruh tangannya di atas pucuk ekpala gadis itu ,”Semua akan baik baik saja, kita akan segera menangkap bajingan itu,” ucap Jonathan.


“Tapi apa bisa? “ tanay Sabrina denagn wajah sedihnya sambil menatap Jonathan.


“Bisa, kau bisa mengandalkanku Sabrina, kau bisa, aku akan selalu ada untukmu,” ucap Jonathan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Jonathan, dia begitu terharu dia menghamburkan pelukannya pada Jonathan. Pria itu terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Sabrina, tetapi dia sekilas tersenyum lalu membalas pelukan Sabrina.


“Nah begini, kau bisa mengandalkanku, akau akan melindungimu Sabrina,” ucap Jonathan.


Sabrina tersadar mereka di tatap banayk orang, segera dia melepaskan pelukannya namun Jonathan menahannya.


“Kak... ki..kita dilihat banyak orang, malu,” cicit sabrina yang wajahnya mulai merah padam karena dipeluk dengan erat oleh Jonathan.


“Hmmm? Tak ada yang lihat,” ucap Jonathan.


“Iya tapi nanti kak Jenny lihat, dia bisa cemburu,” ucap Sabrina yang mengingat kalau Jenny dan Jonathan tampak sangat dekat dan seperti saling menyukai.


Hampir saja kapten itu tergelak mendengar ucapan Sabrina, mana mungkin si manusia tengkorak itu cemburu pada mereka, yang ada gadis tomboy dan tengil itu akan menggoda mereka habis habisan.


“Hahahah kau jangan bercanda Sabrina, mana mungkin dia cemburu, Jenny itu menyukai Bastian, justru kalau dia melihat kita dalam posisi seperti ini, gadis tengil itu akan mengejek kita habis habisan hahahahah,” ucap Jonathann yang masih memeluk Sabrina dari depan.


“Lalu kenapa kakak memelukku seperti ini, au... ekhmmm aku malu,” ucap gadis itu.


“Hmmmm aku menyukai mu sabrina, sejak awal pertemuan kita aku sudah menyukaimu, aku sudah lama ingin menyampaikan ini, aku mencintaimu Sabrina, aku ingin kau menjadi kekasihku, apa kau mau menerima pria ini?” Tanya Jonathan, dia menyampaikan perasaannya pada Sabrina, perasaan yang sudah lama di pendamnya akhirnya bertemu dengan waktu untuk mengungkapkannya.


Sabrina terkejut, dia tak menyangka kalau pria yang disukainya juga menaruh perasaan yang sama pada dirinya. Mata Sabrina sampai berkaca kaca, dia tak tau harus bilang apa, dia senag benar benar senang saat ini.


Gadis manis itu memeluk Jontahan dengan erat, dia mengangguk,” aku mau kak, aku juga menyukaimu sejak kakak menyelamatkanku aku sudah menaruh hati pada kakak, hiks hiks hiks.... tak kusangka perasaanku akan terbalas seperti ini, terimaksih kak,” ucap Sabrina sambil menangis.


“Jadi kau juga punya perasaan yang sama?” tany Jonathan yang di balas anggukan kepala oleh Sabrina.


“ahhh akhirnya perasaanku lega, yes hahahahha terimakasih sudah mau menerimaku,” seru Jontahan yang bersorak kegirangan sambil mengangkat dan memutar tubuh Sabrina dengan raut wajah begitu bahagia.


Sabrina tersenyum bahagia dia memelukku pria itu yang kini menjadi kekasihnya.


“Jadi kita sepasang kekasih sekarang?” ucap sabrina dengan polsonya.


“Uhmmmm iya Sabrina, kalau mau jadi suami istri sabar dulu hahah ngurusnya ribet,” goda pria itu sambil tertawa.


Sabrina tertunduk merona, dia malu karena digoda oleh pria itu.


“Jadi kakak dan kak Jenny tida saling suka? “ tanya Sabrina sambil menatap jonathan.


“Tidak, kami tidak saling menyukai, aku menganggapnya sebagai adikku,” ucap Jonathan.

__ADS_1


“Tapi kenapa kalian sangat dekat, kupikir kaian...”


“hahahah sebenarnya kami jadi dekat karena sering cerita, dia menyukai Bastian dan aku menyukaimu, kami sama sama tak berani mengungkapkan perasaan kami, bahkan mendekati kalian saja kami takut heheh,” ucap pria itu sambil menggaruk garuk tengkuknya.


“Pokoknya yang kusukai itu Cuma Sabrina, aku hanya mencintai gadis pemilik senyum manis ini,” ucap Jonathan sambil menepuk pucuk kepala Sabrina dan tersenyum lembut.


Sabrina menundukkan kepalanya, dia begitu malu sekaligus gugup saat ini,”Te..terimakasih kak,” ucap gadis itu malu mau.


“Hahahah imut sekali, pacar siapa sih, eh ya pacarku dong,” kekeh Jonathan.


Mereka berdua akhrinya resmi menjadi sepasang kekasih, Jonathan dengan erat mengganggam tanagn Sabrina dan mengajaknya kesana kemari sebagai perayaan hari mereka jadian.


Sementara itu di sisi lain, Jenny sedang dilema, beberapa saat lalu dia menerima panggilan dari kedua orangtuanya untuk segera pulang ke rumah, ada yang ingin mereka bicarakan.


Jenny tampak mondar mandir di depan Mall, dia benar benar pusing saat ini, pasti kedua orangtua angkatnya itu akan meminta yang aneh aneh pada dirinya, padaha Jenny sendiri sudah tercekik dengan segala tanggungjawab yang harus dia emban sebagai seorang anak.


“Apa lagi yang akan mereka lakukan? Bagaimana ini hiks hiks hiks,” tiba tiba dia menangis, dia memiliki firasat buruk kalau akan terjadi sesuatu, biasanya jika dia gelisah maka ada saja hal yang akan terjadi pada dirinya.


Bastian yang baru saja selesai berbicara denagn seseorang di telepon melihat Jenny yang tampak gelisah, pria itu berdiri di dekat sebuah mini kafe di depan mall itu.


Dia berjalan menghampiri jenny,”Woi ada apa?” tanya Bastian.


“Pak... bi... bisa bantu saya,” ucap Jenny denagn suara yang tercekat,tampaknya dia kana menangis.


“Ada apa denganmu?” tanya Bastian.


“Kumohon bantu aku, bisa antarkan aku ke rumah, Papa dan Mama akan marah kalau aku tidak segera kesana,” ucap Jenny dengan mata berkaca-kaca.


“Nanti ku jelaskan , kumohon temani aku,” ucap Jenny memohon.


“Baiklah, ayo,” ucap Bastian yang reflek menarik tangan Jenny, dia merasa hatinya sakit saat melihat gadis itu panik seperti itu.


.


.


.


Like, Vote dan komen ya

__ADS_1


__ADS_2