Istri Titipan Talak 3

Istri Titipan Talak 3
Bab 62. Penculik Vani ternyata dia


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Winda langsung berlari ke arah mbak Novi yang sedang menunggu kedatangannya.


"Bagaimana mbak Novi, apa Vani sudah ketemu?"


"Belum Bu Winda, saya sudah mencarinya di sekitar rumah, tapi non Vina tetap tidak ketemu," kata mbak Novi ketakutan.


"Bagaimana bisa hilang?" gumam Winda sambil menangis ketika mengingat peristiwa 5 tahun yang lalu.


Dimas bergegas masuk dan mengecek CCTV, kejadian sekitar 3 jam yang lalu. Betapa terkejutnya dia ketika mengetahui apa yang terjadi pada Vani.


Tidak berapa lama, seluruh keluarga besar sudah berkumpul dan bergegas ikut Dimas melihat CCTV. Wajah mereka nampak marah dan kesal.


Terlihat jelas, seorang wanita sedang berdiri diluar pagar sambil mengamati keadaan didalam. Saat Vani keluar untuk mencari bunga yang sedang mekar, wanita itu memanggilnya.


Mulanya Vani hanya diam dan menatap wanita itu, tetapi wanita itu kembali memanggil dengan nada sedih. Vani berjalan perlahan mendekati wanita itu. Saat sudah dekat, Vani pun masih ragu hendak mendekati wanita itu yang meski pintu pagar agak terbuka sedikit, namun wanita itu tidak mau masuk.


Vani melihat sekilas foto didalam ponsel wanita itu lalu keluar pagar untuk menemui wanita itu untuk melihat lebih jelas.

__ADS_1


Setelah Vani mendekat, wanita itu membekap wajah Vani dengan saputangan yang sudah diberi obat bius. Entah apakah obat bius itu sudah dipertimbangkan aman bagi Vani atau tidak, tidak ada yang tahu.


Tapi saat melihat siapa wanita itu, semua mata tercengang. Maya, wanita yang sudah menculik Vani. Mereka sama sekali tidak menduga jika Maya bisa melakukan itu pada Vani. Bukankah dia sudah hidup tenang bersama suami dan anaknya?


Pertanyaan itu hanya Maya yang bisa menjawabnya.


Dimas dan Ayah Dirga segera bergegas pergi untuk melaporkan kejadian penculikan Vani pada polisi. Sementara itu, saat Winda mengetahui jika Maya yang melakukan penculikan atas Vani, dia terlihat sangat marah.


Apa salah anakku, padamu?


Hanya kata itu yang terus bergumam dari mulut Winda.


"Iya, nak. Saat ini kamu sedang hamil, jagalah emosi kamu agar tidak mempengaruhi kondisi bayi dalam kandunganmu. Suami dan ayah mertuamu serta Zaki sudah lapor polisi. Dan mereka akan ikut polisi dalam mencari keberadaan Maya," tambah ibunya Winda.


"Maya pasti sangat membenciku ibu, tapi kenapa dia harus melibatkan Vani? Dia masih terlalu kecil dan tidak tahu apa-apa tentang dunia orang dewasa."


"Jangan terlalu banyak berpikir. Jangan hanya karena khawatir dengan satu anak, kamu mengorbankan anak yang lain. Ingat, setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang darimu. Jadi meskipun kamu bersedih, masih ada anak yang lain yang harus kamu perhatikan," kata sang ibu.

__ADS_1


"Terutama anak yang belum kamu lahirkan. Dia butuh suasana hati yang baik. Jangan karena kamu stres memikirkan Vani, kamu membuat anak itu mati sebelum dilahirkan. Ayah tidak melarang kamu bersedih, karena Vani juga anakmu," tambah sang ayah.


"Benar mbak Winda. Serahkan saja semua pada polisi. Kita sudah memiliki bukti yang cukup untuk bisa memenjarakan mbak Maya," kata Lilis.


Winda hanya mendengarkan saja nasehat dari ayah, ibu dan juga Lilis. Pikirannya sedang tidak bisa diajak berpikir secara logis.


Sementara itu, setelah membuat laporan berdasarkan bukti dari CCTV ke kantor polisi, Dimas mencoba mencari tahu alamat rumah suami Maya. Dimas terkejut saat sampai di rumah suami Maya melihat seorang wanita yang ternyata adalah istri pemilik rumah.


Dimas bertanya tentang keberadaan Maya yang sudah menculik anaknya. Wanita itu bercerita bahwa Maya tidak tinggal di rumah ini dan menjelaskan semua tentang Maya.


Suami Maya bernama Hendra dan sudah memiliki seorang istri bernama Sekar. Hendra selingkuh dengan Maya hingga Maya hamil. Karena Sekar tidak bisa memberinya keturunan, Sekar meminta Hendra untuk mengambil anak Maya menjadi anak mereka.


Tetapi Maya menolak dan meminta Hendra untuk menikahinya dan menceraikan Sekar. Namun karena semua kekayaan yang dimiliki Hendra adalah milik Sekar, Hendra tentu saja tidak ingin jatuh miskin dengan menceraikan Sekar. Tanpa seizin Sekar, Hendra menikahi Maya.


Akhirnya Maya setuju menjadi istri kedua Hendra dan diberikan sebuah rumah dan sebuah mobil. Sebagai gantinya Deni akan tinggal bersama Hendra dan Sekar.


Entah apa yang ada dipikiran Maya, sehingga setelah hampir 2 tahun Maya diam-diam membawa lari Deni dan sekarang Maya juga menculik Vani.

__ADS_1


Keluarga Hendra dan Sekar tidak bisa melaporkan penculikan Deni karena yang membawa pergi adalah ibu kandungnya. Mereka hanya bisa mencari secara pribadi keberadaan Maya. Hingga saat ini mereka juga belum bisa menemukan keberadaan Maya.


Bersambung


__ADS_2