Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Masih di Cafe


__ADS_3

Rahel, Jenny, Sabrina dan Jonathan asik bercerita di cafe itu. Bodyguard Mereka mengawasi siapa pun yang melihat mereka disana.


Melihat sesuatu yang tidak beres, Riko membisikkan sesuatu pada Rahel.


"Nyonya, dua wanita tadi mengintip kita, apa perlu kami melakukan sesuatu?" bisik Riko.


"Tak perlu, kita pergi dari sini, " ucap Rahel pelan.


"Farhan tolong bayarkan makanan kita," ucap Rahel sambil memberikan black card-nya.


"Baik nyonya, " ucap Farhan lalu melakukan tugas dari Rahel.


"Wah jadi orang kaya sekarang ya Ra," ucap Jonathan sambil menaikkan satu alisnya menggoda Rahel.


"Heh jangan ngejulid Jo, itu mah uang suami," ucap Rahel.


"Heleh, emang kamu dari dulu udah kaya kan," ucap Jonathan.


"Ck... gak usah di bahas," ucap Rahel.


"Hmm terserah," balas Jonathan.


"Ini nyonya," ucap Farhan.


"Terimakasih," ucap Rahel menerima kartunya.


"Jo kamu bisa kan datang ke rumah mertuaku, Kita bicarakan kasus ini disana, kau tau kan ada yang mengintip kita disana," bisik Rahel sambil menunjuk Dea dan Nyonya Viko yang bersembunyi di balik dinding Cafe.


"ya aku melihat mereka kalau begitu kita pergi ke tempat orang tuamu saja," ucap Jonathan yang dianggukkan oleh Rahel.


"Kak apa kita akan memberitahukan ini pada Mom dan Daddy, A..aku takut mereka marah," ucap Sabrina.


"jangan takut Sabrina, kamu tenang ya, Jonathan juga akan ikut menjelaskan, justru kamu akan dilindungi, " ucap Rahel sambil mengusap kepala Sabrina.


"Tenang saja nona, semua akan baik baik saja, aku akan membantu semampuku," ucap Jonathan sambil tersenyum ramah.


"Wah sepertinya ada bunga bunga cinta," celetuk Jenny yang sontak membuat Jonathan terdiam dan jantung nya berdegup tak normal.


"Ekhmm... kupikir juga begitu," ucap Rahel melirik Jonathan yang tiba tiba salah tingkah.


"Hahaha sudahlah ayo," ucap Jenny sambil tertawa.


Mereka pun berangkat keluar dari kafe itu menuju parkiran Mall.

__ADS_1


Dea dan nyonya Viko berusaha mencuri dengan apa yang mereka bicarakan.


"Mama dengar gak apa yang mereka bicarakan?" ucap Dea.


"Nggak dengar Dea, tapi kamu lihat gak kartunya Rahel tadi, itu kartu unlimited loh, bagaimana bisa dia punya kartu terbatas itu, Mama saja gak punya," ucap Nyonya Viko.


"Entah ma, sepertinya kita harus cari tahu, Aku gak suka kalau Si Rahel itu hidup enak!" ucap Dea.


"Iya, tapi kita urus Frans dulu, anak bodoh itu bisa bisanya menjual teman sekampus nya, bodoh sekali dia, membuat pusing kepala ku saja," ucap Nyonya Viko.


"Iya Mama benar, Frans benar benar kurang kerjaan akhh," gerutu Dea.


Sementara itu, Di Perusahaan Farenheit, Satria menerima laporan dari anak buahnya yang mengawasi sang istri dari kejauhan.


Dia melihat foto-foto Rahel bersama teman lamanya, bukannya cemburu Satria malah tersenyum saat melihat istri nya begitu senang bertemu teman lamanya.


"Syukurlah Rahel punya beberapa orang yang baik padanya, dia bisa tersenyum banyak hari ini, aku akan melakukan apa pun untukmu sayang," ucap Satria sambil menatap foto istrinya yang tampak akrab dengan Jonathan.


"Ahhh tapi siapa pria ini?" ucap Satria, "Dia tampan juga," ucapnya lagi.


"Apa itu?" tanya Bastian yang tiba tiba muncul di belakang Satria.


"Eh... buset kayak jelangkung kau Bas, ya ampun kenapa gak bilang bilang berdiri disitu dasar kampret!!" gerutu Satria yang benar benar terkejut, dia sampai mengusap usap dadanya.


"Heheh ya maaf, lihat apaan?" ucap Bastian.


"Ini foto Rahel sama temennya," ucap Satria.


"Ehh si manusia Skeleton gitu amat matanya, " ucap Bastian.


"Ya suka suka dialah Bas, wong gratis.lihat cowok tampan, mana angkatan lagi, bening deh tipe idealnya para perempuan," ucap Satria yang berusaha menahan tawanya.


"Oh... Jadi seleranya yang begitu? gak sekeren aku sih, emang dasar si Jenny mah seleranya segitu aja," ucap Bastian.


"Eh tapi mereka cocok loh Bas, kayaknya Jenny dijodohin sama detektif ini bisa deh, entar kubilang sama Rahel deh dia pasti senang temannya yang kocak itu dapat pasangan kayak detektif ini," ucap Satria.


"Ohh... silahkan," Jawab Bastian cuek lalu pergi meninggalkan Satria.


"Emmm Sat, aku keluar, ada rapat sama Klien penting entar ku hubungi mengenai hasilnya," ucap Bastian.


"Eh oke, aku juga mau segera jodohin Jenny sama pria ini," ucap Satria yang dibalas dengan acungan jempol oleh Bastian.


Bastian keluar dari ruangan Satria dengan perasaan tidak tenang, entah kenapa mendengar ucapan Satria tadi membuat hatinya seolah tidak rela kalau Jenny bersanding dengan Jonathan.

__ADS_1


"Ck... kenapa aku begini sih, akhhhhh gak mungkin aku suka sama dia, ihhh gak mungkin lah, " ucap Bastian sambil menggerutu sepanjang jalan membuat para karyawan yang berpapasan dengannya terheran-heran dnegan pria itu.


Sementara di dalam ruangan Satria, pria itu tertawa terbahak-bahak karena berhasil menjahili sahabatnya itu.


Dia sangat kenal dengan Bastian, apalagi saat Bastian suka dengan seseorang Satria pasti langsung tau, dan saat ini Satria tau kalau Bastian mulai menaruh hati pada gadis tomboy yang selalu mengajak nya berdebat.


"Pffthjh..... hahahahahhaha hahahhahah, aku tau kau suka dengannya bas hahahahah kau tak bisa membohongiku, hahahah ini akan menyenangkan melihatmu cemburu hahahah," Ucap Satria yang berhasil membuat sahabatnya gundah gulana karena keusilannya.


Drrrtt drrrtt drrrtt


"Halo Sayang," ucap Satria sambil mengangkat panggilan itu.


"By aku dan yang lain lagi jalan mau ke rumah besar, aku bawa temen lama gak apa apa kan?" tanya Rahel.


Satria tersenyum ternyata untuk hal sekecil itu istrinya sampai meminta ijin padanya.


"Gak apa apa sayang, aku juga udah mau pulang nih,kita ketemu di rumah ya," ucap Satria.


"Baiklah by, kalau pulang bawakan sate yang dekat kantor boleh gak? aku mau makan itu," ucap Rahel.


"Baiklah akan kubelikan, " ucap Satria.


"Terimakasih By, ya udah aku tutup dulu ya panggilannya," ucap Rahel.


"Iya sayang, " balas Satria.


Satria the mendengar suara istrinya, Rahel benar benar terbuka dengan Satria dan ini sebuah perkembangan besar dalam hubungan mereka.


Namun Satria kembali terima dengan Dea dan nyonya Viko yang menghina istrinya, tentu dia tau karena bodyguard nya melaporkan segala sesuatu pada dirinya. Bahkan dia tau kalau kedua wanita itu mengawasi Rahel dan yang lainnya.


"Berani sekali kalian merendahkan istri seorang Satria, tunggu pembalasanku, aku akan membuat kalian merasakan apa yang dirasakan keluarga om Raiden dulu," ucap Satria sambil mengepalkan kedua tangannya.


Satria berdiri dan memakai kacamata dan Masker, dia keluar dari perusahaan itu tetap dengan menyembunyikan wajahnya.


Sementara itu di jalan menuju meeting, Bastian terus memikirkan perkataan Satria tadi, dia benar benar gundah saat ini.


"Astaga ada aoa denganku, dia bahkan bukan tipe ku tapi kenapa aku tidak suka mendengar usul Satria tadi, aghhhhh dasar manusia skeleton, mau ada atau nggak kau selalu membuatku resah!!!" gerutu Bastian sambil mengusap kasar wajahnya.


"Tak mungkin aku menyukainya, iya benar ,Bastian tak mungkin menyukai gadis tomboy itu!" ucapnya menguatkan dirinya sendiri, padahal tanpa dia sadari benih benih cinta mulai tumbuh di hatinya.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😊😊


__ADS_2