Istri Cantik Suami Bucin

Istri Cantik Suami Bucin
Rumah Sakit


__ADS_3

Kini semua bukti sudah dikumpulkan, satu bulan telah berlalu dan cukup waktu bagi Sabrina untuk melakukan penyembuhan mental dan trauma yang dia alami. Penyembuhan yang cukup cepat karena di dampingi oleh orang orang baik di sekitarnya.


Rahel dan Jenny benar-benar melatih Sabrina menjadi seorang gadis yang kuat. Rahel sendiri telah mempersiapkan dirinya untuk segera membalaskan dendamnya kepada V.R grup.


Rahel dan Jenny bekerja sebagai asisten Satria , karena sifat mereka berdua yang workaholic membuat Cika yang awalnya menyangka akan bisa lebih santai dalam bekerja justru semakin pusing dengan sifat gila kerja kedua perempuan itu.


Jenny dan Rahel benar benar menjadi orang yang berbeda jika memakai pakaian kerja mereka. Seperti saat ini, mereka tengah membahas proyek penting dengan perusahaan luar negeri, sudah berjam jam mereka membahas tentang konsep kerjasama itu hingga melahirkan ide ide besar yang menguntungkan kedua pihak.


"Arhhgggg.... apa kalian tidak lelah terus bekerja seperti itu?" tanya Cika yang datang dengan membawa pesanan mereka, sebab Rahel dan Jenny dimintai bantuan oleh Cika untuk mengerjakan pekerjaannya yang menurutnya sangat merepotkan padahal itu sesuatu yang menyenangkan bagi Rahel dan Jenny.


"Ini menyenangkan Cika, tentu saja kalau kamu menikmati pekerjaanmu," ucap Rahel yang masih fokus dengan dokumen di tangannya.


"Thanks Cika buat minuman dan cemilannya, punya ku udah selesai, aku taruh di atas meja kerjamu," ucap Jenny sambil mengambil cemilan pesanan nya.


"Thanks ya Cika," ucap Rahel.


"Oke sama sama, wah akhirnya ini selesai, huh... kupikir saat kalian masuk dan bekerja disini jutsru akan menyenangkan tetapi malah semakin membosankan," keluh Cika sambil duduk di samping Rahel.


"Dasar kamu ini, Kita kerja bukan mau main," ucap Rahel.


"Heh... iya iya... mentang-mentang perusahaan suami kamu," bisik Cika membuat Rahel sontak terkejut dan spontan melihat ke kanan kiri siapa tau ada yang mendengar.


"Kamu mulutnya gak bisa di rem ya, hati hati Gimana kalau ada yang dengar Cika?" ucap Rahel.


"Heheheh ya maaf ," kekeh Cika.


Di perusahaan besar itu memang sudah tersebar bahwa Satria dan Rahel pasangan suami istri namun sebagai karyawan biasa bukan sebagai pemilik perusahaan itu. Sehingga mereka busa bebas jala berdua di perusahaan itu.


"Jen segera ke ruangan saya, ada beberapa dokumen yang harus kamu urus, ini perintah Presdir," ucap Bastian yang kebetulan batu tiba di kantor mereka setelah melakukan pertemuan dengan kolega bisnis di luar.

__ADS_1


"Baik pak," ucap Jenny yang langsung berdiri dan mengikuti Bastian ke dalam ruangannya.


"Wahh Ra, sepertinya Pak Bastian suka ya sama Jenny, soalnya dia terus menyuruh Jenny melakukan ini itu," ucap Cika dengan suara agak dibesarkan agar bisa di dengar oleh Nancy yang walau tanpa diucapkan pun Nancy sudah cemburu melihat Jenny .


Nancy dan Lia belum juga di pindahkan, karena pekerjaan mereka berdua sejauh ini cukup baik sehingga tak ada alasan yang tepat bagi Satria untuk mengganti kedua sekretaris itu.


"Bisa aja sih, tapi memang mereka berdua cocok kok," ucap Rahel sambil menatap ke dalam ruangan Bastian dimana Jenny dan pria itu tengah berdiskusi.


"Ku harap mereka berjodoh, kalian sama sama suka tapi gengsi untuk menyatakan perasaan masing masing dasar orang orang aneh kalian berdua," batin Rahel yang sudah jelas tau kalau kedua insan yang selalu berdebat itu sebenarnya saling menyukai.


Nancy menatap geram ke dalam ruangan Bastian, dia menggertakkan giginya karen Bastian selalu memanggil Jenny untuk bekerja di dalam ruangannya.


Menurutnya Jenny adalah wanita yang tidak tau diri karena terus menerus menggoda Bastian. Dia menatap kesal dengan Jenny karena kesempatannya untuk mendekati Bastian semakin sedikit.


apalagi Bastian sangat sering mengajak jeni keluar bersama untuk alasan pekerjaan padahal Sebenarnya mereka memang melakukan pekerjaan di luar kantor.


Namun Nancy berpikir bahwa Bastian dan Jenny sedang melakukan kencan.


"Ck... udah Lia Jangan diingatkan, aku lama lama makin kesal tau!" ketus Nancy sambil menekuk wajahnya.


"Makanya kamu itu bergerak cepat dong, atau nggak singkirkan si Jenny itu, dia benar benar gak nganggep kita sebagai seniornya di kantor ini," ucap Lia.


"Ya kamu bener Lia, Aku akan membuat perhitungan padanya nanti,mentang mentang Pak Bastian mengandalkannya,bisa bisanya dia kadj belagu seperti itu!!" ucap Nancy.


"Tapi apa yang akan kamu lakukan?" tanya Lia.


"Akan kuhancurkan karirnya, lihat saja nanti!" ucap Nancy dengan senyuman smirk di wajahnya.


Lia menatap Nancy, "Kau memang benar benar sudah jatuh cinta dengan Pak Bastian," ucap Lia.

__ADS_1


Sementara itu Rahel tengah keluar dari ruangannya untuk makan siang, sebulan terakhir ini dia mengalami perubahan pola makan, awalnya dia merasa biasa saja namun setelah dipikir-pikir ternyata pola makannya benar benar tidak normal.


Rahel sering makan tengah malam ,bahkan jam 3 dini hari dia sering terbangun hanya untuk makan malam. Karena merasa aneh dengan tubuhnya yang terlihat mulai berubah di beberapa bagian tertentu hari ini Rahel berencana ke rumah sakit untuk memastikan sesuatu dan dia yakin kalau dia memang mengalami hal itu.


Moodnya juga naik turun, terkadang dia merasa mual dan pusing secara tiba-tiba namun kondisinya belum dia beritahukan kepada suaminya karena urusan suaminya begitu banyak belum lagi masalah Sabrina masih belum mereka tuntaskan, membuat Rahel mengurungkan niatnya untuk memberitahukan keadaannya pada sang suami.


Rahel keluar dari perusahaan tanpa bilang bilang pada suami maupun sahabatnya. Dia memesan taksi lalu melaju menuju rumah sakit.


Di dalam taksi, Rahel sampai memakai masker karena tidak tahan dengan pewangi mobil yang membuatnya mual.


"Huhhffff.... Mama harap kamu sudah ada disini, Mama menantikan kehadiranmu malaikat kecil," batin Rahel sambil mengusap perutnya sendiri. Dia merasa kalau dirinya tengah mengandung saat ini, oleh karena itu, Rahel memeriksakan dirinya ke rumah sakit.


Rahel tiba di rumah sakit, dia melangkahkan kakinya menuju Obgyn dan meminta nomor antrian. Dia masih memakai masker dan kacamata serta Penutup kepala karena merasa tiba tiba dingin.


Brukk...


Saat berjalan dia tak sengaja bertubrukan dengan seorang wanita hingga foto hasil USG milik wanita itu jatuh, alangkah terkejutnya Rahel saat melihat perempuan itu adalah Dea yang baru saja keluar dari ruangan Obgyn, meski Dea memakai masker, Rahel sangat hapal dengan siluet wanita itu, tanda lahir di pergelangan tangannya membuat Rahel semakin yakin kalau itu Dea.


"Kalau jalan hati hati dong!" ketus Dea sambil memungut foto USG itu, Suara wanita membuat Rahel semakin yakin kalau itu sepupunya.


Rahel membungkuk lalu kembali berjalan.


"Dea? buat apa dia disini? apa yang tadi itu foto USG milik nya? apa dia hamil? tapi tak mungkin!!" batin Rahel sambil menatap punggung Dea yang sudah berjalan dengan terburu-buru keluar dari rumah sakit itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉


__ADS_2