Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
The Power of Rahel


__ADS_3

Rahel, Jenny, Sabrina dan kedua bodyguardnya itu duduk santai di dalam cafe di mall itu sembari menunggu pesanan mereka tiba.


"Emm nama kalian siapa?" tanya Rahel pada dua pria bertubuh tegap yang duduk di masing masing sisi meja panjang menjaga Ketiga wanita itu.


"Saya Riko dan dia rekan saya Farhan nyonya," ucap Riko memperkenalkan diri mereka pada Rahel.


"Ahhhh baiklah," ucap Rahel sambil tersenyum manis, kedua bodyguard itu saling menatap baru kali ini mereka menemukan majikan seramah dan sebaik Rahel, selain itu cantiknya luar biasa.


"Beruntung sekali kami mendapatkan seorang majikan seperti nyonya Rahel, beliau sama persis dengan nyonya Ayu, sama sama baik dan ramah," Farhan.


"Nyonya Keluarga Farenheit memang yang terbaik," batin Riko.


Tak lama pesanan mereka tiba, Rahel bertingkah aneh lagi saat ini membuat Sahabatnya benar benar heran dengan wanita itu.


"Ra kamu yakin mau makan ini semua? banyak banget loh, gak biasanya kamu makan sebanyak ini?" tanya Jenny heran.


"eh... lapar Jen, pasti habis kok, ya udah yok dimakan," ucap Rahel sambil tersenyum manis.


"Ck... ck... ck... itu perut apa karet Ra, aneh kamu" balas Jenny.


"Dek makan yuk, kalahin Kakak iparmu yang aneh itu," ajak Jenny pada Sabrina yang diam saja memperhatikan mereka.


"Iya kak," jawab Sabrina sambil tersenyum.


"Kak sejak kapan kak Jenny dan Kak Rahel bersahabat, kalian seperti saudara saja?" ucap Sabrina sambil menatap mereka bergantian.


"kita udah lama sahabatan Dek dari SMA pokoknya udah kenal luar dalam, hanya lihat ujung kukunya aja kita pasti udah langsung kenal," celetuk Jenny.


" wah Deket banget dong, aku jadi iri deh," ucap Sabrina.


"Ehh jangan iri dek, kamu juga pasti bisa dapat soul mate kamu, atau kita bisa jadi sahabat juga nggak masalah kok, lagian kakak yakin kamu itu orangnya pasti asik, cuma belum keluar aja aslinya," ucap Jenny sambil mencolek hidung mancung Sabrina.


"Hehehe iya kak," cicit Sabrina sambil tersenyum manis, gadis itu banyak tertawa dan tersenyum hari ini, mood-nya benar benar baik.


"Bener kan Ra yang aku.... " Jenny berhenti sejenak,"Ya ampun Raheeeellll... kamu kayak gak makan sebulan aja, kelaparan banget atau gimana kamu astaga!" ucap Jenny terheran heran dengan Rahel yang makan tanpa jaim sama sekali, bahkan saat Jenny menegurnya dia sedang memasukkan paha ayam goreng ke mulutnya.


"Hehehe kan udah aku bilang lapar, " kekeh Rahel sambil memakan ayam gorengnya.


"Aneh, kamu benar benar aneh deh," ucap Jenny tak habis pikir dengan perilaku sahabatnya itu.


"Emang kak Rahel biasanya gak makan banyak?" tanya Sabrina.


"Enggak Dek, dia malah paling malas makan," celetuk Jenny.

__ADS_1


"Paling malas makan apanya Jenn, yang malas makan itu mah kamu sampai sampai kena asam lambung dasar pembohong," ejek Rahel.


"heh, iya iya aku emang malas makan dasar rakus," balas Jenny mengejek Rahel.


"Hahahah kalian lucu sekali, sebentar akur sebentar lagi udah ejek ejekan," ucap Sabrina.


"Hehehe ya gitu deh, udah dimakan yuk jangan dianggurin nanti aku yang habiskan Tau rasa,"ucap Rahel.


"Kalian juga makan dong, itu nasinya minta dimakan bukan dianggurin," ucap Rahel pada kedua bodyguard nya.


"Baik nyonya," jawab mereka.


Akhir mereka menikmati makan siang mereka diiringi dengan canda tawa, hingga tiba tiba suara seorang perempuan membuat mereka menoleh.


"Hehe ternyata orang miskin ini udah bisa makan enak di cafe mahal juga ya, gak nyangka bisa ketemu orang miskin di tempat seperti ini," ucap seseorang yang tak lain adalah Dea.


Rahel menoleh, mulutnya penuh dengan makanan, dia menatap Dea dengan berani bukannya dia yang takut malah Jenny yang panik saat melihat Rahel berdiri dan menatap Dea.


Bodyguard ingin menghadapi mereka namun dihentikan oleh Rahel.


"Biar aku," ucap Rahel pada kedua pria itu.


"Ehh ada orang kaya, lagi ngapain? mau sedekah ya sama orang miskin ini? emm kita gak butuh sih uang hasil curian, udah kenyang juga," ucap Rahel membalas perkataan Dea yang sontak membuat mereka semua terbelalak dengan ucapan Wanita itu.


Nyonya Viko yang berdiri di samping Dea menatap tajam ke arah Rahel, dia tak menyangka kalau anak perempuan yang mereka biarkan Luntang lantang di jalanan dan berhasil mereka tindas justru mengeluarkan taringnya sekarang.


"Mau apa dia kak, Sabrina takut," bisik Sabrina sambil memeluk lengan Jenny.


"Tenang Dek, kamu aman disini," bisik Jenny sambil mengusap punggung Sabrina.


"Beraninya kamu dasar anak sialan!!" teriak nyonya Viko.


"Kau tidak tau siapa aku hah? aku ini nyonya V.R grup hidupmu bisa lebih hancur dari yang pernah kau alami Rahel!!" ucap Nyonya Viko dengan nada mengancam.


"heh? benarkah? coba lakukan? aku ingin melihat usahamu dan setelah itu aku ingin melihat bagaimana keluargamu hancur berantakan, " ucap Rahel dengan tatapan menyeramkan.


Glekk


"Ada apa dengan wanita sialan ini, kenapa dia seberani itu?" batin Dea.


"Kenapa dia percaya diri sekali?" batin Nyonya Viko.


"Cihhh dasar orang miskin sok kaya, aku yakin suamimu yang miskin itu bahkan tak bisa membelikan sepasang pakaian mahal untukmu!" Dea menghina Rahel dengan suara keras hingga membuat orang-orang menatap mereka.

__ADS_1


"Ahh... pakaian mahal ya? buat apa? apa untuk menutupi cacat di tubuh indahmu ini nona Dea yang terhormat, atau untuk menarik perhatian Sugar Daddy hmmm?" ucap Rahel seraya berbisik.


Dea menelan kasar Salivanya, Rahel benar benar dominan dan membuat dirinya kalah telak.


"Sial, apa dia tau sesuatu? tapi tak mungkin!!" batin Dea.


Dea mengepalkan Kedua tangannya dia mengangkat tangannya dan mengayunkannya ke arah wajah Rahel namun secepat itu pula Riko menangkap tangan Dea dan menghempasnya dengan kasar.


"Jangan berani menggunakan tangan kotormu untuk menyentuhnya!" bentak Riko dengan wajah kesal dan marah.


"Ck... sial siapa kau berani beraninya ikut campur denganku!!" balas Dea kesal.


"Tenanglah Riko," ucap Rahel yang masih bisa santai menghadapi Dea dan Mamanya yang selalu mencari masalah itu.


Jenny sampai di buat mangap akibat perubahan besar pada diri Rahel, benar benar bukan Rahel yang dikenalnya.


"Kau awas kau Rahel akan kubuat perhitungan denganmu!" ucap nyonya Viko sambil menarik lengan Dea dan membawanya keluar dari Cafe itu.


"Eitss mau kemana hah? apa kalian kalah dengan orang miskin ini?" tanya Rahel yang membuat mereka menghentikan langkah mereka.


"Apa mau mu hah, dasar manusia tidak berguna, pantas saja Raiden dan Hana meninggalkan dirimu, kau memang tak berguna!!" ejek Nyonya Viko.


"Hahahahhaah, wah... wahh... wah... kenapa melibatkan orangtuaku nyonya Viko yang terhormat, apa kau tau sesuatu tentang kematian mereka? atau apa kau tau kenapa V.R Grup bisa di posisinya sekarang?" ucap Rahel sambil menatap Nyonya Viko dengan tajam.


Deg .. deg .. deg...


jantung mereka berdegup kencang apalagi saat Rahel menyinggung kematian Kedua orangtuanya.


"a.. apa maumu !" ucap Nyonya Viko.


"Ahhh tak ada aku hanya ingin menggertak saja, dan ku harap kalian menikmati hadiah yang akan ku berikan pada Frans," ucap Rahel dengan senyuman menyeramkan di wajahnya.


"Akan kupastikan kalian menderita! " batin Rahel.


"Syuhh pergi sana!" ucap Rahel lalu duduk kembali di kursinya.


Nyonya Viko dan Dea yang merasa harga diri mereka dipermalukan, menjadi geram, mereka mendatangi Rahel namun seketika langkah mereka berhenti saat melihat pria berseragam menghampiri Ketiga wanita itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊


Rahel jiayioooooo


__ADS_2