
Kehidupan pernikahan yang sedang dijalani oleh Dimas dan Winda tidak seindah pernikahan pasangan pengantin baru yang penuh gairah. Mereka saling menyibukkan diri dengan urusan masing-masing. Dan tidak saling peduli satu sama lain.
Dimas sibuk mengurus pasien yang tidak pernah ada habisnya. Bahkan pasien yang sangat kritis dan membahayakan setiap saat. Dia memang harus siap sedia kapan saja jika ada keadaan darurat.
Padahal sebagai pengantin baru, tentu mereka mengerti jika Dimas tidak boleh diganggu seperti ketika dia masih sendiri. Akan tetapi Dimas selalu memberi kebebasan untuk pihak rumah sakit menghubunginya kapan saja.
Sementara itu Winda sibuk dengan usaha toko kuenya yang ada di kota tempat tinggalnya dulu. Juga bisnis online yang digelutinya kini menjadi kesibukannya sebagai wanita yang tidak ingin mengandalkan laki-laki seperti dulu.
Sejak bercerai dari Bayu, Winda mulai merambah dunia bisnis berdasarkan pada hobbynya yang suka membuat kue. Juga bisnis online yang membawanya memiliki sebuah toko kue dan toko online yang sudah ternama.
Walaupun dia belum bisa membayar hutang pada Bayu, namun dia sudah cukup puas karena tidak selamanya bergantung pada Bayu.
Hari itu, Winda pergi ke toko kuenya yang cukup jauh dari rumah Dimas. Winda tidak meminta izin pada Dimas hanya meninggalkan sebuah catatan yang berisi bahwa hari ini dia pergi ke rumah orangtuanya dan akan menginap selama satu hari.
Winda pulang dengan naik bis. Winda memang sengaja tidak naik mobil atau taksi. Winda ingin menikmati hidup dengan melihat berbagai macam kehidupan untuk memberi semangat pada dirinya sendiri yang saat ini hampir putus asa.
Winda belum menemukan cara terbaik setelah nanti dia pisah dari Dimas. Pikirannya kacau dan dia butuh udara segar dan suasana yang berbeda. Tak terasa airmata menetes diujung matanya yang sayu.
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, sampailah Winda di rumah sang ayah. Seluruh keluarga memandang Winda seolah sedang mengintrogasinya.
"Winda, mana suamimu? Kenapa kamu pulang sendirian? Apa kalian bertengkar? Jangan sampai ada talak lagi," tanya ayah Darma bertubi-tubi.
"Pak, jangan cecar Winda dengan banyak pertanyaan seperti itu. Biarkan dia menjelaskan satu persatu," kata sang ibu.
Winda jelas saja tidak tahu harus menjawab apa, dia sama sekali tidak memiliki jawaban yang bisa memuaskan hati kedua orangtuanya. Tetapi Winda tentu harus bisa mencari jawaban yang sanggup membuat orang tuanya tidak akan pernah curiga dengan pernikahannya yang hanya pernikahan sementara.
"Ayah, ibu. Mas Dimas seorang dokter yang baik, karena itu aku tidak ingin membuat dia meninggalkan pasien-pasiennya yang sedang kritis hanya untuk mengantar Winda pulang," jawab Winda sebisanya.
"Kamu memang harus menjadi istri yang baik. Harus banyak mengerti dan memahami profesi suamimu. Semoga pernikahan kalian ini menjadi pernikahan yang langgeng hingga ajal menjemput," kata sang ibu.
Winda sungguh tidak dapat membayangkan jika suatu saat mereka tahu yang sebenarnya, mereka pasti akan sangat kecewa dengannya.
__ADS_1
"Lalu kamu pulang, apa ada hal yang penting?" tanya ayah Darma.
"Aku ingin membuka cabang di dekat rumah mas Dimas. Agar aku lebih dekat dalam bekerja. Sedangkan yang disini biar Zaki yang urus. Bagaiman menurut kalian?" tanya Winda.
"Menurut ayah, itu hal yang baik. Tapi jangan sampai setelah kamu memiliki toko baru kamu tidak ingin pulang ke sini lagi."
"Ayah, Winda pasti akan sempatkan untuk menjenguk ayah dan ibu," kata Winda.
Selesai beristirahat, Winda pergi ke toko rotinya untuk melihat keadaan tokonya saat ini. Winda dengan kecantikannya yang alami, mampu membuat siapapun terpukau padanya.
Winda merasa bahagia karena keadaan tokonya siap untuk ditinggalkannya. Dia meminta Zaki untuk mengelola tempat ini setelah dai pergi.
"Winda," sebuah suara mengejutkannya.
Winda tersentak dan hampir tidak percaya jika Bayu bisa tahu dia ada di toko ini.
"Mas Bayu."
"Mas Bayu, kita sudah bercerai dan bukankah kita sudah menandatangani perjanjian pernikahan? Keluargaku sudah tidak punya utang lagi."
"Memang, tetapi aku kangen kamu Winda," ucap Bayu lembut.
"Ayolah mas, kita bukan lagi suami istri. Apa kata orang jika melihat mas masih menemuiku?" jawab Winda.
"Apa urusanku dengan mereka? Winda, ayo kita ke rumah lama atau kita pergi ke hotel. Aku kangen, kangen dengan kelembutanmu dan belaianmu," kata Bayu manja yang membuat Winda jijik melihatnya.
"Maksud mas Bayu apa? Aku ini wanita yang sudah bersuami, tidak sepantasnya mas Bayu memperlakukan aku seperti wanita murahan," jawab Winda kesal dengan ucapan Bayu.
"Winda, aku tidak pernah berpikir seperti itu. Aku yang mengatur pernikahan kamu dan Dimas. Apa Dimas sudah menyentuhmu sehingga kamu tidak ingin lagi melayaniku?" tanya Bayu agak gusar ditolak Winda.
"Mas, seandainya dia menyentuhku itu hak dia. Karena dia suamiku."
__ADS_1
"Apa?! Tidak ada seorangpun yang bisa menyentuhmu selain aku. Kamu adalah milikku."
"Mas, aku sekarang sudah menikah. Dan kamu tidak berhak lagi atas hidupku."
Bayu mendekati Winda dan memegang dagu Winda.
"Jangan pernah berpikir aku akan melepaskan kamu, Winda sayang. Ayolah," kata Bayu yang segera memaksa akan mencium Winda.
"Jangan mas Bayu, jangan..."
Akan tetapi, semakin Winda menolak hasrat Bayu semakin kuat. Keinginannya untuk menggauli Winda semakin tidak terkendali. Karena bagi Bayu, Winda seperti candu yang selalu ingin dinikmatinya.
Bisa saja Bayu tidur dengan wanita manapun akan tetapi Bayu hanya ingin bercinta dengan wanita yang dia cintai. Karena saat itu, Bayu bisa merasakan kepuasan batin.
"Mas Bayu, jangan..." teriak Winda hingga terdengar keluar ruangan.
Beberapa karyawan Winda mendengar hal itu, namun mereka takut untuk membantu karena Bayu akan lebih menyakiti bos mereka, Winda. Mereka hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban datang.
Suasana di ruang kerja Winda semakin menegangkan. Bayu yang merasa bisa melakukan apapun karena tidak akan ada yang berani menghalanginya, semakin brutal menciumi Winda yang sudah direbahkan oleh Bayu di atas sofa.
Winda berusaha melepaskan diri dari Kungkungan Bayu, namun dia tidak bisa mengalahkan tenaga Bayu yang kuat. Dalam hati, Winda berdoa dan meminta perlindungan dari Allah SWT agar dia diberi kekuatan agar bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang istri. Jika tidak bisa, Winda meminta didatangkannya sang penolong untuknya.
Tiba-tiba, seseorang datang dan langsung menarik tubuh Bayu yang sudah menindih tubuh Winda. Tanpa berkata sepatah katapun, dia langsung memukuli Bayu bertubi-tubi hingga membuat Bayu merasakan kesakitan dibeberapa bagian tubuhnya.
Bayu akhirnya melawan, dan terjadilah perkelahian antara dua orang laki-laki yang saling marah dan ingin melampiaskan kekesalannya.
Siapakah yang sudah datang menyelamatkan kehormatannya?
Hei, otor datang membawa sebuah karya dari teman otor berjudul Cinta Suci Yang Ternoda by EuRo40 Kepoin ya semoga suka ...l
__ADS_1