
Hari pertunangan Lilis dan Zaki akan berlangsung hari ini. Semua orang sibuk mempersiapkan acara dan makanan.
Winda dan Dimas bersiap datang ke rumah orangtuanya bersama twins V dan pengasuhnya. Kali ini, twins V berpakaian rapi dan cantik.
Ketika mobil Dimas hendak keluar pagar, Winda menghentikan Dimas.
"Mas, Dimas berhenti sebentar."
"Ada apa, sayang?"
"Aku tadi seperti melihat seorang anak seusia Vano ada di luar pagar rumah kita mas."
"Benarkah? Aku turun sebentar untuk melihatnya."
Dimas membuka pintu mobil dan berjalan kearah pagar rumahnya. Ternyata benar, ada seorang anak yang sedang jongkok sambil menangis. Dimas mendekatinya dan betapa terkejutnya dia, ternyata anak itu Deni, anak Maya.
"Deni, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Dimas.
"Ayah, Deni takut," ucap Deni sambil menangis.
"Apakah ibumu menyakitimu?"
Deni mengulurkan tangannya pada Dimas yang sudah dianggapnya ayah. Deni menganggap Dimas sebagai ayah kandungnya. Karena selama ini, Dimas yang selalu ada di dekatnya.
"Deni, ini apa?! Tangan kamu biru-biru begini, apa ibumu yang melakukannya?" tanya Dimas panik.
"Iya, ayah."
__ADS_1
Maya, dasar wanita tidak punya hati. Sama anak sendiri kelakuannya seperti itu. Aku beruntung telah menceraikan kamu dulu, dan aku beruntung juga tidak menerima permintaan rujuk darimu.
"Deni, sekarang ikut ayah. Ayah antar pulang ke rumah ibu, jangan menangis lagi."
Dimas menggendong Deni dengan perasaan cemas. Apa yang akan dipikirkan Winda tentang Deni. Anak yang sejak kecil sudah Dimas ajarkan untuk memanggilnya ayah.
Apakah Winda akan salah paham?
Dimas mendekati mobil dan mengetuk kaca pintu mobil. Winda segera membuka jendela pintu mobil dengan tatapan penasaran.
"Ada apa mas, siapa anak itu?"
"Ini anak Maya, namanya Deni."
"Ayah, kapan kita pulang?"
Winda terkejut mendengar anak itu menyebut Dimas dengan sebutan 'ayah'. Hampir saja Winda meneteskan airmata karena sedih dan kecewa dengan Dimas. Namun Winda tidak ingat satu hal, kesalahannya di masa lalu tidak akan terulang lagi.
"Sebentar Deni. Sayang, kalian pergi dulu diantar pak Parjo. Aku akan pergi sebentar mengantar Deni pulang."
Dimas tahu, Winda tampak kecewa dengan keputusan Dimas yang lebih mementingkan anak Maya daripada anak dan istrinya sendiri.
Dimas berjanji, Dimas akan memberi penjelasan pada Winda nanti setelah kembali. Dimas berharap, Winda tidak memutuskan sepihak seperti 2 tahun lalu.
Dimas meminta sopir pribadi nenek untuk mengantar Winda dan twins V ke tempat orangtua Dimas. Winda terlihat diam saja dan tidak banyak bicara. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
Dimas pergi menemui Maya dengan menggunakan taksi, setelah mobil Winda sudah tidak terlihat. Sampai di rumah Maya, Dimas langsung mengetuk pintu.
__ADS_1
Tok tok tok.
Tidak lama kemudian, Maya keluar sambil tersenyum melihat Dimas datang dengan membawa Deni.
"Mas Dimas, akhirnya datang juga. Mari masuk," kata Maya dengan gaya menggoda.
"Deni masuk kamar ya, ayah mau bicara dengan ibumu," kata Dimas pelan.
"Baik ayah."
Dimas melihat Deni pergi baru Dimas bicara pada Maya yang sudah duduk santai.
"Maya, aku sungguh tidak menyangka jika kamu bisa melakukan itu pada Deni. Dia masih terlalu kecil dan belum tahu apa-apa."
"Kenapa, mas Dimas tidak rela? Aku pikir kamu tidak akan peduli lagi dengan Deni setelah kamu memiliki anak-anak dari Winda."
"Maya, bagaimanapun Deni adalah anak kandungmu. Seharusnya kamu menyayanginya bukan malah menyakitinya."
"Dari awal, aku sudah tidak menginginkan kehadiran Deni. Kamulah yang terus memintaku untuk melahirkannya dan akan merawatnya. Tapi apa, kini setelah kamu memiliki anak sendiri, kamu melupakan kami terutama Deni."
"Itu karena aku melihat kamu juga sangat mencintai Deni, dan kamu pasti bisa merawatnya sendiri."
"Seharusnya perjanjian kita dulu masih berlaku. Jika kamu tidak mau merawat Deni, aku bersedia merawatnya. Tetapi kamu harus mau menikahi aku."
"Tidak mungkin, Maya."
"Aku rela menjadi istri keduamu. Jika kamu takut pada Maya, kita bisa melakukannya secara diam-diam."
__ADS_1
Dimas bagai disambar petir mendengar permintaan Maya. Apa yang akan terjadi pada Deni, jika Dimas menolak merawatnya dan menolak menikahi Maya?
Bersambung