Istri Titipan Talak 3

Istri Titipan Talak 3
Bab 17. Kedekatan Dimas dan Winda


__ADS_3

Perkelahian antara Dimas dan Bayu berlangsung sengit. Dimas memukul Bayu dengan kekuatan penuh hingga Bayu jatuh tersungkur di lantai. Bayu juga tidak mau kalah, dia membalas pukulan Dimas dengan tinjunya yang tepat mengenai bibir Dimas hingga berdarah.


Winda berlari ketakutan meminta bantuan orang-orang yang kebetulan ada di sekitar tempat itu dan beberapa pelayan laki-laki restauran tersebut.Mereka akhirnya berhasil melerai perkelahian Dimas dan Baya. Beberapa orang memegangi tubuh Bayu dan sebagian lagi memegangi tubuh Dimas.


Dimas melihat ke arah Winda yang terlihat sangat ketakutan. Dimas pun mulai melunakkan emosinya dan tidak lagi berontak dalam pegangan orang-orang itu.


Setelah melihat Dimas agak tenang, Winda baru berani mendekati Dimas.


"Mas Dimas, kamu tidak apa-apa? Bibir kamu berdarah, harus segera diobati.Tolong lepaskan suami saya, saya akan membawanya pulang," ucap Winda pada orang-orang yang memeganginya.


Orang-orang itu segera melepaskan Dimas sesuai permintaan Winda.


Melihat kedekatan Dimas dan Winda membuat Bayu sakit hati. Dimas mengetahui hal itu sehingga dia sengaja berpura-pura limbung agar Winda memapahnya berjalan menuju ke mobil mereka.


Dimas semakin merasa menang ketika melihat Bayu semakin marah melihatnya bersama Winda.


Itulah hukumanmu karena kamu telah mengganggu makan malam yang sudah aku siapkan dengan baik. Seharusnya aku tadi sudah mengutarakan isi hatiku pada Winda. Tapi karena kehadiranmu aku harus menundanya lagi.


Dimas tersenyum sinis pada Bayu saat pandangan mereka beradu. Senyum kemenangan yang dirasakan Dimas dan Dimas mulai memeluk tubuh Winda dengan mesra sambil berjalan menjauhi mereka.


"Mas, hati-hati," ucap Winda.


"Iya, aku peluk kamu agar aku tidak jatuh," ucap Dimas sambil tersenyum.


Sesampainya di mobil, Winda berniat mengemudi, tapi Dimas melarangnya.


"Biar aku saja yang mengemudikan mobilnya mas," kata Winda.


"Tidak, aku masih bisa mengemudi. Tanganku tidak apa-apa, tenang saja," ucap Dimas sambil duduk di mobil.


"Baiklah. Tapi pelan-pelan saja mas," ucap Winda mengingatkan.


Mobil Dimas melaju dengan kecepatan sedang untuk membuat Winda tenang. Dimas tersenyum dalam hati melihat Winda sangat perhatian padanya. Meskipun Dimas belum sempat mengutarakan isi hatinya, tapi dia cukup yakin jika Winda juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.


Setibanya di rumah, Winda segera mengobati luka di wajah Dimas terutama luka pada bibirnya dengan penuh perhatian dan kelembutan. Dimas kembali berpura-pura kesakitan agar Winda lebih lembut lagi.

__ADS_1


Dimas sendiri tidak mengerti dirinya, kenapa dia harus melakukan ini untuk mendapatkan perhatian dari Winda.


Salahkah aku berpura-pura untuk mendapatkan cinta? Entahlah, yang ada dalam pikiran aku saat ini hanyalah aku ingin lebih dekat dengan Winda.


Ketika Winda mulai mengolesi bibir Dimas dengan salep, wajah Winda begitu dekat dekat dengan wajah Dimas. Dimas mulai gelagapan dan mencoba menahan diri agar tidak terbawa suasana romantis ini.


Winda, kau sungguh mengujiku dengan semua ini.


Aroma wangi parfum Winda semakin membuat Dimas tak dapat menahan diri. Dimas hanya bisa memejamkan mata untuk menghindari hal yang tidak seharusnya.


Tetapi, bukankah Winda itu istriku? Meskipun aku melakukan perjanjian dengan Bayu, tapi aku tidak pernah melakukan perjanjian apapun dengan Winda. Jadi apakah aku salah jika menganggap Winda adalah benar-benar istriku yang sah?


Dimas semakin galau memikirkan semua ini. Dimas membuka matanya ketika hembusan aroma nafas Winda yang sedang meniup bibir Dimas yang luka.


Dimas benar-benar tidak tahan lagi.


Maafkan aku Winda, aku ...


Dimas meraih leher Winda dengan kedua tangannya, lalu mencium bibir Winda yang masih meniup bibir Dimas. Winda tersentak kaget dan berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Dimas.


Malam ini, Dimas dan Winda kembali menikmati malam yang penuh gairah. Dimas benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Winda dengan penuh keyakinan bahwa Winda adalah miliknya. Bukan lagi titipan sahabatnya, Bayu.


Sehingga malam ini menjadi malam spesial bagi mereka berdua. Saling mencium, saling meraba dan saling berbagi kenikmatan cinta. Silakan berimajinasi sendiri bagi yang sudah berumahtangga dan yang belum silakan melewatinya.


Esoknya semua berjalan normal seperti biasanya. Hanya, Winda tampak lebih berani melihat Dimas berganti pakaian. Mungkin karena Winda sudah melihat keseluruhan tubuh Dimas, jadi Winda tidak lagi merasa malu.


"Winda, bisa bantu aku pakai dasi?" ucap Dimas yang masih belum berani memanggilnya sayang.


"Iya mas," jawab Winda tanpa protes.


Padahal biasanya Dimas juga memakai dasi sendiri.


Kehidupan mereka berjalan sesuai harapan Dimas. Memiliki istri yang cantik, perhatian dan sangat memahami profesinya sebagai seorang dokter. Dan yang terpenting, Dimas sangat mencintai Winda apa adanya.


Setiap hari menikmati hari-hari yang indah selayaknya kehidupan keluarga pada umumnya. Meski ucapan cinta Dimas belum resmi dia ucapkan dan hanya diucapkannya ketika mereka bercinta, namun Dimas masih mencari waktu yang tepat lagi untuk menyatakan cintanya. Karena Dimas tidak ingin ada gangguan seperti saat makan malam itu.

__ADS_1


"Mas, hari ini aku mau minta izin pergi ke rumah orangtuaku," kata Winda saat sarapan.


"Aku akan mengantarmu. Aku tidak bisa tenang jika kamu pulang sendiri. Seharusnya kamu bilang dari kemaren agar aku bisa ambil cuti," kata Dimas cemas.


"Mas, aku pulang sama Zaki. Hanya ingin bertemu ayah dan ibu saja, nanti aku langsung pulang. Lagipula aku tidak mau menyita waktu mas Dimas yang sangat berharga. Jangan sampai pasien mas terabaikan," kata Winda menjelaskan agar suaminya tidak cemas.


"Baiklah. Nanti aku usahakan jemput kamu jika aku sudah tidak ada pasien lagi. Kamu harus tunggu aku sampai datang," kata Dimas penuh harap.


"Iya. Nanti kalau mas Dimas tidak bisa jemput, mas hubungi aku ya?" kata Winda.


"Aku pasti jemput kamu," kata Dimas pasti.


Winda tersenyum manis sekali hingga Dimas tidak pernah bosan ingin selalu membuat istrinya tersenyum setiap saat padanya.


Dan memang Dimas menepati janjinya untuk menjemput Winda di rumah orangtuanya. Karena Dimas memang selalu berusaha membangun rumahtangga yang harmonis meski dia sibuk bekerja.


Pekerjaan juga penting tetapi keluarga adalah yang utama. Disaat keluarga membutuhkannya, Dimas akan berusaha untuk ada dan bisa menjadi bahu pegangan untuk istrinya. Memberi rasa aman dan nyaman bagi sang istri agar istrinya bisa sepenuhnya memberikan seluruh hidupnya untuknya.


Kegagalan rumah tangganya yang dulu, cukup menjadi pelajaran berharga yang harus menjadi pecut untuknya bisa membangun keluarga yang utuh. Walaupun semuanya harus ada usaha dari kedua belah pihak. Jika hanya dia yang berusaha, tentu tidak akan bisa berhasil.


Namun melihat Winda yang juga berusaha menjadi istri yang baik, cukup menjadi harapan baru bagi Dimas untuk mencapainya.


Akankah semua sesuai impian Dimas?


Hai readers


sambil menunggu up selanjutnya yuk baca juga karya apik dari teman otor ya judulnya my ex Mafia Hot Daddy by Bhebz jangan lupa like koment dan fav ya semoga suka



Aku adalah Alexander Smith, seorang bos mafia terbesar di Rusia. Dunia mengenalku sebagai pria kejam, dingin, dan tak punya perasaan. Hingga suatu peristiwa besar yang menghilangkan nyawa seseorang yang aku cintai membuatku memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam. Dunia yang banyak memberiku kemewahan dan kenikmatan dunia.


Aku memutuskan untuk menjadi hot Daddy bagi putriku seorang.


Ternyata bayangan hitam masa laluku kembali membayangiku. Akankah aku bertahan untuk tidak terjun kembali ke Dunia gelap itu???

__ADS_1


__ADS_2