Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Pindah


__ADS_3

Setelah mengetahui kabar kehamilan sang istri, Satria berubah 180 derajat menjadi seorang suami yang super duper posesif, bahkan hari ini mereka pindah ke rumah utama agar Rahel banyak yang menjaga.


Untuk urusan pekerjaan, Satria tak bisa melarang Rahel, sebab kalau dilarang maka Rahel akan menangis sejadi jadinya karena di larang pergi ke kantor dengan alasan kalau dia sedang hamil muda.


Mengetahui kehamilan sang menantu kesayangan membuat seluruh keluarga besar Farenheit benar benar bahagia, mereka tak menyangka bahwa calon penerus tahta bisnis Farenheit akan segera tiba di dunia ini.


Kedua mertua Rahel memberikan penjagaan ekstra bagi wanita itu dengan menempatkan bodyguard dan mata mata tersembunyi di sekitar menantu mereka, tentu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.


Mereka tidak mau menantu dan calon cucu mereka dalam bahaya.


Hari ini, Rahel dan Satria akan pindah ke rumah utama, mereka sedang berkemas, padahal Satria sudah bilang tak perlu membawa banyak pakaian, tetapi si bumil tetap kekeh ingin membawa barang barangnya.


Jenny dan Sabrina datang ke rumah milik mereka berdua, melihat kedatangan Sabrina, Rahel teringat dengan sahabatnya Jonathan yang tempo hari membantunya dan si jabang bayi untuk memenuhi keinginan mereka.


Rahel menatap suaminya yang sedang memasukkan barang barang yang diminta Rahel untuk di bawa ke dalam koper.


Satria yang sedang serius, merasa di tatap oleh istrinya pun menoleh ke arah wanita cantik itu sambil berkata,”Mau apa sayang” ucap Satria yang membuat Rahel langsung tersenyum bahagia.


“By, tau gak sebenarnya sewaktu di rumah sakit aku mendengar percakapanmu dengan Dea,” ucap Rahel yang sontak membuat Satria terbelalak karena pengakuan istrinya yang benar benar mengejutkan bagi dirinya.


“A... apa kamu mendengarnya? Lalu?” tanya Satria dengan mata membulat.


“Ku pikir kamu berselingkuh dengan Dea dan menghamili perempuan itu, jadi setelah mendengar itu akau menangis, dan saat aku menelponmu kamu bilang kalau kamu sedang berada di kafe padahal jelas jelas sebelumnya aku melihat kamu di rumah sakit, aku menangis waktu itu hehehe,” kekeh Wanita hamil itu.


Satria terkejut bukan main saat mendengar hal itu, bagaimana bisa istrinya memikirkan hal yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh satria sendiri sungguh aneh memang istrinya itu.


“Ka...kamu gak lagi sakit kan Ra?” ucap Satria sambil memegang kening Rahel.


“Hahahaha, kamu pikir aku gila By?” Rahel mala tertawa mendengar respon Satria.


“Ya habis kamu mikirnya aneh, ya kali aku mau tidur sama ulat bulu kek begitu, jijay neng, udah ku bilang aku anti dengan wanita lain, aku Cuma dekat sama kalian yang udah aku kenal dekat dan kuanggap sebagai keluargaku seperti Jenny dan Cika selebihnya gak ada sayang,” ucap Satria sambil mendekati istrinya dan memeluk wanita itu dari samping, mereka duduk lesehan di atas karpet Lantai dua.

__ADS_1


“Hehehe, awalnya tuh aku nangis banget, aku pikir kamu kepincut sama ular sejenis Dea, terus waktu itu aku bersyukur ketemu sama Jonathan,” ucap Rahel sambil memegang lengan suaminya.


“Jonathan?” tanya Satria yang di balas anggukan kepala oleh Rahel.


“Ya waktu itu aku nangis sambil jalan, aku gak tau mau kemana, pikiranku kacau mungkin karena hormon ibu hamil aku jadi makin sedih dan kacau, aku udah mikir buat pergi jauh sama baby,” ucap Rahel dengan wajah penyesalan sambil menatap wajah tampan suaminya.


Satria cukup terkejut, namun dia berusaha untuk mengerti dan mendengarkan sampai akhir.


“Kamu sih mikirnya kejauhan,” ucap Satria sambil menyentil kening Rahel yang malah membuat wanita itu terkekeh.


“Terus gimana?” tanya Satria penasaran.


“Terus waktu aku berdiri di pinggir jalan, Jonathan yang lagi patroli bareng temen temennya nyamperin aku, beruntung aku bertemu dengannya,” ucap rahel.


“Alasannya karena dia bahkan percaya sama kamu by, dia yang belum kenal kamu lama, udah tau kalau kamu itu orang yang setia dan gak akan pernah neko neko soal hubungan pernikahan kita, dia nasehatin aku biar dengerin kamu dulu, dia juga nasehatin aku biar percaya sama kamu, Jonathan bilang kalau kamu itu pria yang tepat buat aku,” ucap Rahel sambil menatap wajah suaminya dengan intens.


“Jonathan benar benar yakin kalau kamu itu gak akan pernah selingkuh, mendengar Jonathan yang seorang pria dan gak kenal kamu begitu baik justru percaya padamu membuatku jadi malu sendiri,” ucap rahel dengan mata berkaca kaca.


Satria tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia tau kondisi mental Rahel itu sangat sensitif, Satria yang teramat mencintai istrinya benar benar memahami perasaan istrinya yang benar benar sensitif.


Calon Papa itu memeluk tubuh Rahel dengan erat sambil mengusap punggung wanitanya dengan lembut.


“Hushhh.... baguslah kalau kamu percaya padaku sayang, aku akan berterimakasih pada Jonathan suatu saat nanti karena sudah menemanimu waktu itu,” ucap Satria.


Rahel menatap suaminya sambil tersenyum bahagia, dia pikir Satria akan marah, tau taunya Satria malah memeluk dan menghiburnya, sungguh bodoh Rahel waktu itu karena meragukan suaminya sendiri.


“Tau gak by, Jonathan yang pertama tau kalau aku hamil hehehe,” ucap wanita itu.


“Loh bukan aku?” ucap Satria yang di jawab gelengan kepala oleh rahel.


“Hehehe jadi gini ceritanya, pas aku ketemu Jonathan tiba tiba aku ngidam pengen makan ketoprak di kantor polisi jadi aku minta sama Jonathan dan bilang kalau aku lagi hamil,” ucap Rahel.

__ADS_1


“Jadi dia mengabulkannya?” tanya Satria yang di jawab anggukan kepala oleh Rahel.


“Iya by hahahaha, tau gak aku gak Cuma beli ketoprak aku sekaligus ngerjain dia buat beli sate, jagung bakar, ayam semuanya deh hahahaha, tapi dia kabulin demi ponakannya hahahaha,” Rahel tertawa terbahak bahak mengingat bagaimana dia membuat Jonathan benar benar sibuk waktu itu.


“Lalu kau di bawa ke kantor polisi hanya untuk makan?” tanya Satria.


“Iya by hahaha, aku seneng banget ternyata begini ya rasanya ngidam hehehe, tau gak rekan rekannya sampai heran karena kapten mereka bawa perempuan ke kantor mana buat makan lagi hahahah,”Rahel menceritakannya dengan penuh semangat membuat Satria tersenyum bahagia jika sang istri juga bahagia.


“Kamu ini ya, ngidam sambil nge jahilin dasar nakal,” ucap Satria sambil mencubit gemas kedua pipi istrinya.


“Hehehe, ohh iya By, aku punya rencana gimana kalau Sabrina kita jodohin sama Jonathan? Sepertinya mereka berdua saling suka,” usul Rahel.


“Iya kamu bener, dari yang aku lihat, Sabrina itu malu malu kucing alias salah tingkah kalau dekat Jonathan, akan baik kalau mereka bersama jadi ada yang menjaga sabrina, dan lagian aku percaya pada sahabatmu itu,” ucap Satria .


“Hmmm baiklah kalau begitu aku akan undang dia makan malam di rumah utama, boleh gak by?” tanya Rahel.


“Nanti kita tanya Mom dan Dad ya sayang, sekarang kita beres beres dulu,” ucap Satria yang si balas anggukan kepala oleh Rahel.


“Ummm by aku boleh ajak Jonathan kesini?” tanya Rahel.


“Boleh kalau dia gak sibuk sayang,” ucap Satria.


“Yes.... makasih sayang, i love you... ummah...” Rahel bersorak gembira sambil mengecup bibir suaminya lalu mengambil ponselnya menghubungi Jonathan.


Satria tersenyum bahagia melihat Rahel senang,”Ada ada aja kamu sayang,” gumam Satria.


.


.


.

__ADS_1


Like, Vote dan komen


__ADS_2