Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Drama pagi hari


__ADS_3

Hari kembali berlalu, sejak kejadian beberapa hari lalu, Satria semakin memperketat keamanan di sekitar istrinya, dia dengan sigap.menjaga agar tidak ada yang mengancam diri Rahel.


Hari ini seperti biasa Rahel dan Satria bersiap siap ke kantor, sejak kejadian terakhir, Satria dan Rahel lebih banyak menghabiskan waktu di divisi pemasaran sebagai pegawai di bagian itu.


Meski mereka bekerja bersama, dalam urusan pekerjaan, Rahel dan Satria sangat profesional. Satria tak segan segan mengoreksi hasil pekerjaan istrinya sebab dia ingin istrinya cepat belajar untuk segera bisa menjadi seorang pemimpin yang berpengaruh.


Melihat semua hasil kerja Rahel, Satria sangat puas karena dia hanya melakukan kesalahan kesalahan kecil yang bahkan sebenarnya tidak berpengaruh pada proyek yang sedang mereka kerjakan.


Rahel hanya tinggal menyempurnakan pekerjaannya dan banyak terjun ke lapangan.


"Sayang bisa bantu pasangkan?" tanya Satria sambil mengambil dasi berwarna hitam miliknya.


Rahel yang sudah selesai menoleh, lalu berjalan dan mengambil dasi itu.


"Sini, kubantu," ucap Rahel.


Satria menunduk dengan tatapan mata dalam menatap wajah sang istri yang terlihat sangat cantik dengan make up naturalnya.


Mata mereka bertemu membuat degup jantung keduanya tak beraturan.


deg... deg deg.. deg..


Gugup, itu lah yang dirasakan Rahel saat ini, bahkan wajahnya sampai merah merona karena ditatap seperti itu oleh suaminya.


"Kenapa wajahmu merah? apa kau sakit?" tanya Satria pura pura tidak tau, dia meletakkan yang di kening Rahel.


"Emm.. a..aku baik baik saja," jawab Rahel ternyata bata saking gugupnya.


Satria tersenyum dia tetap melanjutkan tatapannya selama Rahel memasangkan dasi untuknya.


Dengan cepat nun tetap rapi, Rahel memasang dasi Satria sebab jantungnya benar benar tak bisa di kontrol lagi, bisa bisa jantungnya lari keluar saat ini juga.


"hufffttt aarhhhh aku sangat gugup, jantung berdebar sebar, kenapa dia harus menatapku dengan tatapan seperti itu, aku kan jadi malu," batin Rahel.


"Sudah selesai !" ucap Rahel sambil merapikan sedikit kerah baju suaminya.


Satria menatap Rahel sambil tersenyum.


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di bibir cantik Rahel yang seketika itu juga membuat dirinya menunduk karena malu dan wajahnya merona.


"Terimakasih sayang," ucap Satria yang merasa menang banyak hari ini, dia benar benar berniat untuk membuat istri cantiknya itu bahagia, dia tak mau membuat Rahel sedih atau merasa menderita.


"Ra, nanti kita ke rumah Mom dan Dad ya," ucap Satria.

__ADS_1


"Baiklah aku terserah kamu saja," jawab Rahel.


"Ya udah berangkat yuk," ajak Satria.


Mereka berdua terlebih dahulu sarapan pagi tadi sehingga setelah makan mereka langsung bersiap menuju perusahaan. Penampilan mereka sederhana namun yang membuat menarik adalah wajah tampan dan cantik mereka yang sangat memukau membuat apa pun yang mereka pakai terlihat mahal.


Rahel dan Satria berangkat menuju perusahaan Farenheit dengan menggunakan mobil mereka.


Karena rumah mereka dekat dengan perusahaan, membuat mereka bisa tiba dengan waktu yang cepat.


Sesampainya di perusahaan mereka langsung masuk dan berjalan menuju divisi pemasaran.


"Rahel!" panggil seseorang yang sudah sangat akrab suaranya di telinga Rahel dan Satria.


Mereka berdua menoleh dan melihat Jenny si tomboy datang menghampiri mereka, gadis ini tak pernah memakai pakaian feminim bahkan saat ke kantor, dia akan memakai celana dan Hoodie ke kantor sebab perusahaan Farenheit tidak mementingkan soal pakaian apa yang dipakai karyawannya ke kantor, selama itu nyaman dan membuat performa pekerjaan mereka meningkat.


"Selamat pagi pak," sapa Jenny saat melihat Satria yang dibalas anggukan oleh pria itu.


"Eh makin cantik aja neng," bisik Jenny pada Rahel.


"Tadi pagi pasti seru ya sama suaminya, pasti ada adegan Ekhmm... Ekhmm ya hahaha," bisiknya lagi yang membuat Rahel menatap kesal ke arah gadis yang terkadang otaknya aneh itu.


"Ck dasar kadal Biru, otakmu mikir aneh aneh lagi ku pites kau," ucap Rahel.


"Ihhh dasar ya kamu ini," gerutu Rahel sambil menggelitik perut Jenny membuat gadis itu tertawa terbahak-bahak sepanjang jalan menuju divisi mereka.


Satria menatap mereka sambil tersenyum, dia senang istrinya banyak tertawa, bahkan hari ini Rahel tampak sangat bahagia.


"Syukurlah dia tidak merasa sedih atau tertekan, aku senang melihatnya tertawa, hmmm Jenny kau hebat, akan kutambah bonusmu," batin Satria.


Jenny dan Rahel terus bercanda hingga saat tiba di lift Jenny yang terlalu aktif bergerak tiba tiba menubruk seseorang yang benar benar harus dihindarinya jika masuk ke perusahaan itu, siapa lagi kalau bukan Bastian asisten Satria.


Brukk


Jenny terjatuh begitu juga dengan pria itu.


"Ya ampun Jen hati hati dong," ucap Rahel, sedangkan Satria hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah manusia jenaka itu, apalagi ada Bastian disana.


"Drama apa lagi yang akan dibuat dua manusia gesrek ini, hadehhh tapi kalian cukup menghibur, lumayan bioskop gratis hahaha," batin Satria sambil senyum senyum sendiri.


"Awhhhh aku nabrak gorilla woi, sakit banget pantat ku ahhhhh shhh jalan lihat lihat dong!" gerutu Jenny sambil bangkit berdiri.


"Ck.. sial, awas kau nanti, karena banyak karyawan yang lihat aku harus jaga imageku, arhhh dasar manusia tengkorak!!" gerutu Bastian sambil bangkit berdiri.


Beberapa karyawan memperhatikan mereka, dengan cepat Jenny beralih ke mode akting.

__ADS_1


"Aduh Pak Bastian sakit ya, maaf ya pak saya tidak sengaja," ucap Jenny sambil memegang lengan pria itu, namun bukannya memegang dia malah mencubit lengan Bastian dengan kuat sehingga membuat pria itu meringis kesakitan namun berusaha untuk tetap cool apalagi mereka diperhatikan banyak karyawan.


"Awhh.. grhhh awas kau nanti manusia skeleton!!" bisik Bastian meringis kesakitan.


Jenny tersenyum penuh arti, dia semakin memperkuat cengkraman tangannya.


"Maaf ya pak saya terpeleset tadi soalnya ada gorilla setinggi tiang listrik," ucap Jenny dengan wajah polosnya.


"pintar sekali dirimu, ck... playing dumb denganku, lihat akibatnya!" batin Bastian.


Satria yang melihat kedua makhluk itu terus berdebat menarik pelan pelan tangan istrinya lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka disana.


"Ayo sayang, biarkan mereka disana!" bisik Satria sambil cekikikan.


"Tapi itu..."


"Udah ayo," ajak Satria.


Jenny dan Bastian terus melakukan akting mereka sampai semua karyawan menatap heran pada mereka.


"Hmmm tak apa nona? emm maaf siapa nama anda saya lupa, karena wajah anda sangat asing seperti bukan wajah manusia, maaf ya," ucap Satria sambil menarik tangan Jenny dengan kuat karena cengkraman tangan Jenny benar benar membuat lengannya sakit.


"pfftttthhh..." karyawan lain yang mendengar itu cekikikan saat Bastian mengejek Jenny dengan cara yang halus.


"Saya punya nama pak, Jenny, J E N N Y!" ucap Jenny mengeja namanya.


"ohhh jengkol, pantas saja mulut Anada bau jengkol, huh sepertinya aku harus mengatur gaji karyawan lagi supaya setidaknya nona jengkol ini bisa membeli pengharum mulut," ucap Bastian membuat para karyawan tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Bastian.


Jenny mengepalkan tangannya, dia benar-benar ingin marah namun dia berusaha tetap tenang.


"Grrrhhhh awas kau!!" geram Jenny.


"Hmmm terimakasih atas perhatiannya pak, saya sangat menantikan hal itu terjadi, kalau begitu saya permisi!" ucap Jenny sambil memelototi Bastian lalu pergi meninggalkan pria itu.


"Hahahahah aku berhasil, rasakan Manusia Skeleton!" batin Bastian sambil tersenyum tipis.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉


Ngadi Ngadi kalian berdua

__ADS_1


__ADS_2