
Setelah menerima informasi yang diberikan Bastian beberapa hari lalu tentang haters yang membicarakan istrinya, Satria langsung bertindak cepat dalam mengatasi hal itu sebelum istrinya terluka.
Seperti hari ini, Satria dan Rahel masuk kantor bersama sama namun dia memberi pesan pada Jenny agar terus menemani Rahel kemana pun gadis itu akan pergi, sebab sangat tidak profesional jika Satria terus mengikuti Rahel, hal itu justru akan semakin membuat Rahel dibenci.
Pekerjaan mereka bejalan seperti biasa, kompetisi masih terus di lakukan dan sudah berjalan selama dua Minggu, tentu saja Satria menggunakan ide ide Rahel sebagai pancingan bagi karyawan lain untuk lebih kreatif, dengan demikian mereka akan mendapatkan calon kepala Divisi yang kompeten.
Di dalam ruangannya, Satria duduk sendirian tampak pria itu sedang berbicara dengan asistennya via telepon.
"Bas, segera kau singkirkan hama kecil itu aku tak mau dia menyakiti istriku, ahh mutasikan saja dia ke kantor cabang yang ada di Palembang, supaya jauh dari Rahel, " ucap Satria
"Baiklah Pak Satria yang terhormat, lalu bagaimana dengan nona Rahel , apa kau akan membiarkannya sendirian? banyak orang jahat di kantor ini," jawab Bastian.
"Jenny akan menemaninya kemanapun dia pergi, kau tau sangat repot memiliki dua identitas, aku jadi tak bisa leluasa menjaga istriku," ucap Satria.
"Tau rasa kau kan, tapi apa kau yakin si manusia skeleton itu akan mampu menjaga Rahel, dia itu pembuat onar Satria," keluh Bastian.
Mendengar keluhan asistennya, Satria memijit pelipisnya, sejak Jenny dan Bastian sering bertemu selalu saja mereka berkelahi karena banyak hal, bahkan setiap kali bertemu keduanya selalu mengibarkan bendera perang entah apa yang terjadi pada manusia minim akhlak ini.
"Kalau begitu kau dan Jenny yang menjaga Rahel, tak ada penolakan, jika sampai Rahel kenapa kenapa, kunikahkan kalian berdua lalu ku kirim ke hutan Amazon dan kalian akan hidup berdua di tengah hutan belantara itu!" ancam Satria.
"What, kau tak salah bos, kenapa aku harus bekerja dengan manusia skeleton itu, arghhhh kau bisa menyuruhku memenangkan berbagai tender tetapi kalau bekerja dengan manusia itu aku tidak mau!" tolak Bastian mentah mentah.
"Tak ada penolakan Bastian, kalau ingin karirmu tetap lancar lakukan yang ku perintahkan, dan bekerja mulai hari ini!" titah Satria sambil menutup panggilannya tanpa mendengar balasan dari Bastian.
Di dalam ruangan kerjanya,Bastian mengusap kasar wajahnya, tak bisa dia bayangkan bagaimana jadinya kalau dia harus bekerja dengan manusia skeleton yang akan selalu mencari gara gara jika bekerja dengan dirinya.
"Haissshhh sial, mentang mentang kau bosnya kau seenaknya menyuruhku bekerja dengan manusia skeleton itu ahhhh Satriaaaaa!!!" geram Bastian sambil memukul mukul mejanya membuat sekretarisnya menatap heran pada pria itu.
"Sepertinya Pak Bastian mulai error deh Nancy, bahaya nih," bisik salah satu sekretaris Bastian.
"Ssttttt... mungkin banyak kerjaan, gak usah dilihatin juga kali," tegur Nancy yang fokus dengan pekerjaannya, mereka bisa melihat apa yang dilakukan Satria melalui dinding kaca pembatas ruangan mereka dengan ruangan asisten presdir.
"Ck... karena kau suka sama pak Bastian apa pun yang dilakukan pria itu pasti benar di mata mu, kau ini benar benar bucinnya pak Bastian ya," ledek temannya.
"Ckk... Vina jangan keras keras nanti pak Bastian dengar, aku malu jadinya," ucap Nancy seraya berbisik sambil melirik ruangan Bastian Dimana pria itu tampak duduk melamun sambil memijit pelipisnya entah apa yang sedang dipikirkan olehnya.
Rahel dan Jenny sedang berjalan menuju ruangan divisi pemasaran, mereka membawa beberapa dokumen yang baru saja mereka cetak untuk kepentingan presentasi beberapa hari lagi.
"Ra nanti temenin aku belanja yuk, " ajak Jenny.
__ADS_1
"Boleh sih tapi aku tanya Satria dulu, " jawab Rahel.
"Cie sekarang kemana mana harus ijin sama suami dulu ya gak bisa langsung keluar gitu aja, dulu aja kamu anti banget sama namanya cowok sekarang eh kamu yang duluan nikah," goda Jenny sambil menaik turunkan alisnya menggoda Rahel.
"Ck... sekarang sama dulu gak ada bedanya Jen, malah aku makin anti sama laki laki, aku hanya bisa dekat ya sama Satria dan Pak Bastian itu pun karena hubungan mereka dekat, selebihnya aku gak bisa dekat dan emang gak mau dekat sama cowok lain," jawab Rahel.
"Hmmm.... kirain udah bisa berbaur dengan semuanya," ucap Jenny.
"Eh ngomong-ngomong kenapa Pak Satria nugasin aku buat jagain kamu ya? apa ada masalah Ra?" tanya Jenny penasaran.
"Entahlah aku juga gak tau, tiba tiba aja dia makin protektif, tapi gak masalah sih," jawab Rahel.
"Jangan jangan terjadi sesuatu Ra? oh iya kamu juga harus hati hati loh, di kantor ini banyak yang gak suka sama kamu karena kamu nikah sama pak Satria, tau kan Pak Satria wakahnya di atas rata rat jadi ya gitu banyak yang suka," bisik Jenny.
"Iya iya, makanya Satria suruh kamu jagain aku kali ya, kamu kan yang paling jago kalo urusan berkelahi apalagi adu mulut, bibirmu ini bakal ngocehh terus hahahahah," ledek Rahel sambil tertawa kecil saat melihat Jenny menatap nya dengan tatapan kesal.
"ck.. jangan jujur jujur amat Ra hehehe, " kekeh Jenny.
Jenny berjalan mundur di depan Rahel sambil menatap sahabatnya itu.
"Ra, kok kamu makin hari makin cantik sih, eghh seandainya aku cowok udah kuembat kamu," goda Jenny sambil tertawa.
"Hahahaha ya nggak dong Ra, kan aku bila g seandainya," kekeh Jenny.
"Jen jangan jalan mundur..." Rahel berhenti saat apa yang ditakutkan nya terjadi.
Brukk
Brakkk....
Jenny menubruk seseorang yang sedang berjalan sambil memainkan ponselnya, mereka sama sama terjatuh dengan posisi Jenny tertidur di atas tubuh pria yang ikut meringsut ke lantai itu.
Ponselnya jatuh dan layarnya pecah.
"Awhhh..... aduh eh ma.. maaf," ucap Jenny yang mencoba bangkit berdiri sampai sampai dia salah pegang.
"Apa ini eh, arhhhhh... ma..maaf!!!" teriak Jenny panik saat dia merasakan sebuah benda Sakral yang tak seharu disentuh olehnya.
Wajahnya memerah karena gugup dan malu, dia tidak tau siapa yang di tabraknya dan benda milik siapa yang disentuhnya tadi.
__ADS_1
"Jennyyyyyyy!!!!!!" teriak orang itu yang tak lain adalah Bastian, matanya membulat saat Jenny tak sengaja menyentuh benda pusakanya
"Astaga aku menabrak tiang listrik, arhhh Pak Bastian ngapain sih kok gak lihat jalan!!!" pekik Jenny sampai sampai orang lain melihat ke arah mereka.
"Ck.. sialan kau!" bentak Bastian sambil bangkit berdiri.
Jenny terdiam saat mendapat bentakan dari Bastian, tampak pria itu benar benar marah pada dirinya.
"Ma.. ma.."
"Diam kau!" bentak Bastian lagi, wajahnya memerah karena marah sekaligus kesal akibat kejadian tadi.
Bastian mencari ponselnya, dia sedang memeriksa berkas untuk proyek seharga miliaran rupiah.
"Ck... kenapa kau ceroboh sekali dasar gadis bodoh!" bentak Bastian lagi sambil mengambil ponselnya.
Matanya terbelalak saat melihat layar ponselnya pecah namun masih bisa dinyalakan.
"Astaga Lihat ini akibat ulahmu kenapa kau ceroboh sekali, kau tau tidak bahkan dirimu tidak akan mampu membayar semua kerugian perusahaan ini, aku sedang membahas proyek bernilai milyaran tetapi karena seorang gadis yang sangat ceroboh proyek itu sebentar lagi hancur!!!" kesal Bastian sambil menatap Jenny dengan tatapan marah.
"Ma..maaf pak, sa.. saya tidak sengaja," cicit Jenny sambil menunduk takut karena dimarahi dan dibentak oleh Bastian.
"Ck... arhhhh sial, mimpi apa aku sampai harus bekerja dengan manusia tidak kompeten seperti dirimu!" ketus Bastian sambil pergi meninggalkan mereka disana.
Deghh...
Jenny membeku saat mendengar hinaan Bastian, ini juga salahnya karena tidak berhati-hati, entah apa yang akan terjadi pada mereka nanti.
"Jen," ucap Rahel sambil menggenggam tangan temannya.
"Ra... hiks hiks hiks, kenapa aku ceroboh sekali," lirih Jenny.
"Husshh sudah ayo ke kantor dulu," ajak Rahel.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉😊😉