
Cemburu melihat satria dengan wanita lain tentu bukan karena itu, tetapi karena mendengar percakapan ambigu mereka tadi. Rahel melangkah menuju kamarnya dengan Satria, di tatapnya ruang kamar itu dengan mata berkaca- kaca.
“Bagaimana kalau satria benar benar menghamili Dea, arhhhhh.... aku gak sanggup hiks hiks hiks... bagaimana ini nak,” Rahel kemabli menangis.
Perasaannya yang sensitif membuatnya mudah menangis dan panik.
Rahel tidak jadi masuk ke dalam kamar itu, dia memilih naik ke lantai dua dan duduk disana sambil merenung dan menatap hasil USG janinnya.
“Nak, kita tunggu penjelasan papa kamu ya, Mama Harap tidak terjadi apa apa di antara mereka, mama gak kuat kalau itu sampai terjadi sayang, lebih baik Mama merahasiakan keberadaanmu daripada kamu harus tersiksa karena punya papa seperti dia, lebih baik kita pergi kalau Papa kamu benar benar melakukan itu,” ucap Rahel sambil mengusap perutnya.
Dia menyimpan foto itu di dalam tasnya, lalu menyalakan televisi dan menonton berita.
Rahel mengeraskan rahangnya saat melihat berita tentang V.R grup yang digadang gadang menjadi salah satu perusahaan terkuat yang menyaingi 6 perusahaan terbesar di negeri itu, dan mengungkap prestasi membanggakan dari kedua anak alias penerus V.R grup.
“hahahaha, dasar munafik kalian, bagaimana kalau publik sampai tau rahasia kalian semua ya? Bagaimana kalau aku membongkar kebusukan kalian pada publik? Aku yakin Om Viko dan tante jelek itu akan pingsan atau mati di tempat,” ucap Rahel.
“Prestasi apanya, anakmu saja tukang bully, penjual narkoba bahkan si Dea itu hamil di luar nikah, lihat apa yang akan ku lakukan nanti, aku harus menemukan perjanjian itu dan mencari keberadaan kakek Haikal,” gumam Rahel yang menatap berita itu dnegan serius.
Tiba tiba tangan seseorang memeluknya dari belakang, dari harumnya, Rahel tau itu suaminya. Rahel berusaha bersikap setenang mungkin dan menunggu penjelasan Satria sesuai dengan anjuran jonathan agar dia tidak boleh terbawa emosi.
“Kau sudah pulang By,” ucap Rahel.
“Hmm..... kenapa tidak kembali ke kantor tadi? Apa kau sakit? Ku dengar kau tidak permisi saat keluar tadi, ada apa? “ tanya Satria yang masih memeluknya dari belakang.
“ tak ada apa apa, aku hanya sedikit pusing saja, tapi sekarang sudah baik baik saja,” jawab rahel yang berusaha tersenyum.
Satria melonggarkan dasinya, dia duduk di samping istrinya dan melihat berita yang di tonton oleh Rahel.
“Kenapa kau menonton itu, aku membenci mereka, cihh keluarga pengganggu,” ketus Satria sambil mematikan televisi dengan memasang wajah kesal.
“Aku hanya menonton berita, kenapa ?” ucap rahel berusaha untuk tidak berpikiran negatif.
“Tadi itu sayang, sebelum aku pergi rapat di kafe yang di samping rumah sakit Kasih Bunda, aku ketemu sama sepupu kamu yang gak tau diri itu, ihhkkk tau gak aku kesal banget,” ucap Satria sambil menatap rahel, dia memasang wajah kesalnya.
Rahel terus mendengarkan dengan tenang,”memang ada apa?” tanya Rahel dengan lembut.
“jadi tadi itu aku lagi mau parkir di rumah sakit, toh juga rumah sakit punyaku, aku kan naik motor nih, waktu aku masuk ke arah parkiran dia gak liat jalannya, “ jelas Satria .
__ADS_1
“ehh malah nabrak motorku yang udah berhenti loh sayang, ini jelas jelas udah berhenti tapi dia gak makek matanya buat lihat motorku, akhirnya dia nubruk terus kertas kertas di tangannya berantakan, udah salah malah ngajak gelud terus pakek bawa bawa nama kamu lagi,” ucap Satria menjelaskan kejadian di depan parkiran rumah sakit.
“Tau gak aku benar benar pengen jitak kepalanya, udah salah ngeyel lagi aku harus tanggung jawab orang dia gak kenapa kenapa, aku suruh ke dokter malah marah marah gak jelas kan kesel, sampai aku telat ke rapatnya, kurang asem banget tau,” gerutu satria sambil mendengus kesal.
Rahel menatap suaminya dengan mata berkaca kaca, benar apa kata Jonathan kalau Satria gak akan melakukan hal seperti itu, karena jelas Rahel melihat kalau satria benar benar tidak tersentuh oleh wanita lain.
Grepppp
Rahel menghamburkan pelukannya pada suaminya, dia merasa bersalah telah berpikir negatif, seharusnya dia bisa melihat dari berbagai sisi dan percaya kalau suaminya adalah orang yang setia.
“Loh kamu kenapa? Kamu nangis ya? Ada apa sayang?” tanya Satria.
“Aku Cuma mau peluk kamu, aku kangen banget aku kangen sampai pengen nangis hiks hiks hiks,” rahel yang menangis sambil mengelak.
Satria merasa sedikit aneh dengan istrinya namun dia membalas pelukan istrinya dengan erat.
“kamu tau gak, si Dea dea itu juga bilang aku bauk loh, padahal wangi begini, malah dia sampe mual mual, bikin kesal, aku tinggalin aja dia disana, kurang kerjaan aku ngurusin perempuan aneh itu,” ucap satria lagi yang tidak hentinya merasa kesal dengan Dea.
“ Mungkin dia hamil by,” ucap Rahel sambil menatap suaminya sambil mengusap air matanya.
“Hah?” satria terkejut sampai mengangkat bibirnya ke atas.
“Bukan begitu By, tadi sebenarnya aku ke rumah sakit dan ketemu dia di tempat dokter kandungan, tapi dia sih gak sadar kalau yang tubruknya itu akau,” ucap Rahel.
“Wait, kamu ke rumah sakit? Kenapa gak bilang aku sayang? Mana yang sakit? Apa kata dokter hmmm?” tanya Satria yang langsung panik dan mengecek seluruh tubuh istrinya.
“Tenang dulu, tadi aku ketemu Dea waktu mau ke dokter kandungan, terus waktu itu, Dea menjatuhkan foto USG kandungan pertanda kalau dia hamil, aku juga sampai nanya sama dokter dan dokter bilang kalau semua pasiennya adalah pasien yang sedang hamil,” jelas Rahel.
“Apa? Ja...jadi Dea hamil? Wahhh ini berita buruk bagi V.R grup,” ucap Satria dengan mata terbelalak.
“Eh tunggu ngapain kamu ke dokter kandungan, Cuma nanyain itu?” ucap Satria dengan polosnya sambil menaikkan satu alisnya.
“Nggak Hubby, aku mastiin kondisi anak kita,” ucap Rahel sambil mengusap perutnya yang masih rata dengan sangat lembut.
Mata satria terbelalak, entah kenapa dia merasa tiba tiba gugup dan jantungan saat mendengar perkataan istrinya.
“heh jangan main main Ra, aku jantungan nih, aku ngarep loh, jangan di becandain,” ucap Satria sambil mengatur degup jantungnya.
__ADS_1
Rahel tersenyum, dia mengeluarkan foto hasil USG dari dalam tasnya dan menunjukkan pada suaminya dengan senyuman bahagia.
“Ini foto anak kamu sayang,” ucap Rahel.
Deg.... deg.... deg.... deg....
Tangan satria seketika itu juga bergetar saat melihat foto USG itu,dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, karena jauh di lubuk hatinya dia benar benar menginginkan kehadiran seorang anak agar istrinya punya alasan kuat untuk tetap bertahan di dunia ini.
Dan hari ini keinginannya tercapai, bahkan sampai membuat Satria tremor dan menatap Rahel dengan tatapan tak percaya.
“Kamu hamil sa.. sayang? Kamu beneran hamil... i...ini gak bohong kan? Aku benar benar jadi seorang Papa kan?” ucap Satria sambil menatap istrinya dengan tangan Gemetaran memegang foto itu.
Rahel tersenyum melihat ekspresi specchless suaminya, dia menarik tangan suaminya yang gemetaran dan meletakkannya di atas perutnya,
“Iya sayang, anak kita sedang bertumbuh si sini, dia sangat sehat dan kuat kata dokter,” ucap Rahel sambil memegang tangan suaminya di depan perutnya, bisa dirasakannya getaran tangan Satria yang benar benar tak menyangka dengan kabar bahagia ini.
“kok Tremor sih By?” tanya Rahel heran.
Satria menatap Rahel dan perut istrinya bergantian, dia sangat senang hanya saja ini terasa seperti mimpi baginya. Dipeluknya tubuh rahel dengan erat tanpa dia sadari dia malah menangis haru karena kabar ini.
“Terimakasih sayang, aku.... aku benar benar mengharapkan ini terjadi, terimakasih banyak, aku.... aku bangga padamu, terimakasih membuatku jadi seorang pria yang sempurna, aku benar benar mencintaimu, aku mencintai kalian berdua, terimakasih banyak,” ucap Satria menangis haru.
“Kamu gak pernah bilang by kalau mau punya anak,” ucap Rahel sambil menepuk nepuk punggung suaminya.
“Aku gak mau buat kamu terbeban sayang, aku sampai sekarang masih takut dengan kejadian kamu mau.... ahhh jangan bicara kan itu pokoknya aku takut sayang, aku takut kehilangan kamu, aku takut kamu depresi lagi, aku ingin dengan kehadiran seorang anak, kamu punya semangat buat jalani hidup kamu, tapi aku gak maksa,” jelas Satria.
“Benarkah?" tanya Rahel yang dijawab anggukan kepala oleh Satria.
" Maaf telah membuatmu khawatir By, aku sudah menemukan alasan agar aku tetap hidup, yang pertama adalah kamu, sebelum aku tau aku hamil, aku sudah punya alasan yang kuat yaitu kamu, pria yang kucintai dan sekarang bertambah calon bayi kita, aku akan hidup untuk kalian, aku janji,” ucap Rahel sungguh sungguh.
“Terimakasih sayang, terimakasih banyak,”ucap Satria.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan Komen.